Lagi seneng bobo di cribnya dedek.
"Bundaaaa... for you." He said while coming into the bed room.
"Lookin good, where did you get the vase?"
"I found it in the kitchen"
I am grateful for having a little gentleman in the house, an addition after the senior: my husband.
Not only this time, not only because he sees what hubby did to me with flowers, he did give me flowers since he was a little boy.
Yes, he has always been my guy.
Not only because we have the mother and son's bound, but there were times when all we got were just the two of us. me and malicca's father got separated when he was three, and he managed to protect me ever since.
Being born as a real Taurian makes him a sensitive guy. So sensitive sometimes I get worried he will be a mushy boy.
He knows when I am sad, when I get angry, and he always asks.
"Are you sad? Am I being a bad boy?"
"Are you crying? What happened?"
"Are you angry?"
and when I really do angry (to him), I only say "Yes I am. Do you know what you have to do?"
and yes, he always knows what he has to do. (many times, i need to be angry first to make him do what he has to do, though hahaha).
He is six now and still racing with time to reach his minimal weight: 21 kgs in five months. I sometimes wonder what's his thinking. To have a step sister, a step father. Though he always says he is happy there is a slight worry in me.
Malicca, I want to talk to you.
Yes bunda ibu yang cantik dan punya bayi cantik, what do you want to talk about?
and we started to talk about many serious things.
Do you have any questions? Bilang gitu dong Bunda. He said.
Do you have any questions? I said.
No. He said.
Thank you for reminding me. He continued.
How can I not love you, malaika?
I wish you to grow healthy and strong.
To be able to responsible for your own, and for others.
Full of respect to others, and love and softness to women.
I know you have that empathy for others and it is a good start.
Amien.
You are good, you are kind, you are important.
Remember that.
...
titik titik titik
sampe bingung mau kasih judul apa saking banyaaak banget yang pengen ditulis. yang mana udah risain harusnya lebih banyak waktu untuk blogging. tapi ternyata rajin blogging itu karena memang gak banyak kerjaan di kantor sehingga punya 'me time' lebih banyak. ya kan ya kan ya kan?
*senyum dikulum*
di rumah justru adaaa aja yang dikerjain. waktu rasanya cepet banget berlalu. bangun tidur langsung siapin sarapan dan snacking buat kakak titan. anter titan sekolah, habis itu mandiin adek luna. boboin luna. selama luna bobo, pelan-pelan beresin rumah. luna bangun, biasanya sih taro di crib dan saya lanjutin beres-beres sambil naro cucian dan membiarkan mesin cuci meraung. kalau si adek nangis dikit, saya datengin trus tuker mainannya (skenario ini berulang selama beberapa kali) sampai akhirnya dia nangis beneran, baru deh diangkat tapi lalu ditaro lagi. nah, kalau sudah nangis frustasi baru deh saya ajak jalan-jalan :)
sekarang ini jam 00:45 ... waktunya blogging ya memang jam segini. ini juga bersyukur belum ngantuk, karena biasanya jam 8 malam sudah masuk kamar. sambil nyusuin sampai luna bobo saya juga nemenin titan belajar. nah, seringnya emak-kakak ketiduran dengan laptop masih 'nganga' :D
so ... sekarang udah tahun 2014 ya? tetep lho, saya masih nagih entah kepada siapa untuk mobil terbang, robot rumah tangga, teleport dan chip yang ditanam di kulit untuk segala akses kebutuhan. ya kaaaan? semua juga pada nungguin kaaaan?
the unplanned plan, continues.
di 2013 kemarin saya mencoba untuk hidup lebih santai dengan tidak terlalu berencana dan tidak terlalu berharap. dijalanin aja. dan ternyata, alhamdulillah semuanya justru lebih menyenangkan dan lebih mengejutkan. karena itu di 2014 ini resolusi saya adalah to have the unplanned plan continues.
