This is: marriage after kids
Maybe it feels like there is less time now
For date nights
Romance
... or each other
When there is little one to feed, love and care for
Part of you might miss before
But there is strength in these changes
and vulnerability to find each other
And if you know where is to look
there romance is still there
It's in the quiet early morning hours
before the kids wake
It's in the care you take
It's in the way your partner looks at your child
and the way you see them parent
and try to be better each day
2017: what dad says about being a father
Banyak anak, banyak rejeki kata orang-orang. Ya rejeki anak.
Kalau ada seorang bapak yang tidak menafkahi anaknya, maka celakalah ia. Karena sebagian dari harta yang ia makan atau simpan, adalah harta anaknya.
Bersyukur. Yang banyak.
Jadi orang jangan terlalu pilih-pilih. Makan yang ada. Kerjakan yang ada. Enggak usah baru mau kerja kalau begini dan begitu. Inshaa Allah, kalau dimulai kerjaan yang enggak enak berujung dengan kerjaan yang lebih enak. Daripada menunggu dapat kerjaan enak.
Bekerjalah. Anak-anak harus melihat bagaimana orang tuanya bekerja.
Kalau ada seorang bapak yang tidak menafkahi anaknya, maka celakalah ia. Karena sebagian dari harta yang ia makan atau simpan, adalah harta anaknya.
Bersyukur. Yang banyak.
Jadi orang jangan terlalu pilih-pilih. Makan yang ada. Kerjakan yang ada. Enggak usah baru mau kerja kalau begini dan begitu. Inshaa Allah, kalau dimulai kerjaan yang enggak enak berujung dengan kerjaan yang lebih enak. Daripada menunggu dapat kerjaan enak.
Bekerjalah. Anak-anak harus melihat bagaimana orang tuanya bekerja.
2017: what dad says about husband & wifey
Chapter 1:
Enggak ada suami istri itu saling tanya "Lantas, mau kamu gimana?" dan mensyaratkan satu dengan lain untuk menjadi orang yang dikehendaki pasangannya. Saya rasa tidak begitu cara berumah tangga. Karena nanti, kalau sewaktu-waktu orang itu kembali kepada karakter dirinya, ya bisa ribut lagi dengan alasan "Kan dulu sudah ada perjanjian mau begini. Atau begitu. Tapi enggak kejadian."
Menurut saya, dengan saling sayang, semua ketidaksempurnaan akan tertutup. Nah, bagaimana memelihara sayang itu?
Dengan menjaga omongan. Jangan berkata yang kasar kepada istri atau suami.
Saling menghormati. Hargai setiap jerih upaya masing-masing dan hargai saat mau waktu sendiri. Karena di kantor mungkin sedang capek, mungkin sedang ada masalah, kadang tidak semua bisa dibicarakan saat itu juga kepada pasangan.
Ke tiga, ya disyukuri. Bersyukur dengan apa yang ada. Jangan cari yang enggak ada.
Chapter 2:
"Tidak semua perkataan perempuan / istri itu harus dimengerti. Cukup didengarkan saja. Karena namanya perempuan, kadang lompatan konteks pembicaraan itu terlalu cepat dan jauh; padahal kita (lelaki) masih mikir dengan apa yang baru saja dia katakan. Nah, kalau sudah lompat-lompat gitu ya didengarkan saja. Enggak perlu dimengerti isinya. Yang perlu dimengerti adalah, bahwa dia lagi butuh didengarkan."
Enggak ada suami istri itu saling tanya "Lantas, mau kamu gimana?" dan mensyaratkan satu dengan lain untuk menjadi orang yang dikehendaki pasangannya. Saya rasa tidak begitu cara berumah tangga. Karena nanti, kalau sewaktu-waktu orang itu kembali kepada karakter dirinya, ya bisa ribut lagi dengan alasan "Kan dulu sudah ada perjanjian mau begini. Atau begitu. Tapi enggak kejadian."
Menurut saya, dengan saling sayang, semua ketidaksempurnaan akan tertutup. Nah, bagaimana memelihara sayang itu?
Dengan menjaga omongan. Jangan berkata yang kasar kepada istri atau suami.
Saling menghormati. Hargai setiap jerih upaya masing-masing dan hargai saat mau waktu sendiri. Karena di kantor mungkin sedang capek, mungkin sedang ada masalah, kadang tidak semua bisa dibicarakan saat itu juga kepada pasangan.
Ke tiga, ya disyukuri. Bersyukur dengan apa yang ada. Jangan cari yang enggak ada.
Chapter 2:
"Tidak semua perkataan perempuan / istri itu harus dimengerti. Cukup didengarkan saja. Karena namanya perempuan, kadang lompatan konteks pembicaraan itu terlalu cepat dan jauh; padahal kita (lelaki) masih mikir dengan apa yang baru saja dia katakan. Nah, kalau sudah lompat-lompat gitu ya didengarkan saja. Enggak perlu dimengerti isinya. Yang perlu dimengerti adalah, bahwa dia lagi butuh didengarkan."
2017: Tentang Tuhan
Nooooo!
Get out, get out!
I want to get out!
Bunda, wake up! Do not sleep there, there's a snake!
Kata Luna, di suatu pagi buta, terbangun dari mimpinya.
There was a snake.
It is small. It is bleeding.
It is okay. Ada bunda dan bubu, jangan takut lagi. Seprainya sudah diangkat, sudah diganti enggak ada lagi ular dan darah. Lagian, itu mimpi bukan betul-betul kejadian.
Ada Bunda ya.
Emang Bunda enggak takut ular?
And I was like hit by thunder.
Of course, I am sooooo afraid with snakes.
And Luna knows that.
Hmmm, aku takut juga sih sama ular.
Nanti kalau ada lagi, kita pukul aja. Oke?
Luna thinks for a while.
Luna mau berdoa aja.
I might have died being hit by thunder twice.
But her words are so ... thundering and englightening.
And I think it was the moment she learns about the Almighty.
The concept of God when she has no trust on power within and around her.
... and I learnt a lesson.
Get out, get out!
I want to get out!
Bunda, wake up! Do not sleep there, there's a snake!
Kata Luna, di suatu pagi buta, terbangun dari mimpinya.
There was a snake.
It is small. It is bleeding.
It is okay. Ada bunda dan bubu, jangan takut lagi. Seprainya sudah diangkat, sudah diganti enggak ada lagi ular dan darah. Lagian, itu mimpi bukan betul-betul kejadian.
Ada Bunda ya.
Emang Bunda enggak takut ular?
And I was like hit by thunder.
Of course, I am sooooo afraid with snakes.
And Luna knows that.
Hmmm, aku takut juga sih sama ular.
Nanti kalau ada lagi, kita pukul aja. Oke?
Luna thinks for a while.
Luna mau berdoa aja.
I might have died being hit by thunder twice.
But her words are so ... thundering and englightening.
And I think it was the moment she learns about the Almighty.
The concept of God when she has no trust on power within and around her.
... and I learnt a lesson.
2017 tentang fungsi dan hati
Selama sekian tahun, weekend seringkali disisipi dengan reminder-reminder untuk menjadi normal dengan mandi. Pagi atau sore, atau salah satu diantaranya. Karena sewajarnya mandi itu dua kali sehari.
