Kehilangan sebagian pendapatan memang enggak mudah. Dan itulah yang terjadi sejak saya memutuskan untuk jadi ibu rumah tangga dan sama sekali tidak bekerja. Kegiatan bebikinan dan freelancing kayanya belum mumpuni untuk dibilang bekerja; karena memang belum stabil dan belum memfokuskan diri ke arah situ.
Setelah ngejalanin, ternyata saya butuh waktu enam bulan untuk menjadi terbiasa dan bisa menari lagi dengan irama yang baru. Agak lama, saya akui.
Manusia, memang seringkali harus dipaksa dulu untuk 'bisa'. Karena itu, penting untuk set-up target harus menyisihkan berapa banyak setiap bulannya. Itu yang bikin saya mau enggak mau jadi harus mau untuk memotong banyak hal yang (mungkin) bisa dibilang kurang penting. Kalau target sih, biasa, dana pendidikan anak hehehe. Karena buat saya dan Ariawan, itu yang terpenting dari semua yang paling penting.
Lalu, gimana menyiasatinya? Saya bukan ahli keuangan, bukan juga frugal mama. Tips yang mau saya share ini lebih ke pengalaman aja.
Hal yang pertama kali saya lakukan untuk bisa menabung lebih banyak adalah dengan memotong pengeluaran. Pos yang mana, saya tahu banget: belanja bulanan. Karena terus terang, saya paling gampang tergoda kalau ke supermarket ketimbang ke department store. Setelah ditilik lagi, ternyata saya banyak melakukan keborosan di sana. Pantas saya jadi agak malas belanja bulanan akhir-akhir ini. Padahal, biasanya saya paling suka melakukan hal itu. Semacam terapi, beli bumbu atau cemilan yang lucu-lucu hihihi.
Apa aja yang bisa di cut? In my case, contohnya gampang banget: shampo! Sebelumnya, saya; Ariawan; Titan dan Luna pakai shampo yang berbeda-beda. Sekarang saya convert shampo saya, Titan dan Ariawan jadi satu shampo keluarga. Begitu juga dengan sabun. Let us just stick to medicated soap yet so gentle for the skin. Exception for Luna, yang masih harus stick to Sebamed karena masih merah-merah dan kering kulitnya kalau pakai sabun & shampo wangi.
*kcring*
Ke dua, pick our battle. Banyak barang yang jenisnya berbeda tapi fungsinya sama aja. Sebelumnya, saya pakai detergen, pengharum dan kemudian pelicin pakaian. Bok, demi baju wangi yang akhirnya pakai parfum juga; akhirnya saya pilih detergen konsentrat yang mengandung pengharum dan pelembut. Supaya tetap wangi, jangan jemur pakaian terlalu lama karena bisa jadi bau matahari.
*kcring*
Ke tiga, belanja sekaligus banyak supaya bisa menghindari belanja-belanja kecil ke minimarket yang berakhir dengan belanja banyak. Ini juga berlaku untuk cemilan anak-anak. So, daripada Titan merengek ke Indomaret untuk sebatang Paddle Pop dan saya berakhir dengan 2 kantong belanja, akhirnya saya nyetok es krim dalam pint di rumah. Begitu juga dengan biskuit dan cemilan lain. Belanja mingguan hanya berlaku untuk sayur dan buah.
Ke empat, minimise luxury. Saya punya 3 kamar mandi yang harus diurus. Sebelumnya, saya merasa harus ada pembersih keramik, tissue toilet dan alat mandi di setiap kamar mandi. Sekarang, pembersih keramik dipakai untuk ketiga kamar mandi. Tissue toilet hanya berlaku di kamar mandi tamu. Alat mandi hanya ada di kamar mandi yang biasa dipakai mandi oleh masing-masing orang. Otomatis, jumlah belanjaan pun berkurang.
Ke lima, downgrade ke merk yang lebih murah tapi tetap berkualitas. Misalnya, tau enggak kalau Neutrogena dan Clean & Clear diproduksi oleh pabrik yang sama yaitu Johnson & Johnson? Dan produk Deep Cleansingnya Clean & Clear menurut saya memberikan efek yang sama dengan Neutrogena tube. Merk L'oreal punya second line Maybeline, yang harganya lebih murah. Pond's age miracle serum tidak kalah bagus dengan serum SK II (paling tidak, mantan klien Pond's saya yang bilang hahaha). In my case, saya ganti sabun cuci muka Clinique dengan sabun muka dari Estetiderma.
PR saya yang masih belum bisa berkurang adalah pemakaian listrik. Dalihnya sih karena saya pakai slow cooker, sterilizer, water heater dan AC yang hampir menyala sepanjang hari. TV sih emang kita keluarga yang jarang nonton TV, so worry not for the box. Tapi masa sih listrik enggak bisa dikurangi juga? Pasti ada deh caranya, somehow somewhat.
Ada yang tahu?
Halo Juni
Beberapa bulan (uhm ... atau tahun ya?) terakhir ini, saya paling males sama yang namanya jalan-jalan yang radiusnya lebih dari 10 kilometer. Semua itu tepatnya sejak saya bekerja di kawasan thamrin beberapa tahun lalu dan terus terbawa sampai sekarang. Kalau ditanya kenapa, jawabnya standar: macet! Iya, jawaban pertama yang terlintas memang pasti yang satu itu. Tapi ternyata, lebih dari itu. Karena jawabannya lebih ke malas daripada ke macet.
Sejak ngantor di kawasan thamrin saya jadi akrab dengan yang namanya teknologi mas ojek. Padahal sebelumnya, saya paling takut sama naik motor. Tapi keadaan memaksa saya untuk memberanikan diri naik ojek ketimbang saya harus bangun lebih pagi untuk bisa bawa mobil sendiri.
Akhirnya, walau sudah pindah ngantor dan lokasinya cuma 5 kilometer; saya kerapkali juga naik ojek. Sudah keenakan kayanya. Tinggal hop in, menikmati pemandangan, sampe deh. Cepat, lagi! Bahkan saat hamil besar pun saya masih suka naik ojek saking malasnyaaaaaa!
Selain itu, bersuamikan Ariawan yang selalu memberikan full-service saat bepergian, membuat saya makin malas lagi. Karena saya tinggal bawa badan dan anak-anak, duduk, disetirin, semua akomodasi dan perlengkapan pasti ditangani sendiri sama Ariawan tanpa pernah ada yang tertinggal atau tercecer. Saya tinggal menyiapkan dan menempatkan semua bawaan di satu tempat. Atau membuat list apa yang harus dibawa dan voila! Semua sudah masuk di bagasi.
Tapi kemudian saya berpikir, saya enggak bisa begitu terus. Lama-lama saya jadi merasa enggak gesit lagi. Lemot pun. Karena itulah, selepas Luna 6 bulan dan sudah bisa pakai carseat menghadap depan; saya langsung ganti carseat. Karena itulah modal utama buat bisa jalan-jalan menunaikan semua kepentingan tanpa harus menunggu weekend tiba dan ngerepotin Ariawan lagi (walau saya yakin seyakin-yakinnya dia tidak merasa direpotkan, ya).
Setelah itu, modal yang ke dua yaitu infant carier. Yes, saya sebenernya lebih suka pakai ini ketimbang bawa stroller. Makanya seneng banget dapat kado baby wrap dari seorang teman. Tapi karena Luna sudah lumayan besar dan berat (8 kiloan), akhirnya sekarang lebih suka pakai infant carier chicco yang kita beli waktu laper mata jaman hamil (untungnya kepake sih hehehe).
Dan di bulan Juni ini, saya berniat untuk memulai lagi jalan-jalan kecil yang bisa memuaskan hati semua. Tentunya, dengan budget yang kecil juga. Minggu ini, kita mengawalinya dengan jalan-jalan mencoba city tour bus.
Kita parkir di IRTI monas lalu jalan kaki ke halte bus Balai Kota. Karena niat awalnya adalah mengunjungi Mesjid Istiqlal setelah selesai touring dengan bis tingkat yang relatif baru itulah, kenapa kita pilih Monas dan bukan Grand Indonesia. Sayangnya, waktu menunggu bus terlalu lama untuk bisa mampir ke Istiqlal. Kakak Titan terpaksa kecewa. Next time ya nak, karena kali ini kita harus buru-buru cari makanan karena belum makan siang. Dari Balai Kota kita ke jalan sabang dan berlabuh di Bakmi Mangga Besar. Bakso gepengnya enak banget, lebih enak dari bakso Afung. Tapi mie dan kwetiaw (yang mereka bilang andalan), menurut saya sih biasa banget. Dari sana, kita melaju ke sentra ikan hias. Kali ini untuk memuaskan hasrat Luna yang lagi senang sama ikan. Dan bener deh, sampe sana mukanya bahagia banget bisa ketemu clown fish, dori, ikan neon dan ikan-ikan lainnya *tepok-tepok dinding akuarium*
Karena peraturannya adalah hanya bisa pergi sekali di sabtu / minggu (mengingat Luna yang masih bayi), besoknya kita piknik di rumah aki yang cuma selangkahan kaki dari rumah. Kebetulan pohon jambu bol memang lagi berbuah dan siap dipanen, pas deh buat manjat-manjat (walau pakai tangga juga sih, hahaha).
Well, semoga bisa terus punya waktu dan energi untuk minggu-minggu selanjutnya. Amin!
Sejak ngantor di kawasan thamrin saya jadi akrab dengan yang namanya teknologi mas ojek. Padahal sebelumnya, saya paling takut sama naik motor. Tapi keadaan memaksa saya untuk memberanikan diri naik ojek ketimbang saya harus bangun lebih pagi untuk bisa bawa mobil sendiri.
Akhirnya, walau sudah pindah ngantor dan lokasinya cuma 5 kilometer; saya kerapkali juga naik ojek. Sudah keenakan kayanya. Tinggal hop in, menikmati pemandangan, sampe deh. Cepat, lagi! Bahkan saat hamil besar pun saya masih suka naik ojek saking malasnyaaaaaa!
Selain itu, bersuamikan Ariawan yang selalu memberikan full-service saat bepergian, membuat saya makin malas lagi. Karena saya tinggal bawa badan dan anak-anak, duduk, disetirin, semua akomodasi dan perlengkapan pasti ditangani sendiri sama Ariawan tanpa pernah ada yang tertinggal atau tercecer. Saya tinggal menyiapkan dan menempatkan semua bawaan di satu tempat. Atau membuat list apa yang harus dibawa dan voila! Semua sudah masuk di bagasi.
Tapi kemudian saya berpikir, saya enggak bisa begitu terus. Lama-lama saya jadi merasa enggak gesit lagi. Lemot pun. Karena itulah, selepas Luna 6 bulan dan sudah bisa pakai carseat menghadap depan; saya langsung ganti carseat. Karena itulah modal utama buat bisa jalan-jalan menunaikan semua kepentingan tanpa harus menunggu weekend tiba dan ngerepotin Ariawan lagi (walau saya yakin seyakin-yakinnya dia tidak merasa direpotkan, ya).
Setelah itu, modal yang ke dua yaitu infant carier. Yes, saya sebenernya lebih suka pakai ini ketimbang bawa stroller. Makanya seneng banget dapat kado baby wrap dari seorang teman. Tapi karena Luna sudah lumayan besar dan berat (8 kiloan), akhirnya sekarang lebih suka pakai infant carier chicco yang kita beli waktu laper mata jaman hamil (untungnya kepake sih hehehe).
Dan di bulan Juni ini, saya berniat untuk memulai lagi jalan-jalan kecil yang bisa memuaskan hati semua. Tentunya, dengan budget yang kecil juga. Minggu ini, kita mengawalinya dengan jalan-jalan mencoba city tour bus.