animo tahun baru dan segala sesuatunya yang baru, buat saya datang lebih awal. tepatnya di awal desember. karena kebetulan saya dan suami sama-sama berhenti dari pekerjaan dan benar-benar menghabiskan waktu berdua juggling urusan rumah tangga bersama. mulai dari anter-jemput kakak titan, mandiin adek luna, beberes rumah, cita-cita kita sih pengen liburan panjang. berhenti dari kemacetan jakarta dan sumpah serapah kapitalis. tapi apa daya, hampir seluruh desember dihabiskan dengan penyakit yang bergiliran melanda orang-orang di rumah. mulai dari kakak titan yang panas, bubu-bunda yang flu berat tak berkesudahan, luna demam tinggi berulang dan masuk UGD lalu kembali ke demam si kakak. rasanya kesel banget. pengen marah sama diri sendiri, kenapa saat sudah risain kok ya malah pada sakit. akhirnya, setelah kakak titan menghabiskan seminggu waktu liburannya di ranjang karena demam yang enggak jelas dan mulai membaik, kita pun memutuskan untuk pergi berlibur ke yogya - solo naik mobil.
absurd? memang.
naek mobil bawa anak baru sembuh dan bayi umur 5 bulan yang lagi teething was totally challenging and beyond my sanity yang biasanya segala sesuatu itu harus dengan perencanaan matang. this time, it was totally unplanned and it happened. rencana ke solo pun sebenernya kejadian karena kita enggak dapat penginapan di yogya saat tahun baru. dan, konfirmasi dapat kamar penginapan di kedua kota baru dapat hari minggu jam 3 siang padahal kita rencana berangkat hari senin pagi. jadi hari minggu itu semuanya berjalan paralel antara ngecek kelayakan mobil, cari penginapan dan crazy packing. sekali lagi, tanpa harapan (lebih tepatnya takut 'ngarep' sih). dan alhamdulillah, semuanya bersinergi dan hari senin kita cus ke Solo dan menghabiskan waktu 17,5 jam di jalan dengan menyenangkan.
just do.
pelajaran lain yang saya dapat di akhir tahun 2013 ini dan masih akan saya adopsi di 2014, adalah untuk terus berbuat sesuatu. berbuat dulu, mikirnya nanti. dan ini juga yang kejadian dengan Bebikinan hahaha. gara-gara iseng bikin samples eh malah jadi banyak yang pesan dan jadi diseriusin. yang di plan lama malah enggak jalan-jalan ... sigh.
feeling happier when i can do for others too.
2012 adalah kali pertama aku donor darah. 2013 absen donor lagi karena hamil. awal 2014 ini kali pertama mendonor asi.
awalnya sih karena merasa freezer udah kepenuhan dengan timbunan asi yang hampir tidak dipakai lagi karena sekarang sudah menyusui langsung. akhirnya didonorkan aja satu rak yang isinya kurang lebih ada 29 botol yang totalnya kira-kira 2,9 liter asi. si penerima (yang pertama nelfon enggak lama setelah ngeblast message di path) namanya dina. anaknya umur 2 bulan dan ibunya stress berat karena harus anter-jemput kakaknya yang sekolah di tk kepompong kemang, sementara rumahnya di ciputat (oh well, ya iya jauh sih). akhirnya si ibu pun stress berat dan enggak bisa mompa banyak.
sambil nunggu asi diambil, enggak terasa gue menjalani kegiatan bersih-bersih rumah sambil nyanyi-nyanyi. rasanya kok seneng ya. dan hari itu juga, sore hari, suaminya datang menjemput asi dengan membawa thermal bag yang cukup besar. ndelalah, ternyata si suami mantan anak industri iklan juga hahaha! abis itu, dina whatsapp2an sama aku tanya2 rahasia asi banyak. ternyata setelah dia menerima kedua puluh sembilan botol itu, dia jadi termotivasi lagi untuk mompa karena senang bolak balik freezer isinya setengah penuh.
well, ... i somehow have another daughter on the other spot of the region. kan konon yang minum asi dari ibu yang sama menjadi saudara sepersusuan.
so yeah, ... dua ribu empat belas sudah dua belas hari berlalu. inshaa allah, tetap optimis. oh, cuma pengen satu hal yang belum kejadian sih. pengen waktu bergulir lebih lama. supaya kalo mandi, bisa sempet nyikat-nyikat gitu sambil nyanyi. bisa makan santai sambil nonton tv. bisa bikin camilan di sore hari. can i can i can i? can laaaa... and one more thing, i wish healthy life for the whole universe.
amien!
sampe bingung mau kasih judul apa saking banyaaak banget yang pengen ditulis. yang mana udah risain harusnya lebih banyak waktu untuk blogging. tapi ternyata rajin blogging itu karena memang gak banyak kerjaan di kantor sehingga punya 'me time' lebih banyak. ya kan ya kan ya kan?