"Sudah mandi belum?"
"Guys, mandi."
"Kok belum mandi?"
"Ya ampuuuuuuun pada belum mandiiiiii... mandi sana!"
Hingga, hari itu tiba. Hari yang wajar. Dimana setiap weekend tiba, tidak lagi menjadi weekend yang tidak normal karena dia dan mereka selalu mandi dan wangi tanpa disuruh.
Lalu?
Iya, lalu apa kalau sudah mandi?
Tidak lantas setelah mandi kemudian dihujani pujian-pujian surgawi, ternyata.
Tidak semerta-merta setelah mandi akan dipeluk dan dicium juga, ternyata.
Sudah mandi, ya sudah. Hening.
Lalu, yang kemarin ribut-ribut suruh mandi itu untuk apa?
Saat itu, saat dimana semua berjalan normal, weekend jadi enggak normal lagi. Karena enggak ada lagi suruh-suruhan mandi, suruh-suruhan makan, dan jadinya diem-diem aja. Dan seseorang baru saja terhenyak, bahwa selama ini sehari-hari komunikasi mereka hanyalah sebatas fungsi.
Di tahun 2017 ini, dikasih kesempatan untuk belajar (lagi) memilih mana hal penting yang lebih penting dari semua hal. Belajar untuk bertanya ke diri sendiri soal 'then what if they do what I say?' sebelum meminta suami dan anak-anak melakukan sesuatu.
Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?
A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through both and also had a chance of being a working-from-home mom, it is even more ridiculous for me. Only stupid have a time discussing it and to elaborate on their social media status. Whoever we are, what kind of mom we are, what matters most is how we can make our life productive and progressing. Every single day.
Different mom has different ways of being productive. Some goes to work. Some clean up and cook for the family. Some works at home by selling stuffs online or being a freelancer. Productive means to produce something. Be it money, the foods, you name them all. But the question is, is productive enough? How about having a progressing life? Not as the wife of Mr. Blabla or as the mom of kid Zubidudamdam. But us, as a person. Me, as Wury; a 38 years old woman and how far I have made progress in my life.
BUT. Let alone of being progressive, ... are we even productive?
This question stroke me a few weeks ago, when my preschooler rejected to school and said that she wants to be at home. "Like Bunda (mom) who is having endless holiday. I am not going to school"
I was sooo broken hearted. But then I learnt that her words should be a motor for me to keep moving. Ever since, I cook more. I bake more. I craft more and ... I learn more.
Being productive and progressing doesn't mean we need to do it all at the same time. We can start by being productive, and when we are tired, we can try to be more progressive by sharpening our soft skills. We can learn new things, meet new people for broader perspective or meet old friends for venting out. Or, we can register an online course.
There are so many online courses that is held by reputable universities in the whole wide world. I have tried some courses in Coursera and now I am taking one in EDX. Most courses are 10 weeks long and we can pursue the achievement certification or we can convert it to 1 semester credit (depends on the university). To me, EDX is more interesting because it is more interactive and the videos are not only from the scholars but also from the point of view of people, real managers and experts. I am sure there are lots of more courses or activities we can choose for self-feed and you can share them to me.
From time to time; we, women, need to be able to empower ourself and I wish us good luck.
Tentang kamu di suatu pagi
Saat itu. Aku, aki dan dirimu; La Luna.
Naik motor di pagi hari, mengantarmu bersekolah untuk belajar dan berlari-lari.
Kamu di paling depan dan aku di paling belakang.
Kamu pegang erat batang spion motor dan menikmati pemandangan.
Melihat ke kiri, ke kanan, mengintip spion ke belakang.
Aku peluk kamu erat. Jemariku merapat erat.
Terasa degupmu yang berdetak-detak. Karena ingin bertemu teman-teman? Atau karena kami bertiga mengantarmu ke sekolah dengan sepenuh hati, sepenuh doa?
Kamu lepaskan satu tanganmu dari batang spion.
Dan kamu genggam tanganku, menyatu dengan degup jantungmu.
Saat itu aku bertanya-tanya, kenapa kamu melakukan itu?
Tapi kemudian aku menghentikan semua tanya dan hanya merasa.
Bahwa kamu senang, ada aku.
#ndaluna
Life. Just like what I wanted.
Sounds so snobbish ya, saying life is just like what I wanted. But then I realized, semua itu karena emang aku enggak pengen apa-apa. Sekarang juga (ternyata) masih begitu. Dulu emang I treat my life like a blue print. Things to do piling up my list and my aims were to accomplish them. Alhamdulillah, semua tercapai. Tapi kemudian seperti ada titik tolak dalam hidup yang bikin berhenti ingin terlalu banyak dari hidup. Entah karena merasa udah cukup banyak pencapaian pribadi baik yang bagus atau yang buruk, entah karena pernah kecewa berat sama yang namanya manusia atau karena alasan klise yang digadang-gadang semua manusia: anak.
Sekarang ini, lebih banyak menyambut apa yang datang ke dalam hidup. Termasuk, kembali ke agency lagi. Having thought that I am not some kind of 'Man in a mission' kind of person. I am just an 'I will do my best' of what comes in front of me kind of person.
Gini ceritanya.
Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.
Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.
Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, dan pernah juga air mata ini berderai karena enggak bisa menyelamatkan salah satu dari mereka untuk tetap bisa kerja bareng di Havas. Saat hari lagi down banget, semangkuk ramen dan tawa biasanya bisa melepas ke bete-an. Saya emang nggak pernah menempatkan diri sebagai bos yang harus bitchy dan memaksakan kehendak. Some said, saya terlalu baik sama anak-anak. Tapi dulu saya belajar, bahwa bos itu tugasnya bukan ngide tapi menajamkan ide yang ada. Karena dulu saya belajar, bahwa bos itu harus mau tangannya kotor; bukan cuma nyuruh-nyuruh doang. Karena dulu saya belajar, memimpin itu harus dengan empati.
Kemudian, saya risain. Tepat sehari sebelum ulang tahun saya yang ke tiga puluh delapan.
And for the past thirty days, nothing much I did but something new or redo the things I loved to do.
I celebrated my most romantic birthday, thanks to my son!
I started exercising pilates. Been attending 5 sessions so far. I also walk more.
I got the chance to join an empowering conference for women to boost my confidence as woman leader. I met so many empowering women out there from gen x, gen y and millennials. From the conference, I learnt that to be a successful woman leader, we need great support system as well: parents and spouse; those who shaped us and those who is standing at our back. And when we got stronger, we don't really need to show our strength at home *wink*
Last but not the least, enjoying good coffee my husband made like ... every morning :) I know I would never get this privilege without his support and he has been showering me with sincerity and abundant love over me. Thank you, Bubu! Now within two days, I will have to start a new chapter in the new office. I was so nervous last week, but I have been a bit cooled down lately hahaha. Wish me luck!
Sekarang ini, lebih banyak menyambut apa yang datang ke dalam hidup. Termasuk, kembali ke agency lagi. Having thought that I am not some kind of 'Man in a mission' kind of person. I am just an 'I will do my best' of what comes in front of me kind of person.