Kita parkir di IRTI monas lalu jalan kaki ke halte bus Balai Kota. Karena niat awalnya adalah mengunjungi Mesjid Istiqlal setelah selesai touring dengan bis tingkat yang relatif baru itulah, kenapa kita pilih Monas dan bukan Grand Indonesia. Sayangnya, waktu menunggu bus terlalu lama untuk bisa mampir ke Istiqlal. Kakak Titan terpaksa kecewa. Next time ya nak, karena kali ini kita harus buru-buru cari makanan karena belum makan siang. Dari Balai Kota kita ke jalan sabang dan berlabuh di Bakmi Mangga Besar. Bakso gepengnya enak banget, lebih enak dari bakso Afung. Tapi mie dan kwetiaw (yang mereka bilang andalan), menurut saya sih biasa banget. Dari sana, kita melaju ke sentra ikan hias. Kali ini untuk memuaskan hasrat Luna yang lagi senang sama ikan. Dan bener deh, sampe sana mukanya bahagia banget bisa ketemu clown fish, dori, ikan neon dan ikan-ikan lainnya *tepok-tepok dinding akuarium*
Karena peraturannya adalah hanya bisa pergi sekali di sabtu / minggu (mengingat Luna yang masih bayi), besoknya kita piknik di rumah aki yang cuma selangkahan kaki dari rumah. Kebetulan pohon jambu bol memang lagi berbuah dan siap dipanen, pas deh buat manjat-manjat (walau pakai tangga juga sih, hahaha).
Well, semoga bisa terus punya waktu dan energi untuk minggu-minggu selanjutnya. Amin!
Luna's first few steps
O'o ...
welcoming another sleep walker in the family!
Tadi malam, saya lagi menidurkan Luna sambil disusui. Tiba-tiba dia terbangun dan langsung berdiri tegak lalu melangkah tegap sebanyak empat langkah ke kepala tempat tidur.
Karena takut, saya tangkap dia dan segera susukan kembali. Luna pun tidur. Dan saya masih terbengong-bengong.
Pertama, Luna belum bisa berjalan dengan lancar. Apakah kejadian tadi berarti dia sudah bisa berjalan tapi alam sadarnya membuatnya takut terjatuh?
Ke dua, kira-kira dia sedang mengejar apa ya, dalam mimpinya? Itukah yang harus saya temukan supaya dia lebih cepat berjalan? *mulai ambisius*
Ke tiga, apakah ini berarti Luna juga akan memiliki kebiasaan sleep walking seperti saya dan kakak sepupunya?
Ah tauk ah
*bobo*
welcoming another sleep walker in the family!
Tadi malam, saya lagi menidurkan Luna sambil disusui. Tiba-tiba dia terbangun dan langsung berdiri tegak lalu melangkah tegap sebanyak empat langkah ke kepala tempat tidur.
Karena takut, saya tangkap dia dan segera susukan kembali. Luna pun tidur. Dan saya masih terbengong-bengong.
Pertama, Luna belum bisa berjalan dengan lancar. Apakah kejadian tadi berarti dia sudah bisa berjalan tapi alam sadarnya membuatnya takut terjatuh?
Ke dua, kira-kira dia sedang mengejar apa ya, dalam mimpinya? Itukah yang harus saya temukan supaya dia lebih cepat berjalan? *mulai ambisius*
Ke tiga, apakah ini berarti Luna juga akan memiliki kebiasaan sleep walking seperti saya dan kakak sepupunya?
Ah tauk ah
*bobo*
It's time for some manners
dulu, awal-awal saya jadi freelancer dan sebelum luna lahir, saya dan titan emang suka jalan bareng berduaan aja. entah itu ngemall, minum kopi sehabis pulang sekolah atau sekedar belanja bulanan atau mingguan ke supermarket. setelah sekian lama absen dari nge-date berduaan, tadi malam akhirnya kita kesampean lagi untuk jalan bareng. sayangnya, tujuannya ke tempat yang rada enggak enak: rumah sakit, karena saya terkena radang telinga hanya gegara keisengan mainan kilikan kuping yang terbuat dari bulu burung dara hasil mungut di halaman.
tapi bukan sakit telinganya yang pengen saya ceritain, melainkan cerita tentang titannya. entah kenapa, kalau pergi berduaan dia tiba-tiba dia jadi gentleman banget ngejagain bundanya ini. kaya semalam yang tiba-tiba turun hujan saat kita mau pergi. saya memang masih rapi-rapi, saat titan bilang gini:
nda, titan ke rumah nini dulu ya. nanti kalau bunda sudah siap, panggil titan aja nanti titan payungin.
it is okay, nanti bunda lari aja ke rumah nini trus kita berangkat. okay?
no no, kalau gitu titan di sini aja nunggu bunda, trus kita payungan bareng ke rumah nini.
lho, kenapa?
it is raining. i won't let you to get wet by running around to nini's house
how very nice of you, nak. oke bunda cepet-cepet deh rapi-rapinya ya.
di perjalanan, kita ketawa-ketawa dan ngobrol panjang x tinggi x lebar sampai lupa ngebahas apa. entah kenapa kalau berduaan aja; saya lebih bisa menempatkan diri jadi temannya ketimbang jadi emak bawel hehehe.
di kesempatan kaya gini, biasanya saya juga 'mengisi' titan. karena dia kalau jalan masih pecicilan, kemarin saya minta dia untuk jalan seperti laki-laki.
"walk like a man. spine up, chin up and walk beside your woman. not in the front, not at her back."
dia mencoba mentaati kata-kata saya, tapi segera pecicilan lagi setelah melihat gerai donat.
puncaknya, adalah ketika kita nunggu obat. di samping saya duduk seorang laki-laki yang sudah berumur. tiba-tiba titan menghampiri saya sambil berkata "bunda, is he chinese?"
karena dia terus bertanya (dengan suara agak keras), akhirnya saya berkata
"nanti ya, bunda jawab kalau kita sudah di mobil."
"Oke!" Katanya senang.
Sampai mobil, dia langsung mengingatkan saya. tapi pertanyaannya berubah.
"Bunda, I already know that the old man is chinese. tapi kenapa bunda ngebahasnya harus di mobil?"
Akhirnya, sambil nyupir saya bilang gini.
"Titan, ada beberapa hal yang tidak boleh dibahas di depan umum. tepatnya, tiga hal. bunda kasih tau ya; apa aja tiga hal itu. pertama, ras manusia. manusia itu banyak jenisnya; ada orang cina yang matanya sipit. ada orang bule yang kulitnya putih, matanya biru dan rambutnya pirang. ada orang negro yang warna kulitnya hitam sehitam-hitamnya. itu namanya ras. nah, kita enggak boleh ngomongin soal ras di tempat umum. kenapa? karena ras itu sifatnya fisik. coba titan inget-inget. mata, warna kulit, warna rambut, semua itu fisik kan? nah, kita enggak boleh membahas tentang fisik orang lain; karena itu bisa menyinggung perasaan mereka."
Titan ngangguk-angguk.
"ke dua, agama. sangat enggak sopan bertanya ke orang lain "agama kamu apa?" atau kalau kita udah tau dia agama islam, kita tanya-tanya ke dia "kamu sholat enggak? kamu zakatnya berapa?" nah, agama itu urusannya sama allah, kita enggak boleh urusan sama agama orang.
Emangnya kenapa, Nda? Titan suka ngebahas di sekolah siapa yang christian, siapa yang budhist, temen-temen titan enggak papa tuh.
iya, tapi kalau masih kecil kan biasanya nanyanya tanpa maksud apa-apa. kalau sudah besar, seringkali nanya soal agama itu jadi sensitif. orang jadi merasa enggak enak ditanyain tentang agamanya.
iya, tapi kenapa?
karena, enggak semua orang menjalankan perintah agamanya. dan biasanya, kalau ketahuan enggak menjalankan perintah agamanya, jadi merasa malu. kalau kita tanya-tanya trus ternyata pertanyaan kita bikin orang lain merasa malu atau tersinggung, kan enggak enak. iya kan?
o, gitu. jadi enggak boleh karena takut malu ya.
saat itu saya mau meralat lagi, tapi untuk di tahap ini biarlah itu yang dia mengerti.
nah, yang ke tiga, tentang disabilities atau ketidakmampuan orang. misalnya, ngebahas orang yang enggak bisa lihat, enggak bisa ngomong, enggak bisa jalan, di depan orangnya. nah, itu juga enggak boleh ya. kenapa? karena bisa membuat orang tersinggung dan jadi enggak enak juga. Okay?
ooo ya ya ya, titan ngerti sekarang.
good boy! sekarang kita sudah sampe, boleh tolong buka pintu gerbangnya?
Oke, Bunda!
sembari nunggu titan buka pintu gerbang, saya jadi mikir. para ahli di luar sana itu pintar sekali ya, dan mereka bener banget kalau di usia tujuh tahun itu anak melompati sebuah milestone yang sungguh pesat. dan itulah sebabnya, di saat umur tujuhlah kita harus mulai bisa menanamkan bibit empati, logika dan sopan santun kepada anak-anak. karena pada saat yang sama, mereka mulai mengerti hal-hal yang abstrak, yang tidak mereka dapat di masa-masa penjelajahan di tahun-tahun sebelumnya.
Oh no, welcome school years!
*pukpuk diri sendiri*
tapi bukan sakit telinganya yang pengen saya ceritain, melainkan cerita tentang titannya. entah kenapa, kalau pergi berduaan dia tiba-tiba dia jadi gentleman banget ngejagain bundanya ini. kaya semalam yang tiba-tiba turun hujan saat kita mau pergi. saya memang masih rapi-rapi, saat titan bilang gini:
nda, titan ke rumah nini dulu ya. nanti kalau bunda sudah siap, panggil titan aja nanti titan payungin.
it is okay, nanti bunda lari aja ke rumah nini trus kita berangkat. okay?
no no, kalau gitu titan di sini aja nunggu bunda, trus kita payungan bareng ke rumah nini.
lho, kenapa?
it is raining. i won't let you to get wet by running around to nini's house
how very nice of you, nak. oke bunda cepet-cepet deh rapi-rapinya ya.
*bunda is blushing*
di perjalanan, kita ketawa-ketawa dan ngobrol panjang x tinggi x lebar sampai lupa ngebahas apa. entah kenapa kalau berduaan aja; saya lebih bisa menempatkan diri jadi temannya ketimbang jadi emak bawel hehehe.
di kesempatan kaya gini, biasanya saya juga 'mengisi' titan. karena dia kalau jalan masih pecicilan, kemarin saya minta dia untuk jalan seperti laki-laki.
"walk like a man. spine up, chin up and walk beside your woman. not in the front, not at her back."
dia mencoba mentaati kata-kata saya, tapi segera pecicilan lagi setelah melihat gerai donat.
*phewww... boys will be boys*
puncaknya, adalah ketika kita nunggu obat. di samping saya duduk seorang laki-laki yang sudah berumur. tiba-tiba titan menghampiri saya sambil berkata "bunda, is he chinese?"
*dueng! kalo di film kartun, kaya pengen ngeluarin martil balon besar dari dalam tas buat noyor kepalanya titan. atau melesep ke dalam tanah juga boleh.*
karena dia terus bertanya (dengan suara agak keras), akhirnya saya berkata
"nanti ya, bunda jawab kalau kita sudah di mobil."
"Oke!" Katanya senang.
Sampai mobil, dia langsung mengingatkan saya. tapi pertanyaannya berubah.
"Bunda, I already know that the old man is chinese. tapi kenapa bunda ngebahasnya harus di mobil?"
Akhirnya, sambil nyupir saya bilang gini.
