Hati-hati dengan do'amu.

Dalam berdoa pun, Nabi Zakariya mengajarkan kepada kita tentang kehati-hatian akan permintaan kita kepada Allah. Jangan sampai kita salah dalam memberikan alasan dari setiap doa kita ke Allah.


Mudah bagi Allah untuk mengabulkan setiap permintaan.

Tapi sudahkah kita siap dengan konsekuensi dari permintaan kita itu?

 

Kita berdoa minta mobil ke Allah, misalnya.

Lalu Allah mengabulkan doa itu, akhirnya kita punya mobil baru.

 

Bagi beberapa orang ini adalah sebuah kebahagiaan, sebuah nikmat. Tapi sadar atau tidak nikmat itu bisa jadi sebab dirinya masuk ke dalam neraka. Kenapa?


Seluruh nikmat yang Allah kasih, itu memang gratis, memang nikmat dan penuh manfaat, bikin kita seneng juga di dunia ini. Tapi yang harus kita ketahui dan sadari, itu juga bisa menjadi beban berat kita di akhirat nanti.

 

Itulah kenapa orang-orang kaya itu ketinggalan 500 tahun dari orang miskin untuk duluan masuk surga. Lama banget hisabnya.

يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ

Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122)


Maka setiap kali kita berdoa, setiap kali kita meminta kepada Allah, siapkan dulu alasannya. “Itu mau buat apa?”

 

Sebagaimana meminta anak juga.

Anak adalah amanah yang lebih berat daripada sekedar harta dunia. Sebab itulah Nabi Zakariya begitu berhati-hati dalam permintaan ini.


Iya, anak itu bisa jadi sumber kebinasaan bagi orangtuanya. Bahkan dia bisa jadi musuh dan ujian paling berat bagi orangtuanya.

 

Dunia + Akhirat.

 

Bukankah kita sering melihat di sekitar kita, para orang tua terlihat begitu “sengsara” sebab anak-anaknya. Kerja keras siang malam, ternyata uangnya disalahgunakan oleh anaknya, dibuat main hingga foya-foya.

 

Ini baru di dunia, belum nanti di akhirat.

 

Apa yang membuat Nabi Nuh ‘alaihissalam begitu sedih selain salah satunya adalah sebab kedurhakaan anaknya?

 

Apa yang membuat Nabi Ya’qub ‘alaihissalam menangis, meratapi kesedihan, bertahun-tahun hingga matanya buta selain sebab ulah anak-anaknya sendiri? Nggak ada yang bikin orangtua sedih banget, daripada melihat anak-anaknya nggak ada yang akur, bertengkar terus.

 

Nabi Zakariya ‘alaihissalam tau kisah ini. Kisah para nabi pendahulunya, terutama garis keturunan terdekat dengannya yaitu Nabi Ya’qub. Garis nasab Nabi Zakariya kalau ditarik keatas itu akan ketemu dengan Nabi Ya’qub.

 

Sebab itulah beliau begitu hati-hati, jangan sampai keturunannya seperti keturunan Nabi Ya’qub, saudara-saudaranya Nabi Yusuf, yang hanya membuat sedih orangtuanya.

 

Nggak semua anak itu menjadi sumber kebahagiaan bagi orangtuanya. Tapi semua anak pasti menjadi sumber ujian bagi orangtuanya.

 

Coba deh tanyakan kepada orang yang sudah punya anak dan masih punya orangtua.

 

Lebih nggak bisa nurutin kemauan siapa? atau lebih takut nggak bisa menuhin kemauan siapa? Kemauan anak? atau kemauan orangtua?


Itulah kenapa doa dalam meminta anak dalam Al Quran, itu selalu + detailnya. Nggak ada sekedar, “Yaa Allah berikan aku keturunan” atau “yaa Rabbi berikan aku anak” Nggak ada. Selalu + keterangan detailnya.

 

Surat As-Saffat Ayat 100 

رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

 

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”


Seperti doa Nabi Ibrahim ‘alaihisalam ini. Nggak sekedar minta anak, tapi anak + shalih.

 

Di sekitar kita akhir-akhir ini kak Wullie mungkin banyak yang sedang promil, menjadi penjuang dua garis biru.  Maka hal ini bisa jadi reminder bagi mereka.

 

Bukan Allah tidak mengabulkan doamu, tapi sudahkah tepat alasanmu dalam memintanya? Sudahkan kamu benar-benar siap dengan segala konsekuensinya?

 

Allah itu lebih menyayangi kita dibandingkan ibu kita sendiri. Kalau kita kurang tepat dalam memberikan alasan dari setiap doa kita, tentu Allah tidak akan memberinya sekarang.

 

Allah selalu mengabulkan doa kita pada waktu yang tepat, pada kondisi kita yang juga benar-benar siap.

 

Mobil mewah itu memang terlihat baik. Tapi jika mobil itu Allah berikan kepada anak kost; harus bayar pajak belasan juta, service mobil rutin, bukankah nikmat mobil itu malah jadi siksaan baginya.

 

Berarti nggak boleh nih doa minta mobil mewah?

Boleh banget, tapi berdoalah juga agar disiapkan kondisi kita ketika menerima nikmat itu.

 

Tips berdoa:

Jangan sekedar meminta X tapi juga mintalah akar disiapkan diri untuk bisa menerima X itu dengan baik, mensyukurinya dengan baik, menjadikankan sebagai jalan ibadah kepada Allah.


Buat para penjuang dua garis biru, mungkin selama ini kita hanya berdoa, “Yaa Allah berikan aku keturuan yang shalih” tapi coba deh tambahin doanya, “dan siapkanlah diriku ini yaa Rabb untuk bisa menerima nikmat itu.”

 

Buat yang belum menikah, jangan hanya sekedar, “yaa Allah berikan aku pasangan yang shalih” tapi juga “dan jadikanlah aku siap dan pantas untuk menerima semua itu.”

 

Kali ini kita belajar bahwa berdoa itu nggak sekedar tentang permintaan, tapi juga tentang ALASAN + KESIAPAN DIRI.

No comments:

Post a Comment

Hati-hati dengan do'amu.

Dalam berdoa pun, Nabi Zakariya mengajarkan kepada kita tentang kehati-hatian akan permintaan kita kepada Allah. Jangan sampai kita salah da...