Gini ceritanya.
Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.
Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.
Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, dan pernah juga air mata ini berderai karena enggak bisa menyelamatkan salah satu dari mereka untuk tetap bisa kerja bareng di Havas. Saat hari lagi down banget, semangkuk ramen dan tawa biasanya bisa melepas ke bete-an. Saya emang nggak pernah menempatkan diri sebagai bos yang harus bitchy dan memaksakan kehendak. Some said, saya terlalu baik sama anak-anak. Tapi dulu saya belajar, bahwa bos itu tugasnya bukan ngide tapi menajamkan ide yang ada. Karena dulu saya belajar, bahwa bos itu harus mau tangannya kotor; bukan cuma nyuruh-nyuruh doang. Karena dulu saya belajar, memimpin itu harus dengan empati.
Kemudian, saya risain. Tepat sehari sebelum ulang tahun saya yang ke tiga puluh delapan.
And for the past thirty days, nothing much I did but something new or redo the things I loved to do.
I celebrated my most romantic birthday, thanks to my son!
I got the chance to join an empowering conference for women to boost my confidence as woman leader. I met so many empowering women out there from gen x, gen y and millennials. From the conference, I learnt that to be a successful woman leader, we need great support system as well: parents and spouse; those who shaped us and those who is standing at our back. And when we got stronger, we don't really need to show our strength at home *wink*
I met those whom I could not meet because those time consuming work hours: besties!
Of course, spent some quality time with the kids. Picked them from school, went mall-ing, watch movies, tried the famous Pablo cheese tart and fulfill the long-awaited-craving of mille crepes.
I managed to finish all the overdue tasks from renewing my driving licence, get the social health card for my family and ... finish the business model for my start-up project. So o'yeay!
Last but not the least, enjoying good coffee my husband made like ... every morning :) I know I would never get this privilege without his support and he has been showering me with sincerity and abundant love over me. Thank you, Bubu! Now within two days, I will have to start a new chapter in the new office. I was so nervous last week, but I have been a bit cooled down lately hahaha. Wish me luck!
The link is back
I used to blog for Malicca. His unstoppable questions, wonders, opinions and everything. But then I stopped after Luna was born, because I felt unfair to have a blog under a name of emaklicca (only).
But then, after those two been growing up together in different phase of life, I feel the urge to blog once again. This time is about them two. Because having two satellites, it is not them both who revolves around me. Instead, I revolve around them and they are my teachers of life. My mirrors of what I have done in life. My karma.
They haven't know about this blog yet. Someday, I will reveal this all.
Feel free to click my satellites from time to time
menuju 38
allah yang baik,
terima kasih untuk satu tahun kemarin yang menyenangkan buatku.
aku belajar banyak, dan aku sehat sekali.
aku dikasih teman-teman tim dimana aku bisa belajar gimana jadi pemimpin yang baik.
aku belajar jadi ibu yang lebih baik lagi. enggak cuma bisa menuntut anak-anak untuk bermimpi, tapi juga bisa memfasilitasi supaya anak-anak bisa mengejar mimpi.
aku belajar jadi pendengar yang baik. mendengar cerita-cerita anak-anak tentang apa itu orang tua yang baik, apa itu pernikahan. lucu mendengar itu semua dari pemikiran anak-anak yang belum genap sepuluh tahun berjalan mengitari matahari.
anak-anak cepat sekali besar. maka dari itu pun, aku menua. begitu juga dengan ibu dan bapakku.
karenanya, allah yang baik, terima kasih untuk satu tahun kemarin kebersamaanku bersama orang tua dan anak-anakku. bersama suamiku yang selalu merestuiku untuk terbang atau untuk santai-santai di sarang. suami kuat yang penuh tanggung jawab.
i live a lucky life. kata orang, saat kami merasa beruntung; itu artinya doa ibu-ibu kami sedang dikabulkan. syukur syukur dan syukur. aku bersyukur aku merasa cukup dengan orang-orang di sekitarku yang mencukupkan hidupku.
amin.
terima kasih untuk satu tahun kemarin yang menyenangkan buatku.
aku belajar banyak, dan aku sehat sekali.
aku dikasih teman-teman tim dimana aku bisa belajar gimana jadi pemimpin yang baik.
aku belajar jadi ibu yang lebih baik lagi. enggak cuma bisa menuntut anak-anak untuk bermimpi, tapi juga bisa memfasilitasi supaya anak-anak bisa mengejar mimpi.
aku belajar jadi pendengar yang baik. mendengar cerita-cerita anak-anak tentang apa itu orang tua yang baik, apa itu pernikahan. lucu mendengar itu semua dari pemikiran anak-anak yang belum genap sepuluh tahun berjalan mengitari matahari.
anak-anak cepat sekali besar. maka dari itu pun, aku menua. begitu juga dengan ibu dan bapakku.
karenanya, allah yang baik, terima kasih untuk satu tahun kemarin kebersamaanku bersama orang tua dan anak-anakku. bersama suamiku yang selalu merestuiku untuk terbang atau untuk santai-santai di sarang. suami kuat yang penuh tanggung jawab.
i live a lucky life. kata orang, saat kami merasa beruntung; itu artinya doa ibu-ibu kami sedang dikabulkan. syukur syukur dan syukur. aku bersyukur aku merasa cukup dengan orang-orang di sekitarku yang mencukupkan hidupku.
amin.
titanica system
dulu, jaman-jaman baru kerja di advertising barang tiga tahunan, selalu muak sama insight yang satu ini: bahwa, orang tua akan memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.
yang ada di kepala pada saat itu tuh, ya: planner gak kreatif. klien yang cliche. basiiii, semua juga tauuuuuuu! nah, sekarang, setelah sekian belas tahun di advertising dan hampir satu dekade jadi ibu, mulai sadar sama arti preposisi itu dengan sejleb-jlebnya. dan hal itu udah bukan insight lagi. tapi fakta.
yang ada di kepala pada saat itu tuh, ya: planner gak kreatif. klien yang cliche. basiiii, semua juga tauuuuuuu! nah, sekarang, setelah sekian belas tahun di advertising dan hampir satu dekade jadi ibu, mulai sadar sama arti preposisi itu dengan sejleb-jlebnya. dan hal itu udah bukan insight lagi. tapi fakta.
soal mengusahakan yang terbaik tuh lagi kejadian banget nih sama aku dan titan. cuma masalahnya, kalau anaknya yang ngadepin sebuah masalah; apa iya kita orang tuanya yang harus mengusahakan yang terbaik? kan enggak gitu ya.
setiap anak pasti punya masalah deh. jangan percaya sama postingan ibu-ibu yang isinya cuma ngepost hal-hal baik aja dari anaknya. jadi, kangan sedih kalau menjelang pre-teens gini masalah-masalah 'pelik' mulai bermunculan. kenapa pelik? karena, seringkali, target operasi kita enggak merasa bahwa mereka punya masalah ha ha ha!
jadi, sebenarnya apa sih masalahnya?