"Titan, ada beberapa hal yang tidak boleh dibahas di depan umum. tepatnya, tiga hal. bunda kasih tau ya; apa aja tiga hal itu. pertama, ras manusia. manusia itu banyak jenisnya; ada orang cina yang matanya sipit. ada orang bule yang kulitnya putih, matanya biru dan rambutnya pirang. ada orang negro yang warna kulitnya hitam sehitam-hitamnya. itu namanya ras. nah, kita enggak boleh ngomongin soal ras di tempat umum. kenapa? karena ras itu sifatnya fisik. coba titan inget-inget. mata, warna kulit, warna rambut, semua itu fisik kan? nah, kita enggak boleh membahas tentang fisik orang lain; karena itu bisa menyinggung perasaan mereka."
Titan ngangguk-angguk.
"ke dua, agama. sangat enggak sopan bertanya ke orang lain "agama kamu apa?" atau kalau kita udah tau dia agama islam, kita tanya-tanya ke dia "kamu sholat enggak? kamu zakatnya berapa?" nah, agama itu urusannya sama allah, kita enggak boleh urusan sama agama orang.
Emangnya kenapa, Nda? Titan suka ngebahas di sekolah siapa yang christian, siapa yang budhist, temen-temen titan enggak papa tuh.
iya, tapi kalau masih kecil kan biasanya nanyanya tanpa maksud apa-apa. kalau sudah besar, seringkali nanya soal agama itu jadi sensitif. orang jadi merasa enggak enak ditanyain tentang agamanya.
iya, tapi kenapa?
karena, enggak semua orang menjalankan perintah agamanya. dan biasanya, kalau ketahuan enggak menjalankan perintah agamanya, jadi merasa malu. kalau kita tanya-tanya trus ternyata pertanyaan kita bikin orang lain merasa malu atau tersinggung, kan enggak enak. iya kan?
o, gitu. jadi enggak boleh karena takut malu ya.
saat itu saya mau meralat lagi, tapi untuk di tahap ini biarlah itu yang dia mengerti.
nah, yang ke tiga, tentang disabilities atau ketidakmampuan orang. misalnya, ngebahas orang yang enggak bisa lihat, enggak bisa ngomong, enggak bisa jalan, di depan orangnya. nah, itu juga enggak boleh ya. kenapa? karena bisa membuat orang tersinggung dan jadi enggak enak juga. Okay?
ooo ya ya ya, titan ngerti sekarang.
good boy! sekarang kita sudah sampe, boleh tolong buka pintu gerbangnya?
Oke, Bunda!
sembari nunggu titan buka pintu gerbang, saya jadi mikir. para ahli di luar sana itu pintar sekali ya, dan mereka bener banget kalau di usia tujuh tahun itu anak melompati sebuah milestone yang sungguh pesat. dan itulah sebabnya, di saat umur tujuhlah kita harus mulai bisa menanamkan bibit empati, logika dan sopan santun kepada anak-anak. karena pada saat yang sama, mereka mulai mengerti hal-hal yang abstrak, yang tidak mereka dapat di masa-masa penjelajahan di tahun-tahun sebelumnya.
Oh no, welcome school years!
*pukpuk diri sendiri*
![]() |
| It's time for some manners |
on your birthday, malicca
you know what?
one of the best things in the world is to know that YOU ARE LOVED by many.
remember that, always.
happy birthday anyway, son :)
one of the best things in the world is to know that YOU ARE LOVED by many.
remember that, always.
happy birthday anyway, son :)
Emak Galau
besok lusa, titan ulang tahun. yang ke tujuh. kue dengan kapal titanic seperti yang titan pengen pun udah dipesan. seperti tahun lalu, titan pengen tiup lilin dan potong kue di sekolah. sekolah si bocah emang agak strict soal perayaan ulang tahun. bolehnya cuma bawa satu cake (itupun harus bebas coklat yang bikin alergi) dan tiup lilinnya 'mencuri' waktu saat anak-anak makan siang. no goodie bags. no pressie. kalaupun mau, harus dilakukan personal aja di luar sekolah.
karena kecewa berat dengan pesanan kue bikinan cake artist ngetop tahun lalu, tahun ini pindah tukang kue. lebih mahal sih, tapi udah terpercaya sama ortu2 di sekolah rasanya enak dan bagus. lapis surabaya yang cuma pake merah telur ayam kampung dan butter weisman. katanya.
kayanya saya kemakan kata-kata sendiri, gak bakal beli kue ultah bentuk aneh-aneh yang 'hanya' berbalut fondant. lima tahun bertahan, giliran anaknya udah gede malah ketagihan.
so, enak atau enggak ... let's see lah ya.
enuff soal kue. soal kado? enggak ada romantis-romantisan kalo soal kado. karena, titan udah nge-tag minta dibeliin lego creator seri rumah sejak empat bulan lalu. biasa, emaknya ini kan paling gengsi kalo dimintain beli mainan. anak-anak harus effort kalo mau mainan. kali ini, saya kasih syarat untuk naekin berat badan sampai ulang tahun. lumayan, naek 1 kilo. akhirnya, hari sabtu kemarin, setelah selesai vaksin la luna kita ke gandaria city beli lego buat kakak titan. tapi syaratnya, enggak boleh dibuka sampai dia ulang tahun. berkali-kali titan tanya kenapa enggak boleh dibuka. well, selain 'nggak aci' ultahnya belum tiba; saya juga pengen titan belajar menunggu. dia udah bisa nunggu 4 bulan, masa sih enggak bisa nunggu 4 hari? hehehe....
tapi, sesungguhnya bukan itu yang bikin saya galau. kegalauan ini rutin kejadian setiap tahun, tepatnya setiap anak ulang tahun. dan ternyata saya masih belum bisa move on.
tanpa saya sadari, kegalauan saya tentang titan yang mulai beranjak pre-teen, ternyata sudah kejadian sejak dua tahun lalu. setelah saya browsing-browsing lagi tentang lifespan development, titan emang udah ada di stage 4 perkembangan psikososial. pantes aja, saya merasa kok setelah dia sekolah semuanya terasa berjalan begitu cepat. tiba-tiba titan ngomongnya jadi lancar, logika jalan dan kemandiriannya juga makin meningkat. ternyata, memang begitulah yang seharusnya terjadi. at least, dalam kajian ilmu psikologi.
saya jadi bersyukur juga, sudah memutuskan untuk menggiring masa sekolah titan ke lembaga yang kami percaya lembaga terbaik yang bisa dilakukan. walaupun alang rintang menghadang *tsaaaaah* tapi nggak papa deh, pendidikan dasar emang harus dengan dasar yang terbaik yang kita percaya. nanti smp atau sma, baru deh dilepas ke sekolah negeri biar bisa belajar berkompetisi. sikut-sikutan. karena hey, ... kita tinggal di Indonesia anyway.
makin galau lagi saat saya dapat weekly reminder dari babycenter.com soal perkembangan dan pertumbuhan titan. saya emang langganan news feed dari portal terkemuka ini sejak titan lahir, dan kali ini saya bener-bener tertegun bacanya. disitu disebutkan bahwa memasuki usia tujuh tahun anak-anak mulai mandiri dan mulai berorientasi pada peer groupnya. mereka akan lebih anteng, bisa main sendiri dan tidak keberatan untuk berjauhan dengan orang tua terdekatnya.
#jleb
lalu saya juga mulai mengumpulkan clue-clue kemandirian dan rasa percaya diri titan yang sudah terbentuk, dari keseharian dia bersama saya. kalau dulu dia masih nangis karena ditinggal di sekolah, sekarang jalan di lorong sekolah aja saya sering ditinggal dan dia jalan sama temennya. lalu soal titan yang udah mulai bisa jadi imam saat sholat. atau saat dia berani menerima setiap konsekuensi dari pilihan-pilihannya. atau saat dia lebih suka membaca buku sendiri sebelum tidur, ketimbang dibacain. padahal dulu kebalikannya. saya pun mulai sadar bahwa dia mulai mengerti tentang 'rahasia' yang sampai saat ini, saya masih orang pertama yang dia share soal rahasianya.
tapi sampai kapan? kayanya, saya harus mulai siap-siap untuk hanya menjadi pengamat. sahabat. yang ada kalau dia butuhkan. mendengar, tanpa harus banyak berkomentar.
aduh, kali ini beneran galau. la luna pun tiga bulan lagi, inshaa allah, berulang tahun yang pertama. perasaan baru kemarin mules-mules mau lahiran. sekarang tau-tau udah mau jalan, gigi sudah mau enam, berat udah mau 9 kilo, panjang sudah 68 senti, sudah mengerti kalo ditanya "luna mana, ya?" dan si eneng akan menepuk-tepuk dadanya. sudah bisa menunjuk dengan telunjuk akan hal yang diinginkannya.
kenapa sih waktu cepat sekali berjalan?
freeze freeze please!
karena kecewa berat dengan pesanan kue bikinan cake artist ngetop tahun lalu, tahun ini pindah tukang kue. lebih mahal sih, tapi udah terpercaya sama ortu2 di sekolah rasanya enak dan bagus. lapis surabaya yang cuma pake merah telur ayam kampung dan butter weisman. katanya.
kayanya saya kemakan kata-kata sendiri, gak bakal beli kue ultah bentuk aneh-aneh yang 'hanya' berbalut fondant. lima tahun bertahan, giliran anaknya udah gede malah ketagihan.
so, enak atau enggak ... let's see lah ya.
enuff soal kue. soal kado? enggak ada romantis-romantisan kalo soal kado. karena, titan udah nge-tag minta dibeliin lego creator seri rumah sejak empat bulan lalu. biasa, emaknya ini kan paling gengsi kalo dimintain beli mainan. anak-anak harus effort kalo mau mainan. kali ini, saya kasih syarat untuk naekin berat badan sampai ulang tahun. lumayan, naek 1 kilo. akhirnya, hari sabtu kemarin, setelah selesai vaksin la luna kita ke gandaria city beli lego buat kakak titan. tapi syaratnya, enggak boleh dibuka sampai dia ulang tahun. berkali-kali titan tanya kenapa enggak boleh dibuka. well, selain 'nggak aci' ultahnya belum tiba; saya juga pengen titan belajar menunggu. dia udah bisa nunggu 4 bulan, masa sih enggak bisa nunggu 4 hari? hehehe....
tapi, sesungguhnya bukan itu yang bikin saya galau. kegalauan ini rutin kejadian setiap tahun, tepatnya setiap anak ulang tahun. dan ternyata saya masih belum bisa move on.
tanpa saya sadari, kegalauan saya tentang titan yang mulai beranjak pre-teen, ternyata sudah kejadian sejak dua tahun lalu. setelah saya browsing-browsing lagi tentang lifespan development, titan emang udah ada di stage 4 perkembangan psikososial. pantes aja, saya merasa kok setelah dia sekolah semuanya terasa berjalan begitu cepat. tiba-tiba titan ngomongnya jadi lancar, logika jalan dan kemandiriannya juga makin meningkat. ternyata, memang begitulah yang seharusnya terjadi. at least, dalam kajian ilmu psikologi.
saya jadi bersyukur juga, sudah memutuskan untuk menggiring masa sekolah titan ke lembaga yang kami percaya lembaga terbaik yang bisa dilakukan. walaupun alang rintang menghadang *tsaaaaah* tapi nggak papa deh, pendidikan dasar emang harus dengan dasar yang terbaik yang kita percaya. nanti smp atau sma, baru deh dilepas ke sekolah negeri biar bisa belajar berkompetisi. sikut-sikutan. karena hey, ... kita tinggal di Indonesia anyway.
makin galau lagi saat saya dapat weekly reminder dari babycenter.com soal perkembangan dan pertumbuhan titan. saya emang langganan news feed dari portal terkemuka ini sejak titan lahir, dan kali ini saya bener-bener tertegun bacanya. disitu disebutkan bahwa memasuki usia tujuh tahun anak-anak mulai mandiri dan mulai berorientasi pada peer groupnya. mereka akan lebih anteng, bisa main sendiri dan tidak keberatan untuk berjauhan dengan orang tua terdekatnya.
