Aku melangkah masuk.
Tak pasti, tapi ingin.
Dingin, semula.
Namun rasa itu merambat perlahan. Dan berhenti di ujung telingaku.
Bertelanjang kaki.
Bertelanjang dada.
Suara-suara organik di sekelilingku mereda perlahan.
Decit sepatu anak kampung.
Gosekan penggorengan tetangga.
Perawan-perawan ingusan berlompat tali.
Dan sapu lidi yang menyayat-sayat rerumputan. Tanpa ampun.
Sopannya mereka permisi.
Dengan senyum seribu arti.
Sirna tertelan bahasa tubuh.
Meninggalkan siluet dengus nafsu.
Tak lagi aku sadar.
Tenggelam dalam tarian hujan.
Ini ruang hampa.
Hampa celah.
Terima Kasih
Terima kasih Allah.
Atas semua cobaan dariMu pada hari ini.
Yang membuatku tersadar, sekali lagi.
KekuatanMu yang besar itu, masih ada.
Atas hidupku.
Atas semua cobaan dariMu pada hari ini.
Yang membuatku tersadar, sekali lagi.
KekuatanMu yang besar itu, masih ada.
Atas hidupku.
How can I thank you, my son?
You are trully my lucky charm.
I proved it again, ... simply because of you.
And how could I thank you?
Do you know what you've done?
Do you know what you've gained?
No, you're not.
Do you know how much I want to thank you, but I don't know what to do?
Reading you more books?
Give you a bath more often?
Play with you all day?
Or, simply being there when you need a hug.
My dear child,
you don't know what fortunates you have brought.
And I simply cannot afford, ... to thank you.
:(
I proved it again, ... simply because of you.
And how could I thank you?
Do you know what you've done?
Do you know what you've gained?
No, you're not.
Do you know how much I want to thank you, but I don't know what to do?
Reading you more books?
Give you a bath more often?
Play with you all day?
Or, simply being there when you need a hug.
My dear child,
you don't know what fortunates you have brought.
And I simply cannot afford, ... to thank you.
:(
Sudah lama sekali
Terakhir aku menulis di sini, 2 tahun lalu. Lebih, malah. Sekarang perasaan yang sama itu telah membuahkan seorang anak yang kini berusia 14 bulan. Sehat dan gagah seperti ayahnya. Persistent dan tidak sabaran, ... seperti ibunya. Suka mengulik sesuatu, seperti akinya hihihi
Perasaan yang sama.
Mungkinkah aku sedang mengalaminya lagi?
Perasaan yang sama.
Mungkinkah aku sedang mengalaminya lagi?
Subscribe to:
Posts (Atom)
Berserah atau Menyerah?
Qur'an Surat Maryam: 6 يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا ٦ yaritsunî wa yaritsu min âli ya‘qûba w...
-
The first time I celebrated my birthday was when I was nine years old. It took me quite sometime to convince my mother how I wanted to have...
-
If only we don’t need any secure feeling, Maslow would not put it in the basic pyramid of human’s needs. But he eventually did, because he k...