setiap anak pasti punya masalah deh. jangan percaya sama postingan ibu-ibu yang isinya cuma ngepost hal-hal baik aja dari anaknya. jadi, kangan sedih kalau menjelang pre-teens gini masalah-masalah 'pelik' mulai bermunculan. kenapa pelik? karena, seringkali, target operasi kita enggak merasa bahwa mereka punya masalah ha ha ha!
jadi, sebenarnya apa sih masalahnya?
gini. i know ini salah gue juga sih, membiarkan anak-anak kurang disiplin. selama ini kita (orang rumah) selalu ribut dengan kebiasaan titan yang nggak teratur. mulai dari perlengkapan perang dia yang ditinggalin dimana-mana mulai dari pena, tinta, botol minum yang tak kembali, uang yang hilang bahkan sepatu aja bisa ketinggalan sebelah di mall dan tas kumon aja bisa hilang enggak bisa di-trace ada dimana ... d'oooooooh!
dan yang bikin makin rumit adalah; si anak tidak pernah merasa bahwa semua itu adalah problem. buat dia, harus bertelanjang kaki muter-muter mall (karena sepatunya ilang satu) was fine. tenang-tenang, ketinggalannya bukan karena dia lenggang kangkung sepatunya copot trus dia diem-diem aja ya. my son is not that stupid to do that hahaha ... tapi, karena dia mau duduk di stroller. sepatunya, dicopot dulu sebelum dia naik stroller ... tapi lupa diambil hahahaha. berasa masuk masjid, mungkin.
nah, cukup soal sepatu hilang di mall. kali ini problemnya sangat serius. kemarin saat PSTC (parents student and teacher conference) aku a.k.a bundanya syiok banget saat gurunya mengungkapkan bahwa titan menghilangkan project-log 1 term yang mengakibatkan bu guru harus menurunkan point nilai di rapor. emaknya udah spaneng, anak masih senyum-senyum aja. clearly that this little guy has no problem with that, miss. sementara bundanya udah tergerih-gerih pisau rasanya sementara muka pasti udah merah kaya kepiting rebus saking malunya. nanti dikira enggak ngurusin anak pun. huft
dan yang bikin makin rumit adalah; si anak tidak pernah merasa bahwa semua itu adalah problem. buat dia, harus bertelanjang kaki muter-muter mall (karena sepatunya ilang satu) was fine. tenang-tenang, ketinggalannya bukan karena dia lenggang kangkung sepatunya copot trus dia diem-diem aja ya. my son is not that stupid to do that hahaha ... tapi, karena dia mau duduk di stroller. sepatunya, dicopot dulu sebelum dia naik stroller ... tapi lupa diambil hahahaha. berasa masuk masjid, mungkin.
nah, cukup soal sepatu hilang di mall. kali ini problemnya sangat serius. kemarin saat PSTC (parents student and teacher conference) aku a.k.a bundanya syiok banget saat gurunya mengungkapkan bahwa titan menghilangkan project-log 1 term yang mengakibatkan bu guru harus menurunkan point nilai di rapor. emaknya udah spaneng, anak masih senyum-senyum aja. clearly that this little guy has no problem with that, miss. sementara bundanya udah tergerih-gerih pisau rasanya sementara muka pasti udah merah kaya kepiting rebus saking malunya. nanti dikira enggak ngurusin anak pun. huft
menurut gurunya, titan ini pelupa. mungkin ada benernya, walau judgement dari kita orang tuanya lebih sadis: simply nggak bertanggung jawab aja.
anak ini memang karakternya nggak mempan dikasih reward / punishment. titan itu tipe yang menghindari resiko. jadi, kalau belum ada resiko nabrak sesuatu di depan mata seperti titanic yang menabrak gunung es, maka dia akan santai-santai aja. akan terus berlayar di sepoi-sepoi angin sampai akhirnya ketiduran.
tapi kan enggak semua resiko terlihat ya. kalau masalah enggak naik kelas, masih bisa diulang di tahun setelahnya (walaupun ini juga pasti bikin gue nangis kalo inget bayarannya sih yaaa). tapi dalam hidup, ada kalanya, saat kita bertabrakan dengan resiko; kita enggak bisa kembali dan harus rela kehilangan. nah, rela menerima kehilangan kan pembelajaran yang beda lagi deh. seumur hidup belajarnya.
tapi kan enggak semua resiko terlihat ya. kalau masalah enggak naik kelas, masih bisa diulang di tahun setelahnya (walaupun ini juga pasti bikin gue nangis kalo inget bayarannya sih yaaa). tapi dalam hidup, ada kalanya, saat kita bertabrakan dengan resiko; kita enggak bisa kembali dan harus rela kehilangan. nah, rela menerima kehilangan kan pembelajaran yang beda lagi deh. seumur hidup belajarnya.
so, beberapa waktu yang lalu, kita ngobrol berdua. terutama soal cara belajar yang paling efektif buat titan. kita ngebahas lagu atau percakapan dalam film yang dia hafal dari awal sampe akhir. kita ngebahas kumon yang dulu dia nangis-nangis ngerjainnya dan sekarang merasa terbantu banget.
akhirnya kita menyimpulkan bahwa cara belajar buat Titan yang paling efektif adalah dengan cara repetisi dan menstimulasi dengan audio/visual. nonton film UP lalu menggambar rumahnya berkali-kali, berhari-hari sampai bertahun-tahun melukis dengan tema yang sama.
Nonton film Titanic dan menggambar kapalnya sampai beberapa versi mulai dari titanic, britannic dan lusitania. semuanya karena dia selalu looping film, lagu dan buku yang dia suka.
anak ini memang bukan tipe yang punya photographic memory. tapi memorynya harus terbentuk perlahan secara reguler. intinya: repetisi.
leganya, drilling kumon yang harus dia kerjain setiap hari itu ternyata adalah salah satu metode belajar yang cocok buat dia. karena anak ini, bukan tipe yang kalau bosan akan melarikan diri. tapi terus dikerjain walau nggak tahu akan berakhir kemana. the good thing is, anak ini tekun. kuat ditempa berbagai kondisi.
Nonton film Titanic dan menggambar kapalnya sampai beberapa versi mulai dari titanic, britannic dan lusitania. semuanya karena dia selalu looping film, lagu dan buku yang dia suka.
anak ini memang bukan tipe yang punya photographic memory. tapi memorynya harus terbentuk perlahan secara reguler. intinya: repetisi.
leganya, drilling kumon yang harus dia kerjain setiap hari itu ternyata adalah salah satu metode belajar yang cocok buat dia. karena anak ini, bukan tipe yang kalau bosan akan melarikan diri. tapi terus dikerjain walau nggak tahu akan berakhir kemana. the good thing is, anak ini tekun. kuat ditempa berbagai kondisi.
soal pelupa? nah, yang satu ini juga kita bahas kemarin. kita bahas anatomi tubuh manusia yang paling penting: otak. kita ngobrol soal neuron-neuron di otak itu semakin tua semakin dikit yang akan saling tersambung, beda kaya waktu kita kecil sebesar luna. semua dipikirin, semua ditanyain. kalau sudah tua, udah malas mikir dan akhirnya yang menebal itu bagian yang itu-itu aja. akhirnya titan mengerti deh kenapa dia tipe pembelajar repetisi, karena memang cara kerja otak pun seperti itu. kalau bagian titan lupa naro barang dimana, pasti karena bagian itu enggak tebal. jadi solusinya, harus berlatih naro barang dan jadwal yang lebih teratur untuk diulang-ulang terus setiap hari.