#jleb
lalu saya juga mulai mengumpulkan clue-clue kemandirian dan rasa percaya diri titan yang sudah terbentuk, dari keseharian dia bersama saya. kalau dulu dia masih nangis karena ditinggal di sekolah, sekarang jalan di lorong sekolah aja saya sering ditinggal dan dia jalan sama temennya. lalu soal titan yang udah mulai bisa jadi imam saat sholat. atau saat dia berani menerima setiap konsekuensi dari pilihan-pilihannya. atau saat dia lebih suka membaca buku sendiri sebelum tidur, ketimbang dibacain. padahal dulu kebalikannya. saya pun mulai sadar bahwa dia mulai mengerti tentang 'rahasia' yang sampai saat ini, saya masih orang pertama yang dia share soal rahasianya.
tapi sampai kapan? kayanya, saya harus mulai siap-siap untuk hanya menjadi pengamat. sahabat. yang ada kalau dia butuhkan. mendengar, tanpa harus banyak berkomentar.
aduh, kali ini beneran galau. la luna pun tiga bulan lagi, inshaa allah, berulang tahun yang pertama. perasaan baru kemarin mules-mules mau lahiran. sekarang tau-tau udah mau jalan, gigi sudah mau enam, berat udah mau 9 kilo, panjang sudah 68 senti, sudah mengerti kalo ditanya "luna mana, ya?" dan si eneng akan menepuk-tepuk dadanya. sudah bisa menunjuk dengan telunjuk akan hal yang diinginkannya.
kenapa sih waktu cepat sekali berjalan?
freeze freeze please!
![]() |
| He used to hold my hand as we walked down the alley of his school. |
every family has its story
dear titan and la luna,
now let me tell you about family.
well, a family is people you see and know for the first time.
those people around who watch you grow.
they see you get bigger, get taller, but not necessarily they make you stronger.
you see them, you know them, but your understanding toward them doesn't come instantly, or easily.
sometimes it takes forever to understand the character of each member of your family.
those are the people you see most often, but sometimes, not the one you seek for the first time.
either when you are in good or bad.
there are times when you feel you hate your family.
you hate your mom, your dad, your sister or brother,
but then you will realise that a family, just like any other things in the world, can not always be nice.
and when that day come, just remember that there is no perfect family.
there is always the nicest, the worst, the most generous, the most stingy, those who make you feel happy the most or many times, those who makes you cry and pissed off the whole day.
but your family, is your family.
no matter what.
by then I hope you will realise that you will just have to accept your family.
the way they are.
and you, my children, you are a pair of angels god gave me.
because god knows having each other will make your life easier as brother and sister.
because god wants you to be stronger by having each other.
because god wants you to be always in his path, so god gave one as a reminder to the other.
and I want nothing in this world except you grow healthy and happy and to be grateful for having each other and taking care of each other.
promise me that,
one day.
now let me tell you about family.
well, a family is people you see and know for the first time.
those people around who watch you grow.
they see you get bigger, get taller, but not necessarily they make you stronger.
you see them, you know them, but your understanding toward them doesn't come instantly, or easily.
sometimes it takes forever to understand the character of each member of your family.
those are the people you see most often, but sometimes, not the one you seek for the first time.
either when you are in good or bad.
there are times when you feel you hate your family.
you hate your mom, your dad, your sister or brother,
but then you will realise that a family, just like any other things in the world, can not always be nice.
and when that day come, just remember that there is no perfect family.
there is always the nicest, the worst, the most generous, the most stingy, those who make you feel happy the most or many times, those who makes you cry and pissed off the whole day.
but your family, is your family.
no matter what.
by then I hope you will realise that you will just have to accept your family.
the way they are.
and you, my children, you are a pair of angels god gave me.
because god knows having each other will make your life easier as brother and sister.
because god wants you to be stronger by having each other.
because god wants you to be always in his path, so god gave one as a reminder to the other.
and I want nothing in this world except you grow healthy and happy and to be grateful for having each other and taking care of each other.
promise me that,
one day.
A normal day
Often I was thinking what kind of day that I have that day. Funny, what-kind-of-day question comes as I was doing the chores. Hands busy doing things, mind wandered all way around.
So, what is normal? Normal is just a term of my kinda day, that doesn't come everyday. Let me define what a normal day means to me.
Normal is when I woke up and found La Luna woke up with smile. Means that she won't get cranky anytime soon.
Normal is when I tug Malicca to the bathroom and he sings happily. Had his breakfast without fussy and off to school before 8 AM.
Normal is sending La Luna to her Aki to have her morning jog. So I will have time to clean up the house, put everything-the-baby-would-not-mind-to-chew into the crockery pot and have a little time to pamper myself under the shower. As La Luna gets back from her jogging, then it is her turn to have a shower and the morning nap. Me? Happily nurse her as I join the lullaby and have a slight nap too. Sometimes, I also do the laundry during the baby's nap time.
When I have a normal morning; I usually have the normal day along. Just like today. Everything is on their place even though there were not really their place. But it is okay. At least, I feel it is okay.
Happy mommy happy family is very true, moms are like a stove that cook the family pan; I guess. And looking at the statement I have just made above, 5 months in charge of mommyduty has already made me get fully domesticated *LOL*
Anyways,
have a great monday and greater days ahead, peops!
So, what is normal? Normal is just a term of my kinda day, that doesn't come everyday. Let me define what a normal day means to me.
Normal is when I woke up and found La Luna woke up with smile. Means that she won't get cranky anytime soon.
Normal is when I tug Malicca to the bathroom and he sings happily. Had his breakfast without fussy and off to school before 8 AM.
Normal is sending La Luna to her Aki to have her morning jog. So I will have time to clean up the house, put everything-the-baby-would-not-mind-to-chew into the crockery pot and have a little time to pamper myself under the shower. As La Luna gets back from her jogging, then it is her turn to have a shower and the morning nap. Me? Happily nurse her as I join the lullaby and have a slight nap too. Sometimes, I also do the laundry during the baby's nap time.
When I have a normal morning; I usually have the normal day along. Just like today. Everything is on their place even though there were not really their place. But it is okay. At least, I feel it is okay.
Happy mommy happy family is very true, moms are like a stove that cook the family pan; I guess. And looking at the statement I have just made above, 5 months in charge of mommyduty has already made me get fully domesticated *LOL*
Anyways,
have a great monday and greater days ahead, peops!
![]() |
| My kind of normal mess |
... until you become one.
to my children:
you will never know how becoming a parent will make you stronger, until you are one.
la luna,
until you become a mother, you will not know how finger tips on your feet can be lengthened and be very flexible to reach things in the corner of the bed be it a pen, a warming oil, a hand towel, anything bigger or smaller, ... just to keep your baby calm while you are nursing her.
until you become a mother, you do not know you can do juggling until you put your clothes on while nursing.
you will also not know that you are even smarter than einstein until you realise you can easily tweak your brain to distract your baby and sneakily take things off her hands just to avoid her from choking or get suffocated.
until you become a mother, you do not know how hurt it is to see your kids turn back on you. or pick their friends over you. and until you become a mother, you do not know that you are a superhero because you will always do anything to protect your children.
until you become a mother, you do now know that you do not need a time capsule. because all you want is the time to stay still so you will have much time to watch your children grow and be with them more.
malicca,
until you become a father, you do not know that to be capable is much more important than to be the best. by the time, you will know that no one is perfect and the best thing in the world is to be beside your children when they need you, and you are capable to help them.
until you become a father, you will not know how eager you can be to get better jobs, get more money, and so you can provide all the luxuries your children needs.
you will also get the point why lying is never a good thing.
only until you become a father, you will know what worry is. to see your half-part is not getting back from school or to see your daughter seeing a guy.
to both of you,
until you become a parent, you will not realise what your parents say all along are true.
until you become a parent, you will not realise how strong you can be, and i am sure, you two are going to be strong. and stronger.
and until you become a parent; you will not know how big my love for you both.
you will never know how becoming a parent will make you stronger, until you are one.
la luna,
until you become a mother, you will not know how finger tips on your feet can be lengthened and be very flexible to reach things in the corner of the bed be it a pen, a warming oil, a hand towel, anything bigger or smaller, ... just to keep your baby calm while you are nursing her.
until you become a mother, you do not know you can do juggling until you put your clothes on while nursing.
you will also not know that you are even smarter than einstein until you realise you can easily tweak your brain to distract your baby and sneakily take things off her hands just to avoid her from choking or get suffocated.
until you become a mother, you do not know how hurt it is to see your kids turn back on you. or pick their friends over you. and until you become a mother, you do not know that you are a superhero because you will always do anything to protect your children.
until you become a mother, you do now know that you do not need a time capsule. because all you want is the time to stay still so you will have much time to watch your children grow and be with them more.
malicca,
until you become a father, you do not know that to be capable is much more important than to be the best. by the time, you will know that no one is perfect and the best thing in the world is to be beside your children when they need you, and you are capable to help them.
until you become a father, you will not know how eager you can be to get better jobs, get more money, and so you can provide all the luxuries your children needs.
you will also get the point why lying is never a good thing.
only until you become a father, you will know what worry is. to see your half-part is not getting back from school or to see your daughter seeing a guy.
to both of you,
until you become a parent, you will not realise what your parents say all along are true.
until you become a parent, you will not realise how strong you can be, and i am sure, you two are going to be strong. and stronger.
and until you become a parent; you will not know how big my love for you both.
thank you bubu, i love you
![]() |
| You gave me new perspective |
this is how ariawan make bed.
i never did it before, pulling off the corner to the other side.
not a big thing, but i kinda like it.
![]() |
| You taught me small things that matter |
this is how ariawan rearranged things in the kitchen.
he folded the kitchen cloth in such a way to become a table cloth.
he also taught me that sea salt and kosher salt can help us tender the meat.
![]() |
| You fixed things in my life |
stairs to the second floor has been dark all along.
he put a light on, and so i won't get stumble he said.
and so malicca won't get scared if he has to go upstairs alone.
![]() |
| You gave enlightenment to things I don't understand |
what happened every time i bake was that I have to pull off cables to get the lights on.
here and there, sometimes malicca got stumbled because of the lying cable in the floor.
as ariawan comes to my life, i got it all built-in.
![]() |
| You cooked for me |
his oxtail soup is super awesome and his steak is comparable (or many times, better) to the ones we usually eat in a resto.
we love to invite our close friends and dine together.
but all in all, even though they were not as good, it is always good to have a guy who cooks for you. am i right or right?
![]() |
| You supported me to discover new things |
Ariawan always supports me, no matter how stupid I invent things or when they are out of my hands. he helps me with bebikinan, helps me with domestic errands, he simplifies my life.
and get them easier for me to chew.