untuk bisa melakukan semua itu, titan harus dibantu dengan visual. karena memang ternyata anaknya audio-visual banget. akhirnya kita berdua menemukan sistem supaya enggak ada lagi pekerjaan sekolah yang tertinggal, enggak ada lagi barang yang hilang.
selain sistemnya itu sendiri, kemaren kita juga bahas bagian yang paling penting dari sistem: yaitu kemauan / motivasi yang dikendalikan oleh otak untuk menjalani sistem itu. mau sistem paling canggih, kalau kita enggak mau ngejalaninnya ya sama aja.
untuk memotivasi titan lebih semangat, kita sepakat untuk membuat logo korporasi. karena sistemnya milik titan, maka logonya pun ya logo titan. perusahaan milik titan. namanya titanica. taglinenya: everything is possible.
untuk memotivasi titan lebih semangat, kita sepakat untuk membuat logo korporasi. karena sistemnya milik titan, maka logonya pun ya logo titan. perusahaan milik titan. namanya titanica. taglinenya: everything is possible.
alhamdulillah, dua minggu pertama sejak sistem ini launching semuanya berjalan lancar. enggak ada project yang tertinggal, bahkan beberapa project diselesaikan sebelum deadlinenya.
semoga, solusi kali ini membuahkan hasil maksimal ya. enggak mentok lagi di tengah jalan seperti yang lalu-lalu ha ha ha
semangat terus ya, nak. semoga, di masa depan nanti, kalau bunda udah nggak bisa bantu; kamu bisa bantu diri sendiri cari solusi untuk semua masalah kamu :)
semoga, solusi kali ini membuahkan hasil maksimal ya. enggak mentok lagi di tengah jalan seperti yang lalu-lalu ha ha ha
semangat terus ya, nak. semoga, di masa depan nanti, kalau bunda udah nggak bisa bantu; kamu bisa bantu diri sendiri cari solusi untuk semua masalah kamu :)
![]() |
| bantu otak untuk mengigat pekerjaan dengan mengelompokkan pekerjaan dalam bindex |
![]() |
| detail pekerjaan enggak perlu diingat, ditulis aja di job order. ingat yang penting-penting aja |
![]() |
| kalau semua harus diingat ya pasti lupa. ditulis aja di memo kecil yang dibawa kemana-mana |
![]() |
| everything has a home. coba kalau diulang terus naronya di sini, pasti nggak hilang |
Three hours late.
2 AM and I stepped in to the house. Hubby was waiting for me. This was not the first time, and not the latest hour I had ever experienced with over time.
"See you soon Bunda. Or at 8, or at 9, or at 10, or at 11 like you said you would be late." Said my son.
I smiled as I entered the house. I smelled home. I saw my beautiful mess. As I picked up some toys on the floor, I imagined what games the kids had played today. There was a drawing, mini ceramics pots, not too chaotic for kids who were left with nini and aki without nannies.
I also saw their time tables, with some check marks on the list. Those that they weren't checked was the responsibility to wash their own dishes. I saw some dirty cups piling up. I saw the microwave's door left half-opened, a baking sheet and a knife. I wonder what they have cooked.
I also saw minecraft was in active window and some search on youtube and google.
Getting home in this hour and not seeing their faces but seeing all the mess they made today, somehow relieved me. As I cleaned them up, I felt like taking a detour of what happened today. As if I was there with them, and those are the reasons why I am smiling though I felt sleepy and tired.
"Sorry babies, I was three hours late. I will make up some other time."
"See you soon Bunda. Or at 8, or at 9, or at 10, or at 11 like you said you would be late." Said my son.
I smiled as I entered the house. I smelled home. I saw my beautiful mess. As I picked up some toys on the floor, I imagined what games the kids had played today. There was a drawing, mini ceramics pots, not too chaotic for kids who were left with nini and aki without nannies.
I also saw their time tables, with some check marks on the list. Those that they weren't checked was the responsibility to wash their own dishes. I saw some dirty cups piling up. I saw the microwave's door left half-opened, a baking sheet and a knife. I wonder what they have cooked.
I also saw minecraft was in active window and some search on youtube and google.
Getting home in this hour and not seeing their faces but seeing all the mess they made today, somehow relieved me. As I cleaned them up, I felt like taking a detour of what happened today. As if I was there with them, and those are the reasons why I am smiling though I felt sleepy and tired.
"Sorry babies, I was three hours late. I will make up some other time."
love is love. marriage is another thing.
of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.
many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.
to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.
many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.
to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.
![]() |
| www.thestorygoeshere-blog.tumblr.com |
october.
october is still in the beginning. it was wet and i could smell the fresh smell of the grass, even if it was not raining. october used to be my favorite month. it was autumn, it was dry and the cold breeze can easily breaks my nose membrane and i got nose bleed. the day i found you.
it has been years ago. now i feel october in new breeze. this time, october felt a bit rush.
earliest october was the day of a mega pitch. three pitch presentations in a day. it was like our blood and flesh were torn apart preparing the whole things. one of the pitches was also one of the backbone clients, that also brought the feeling of having the pitch felt like a burden. i could not imagine how many cut offs there would be if we lose.
the second day, was also one of the biggest day for my son and also for me. the day my one and only son got circumcised. at his 9 years of age, he decided to surrender himself to one of the deepest pain in life. his cry resembled the day he lost his eyang and also resembled the night he missed his father when there were just the two of us. i took a hold on him. i hugged him tight and looked deep into his eyes. telling him to be patient and how proud i am to have such a brave kid like him. i could not see what the doctor did to his thing, i prefered to look just into his eyes. from the beginning to the end.
the eleventh day, would also be one of the big day. having a kid went to school everyday was already such a production. i just could imagine having two. but yes, i will.
little luna could wait to go to school. the day we got the acceptance letter, the swimming bag, the t-shirt, she wore them all together and handed out the letter i needed to sign. what would happen next, i could imagine. would she get cranky, would the separation anxiety rise, would she refused to have breakfast, would there be another imaginary friend coming out as a self defense just like titan did, would there be a problem since she is a kind of aggressive girl. oh boy, i really could not imagine.
i hope everything would be just fine. another steps to be a better mom, better parent and a better me.
bismillah.
it has been years ago. now i feel october in new breeze. this time, october felt a bit rush.
earliest october was the day of a mega pitch. three pitch presentations in a day. it was like our blood and flesh were torn apart preparing the whole things. one of the pitches was also one of the backbone clients, that also brought the feeling of having the pitch felt like a burden. i could not imagine how many cut offs there would be if we lose.