![]() | |||
| You time traveled me to childhood |
this is my wrist watch when i was in high school and its been abandoned for years, because it was broken (at least i thought it so).
but as ariawan came back into my life, he fixed it.
the watch remained me how i met him the first time when we were young.
some things are built for timeless.
but as ariawan came back into my life, he fixed it.
the watch remained me how i met him the first time when we were young.
some things are built for timeless.
lagi waktunya
seringkali, timbul pertanyaan "gue ngapain aja sih? di rumah seharian tapi ini gak sempet, itu gak sempet?" ... terus terang sedih sih rasanya lupa mau ngerjain ini, lupa mau ngerjain itu, nggak sempet ngerjain ini dan itu. padahal banyak banget yang bisa diceritain yang seringkali muncul JUSTRU di saat-saat yang tidak memungkinkan untuk buka laptop.
nah, mumpung sekarang jam 23:51 dan bocah-bocah sudah tertidur pulas, yuk marilah kita bercerita saja.
jadi, sebenarnya saya jadi full time emak-emak ya baru dua bulan terakhir ini. risainnya memang dari bulan desember. tapi dalam periode tiga bulan mulai dari desember sampai februari saya tidak benar-benar sendirian, melainkan ada ariawan yang juga memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya dan bersama saya mengelola rumah tangga.
praktis kehidupan kami selama tiga bulan itu kaya di film Cheaper by the dozen. bangun pagi, siapin sarapan, antar anak-anak sekolah, mandiin bayi, belanja mingguan, nyapu halaman, bertanam, memasak, menjahit, memaku, jemput anak, main, mandi, makan malam, cerita-cerita, bebikinan, cerita sebelum tidur sampai akhirnya kami terlelap dan begitu lagi keesokan harinya. senang, saat semua bisa dilakukan bersama dan tanggung jawab rumah tangga bisa saling lempar-tangkap dengan suami. bahagia juga bisa berswasembada seperti bangsa amish yang menanam sendiri bahan pangannya (walau kita cuma nanem cabe aja sih kemarin hahaha).
selama tiga bulan itu, ariawan tetap mencari-cari kantor yang lebih baik dan saya tetap freelancing dan iseng-iseng memulai usaha bebikinan. usaha kami untuk keluar dari negeri ini ternyata belum diizinkan tuhan, walaupun sempat terkena rayuan bekerja di coute d'ivoire dan sempat menjalani beberapa prosesnya, untung kami segera sadar bahwa ternyata lowongan itu hanyalah employment scam.
sayangnya, dan tentunya, hidup tidak seperti di film ya. dari awal kami berdua mengundurkan diri dari kantor karena kejenuhan yang melanda, kami pun sadar bahwa suatu hari; hari-hari Cheaper by the dozen kami akan berakhir. dan kami berdua atau salah satu harus kembali bekerja kantoran. at least, hingga 5 tahun ke depan.
selama periode tiga bulan itu, kami juga enggak hanya saling lempar-tangkap manajemen rumah tangga. well, kebanyakan sih saya yang lempar dan ariawan yang tangkap ya, karena waktu saya hampir seluruhnya untuk mengurus neng pipi tembem alias La Luna. ariawan juga banyak assist saya untuk urusan kerjaan freelance. bahkan sempat dia yang terima brief dan presentasi ke klien sementara saya menjadi 'koki' kreatifnya aja. so, bisa dibilang dalam tiga bulan itu kami lumayan bisa menyalurkan kejenuhan dengan mencoba hal baru yang ternyata juga bisa menghasilkan. walau memang, tidak sebesar kalau kami berdua fulltime bekerja kantoran.
demi target mengirim anak-anak ke sekolah bagus saat kuliah, akhirnya, mulai maret kemarin ariawan kembali bekerja. dan sejak saat itu pun saya dilanda jetlag yang tak berkesudahan. fully domesticated mulai pagi hingga malam. apalagi luna sudah mulai makan, praktis saya tidak sempat melakukan banyak hal, apalagi nonton tv. kira-kira, inilah aktivitas harian saya.
bangun tidur langsung mandi, bangunin titan, siapin sarapan. walau titan dan ariawan dapat snack dan makan siang dari sekolah dan kantor, mereka tetap membawa bekal dari rumah. karena itu pagi-pagi adalah waktunya saya ingin menjadi seperti Ganesha, karena sepasang tangan ini rasanya kurang.
setelah ariawan dan titan berangkat, saya putar mesin cuci lalu tinggal untuk jalan sebentar sambil jemur-jemur sama luna. habis itu memandikan luna, menjemur pakaian, suapin luna makan pagi, menyusui dan menidurkan luna. saat luna tidur pagi, saya buru-buru masak untuk makan siang dan makan malam luna. snacks biasanya saya buat sekalian agak banyak lalu disimpan di kulkas, jadi tinggal ambil dan hangatkan kalau perlu. setelah luna bangun, baru saya bersih-bersih rumah sambil gendong luna atau dia main sendiri di crib. selesai beberes, saya titip luna ke rumah ibu saya lalu saya pun mandi. habis mandi, langsung suapin luna makan siang baru setelahnya saya pun makan siang. habis itu, kembali menyusui dan menidurkan luna. selama luna tidur siang, biasanya saya membereskan baju yang baru disetrika atau sekedar cek-cek instagram dan whatsapp. sumber berita saya sekarang hanya dua itu hahaha kasihan yaaa....
setelah luna bangun, biasanya langsung saya boyong untuk jemput titan kemudian bertiga menghabiskan waktu di halaman belakang untuk ngobrol sambil makan snack, main ayunan, sampai waktu mandi tiba dan anak-anak mandi bareng.
enggak ada tuh target 12 buku tahun ini, seperti tahun sebelumnya. bukan cuma enggak ada waktu, kalaupun ada waktu baru baca sebentar aja udah ngantuk dan biasanya saya lebih memilih blogging ketimbang baca.
ajakan teman-teman untuk sekedar ketemuan, atau bahkan brainstorming untuk bisnis Rapi-Rapi pun sulit untuk dilakukan. karena, mau ketemuan aja saya harus siap-siap sehari sebelumnya karena persiapan termasuk membawa bekal makanan Luna yang artinya, saya harus bangun lebih pagi lagi untuk memasak lebih cepat.
Selain itu waktunya juga kurang pas, karena jam 2 saya harus sudah kembali lagi ke rumah untuk jemput titan dari sekolah. ditambah lagi dengan kondisi lalu lintas yang sudah tidak bisa lagi membuat saya nyaman menyupir sendiri plus membawa seorang bayi. iya, sejak 2011 saya patah arang dengan kondisi jalan jakarta. itulah sebabnya saya lebih memilih untuk langganan ojek waktu berkantor di kawasan thamrin. dan satu setengah tahun terakhir saya berkantor di dekat rumah, yang membuat saya jauh lebih malas lagi untuk menjelajah jakarta. sejak itulah saya boleh dibilang buta peradaban, karena pijakan kaki ke mall udah sangat sangat jarang. dan emang jarang mau tau juga sih ada toko atau restoran baru apa. sekalinya ke mall yang lagi happening, seringkali berakhir dengan "ah masih gitu-gitu aja ternyata".
kalau mau dibilang bosan, ya bosan. tapi kalau ditanya senang atau enggak, ... ya senang.
dulu waktu awal freelancing dan belum hamil luna, tuhan mengizinkan saya untuk memiliki me-time lebih banyak. kegiatan pagi lebih kurang sama, menyiapkan sarapan dan bekal makan siang. tapi setelah dua lelaki berharga dalam hidup saya itu pergi beraktivitas ke sekolah dan ke kantor, ... rasanya dunia menjadi milik saya!
sambil menunggu bel mesin cuci berdenting, saya biasanya duduk-duduk di teras belakang sambil jemur punggung dan baca buku. seringkali juga sambil bikin sarapan dan minum teh pakai cangkir-cangkir lucu. foto kiri-kanan, upload ke socmed, potong kuku, pake kutek, bikin janji makan siang atau potong rambut atau iseng les bikin kue. tau-tau waktu udah menunjukkan pukul tiga, waktunya jemput titan.
mungkin, saat ini sedang waktunya saja untuk tidak memiliki waktu.
yang mana enggak terasa akan berlalu juga.
namanya juga waktu, yang selalu indah kalau memang udah waktunya.
semoga.
nah, mumpung sekarang jam 23:51 dan bocah-bocah sudah tertidur pulas, yuk marilah kita bercerita saja.
jadi, sebenarnya saya jadi full time emak-emak ya baru dua bulan terakhir ini. risainnya memang dari bulan desember. tapi dalam periode tiga bulan mulai dari desember sampai februari saya tidak benar-benar sendirian, melainkan ada ariawan yang juga memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya dan bersama saya mengelola rumah tangga.
praktis kehidupan kami selama tiga bulan itu kaya di film Cheaper by the dozen. bangun pagi, siapin sarapan, antar anak-anak sekolah, mandiin bayi, belanja mingguan, nyapu halaman, bertanam, memasak, menjahit, memaku, jemput anak, main, mandi, makan malam, cerita-cerita, bebikinan, cerita sebelum tidur sampai akhirnya kami terlelap dan begitu lagi keesokan harinya. senang, saat semua bisa dilakukan bersama dan tanggung jawab rumah tangga bisa saling lempar-tangkap dengan suami. bahagia juga bisa berswasembada seperti bangsa amish yang menanam sendiri bahan pangannya (walau kita cuma nanem cabe aja sih kemarin hahaha).
selama tiga bulan itu, ariawan tetap mencari-cari kantor yang lebih baik dan saya tetap freelancing dan iseng-iseng memulai usaha bebikinan. usaha kami untuk keluar dari negeri ini ternyata belum diizinkan tuhan, walaupun sempat terkena rayuan bekerja di coute d'ivoire dan sempat menjalani beberapa prosesnya, untung kami segera sadar bahwa ternyata lowongan itu hanyalah employment scam.
sayangnya, dan tentunya, hidup tidak seperti di film ya. dari awal kami berdua mengundurkan diri dari kantor karena kejenuhan yang melanda, kami pun sadar bahwa suatu hari; hari-hari Cheaper by the dozen kami akan berakhir. dan kami berdua atau salah satu harus kembali bekerja kantoran. at least, hingga 5 tahun ke depan.
selama periode tiga bulan itu, kami juga enggak hanya saling lempar-tangkap manajemen rumah tangga. well, kebanyakan sih saya yang lempar dan ariawan yang tangkap ya, karena waktu saya hampir seluruhnya untuk mengurus neng pipi tembem alias La Luna. ariawan juga banyak assist saya untuk urusan kerjaan freelance. bahkan sempat dia yang terima brief dan presentasi ke klien sementara saya menjadi 'koki' kreatifnya aja. so, bisa dibilang dalam tiga bulan itu kami lumayan bisa menyalurkan kejenuhan dengan mencoba hal baru yang ternyata juga bisa menghasilkan. walau memang, tidak sebesar kalau kami berdua fulltime bekerja kantoran.
demi target mengirim anak-anak ke sekolah bagus saat kuliah, akhirnya, mulai maret kemarin ariawan kembali bekerja. dan sejak saat itu pun saya dilanda jetlag yang tak berkesudahan. fully domesticated mulai pagi hingga malam. apalagi luna sudah mulai makan, praktis saya tidak sempat melakukan banyak hal, apalagi nonton tv. kira-kira, inilah aktivitas harian saya.
bangun tidur langsung mandi, bangunin titan, siapin sarapan. walau titan dan ariawan dapat snack dan makan siang dari sekolah dan kantor, mereka tetap membawa bekal dari rumah. karena itu pagi-pagi adalah waktunya saya ingin menjadi seperti Ganesha, karena sepasang tangan ini rasanya kurang.
setelah ariawan dan titan berangkat, saya putar mesin cuci lalu tinggal untuk jalan sebentar sambil jemur-jemur sama luna. habis itu memandikan luna, menjemur pakaian, suapin luna makan pagi, menyusui dan menidurkan luna. saat luna tidur pagi, saya buru-buru masak untuk makan siang dan makan malam luna. snacks biasanya saya buat sekalian agak banyak lalu disimpan di kulkas, jadi tinggal ambil dan hangatkan kalau perlu. setelah luna bangun, baru saya bersih-bersih rumah sambil gendong luna atau dia main sendiri di crib. selesai beberes, saya titip luna ke rumah ibu saya lalu saya pun mandi. habis mandi, langsung suapin luna makan siang baru setelahnya saya pun makan siang. habis itu, kembali menyusui dan menidurkan luna. selama luna tidur siang, biasanya saya membereskan baju yang baru disetrika atau sekedar cek-cek instagram dan whatsapp. sumber berita saya sekarang hanya dua itu hahaha kasihan yaaa....
setelah luna bangun, biasanya langsung saya boyong untuk jemput titan kemudian bertiga menghabiskan waktu di halaman belakang untuk ngobrol sambil makan snack, main ayunan, sampai waktu mandi tiba dan anak-anak mandi bareng.
enggak ada tuh target 12 buku tahun ini, seperti tahun sebelumnya. bukan cuma enggak ada waktu, kalaupun ada waktu baru baca sebentar aja udah ngantuk dan biasanya saya lebih memilih blogging ketimbang baca.
ajakan teman-teman untuk sekedar ketemuan, atau bahkan brainstorming untuk bisnis Rapi-Rapi pun sulit untuk dilakukan. karena, mau ketemuan aja saya harus siap-siap sehari sebelumnya karena persiapan termasuk membawa bekal makanan Luna yang artinya, saya harus bangun lebih pagi lagi untuk memasak lebih cepat.
Selain itu waktunya juga kurang pas, karena jam 2 saya harus sudah kembali lagi ke rumah untuk jemput titan dari sekolah. ditambah lagi dengan kondisi lalu lintas yang sudah tidak bisa lagi membuat saya nyaman menyupir sendiri plus membawa seorang bayi. iya, sejak 2011 saya patah arang dengan kondisi jalan jakarta. itulah sebabnya saya lebih memilih untuk langganan ojek waktu berkantor di kawasan thamrin. dan satu setengah tahun terakhir saya berkantor di dekat rumah, yang membuat saya jauh lebih malas lagi untuk menjelajah jakarta. sejak itulah saya boleh dibilang buta peradaban, karena pijakan kaki ke mall udah sangat sangat jarang. dan emang jarang mau tau juga sih ada toko atau restoran baru apa. sekalinya ke mall yang lagi happening, seringkali berakhir dengan "ah masih gitu-gitu aja ternyata".
kalau mau dibilang bosan, ya bosan. tapi kalau ditanya senang atau enggak, ... ya senang.
dulu waktu awal freelancing dan belum hamil luna, tuhan mengizinkan saya untuk memiliki me-time lebih banyak. kegiatan pagi lebih kurang sama, menyiapkan sarapan dan bekal makan siang. tapi setelah dua lelaki berharga dalam hidup saya itu pergi beraktivitas ke sekolah dan ke kantor, ... rasanya dunia menjadi milik saya!
sambil menunggu bel mesin cuci berdenting, saya biasanya duduk-duduk di teras belakang sambil jemur punggung dan baca buku. seringkali juga sambil bikin sarapan dan minum teh pakai cangkir-cangkir lucu. foto kiri-kanan, upload ke socmed, potong kuku, pake kutek, bikin janji makan siang atau potong rambut atau iseng les bikin kue. tau-tau waktu udah menunjukkan pukul tiga, waktunya jemput titan.
mungkin, saat ini sedang waktunya saja untuk tidak memiliki waktu.
yang mana enggak terasa akan berlalu juga.
namanya juga waktu, yang selalu indah kalau memang udah waktunya.
semoga.
what's in it for me?
hello again, long weekend! dan pagi ini saya janji main perang-perangan air di halaman belakang sama titan. tapi, saya bilang, setelah semua morning errands saya beres.
selesai nyapu lantai atas, bawah, ngejemur cucian, saya cuci piring dan berniat untuk segera masak makan siang buat luna. tiba-tiba titan ambil alat pel.
"bunda, di lantai atas sudah di pel belum?"
"belum." kata saya.
"i will help you on that"
enggak lama kemudian, mulai terdengar dia geser-geser kotak mainan dan ngepel lantai.
"terima kasih ya, titan bundanya sudah dibantuin. kalau dibantuin pekerjaan bunda jadi lebih cepat selesai (dan kita bisa main lebih cepat - lanjutannya but I kept it in my heart)" ... spesial untuk anak ini, berlaku hukum some things are better left unsaid. karena kalau terlalu jelas, titan suka malah jadi males. jadi kalau saya ingin dia bantu-bantu saya; harus agak tricky gitu deeeeh.
enggak lama, titan datang sambil terengah-engah.
"tangga juga sudah titan pel, lho nda!"
saya senyum trus usap-usap kepalanya sambil bilang terima kasih. kebetulan dia selesai saya pun selesai dan kita mulai berperang.
a note to self, kalau mau anak ikut bantu kerjaan rumah; paling enggak ada dua cara yang bisa kita lakukan:
1. beri dia tugas tetap (kalau buat titan, ini juga saya lakukan sih. tapi ya gitu deh, masih harus ingetin lagi lagi lagi dan lagi. salah satu tugas tetap dia adalah membereskan mainan dan alat tulis, menjemur handuk bekas mandi, taruh seragam ke kotak cucian, taruh lunch box, botol minum, gelas & piring bekas dia makan ke tempat cuci piring, buka gerbang pagar kalau kita mau pergi dan pulang dari pergi plus angkat jemuran kalau hujan).
2. kasih reward di depan bahwa akan ada rangkaian kejutan setelah semua pekerjaan selesai. nah, sepertinya ini lebih works buat titan. mungkin dia adalah anak tipe "what's in it for me?" jadi saya harus pinter-pinter dagang sama dia.
selesai nyapu lantai atas, bawah, ngejemur cucian, saya cuci piring dan berniat untuk segera masak makan siang buat luna. tiba-tiba titan ambil alat pel.
"bunda, di lantai atas sudah di pel belum?"
"belum." kata saya.
"i will help you on that"
enggak lama kemudian, mulai terdengar dia geser-geser kotak mainan dan ngepel lantai.
"terima kasih ya, titan bundanya sudah dibantuin. kalau dibantuin pekerjaan bunda jadi lebih cepat selesai (dan kita bisa main lebih cepat - lanjutannya but I kept it in my heart)" ... spesial untuk anak ini, berlaku hukum some things are better left unsaid. karena kalau terlalu jelas, titan suka malah jadi males. jadi kalau saya ingin dia bantu-bantu saya; harus agak tricky gitu deeeeh.
enggak lama, titan datang sambil terengah-engah.
"tangga juga sudah titan pel, lho nda!"
saya senyum trus usap-usap kepalanya sambil bilang terima kasih. kebetulan dia selesai saya pun selesai dan kita mulai berperang.
a note to self, kalau mau anak ikut bantu kerjaan rumah; paling enggak ada dua cara yang bisa kita lakukan:
1. beri dia tugas tetap (kalau buat titan, ini juga saya lakukan sih. tapi ya gitu deh, masih harus ingetin lagi lagi lagi dan lagi. salah satu tugas tetap dia adalah membereskan mainan dan alat tulis, menjemur handuk bekas mandi, taruh seragam ke kotak cucian, taruh lunch box, botol minum, gelas & piring bekas dia makan ke tempat cuci piring, buka gerbang pagar kalau kita mau pergi dan pulang dari pergi plus angkat jemuran kalau hujan).
2. kasih reward di depan bahwa akan ada rangkaian kejutan setelah semua pekerjaan selesai. nah, sepertinya ini lebih works buat titan. mungkin dia adalah anak tipe "what's in it for me?" jadi saya harus pinter-pinter dagang sama dia.
my jukebox
T: Nda, bunga bangkai tuh bau ya?
B: Iya. Bau bangettt!
T: Bangkainya bangkai apa?
B: -__-
T: Nda, we are living in a dome right?
B: hmmm
T: look at the sky, its like a dome. so we are living in a dome. just like a half-cut ball.
B: it is not the way we should look at it. the earth itself is a sphere, and the sky is so wide and limitless that is why you see it like a dome.
T: Bunda, I want to go to the moon.
B: me too. but we should build a rocket to go to the moon.
T: what? build a rocket? okay, there's a space in the backyard we can build the rocket there.
B: no we can't. we have to go to florida, there is a rocket shuttle there.
T: how to get there?
B: uhm ... a bit hard.
T: nothing is hard, you said. it is just we don't know how to do it. bilang aja Bunda enggak tau gimana kesananya.
B: -__-
T: Bunda, I want to see UFO. Why nobody ever seen it?
B: some people did. at least, they think they have seen it.
T: why can't we see it like we see aeroplanes?
B: because they are afraid of humans. because they are not humans. they are being watched if they are visible.
T: you said the universe is endless, the UFO must be hiding somewhere
B: exactly my point.
T: I know the biggest star!
B: what is it?
T: it is the sun!
B: yes, it is biggest because it is the nearest star. look at my hand (I put my hand close to your nose)
it is big, right? but see my hand if I pull it back, it is getting smaller right?
T: uh, tangan bunda bau otak-otak!
B: there goes my scientific mood
T: I want to marry La Luna
B: why?
T: because she is soooo cute!
B: what is marry?
T: in bahasa indonesia, it is called menikah.
B: what is menikah
T: titan enggak tau, menurut titan nikah itu barengan.
B: there's no way you can marry your sister
T: masa barengan aja enggak boleh?
B: ...
B: Iya. Bau bangettt!
T: Bangkainya bangkai apa?
B: -__-
T: Nda, we are living in a dome right?
B: hmmm
T: look at the sky, its like a dome. so we are living in a dome. just like a half-cut ball.
B: it is not the way we should look at it. the earth itself is a sphere, and the sky is so wide and limitless that is why you see it like a dome.
T: Bunda, I want to go to the moon.
B: me too. but we should build a rocket to go to the moon.
T: what? build a rocket? okay, there's a space in the backyard we can build the rocket there.
B: no we can't. we have to go to florida, there is a rocket shuttle there.
T: how to get there?
B: uhm ... a bit hard.
T: nothing is hard, you said. it is just we don't know how to do it. bilang aja Bunda enggak tau gimana kesananya.
B: -__-
T: Bunda, I want to see UFO. Why nobody ever seen it?
B: some people did. at least, they think they have seen it.
T: why can't we see it like we see aeroplanes?
B: because they are afraid of humans. because they are not humans. they are being watched if they are visible.
T: you said the universe is endless, the UFO must be hiding somewhere
B: exactly my point.
T: I know the biggest star!
B: what is it?
T: it is the sun!
B: yes, it is biggest because it is the nearest star. look at my hand (I put my hand close to your nose)
it is big, right? but see my hand if I pull it back, it is getting smaller right?
T: uh, tangan bunda bau otak-otak!
B: there goes my scientific mood
T: I want to marry La Luna
B: why?
T: because she is soooo cute!
B: what is marry?
T: in bahasa indonesia, it is called menikah.
B: what is menikah
T: titan enggak tau, menurut titan nikah itu barengan.
B: there's no way you can marry your sister
T: masa barengan aja enggak boleh?
B: ...
![]() |
| You hate spider, but you did well making the spider robot |
34
The first time I celebrated my birthday was when I was nine
years old. It took me quite sometime to convince my mother how I wanted to have
a birthday bash. She felt reluctant in the first place. But for the sake of
‘please mom, I had never held a birthday party before and I want to celebrate
like other kids did’, she granted my will but with term and conditions: only
close friends, no clowns or any other party stars and a homemade birthday cake
which was made of a box of Pondan.
The party went well. We ended up playing pretend: a drum
band, and my brother was the drummer with his DIY drum made of Styrofoam from
the tv box we just bought a few days back. The birthday girl, of course, became
the majorette. No goodie bags as well, that was the awkward moment when my
friends queued as they were ready to get home.