the second day, was also one of the biggest day for my son and also for me. the day my one and only son got circumcised. at his 9 years of age, he decided to surrender himself to one of the deepest pain in life. his cry resembled the day he lost his eyang and also resembled the night he missed his father when there were just the two of us. i took a hold on him. i hugged him tight and looked deep into his eyes. telling him to be patient and how proud i am to have such a brave kid like him. i could not see what the doctor did to his thing, i prefered to look just into his eyes. from the beginning to the end.
the eleventh day, would also be one of the big day. having a kid went to school everyday was already such a production. i just could imagine having two. but yes, i will.
little luna could wait to go to school. the day we got the acceptance letter, the swimming bag, the t-shirt, she wore them all together and handed out the letter i needed to sign. what would happen next, i could imagine. would she get cranky, would the separation anxiety rise, would she refused to have breakfast, would there be another imaginary friend coming out as a self defense just like titan did, would there be a problem since she is a kind of aggressive girl. oh boy, i really could not imagine.
i hope everything would be just fine. another steps to be a better mom, better parent and a better me.
bismillah.
dream.
perhatian, posting ini isinya tentang pamer ya.
supershowoff. totally.
now, what is a dream?
mimpi, bisa jadi bunga tidur yang sering kejadian sama kita. tapi mimpi yang dimaksud saya di mimpi ini adalah sesuatu yang kita inginkan banget. yang sepanjang hari, sepanjang tahun, terus dikejar sampe kejadian. bukan cuma sekedar wishlist.
dulu, salah seorang pacar saya pernah bilang. mimpi ya mimpi, nggak perlu dikejar. kalau udah dikejar, namanya tujuan. saya harus bisa membedakan itu.
ah, ya ... bener juga sih itu. tapi kan nggak papa juga bilangnya mimpi, karena kadang kalau disebut tujuan tapi set up nya jauh banget dan tinggi banget, kesannya jadi berat banget. kalau mimpi kan kayanya ada kesan 'magical'nya kalau bisa kejadian.
now, what is my dream?
setelah dipikir-pikir, saya itu sama banget sama bapak saya. atau, mungkin memang didikan bapak berhasil banget nancep di kepala saya. saya inget banget, waktu kita-kita anaknya masih kecil, bapak sering bilang gini "bapak nggak akan ninggalin warisan apa-apa, tapi kalau kamu mau sekolah, apa aja, kemana aja, asal selesai, inshaa allah bapak usahain. bapak turutin."
pada akhirnya, anak-anaknya bisa sekolah di tempat yang pada masanya cukup diakui. kakak pertama saya bisa masuk arsitek trisakti yang pada tahun 1991 itu kayanya sekolah yang top banget. kakak ke dua saya bisa masuk ke sma taruna nusantara, yang juga pada saat itu jadi sekolah yang hangat banget diomongin anak-anak smp di seluruh indonesia. saya, alhamdulillah masuk sma favorit 68 walaupun bikin saya stres. kamudian, mampu ngebuang peluang masuk sastra ui tuh kayanya udah bangga banget. kenapa saya buang, ya? karena memang itu pilihan terburuk saya: sastra cina, demi kata-kata just-in-case saya termasuk mereka yang memiliki filsafat hidup 'gapapa jurusan apa aja, asal negri dan bergengsi.'
alhamdulillah, saya termasuk anak yang ngga kemakan gengsi. akhirnya saya masuk d3 komunikasi di ui dan nerusin ke s1 di jurusan yang sama.
sekarang, saya udah punya anak dan ternyata saya pengen banget anak-anak di sekolah yang paling bagus yang saya bisa usahain. yes, i am a great sucker of finding a great school. dari titan umur dua tahun, saya mulai rajin trial sekolah. tentunya, dengan mengeliminir sekolah-sekolah yang nggak saya mau tanpa harus trial. sekolah islam, misalnya. yang anak-anak tk nya udah suruh keliling ka'bah boongan demi belajar tawaf. atau sekolah swasta yang dengan ngaconya bilang sekolah internasional karena ada embel-embel ib atau cambridge. percayalah, sekolah internasional itu cuma sekolah-sekolah yang berada langsung di bawah pengawasan kedutaan negara yang dianutnya. kalau sekolah swasta biasa, mana boleh pakai kurikulum luar negeri plek ketiplek? kita cuma boleh mengadaptasi kurikulum dan sistem pengajarannya aja. gak boleh tuh ngasal main bilang sekolah internasional. kita cuma sekolah nasional plus, kacaw deh!
the best school. this is my dream number one. nothing beats this.
kalau orang punya believe terhadap sebuah brand seperti apple, adidas, my tulisan, i am a great sucker of high scope. kalau ditanya kenapa, jawaban saya simpel banget. saya suka aturan mereka bahwa gak ada ketua kelas absolut yang memegang tampuk pimpinan sepanjang tahun. sekolah ini menganut visi bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang. karenanya, ketua kelas di sekolah ini berganti setiap hari. dan dalam sehari, semua anak dapat tugas merawat kelas mulai dari nyusun daftar pelajaran, hapus papan tulis, nulis tanggal, bagiin piring, sendok, gelas saat makan. apapun. sekolah ini selalu menemukan cara untuk membagi tugas dan memastikan anak-anaknya menjalankan tugas tersebut dan merasa bahwa tugas mereka sama pentingnya dengan yang lain.
buat saya, filosofi ini indah.
highscope juga nggak bohong. mereka ngaku bahwa mereka bukan sekolah internasional. kemudian, nggak ada uang-uang tambahan terselundup di dalam program-programnya. spp naik tiap dua tahun, dikemukakan sejak awal masuk.
sekolah ini juga penganut faham active learning, sampai termasuk soal bermain dan berkomunikasi secara nyata. karenanya, haram hukumnya siswa bawa handphone ke sekolah. penggeledahan random dilakukan secara berkala. jika ditemukan handphone, maka akan dirampas dan baru akan dikembalikan pada liburan kenaikan kelas mendatang.
buat saya, ini penting.
walaupun kemudian setelah masuk selalu ada kekurangannya ya, dua hal ini saya ingat betul kalau ada yang bertanya kenapa saya memilih anak-anak untuk bersekolah di sana. well, selain lokasi yang juga dekat dari rumah dan pengenalan perencanaan sejak pendidikan dini lewat kurikulum plan - do -review, highscope di negara asalnya adalah sebuah institusi riset yang menekankan bahwa observasi, pengambilan kesimpulan dan penentuan sikap adalah penting, sepenting konsekuensi logis dari tiap tindakan.
pendidikan anak-anak ini yang kemudian jadi mimpi buat saya. jadi cambuk, bahwa anak-anak berhak untuk dapat kesempatan yang lebih baik dari saya. alhamdulillah, luna lebih beruntung nasibnya bisa mulai menyecap sistem sekolahan ini dari mulai paud. jaman titan, saya masih jadi single parent. dan bisa mengumpulkan uang untuk memasukkan dia ke sekolah ini dan membayar bulan demi bulan yang besarnya hampir sebesar cicilan rumah (lebih besar maksudnya hahaha), rasanya banggaaaa sekali. rasanya mungkin lebih bangga daripada bisa beli mobil cash!
walaupun, walaupun ya, masih belum terlihat hasilnya seperti yang saya bayangkan. mungkin karena ekspektasi saya terlalu tinggi.