Funny, I remember my friends asking me few sensitive
questions, like “did your mom make the cake?” with a face of
why-does-it-taste-bad’s face. Or,
“Errr… where’s my goodie bag?” with a face of
hey-i-already-gave-you-a-present-how-come-there-is-no-goodie-bag’s face.
Luckily, I did not even remember any of the presents they
gave me. So yes, I don’t need to feel pity right now because they did not give
me a present that stole my heart as well.
That was one.
The other birthday I still remember was when I was much
younger, maybe four or five, I do not really remember. Dad took my mom and me
to Hotel Indonesia to have dinner. I remember there weren’t much food that I ate;
well I was such a picky eater. But I remember that was the first time I had a
caramel custard and I got addicted of caramel and caramel custard ever since. Thank
god mom was such a great chef (and still
she is). She easily adopted almost every food including the caramel custard, so
we did not need to go to Hotel Indonesia again just to enjoy the heavenly
dessert.
The second time I held a birthday bash was when I was
fourteen. That was such a cool school party, well… simply because I got my
crush around * blushing *
Now it has been 20 years from the last party, and I am
having my birthday now. For the past four years, every April 14th, there
are my favorite flowers in the corner of
the house: white roses, lily and sedap malam. My hubby worked on it, this year
he added extra effort by making a banana cake with lemon butter icing and I
must say, it was good.
This year, I also got my first present from my son. Two
notebooks he bought with his own money he got for babysitting his little sister
when he had term 3 and term 4’s holidays before.
Never about fancy foods, but mom always made me her
signature nasi uduk on my birthdays. This year, added with a pair of scarfs she
and my dad hand-picked a day before.
So yeah, my birthdays were never about silver and gold. It
was always about having people I love around, and I am so grateful. Of course,
many times I want glitter stuffs; but then I forgot what I really wanted.
So … thirty four, huh? Maybe I should invest some anti aging
stuffs hahaha.
But nevertheless, I am hoping for healthy me, healthy kids
and the whole family. Healthy body, mind and soul … that sounds more expensive
and a hard-to-get presie lately. I also wish the world would turn a bit slower,
I kinda overwhelmed with how fast the children grows.
Amien.
tick tock
teman baik saya, farika, menulis tentang ini persis dengan apa yang saya rasakan. begitu cepat anak-anak kita tumbuh tinggi, tumbuh besar dengan beribu pertanyaan yang terkadang terlontar dan entah berapa banyak lagi yang tersimpan. dengan rasa senang, kesal, kecewa, sedih, yang seringkali terucap tapi entah ada berapa banyak yang terlintas di benak mereka yang kita tidak tahu.
sekitar tiga tahun yang lalu, cara dia bicara saja masih kacau. masih cadel. saya masih punya rekaman dia bercerita panjang lebar dengan kakeknya. iya, panjaaaang ... dan lebaaar ... dan lama. hanya untuk menjelaskan satu hal, karena terbata-bata dan berusaha sekali supaya kakeknya mengerti apa yang dikatakannya.
tapi sekarang, malicca sudah bisa blogging. biar juga tanda baca masih ketinggalan di sana sini, kordinasi memori, logika dan tangan tiba-tiba sudah sempurna sekali.
saya hampir lupa bagaimana saya mengajarkan malicca membaca, tahu-tahu sekarang dia sudah bisa membaca kalimat dalam dua bahasa. saya bahkan tidak ingat kapan mengajarkan grammar, tapi sekarang dia sudah bisa membedakan mana past tense dan mana present tense.
walaupun sekarang saya bekerja di rumah, menyiapkan setiap kebutuhannya sejak dia bangun tidur sampai tidur lagi, melihat mukanya saat mengantar dan menjemputnya dari sekolah, mendengar laporan kegiatan di sekolah plus ekstra 24 jam bersama di akhir minggu, waktu tetap terasa kurang. saya ingin waktu yang lebih banyak lagi untuk mengajarkan dan berbagi tentang banyak hal. saya ingin memasak lebih enak lagi, bermain lebih kreatif lagi ... karena saya tahu saya berpacu dengan waktu.
dan hari ini, malicca jadi imam saat sholat dengan saya. untuk pertama kalinya. dia keliatan bangga dan tentunya senang bisa mengimami. biar juga bacaannya baru surat al-ikhlas aja. biar juga rakaatnya kebanyakan. enggak terasa air mata ini menetes. mendengar suara lembutnya melantun ayat demi ayat al-fatihah.
ada rasa haru mencekat. tapi bukan itu saja, karena juga ada rasa khawatir yang besar. what kind of man he will be in the future? have i taught him the right path? have i provide him the right ammunition to face the world? what if he got hurt? what if I cannot protect him any longer? what if he starts keeping secrets? what if he blame me on several things? what if I cannot answer his questions? what ifs.
but then, nobody ever read a perfect parenting. nobody knows about the future. all I can do now is to be beside him anytime he needs me. every bad or worse. every unfinished worksheets, every minecraft's glitch, every smile, every cry, every cough, every story he wants to share me.
sekitar tiga tahun yang lalu, cara dia bicara saja masih kacau. masih cadel. saya masih punya rekaman dia bercerita panjang lebar dengan kakeknya. iya, panjaaaang ... dan lebaaar ... dan lama. hanya untuk menjelaskan satu hal, karena terbata-bata dan berusaha sekali supaya kakeknya mengerti apa yang dikatakannya.
tapi sekarang, malicca sudah bisa blogging. biar juga tanda baca masih ketinggalan di sana sini, kordinasi memori, logika dan tangan tiba-tiba sudah sempurna sekali.
saya hampir lupa bagaimana saya mengajarkan malicca membaca, tahu-tahu sekarang dia sudah bisa membaca kalimat dalam dua bahasa. saya bahkan tidak ingat kapan mengajarkan grammar, tapi sekarang dia sudah bisa membedakan mana past tense dan mana present tense.
walaupun sekarang saya bekerja di rumah, menyiapkan setiap kebutuhannya sejak dia bangun tidur sampai tidur lagi, melihat mukanya saat mengantar dan menjemputnya dari sekolah, mendengar laporan kegiatan di sekolah plus ekstra 24 jam bersama di akhir minggu, waktu tetap terasa kurang. saya ingin waktu yang lebih banyak lagi untuk mengajarkan dan berbagi tentang banyak hal. saya ingin memasak lebih enak lagi, bermain lebih kreatif lagi ... karena saya tahu saya berpacu dengan waktu.
dan hari ini, malicca jadi imam saat sholat dengan saya. untuk pertama kalinya. dia keliatan bangga dan tentunya senang bisa mengimami. biar juga bacaannya baru surat al-ikhlas aja. biar juga rakaatnya kebanyakan. enggak terasa air mata ini menetes. mendengar suara lembutnya melantun ayat demi ayat al-fatihah.
ada rasa haru mencekat. tapi bukan itu saja, karena juga ada rasa khawatir yang besar. what kind of man he will be in the future? have i taught him the right path? have i provide him the right ammunition to face the world? what if he got hurt? what if I cannot protect him any longer? what if he starts keeping secrets? what if he blame me on several things? what if I cannot answer his questions? what ifs.
but then, nobody ever read a perfect parenting. nobody knows about the future. all I can do now is to be beside him anytime he needs me. every bad or worse. every unfinished worksheets, every minecraft's glitch, every smile, every cry, every cough, every story he wants to share me.
The circle of life
Malicca is nearly 7 yet he asked me questions like adults. The past few weeks, he asked me lots and lots of philosophical questions like why did God create woman, why do we need to pray, why children cannot marry their parents and the newest question is about death.
This is what happened two weeks ago. Right after he got back from the friday prayer with aki.
I was nursing La Luna in the bed room when I saw the silhouette of my satellite in the window. He quickly got into the room with panting breath.
"Bunda! Today is my first time! First time!!! My first time pray for the dead in the mosque!
Kasihan deh, nda."
"Wow, really? I never do that. Yet. How did it go?"
"Ya Titan sholat aja ngikutin orang-orang."
"Did you stand in front?"
"No. At the back with aki."
"Oh, I bet you could only see adult's feet. You were the only kid, I guess."
"Yes, I was the only boy. Kasihan ya, Nda."
Then I remember my conversation with him back then. A conversation about how if I die earlier and who he gonna live with.
"Titan, kalo bunda meninggal nanti kamu tinggal sama siapa ya? Kamu mau tinggal sama siapa?"
"Hmmm, sama aki - nini aja ya Nda di sini. Di rumah ini. Kalau aki- nini sudah enggak ada, ya sama bubu. Di rumah sini juga. Kalau Bubu enggak ada, Titan baru tinggal di Depok sama ayah. Kalau ayah enggak ada juga, baru tinggal sama neni - eyang di Depok juga. Naaah, kalo semua udah enggak ada baru deh Titan bingung hahahaha."
"Hahahaha, masa sih tiba-tiba semua enggak ada? eh iya, masih ada uwak-uwak lho!"
"Oh iya, masih ada uwak budi, uwak ary, uwak amel, uwak dyah ya hehehe...."
"Jadi kalau bunda udah meninggal Titan tetep pengen tinggal di sini ya?"
"Iya, kan sekolah Titan juga di deket sini."
"Good point."
Baru-baru ini, ternyata aku juga baru tahu kalau Titan sama seperti aku, suka memperhatikan pengumuman di masjid saat ada orang meninggal dunia. Lelaki atau perempuan. Umur mereka. Kemudian, kita membaca Al-Fatihah. Suatu malam setelah maghrib, Titan tiba-tiba nyolek aku.
"Nda, kasian ya?"
"Siapa yang kasihan?"
"Tuh, dengerin di masjid ada yang meninggal. Udah baca Al-Fatihah belum?"
"Oh, sudah."
Kasihan. Yes, it was his first impression.
Do we feel pity for the corpse, or the people who are left behind?
But maybe, the biggest question is: "What if it is me who died?"
Dear son,
before we get any further and I am sure we will get there in no time, maybe we can see it this way: that in life; things come in pair to create balance. Or many times, to get our life easier.
Why easier? Can you imagine living with one hand? It will be harder to pull off your lego or to pick up something. That is why God gave us right hand and left hand.
Can you imagine living only in sadness? Noooo ... that is why there is happy feelings as well. So we live in balance.
So it is with dying and living. When someone is born, there's gotta be someone who dies. There's gotta be someone who come and people who went away. That is natural, that is life. Like a circle. Like Lion King movie. When Mufasa dies, then Simba comes to rule the pride rock kingdom.
About those who are left behind, they will survive anyway. God gave us the power to adapt. To get the circle of life keep going.
I know, they might sound simple. But in real life, it is not. Because we, human, tend to own something and cannot let things go. And yes, that could be our next topic.
This is what happened two weeks ago. Right after he got back from the friday prayer with aki.
I was nursing La Luna in the bed room when I saw the silhouette of my satellite in the window. He quickly got into the room with panting breath.
"Bunda! Today is my first time! First time!!! My first time pray for the dead in the mosque!
Kasihan deh, nda."
"Wow, really? I never do that. Yet. How did it go?"
"Ya Titan sholat aja ngikutin orang-orang."
"Did you stand in front?"
"No. At the back with aki."
"Oh, I bet you could only see adult's feet. You were the only kid, I guess."
"Yes, I was the only boy. Kasihan ya, Nda."
Hmmmm *bunda pun menerawang jauh.*
Then I remember my conversation with him back then. A conversation about how if I die earlier and who he gonna live with.
"Titan, kalo bunda meninggal nanti kamu tinggal sama siapa ya? Kamu mau tinggal sama siapa?"
"Hmmm, sama aki - nini aja ya Nda di sini. Di rumah ini. Kalau aki- nini sudah enggak ada, ya sama bubu. Di rumah sini juga. Kalau Bubu enggak ada, Titan baru tinggal di Depok sama ayah. Kalau ayah enggak ada juga, baru tinggal sama neni - eyang di Depok juga. Naaah, kalo semua udah enggak ada baru deh Titan bingung hahahaha."
"Hahahaha, masa sih tiba-tiba semua enggak ada? eh iya, masih ada uwak-uwak lho!"
"Oh iya, masih ada uwak budi, uwak ary, uwak amel, uwak dyah ya hehehe...."
"Jadi kalau bunda udah meninggal Titan tetep pengen tinggal di sini ya?"
"Iya, kan sekolah Titan juga di deket sini."
"Good point."
*bunda kembali menerawang.
ada rasa sakit di tenggorokan, ngebayangin harus kehilangan momen anak-anak tumbuh besar.*
ada rasa sakit di tenggorokan, ngebayangin harus kehilangan momen anak-anak tumbuh besar.*
Baru-baru ini, ternyata aku juga baru tahu kalau Titan sama seperti aku, suka memperhatikan pengumuman di masjid saat ada orang meninggal dunia. Lelaki atau perempuan. Umur mereka. Kemudian, kita membaca Al-Fatihah. Suatu malam setelah maghrib, Titan tiba-tiba nyolek aku.
"Nda, kasian ya?"
"Siapa yang kasihan?"
"Tuh, dengerin di masjid ada yang meninggal. Udah baca Al-Fatihah belum?"
"Oh, sudah."
Kasihan. Yes, it was his first impression.
Do we feel pity for the corpse, or the people who are left behind?
But maybe, the biggest question is: "What if it is me who died?"
Dear son,
before we get any further and I am sure we will get there in no time, maybe we can see it this way: that in life; things come in pair to create balance. Or many times, to get our life easier.
Why easier? Can you imagine living with one hand? It will be harder to pull off your lego or to pick up something. That is why God gave us right hand and left hand.
Can you imagine living only in sadness? Noooo ... that is why there is happy feelings as well. So we live in balance.
So it is with dying and living. When someone is born, there's gotta be someone who dies. There's gotta be someone who come and people who went away. That is natural, that is life. Like a circle. Like Lion King movie. When Mufasa dies, then Simba comes to rule the pride rock kingdom.
About those who are left behind, they will survive anyway. God gave us the power to adapt. To get the circle of life keep going.
I know, they might sound simple. But in real life, it is not. Because we, human, tend to own something and cannot let things go. And yes, that could be our next topic.
the unplanned getaway
well,
kembali mengusung tema 'the unplanned continues' untuk tahun 2014, inilah yang terjadi dengan short getaway saya dan keluarga weekend ini. bertepatan sama malicca yang lagi libur term 3, akhirnya kita berangkat ke rumah nini asih & aki mumu di pandeglang. tentunya, aki dan nini asli la luna dan malicca juga ikutan. the plan was, to have a night sleep over.
ternyata, sampai sana nini asih lagi ikutan pengobatan alterlatif pijat refleksi. dan nini atty mau ikutan juga; padahal pengobatan itu enggak boleh keputus harus 3 hari berturut-turut. akhirnya, ... syalala la laaa... menginaplah kita di pandeglang dari hari kamis - minggu. maafkan karena kami sungguh merepotkan ya nini asih & aki mumu :'(
and yes, we had so much fun!
ini kali ke dua la luna main ke empang dan sawah milik nini asih & aki mumu. terakhir kita ke sana, 6 bulan yang lalu waktu luna umur 2 bulan dan masih anteng teng teng. sekarang mah ... hadeuuuh *pijet kepala, pijet boyok*
mahluk kecil ini membuat perjalanan ke sana seperti mau kemping karena harus membawa panci, slow cooker (yang akhirnya enggak dipakai juga), sterilizer dan bahan makanan mentah seperti daging, tahu, labu dan ohyong. pun sampe sana tetiba si eneng tutup mulut.
kalau buat titan, ini sudah yang ke sekian kalinya. dan dari sejak pertama kali dia menginjakkan kaki ke sini, titan sudah di grooming sama aki untuk jadi pemancing *phewww, mentang-mentang aki nya hobi mancing* ... tapi ternyata anaknya juga asyik tuh. mulai dari semua-mua dilayanin, sekarang titan udah bisa mancing sendiri. pasang umpan sendiri dan melepas kail dari mulut ikan pun sudah bisa sendiri *aki duduk ongkang-ongkang kaki di pojokan sambil ngisep pipa tembakau; karena terlepas dari beban mengasistensi sang cucu* sampai akhirnya tarikan pertama jatuh sama sang gurami yang cukup besar. welldone, kiddo!
dan bukan cuma kakak titan, la luna juga ikutan mancing. karena ikannya memang banyak, memancing dengan gaya pancingan digeprak-geprak pun bisa membuat luna berhasil menarik seekor ikan mujair kecil yang kemudian pengen dia tangkap pakai tangan.
anak-anak juga berkenalan sama mahluk-mahluk lucu lainnya. seperti capung jarum yang berwarna merah, yang menghampiri luna saat dia bobo. langsung aja ditaruh di atas pusar, konon katanya obat anti ngompol hahaha. titan juga kenalan sama praying mantis yang ngikut kemanapun titan pergi.
selama di sini, anak-anak bener-bener jadi terdorong untuk hidup lebih alami. terutama titan ya. enggak sekali pun dia menyentuh gadgetnya untuk main. mau mandi pakai air dingin tanpa disuruh dan mau nyoba jus sirsak matengan dari pohon yang biasanya kalau di jakarta menyentuh aja enggak mau. dia juga nyobain kue jojorong, kue khas serang yang terbuat dari tepung beras, santan dan gula merah. titan juga mau bangun pagi untuk olah raga jalan kaki, ikut ke pasar basah dan bisa selalu menemukan yang bisa dikerjakan di saat bosan.
perjalanan kali ini juga jadi makin istimewa karena bubu nyusul jumat tengah malam. besoknya bubu ulang tahuuuun, tapi tenang deh karena kue ulang tahun udah nongkrong di kulkas dari maghrib. bundanya aja nih yang udah nggak sabar pengen nyoel hahaha. yang ulang tahun siapa, yang pesta balon siapa. kakak titan seneng banget punya balon pesawat (yang dia bilang malaysian airplane) yang sengaja dia cebur-ceburin ke kolam meniru kecelakaan pesawat tersebut *duh, ngilu*
luna juga kebagian balon sponge bob yang cuma berumur 3 jam, karena dia tarik kedua kakinya si pombom dan kempeslah sudah ... *luna melongo*
last but not least, we managed to get to a new place we never been: banten lama. ngeliat benteng, masjid kuno banten (oh yes, titan lagi senang mengagumi masjid-masjid tua; jadi dia seneng banget diajak ke sini). setelah itu, kita juga mampir ke 'klenteng' Kuan Im Phan, klenteng kuno yang baru aja diresstorasi tahun 2012. Sumpah, cantik banget.
so yes, ... alhamdulillah for the happy weekend. alhamdulillah for the unplanned that happened as if it was well-planned.
kembali mengusung tema 'the unplanned continues' untuk tahun 2014, inilah yang terjadi dengan short getaway saya dan keluarga weekend ini. bertepatan sama malicca yang lagi libur term 3, akhirnya kita berangkat ke rumah nini asih & aki mumu di pandeglang. tentunya, aki dan nini asli la luna dan malicca juga ikutan. the plan was, to have a night sleep over.
ternyata, sampai sana nini asih lagi ikutan pengobatan alterlatif pijat refleksi. dan nini atty mau ikutan juga; padahal pengobatan itu enggak boleh keputus harus 3 hari berturut-turut. akhirnya, ... syalala la laaa... menginaplah kita di pandeglang dari hari kamis - minggu. maafkan karena kami sungguh merepotkan ya nini asih & aki mumu :'(
and yes, we had so much fun!
ini kali ke dua la luna main ke empang dan sawah milik nini asih & aki mumu. terakhir kita ke sana, 6 bulan yang lalu waktu luna umur 2 bulan dan masih anteng teng teng. sekarang mah ... hadeuuuh *pijet kepala, pijet boyok*
mahluk kecil ini membuat perjalanan ke sana seperti mau kemping karena harus membawa panci, slow cooker (yang akhirnya enggak dipakai juga), sterilizer dan bahan makanan mentah seperti daging, tahu, labu dan ohyong. pun sampe sana tetiba si eneng tutup mulut.
kalau buat titan, ini sudah yang ke sekian kalinya. dan dari sejak pertama kali dia menginjakkan kaki ke sini, titan sudah di grooming sama aki untuk jadi pemancing *phewww, mentang-mentang aki nya hobi mancing* ... tapi ternyata anaknya juga asyik tuh. mulai dari semua-mua dilayanin, sekarang titan udah bisa mancing sendiri. pasang umpan sendiri dan melepas kail dari mulut ikan pun sudah bisa sendiri *aki duduk ongkang-ongkang kaki di pojokan sambil ngisep pipa tembakau; karena terlepas dari beban mengasistensi sang cucu* sampai akhirnya tarikan pertama jatuh sama sang gurami yang cukup besar. welldone, kiddo!
dan bukan cuma kakak titan, la luna juga ikutan mancing. karena ikannya memang banyak, memancing dengan gaya pancingan digeprak-geprak pun bisa membuat luna berhasil menarik seekor ikan mujair kecil yang kemudian pengen dia tangkap pakai tangan.
anak-anak juga berkenalan sama mahluk-mahluk lucu lainnya. seperti capung jarum yang berwarna merah, yang menghampiri luna saat dia bobo. langsung aja ditaruh di atas pusar, konon katanya obat anti ngompol hahaha. titan juga kenalan sama praying mantis yang ngikut kemanapun titan pergi.
![]() |
| make friends with other creatures |
![]() |
| morning walks |
perjalanan kali ini juga jadi makin istimewa karena bubu nyusul jumat tengah malam. besoknya bubu ulang tahuuuun, tapi tenang deh karena kue ulang tahun udah nongkrong di kulkas dari maghrib. bundanya aja nih yang udah nggak sabar pengen nyoel hahaha. yang ulang tahun siapa, yang pesta balon siapa. kakak titan seneng banget punya balon pesawat (yang dia bilang malaysian airplane) yang sengaja dia cebur-ceburin ke kolam meniru kecelakaan pesawat tersebut *duh, ngilu*
luna juga kebagian balon sponge bob yang cuma berumur 3 jam, karena dia tarik kedua kakinya si pombom dan kempeslah sudah ... *luna melongo*
last but not least, we managed to get to a new place we never been: banten lama. ngeliat benteng, masjid kuno banten (oh yes, titan lagi senang mengagumi masjid-masjid tua; jadi dia seneng banget diajak ke sini). setelah itu, kita juga mampir ke 'klenteng' Kuan Im Phan, klenteng kuno yang baru aja diresstorasi tahun 2012. Sumpah, cantik banget.
so yes, ... alhamdulillah for the happy weekend. alhamdulillah for the unplanned that happened as if it was well-planned.
![]() |
| highlight: kakak titan lulled la luna to sleep in her carseat. |
Subscribe to:
Posts (Atom)
Berserah atau Menyerah?
Qur'an Surat Maryam: 6 يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا ٦ yaritsunî wa yaritsu min âli ya‘qûba w...
-
It’s been years. Probably, … eight years. We never met, and I’d never wanted to come again after my last visit. But after weeks of considera...
-
Di suatu malam yang sunyi dan dingin, langit begitu gelap. Namun, ada seorang wanita yang tidak dapat terlelap. Dari semua mimpi yang tela...




