walaupun, bundanya ini harus ngecrek nggak bisa beli tas dan sepatu branded, nggak bisa liburan jauh lagi dan gak bisa hias-hias rumah dengan instan. semua budgetnya udah buat investasi hidup. sekarang malah dikali dua hahaha.
jujur, kadang suka nyinyir juga. soal prioritas temen-temen yang punya gaji di atas 50 juta, tapi kok tega-teganya nyekolahin anak di sekolah yang spp-nya ratusan ribu doang. bukan berarti sekolah bagus nggak berarti mahal ya. saya yakin, di negara ini, jumlah sekolah alternatif berbanding terbalik dengan harga sppnya. tahu bahwa semua ada perhitungannya, financial planner pun setuju bahwa biaya pendidikan masih bisa sampai platform maksimal 30% dari seluruh pendapatan.
so yeah, this is my dream. one of them. semoga nggak berhenti sampai di sini, semoga bisa kejalanin. amin!
sorry.
dear titan,
one day when you were 9 years old, i found this letter at the office.
you put it in between my laptop.
i startled.
i felt ... sad.
if only you knew,
every mothers in the whole wide world will always forgive their children.
so that they won't have to ask forgiveness again and again.
so that they won't have to kneeled-down just to ask one.
as much as mothers will want you to learn from your mistakes,
we don't really want you to make ones.
because your mistake means our failure in raising you.
but all in all,
i am proud of you.
it is not easy to ask forgiveness.
but i somehow know,
your forever-child-heart will make you one of the most courageous man alive.
love you,
you know i always do.
... because now is all there is.
Titan & Luna,
hari ini bunda bangga banget sama kalian karena bisa menerima kekecewaan dengan lapang. Selain karena minimnya ATM, kegagalan terutama berasal dari perencanaan yang kurang OK.
Yang diniatin hari sabtu ini sebenarnya cuma bikin pas foto buat Luna sekolah. Setelahnya, baru ke galeri nasional demi ngintip pameran lukisan istana. Namun oh namun ternyata semua-mua jadi mulur dan akhirnya sampai Galeri Nasional udah antri banget dan enggak mungkin juga kita masuk karena pas giliran kita pasti galerinya udah harus tutup saking panjangnya pengunjung. Bundanya kecewa, kakak titan juga. Tapi kita kan gengsian, jadinya menolak pulang demi menghibur hati yang terlanjur sakit.
Setelah gagal ngintip pameran lukisan istana di galeri nasional, akhirnya kita memutuskan ke Monas. Tadinya mau ke Ragusa, tapi knowing Luna punya amandel dan matahari lagi terik banget; jadi enggan untuk ke sana. Padahal udah kebayang kerupuk mie yang disiram bumbu asinan dan sate yang nongkrong di depannya.
Alhamdulillah sampe sana matahari udah rada-rada ngumpet di balik awan. Kakak Titan pengen banget naik ke atas Monas, padahal udah pernah juga ya. Bundanya ini umur 36 tahun malah belum pernah. Ndelalah antri banget juga dan bakalan tutup jam 5 sore. Kakak Titan kembali kecewa. Ditambah lagi, bunda dan bubu baru nyadar bahwa kelupaan mampir ke ATM dan uang seada-adanya aja di dompet. Itu juga dompet bubu, dompet Bunda mah udah lemes banget kaya kupu-kupu.
Akhirnya Luna dan Titan lari-lari aja di lapangan rumput luas di depan Monas. Lari dan lari dan lari, sampai Bunda kasih tau tips lari-lari paling enak di rumput adalah dengan kaos kaki tebal. Akhirnya kakak lepas sepatu dan lari lebih kencang lagi. Luna sibuk kejar-kejar kakak, ... sampai akhirnya ada patroli yang menyuruh kita keluar dari lapangan rumput. Aneh ya.
Akhirnya kita duduk-duduk aja di pinggir lapangan, begitu pak polisi hilang, anak-anak lari-larian lagi di tengah. Karena ini negara aneh, ada lapangan rumput kok ya nggak boleh diinjak, ya jangan ikut anehlah. Itulah kenapa Bundanya ini akhirnya memperbolehkan anak-anak lari-larian walau dilarang. Di menara Eiffel aja orang bebas mau ngapain aja. Jemuran sambil telanjang juga boleh. Lagian kan kita enggak seperti orang kebanyakan yang buang sampah sembarangan atau pake selop yang hak-nya ngerusak taman. Kalau masih dimarahin juga, secara ini Indonesia ya, mari kita selesaikan dengan cara Indonesia: bayar! (Gaya banget deh, padahal gak ada uang juga di dompet, kan).
Hampir Maghrib, kita pun pulang. Pak polisi nggak berhasil ngejar anak-anak ha ha ha! Di jalan pulang, Luna inget lagi sama janji bunda-bubunya untuk mengizinkan naik perahu naga di taman hiburan mini di pintu masuk Monas. Jreng-jreng, tiga puluh ribu pun keluar demi perahu naga. Untung masnya baik, karena lagi sepi pengunjung; anak-anak dibolehin naik 2 rit. Padahal, Luna udah teriak-teriak minta turun karena takut hahaha! Setelah itu, kita beli minum yang ternyata hanya bisa pakai e-moneynya Mandiri. Semua warung di sana, juga harus pakai e-money. Dengan baca Bismillah, e-money Bubu bisa beli 1 Aqua dan 1 Teh Pucuk. Berbagilah kita berempat minum gantian dari botol.
Dalam hati sempat membathin juga, tapi akhirnya diputuskan untuk diomongin aja di depan anak-anak.
"Titan, Luna, hari ini kita prihatin ya main-mainnya. Bunda dan Bubu uangnya terbatas jadi kita harus itung-itung banget mau beli apa aja. Kita harus bersyukur, karena kejadian kaya gini jarang-jarang kejadian. Kebayang ya orang-orang yang nggak punya uang untuk jalan-jalan."
Di mobil, kita pun kembali deg-degan. Lupa harus bayar parkir ... jreng-jreng!
hari ini bunda bangga banget sama kalian karena bisa menerima kekecewaan dengan lapang. Selain karena minimnya ATM, kegagalan terutama berasal dari perencanaan yang kurang OK.
Yang diniatin hari sabtu ini sebenarnya cuma bikin pas foto buat Luna sekolah. Setelahnya, baru ke galeri nasional demi ngintip pameran lukisan istana. Namun oh namun ternyata semua-mua jadi mulur dan akhirnya sampai Galeri Nasional udah antri banget dan enggak mungkin juga kita masuk karena pas giliran kita pasti galerinya udah harus tutup saking panjangnya pengunjung. Bundanya kecewa, kakak titan juga. Tapi kita kan gengsian, jadinya menolak pulang demi menghibur hati yang terlanjur sakit.
Setelah gagal ngintip pameran lukisan istana di galeri nasional, akhirnya kita memutuskan ke Monas. Tadinya mau ke Ragusa, tapi knowing Luna punya amandel dan matahari lagi terik banget; jadi enggan untuk ke sana. Padahal udah kebayang kerupuk mie yang disiram bumbu asinan dan sate yang nongkrong di depannya.
Alhamdulillah sampe sana matahari udah rada-rada ngumpet di balik awan. Kakak Titan pengen banget naik ke atas Monas, padahal udah pernah juga ya. Bundanya ini umur 36 tahun malah belum pernah. Ndelalah antri banget juga dan bakalan tutup jam 5 sore. Kakak Titan kembali kecewa. Ditambah lagi, bunda dan bubu baru nyadar bahwa kelupaan mampir ke ATM dan uang seada-adanya aja di dompet. Itu juga dompet bubu, dompet Bunda mah udah lemes banget kaya kupu-kupu.
Akhirnya Luna dan Titan lari-lari aja di lapangan rumput luas di depan Monas. Lari dan lari dan lari, sampai Bunda kasih tau tips lari-lari paling enak di rumput adalah dengan kaos kaki tebal. Akhirnya kakak lepas sepatu dan lari lebih kencang lagi. Luna sibuk kejar-kejar kakak, ... sampai akhirnya ada patroli yang menyuruh kita keluar dari lapangan rumput. Aneh ya.
Akhirnya kita duduk-duduk aja di pinggir lapangan, begitu pak polisi hilang, anak-anak lari-larian lagi di tengah. Karena ini negara aneh, ada lapangan rumput kok ya nggak boleh diinjak, ya jangan ikut anehlah. Itulah kenapa Bundanya ini akhirnya memperbolehkan anak-anak lari-larian walau dilarang. Di menara Eiffel aja orang bebas mau ngapain aja. Jemuran sambil telanjang juga boleh. Lagian kan kita enggak seperti orang kebanyakan yang buang sampah sembarangan atau pake selop yang hak-nya ngerusak taman. Kalau masih dimarahin juga, secara ini Indonesia ya, mari kita selesaikan dengan cara Indonesia: bayar! (Gaya banget deh, padahal gak ada uang juga di dompet, kan).
Hampir Maghrib, kita pun pulang. Pak polisi nggak berhasil ngejar anak-anak ha ha ha! Di jalan pulang, Luna inget lagi sama janji bunda-bubunya untuk mengizinkan naik perahu naga di taman hiburan mini di pintu masuk Monas. Jreng-jreng, tiga puluh ribu pun keluar demi perahu naga. Untung masnya baik, karena lagi sepi pengunjung; anak-anak dibolehin naik 2 rit. Padahal, Luna udah teriak-teriak minta turun karena takut hahaha! Setelah itu, kita beli minum yang ternyata hanya bisa pakai e-moneynya Mandiri. Semua warung di sana, juga harus pakai e-money. Dengan baca Bismillah, e-money Bubu bisa beli 1 Aqua dan 1 Teh Pucuk. Berbagilah kita berempat minum gantian dari botol.
Dalam hati sempat membathin juga, tapi akhirnya diputuskan untuk diomongin aja di depan anak-anak.
"Titan, Luna, hari ini kita prihatin ya main-mainnya. Bunda dan Bubu uangnya terbatas jadi kita harus itung-itung banget mau beli apa aja. Kita harus bersyukur, karena kejadian kaya gini jarang-jarang kejadian. Kebayang ya orang-orang yang nggak punya uang untuk jalan-jalan."
Di mobil, kita pun kembali deg-degan. Lupa harus bayar parkir ... jreng-jreng!
Month 5 day 10
Never crossed my mind that I would love working in havas and slide the chance visiting cupertino again in september. I think i am ready to settle down though the boredom starts creeping me out lately.
Today is the fifth month since i got back to work. It is the day for my performance review before the contract put an end in another 30 days. Today, i proved myself that being a leader I expect myself to be; was not easy after all. Maybe i am not a good one. Even far from good. far from how i set my standard in the beginning. To me, being a leader is to lead by example. Being a leader is to groom people i have now to be a champ, not by recruiting the champs. I don't ask much. I only want to see a goodwill, a willingness to be better that eventually, will prove. I don't like being pushy.
So I did what I thought it would take to be a good leader, to be the one I expected myself to be.
Now I know it hurts me to see them failed. It crushes me inside to see them took the chance for granted.
Today is the fifth month since i got back to work. It is the day for my performance review before the contract put an end in another 30 days. Today, i proved myself that being a leader I expect myself to be; was not easy after all. Maybe i am not a good one. Even far from good. far from how i set my standard in the beginning. To me, being a leader is to lead by example. Being a leader is to groom people i have now to be a champ, not by recruiting the champs. I don't ask much. I only want to see a goodwill, a willingness to be better that eventually, will prove. I don't like being pushy.
So I did what I thought it would take to be a good leader, to be the one I expected myself to be.
Now I know it hurts me to see them failed. It crushes me inside to see them took the chance for granted.
Month 2 Day 5
Ternyata,
cuma butuh waktu 2 bulan 5 hari
untuk bisa bikin mengumpat lagi ha ha ha!
Tae, ah!
Kampret!
Dammit!
Shit!
Bencong!
Ya, ... mayan banyak ya ternyata.
Kalau saya bisa ingat kapan mulai suka mengumpat, saya juga ingat kapan mulai menghentikan kebiasaan jelek itu. Gara-garanya, pas ketemu ariawan setelah dia pulang dari pergi jauh. Sampai akhirnya kita menikah, cuma dia yang selalu ingetin saya kalo swearing itu nggak baik dan dia nggak suka sama orang yang suka mengumpat. Kadang suka defense sih, bahwa umpatan-umpatan saya itu cuma ekspresi, bukan maksutan untuk menyumpahi. Bahkan bos-bos expat di kantor pun sering banget shat shit shat shit dan fak fuk fak fuk sama orang. Tapi terus dia cerita, seumur-umur dia kerja dan sekolah di sana-sini, belum pernah dia temui orang bule yang ngasal shat shit shat shit atau fak fuk fak fuk sama orang. Karena kata kata effin' itu udah tingkatan yang sangat tidak sopan, dan yang ngomong kata itu pun dipertimbangkan sebagai orang yang tidak berpendidikan.
Lah, terus? Apa cuma orang iklan aja ya, yang menganggap fak fuk shat shit itu biasa? Is it a trend, maybe? Biar dibilang kekinian? Atau biar dibilang orang bebas?
Yang jelas sih saya sempat berhenti mengumpat. Ndelalah kok ya cuma butuh waktu 2 bulan 5 hari untuk mengumpat lagi di depan suami gegara arloji saya pecah karena si mas yang mengganti baterai enggak bener kerjanya.
Bangke! Kata saya.
Pak suami langsung ngeliatin.
Oops!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Berserah atau Menyerah?
Qur'an Surat Maryam: 6 يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا ٦ yaritsunî wa yaritsu min âli ya‘qûba w...
-
It’s been years. Probably, … eight years. We never met, and I’d never wanted to come again after my last visit. But after weeks of considera...
-
Di suatu malam yang sunyi dan dingin, langit begitu gelap. Namun, ada seorang wanita yang tidak dapat terlelap. Dari semua mimpi yang tela...