*senyum dikulum*
di rumah justru adaaa aja yang dikerjain. waktu rasanya cepet banget berlalu. bangun tidur langsung siapin sarapan dan snacking buat kakak titan. anter titan sekolah, habis itu mandiin adek luna. boboin luna. selama luna bobo, pelan-pelan beresin rumah. luna bangun, biasanya sih taro di crib dan saya lanjutin beres-beres sambil naro cucian dan membiarkan mesin cuci meraung. kalau si adek nangis dikit, saya datengin trus tuker mainannya (skenario ini berulang selama beberapa kali) sampai akhirnya dia nangis beneran, baru deh diangkat tapi lalu ditaro lagi. nah, kalau sudah nangis frustasi baru deh saya ajak jalan-jalan :)
sekarang ini jam 00:45 ... waktunya blogging ya memang jam segini. ini juga bersyukur belum ngantuk, karena biasanya jam 8 malam sudah masuk kamar. sambil nyusuin sampai luna bobo saya juga nemenin titan belajar. nah, seringnya emak-kakak ketiduran dengan laptop masih 'nganga' :D
so ... sekarang udah tahun 2014 ya? tetep lho, saya masih nagih entah kepada siapa untuk mobil terbang, robot rumah tangga, teleport dan chip yang ditanam di kulit untuk segala akses kebutuhan. ya kaaaan? semua juga pada nungguin kaaaan?
the unplanned plan, continues.
di 2013 kemarin saya mencoba untuk hidup lebih santai dengan tidak terlalu berencana dan tidak terlalu berharap. dijalanin aja. dan ternyata, alhamdulillah semuanya justru lebih menyenangkan dan lebih mengejutkan. karena itu di 2014 ini resolusi saya adalah to have the unplanned plan continues.
animo tahun baru dan segala sesuatunya yang baru, buat saya datang lebih awal. tepatnya di awal desember. karena kebetulan saya dan suami sama-sama berhenti dari pekerjaan dan benar-benar menghabiskan waktu berdua juggling urusan rumah tangga bersama. mulai dari anter-jemput kakak titan, mandiin adek luna, beberes rumah, cita-cita kita sih pengen liburan panjang. berhenti dari kemacetan jakarta dan sumpah serapah kapitalis. tapi apa daya, hampir seluruh desember dihabiskan dengan penyakit yang bergiliran melanda orang-orang di rumah. mulai dari kakak titan yang panas, bubu-bunda yang flu berat tak berkesudahan, luna demam tinggi berulang dan masuk UGD lalu kembali ke demam si kakak. rasanya kesel banget. pengen marah sama diri sendiri, kenapa saat sudah risain kok ya malah pada sakit. akhirnya, setelah kakak titan menghabiskan seminggu waktu liburannya di ranjang karena demam yang enggak jelas dan mulai membaik, kita pun memutuskan untuk pergi berlibur ke yogya - solo naik mobil.
absurd? memang.
naek mobil bawa anak baru sembuh dan bayi umur 5 bulan yang lagi teething was totally challenging and beyond my sanity yang biasanya segala sesuatu itu harus dengan perencanaan matang. this time, it was totally unplanned and it happened. rencana ke solo pun sebenernya kejadian karena kita enggak dapat penginapan di yogya saat tahun baru. dan, konfirmasi dapat kamar penginapan di kedua kota baru dapat hari minggu jam 3 siang padahal kita rencana berangkat hari senin pagi. jadi hari minggu itu semuanya berjalan paralel antara ngecek kelayakan mobil, cari penginapan dan crazy packing. sekali lagi, tanpa harapan (lebih tepatnya takut 'ngarep' sih). dan alhamdulillah, semuanya bersinergi dan hari senin kita cus ke Solo dan menghabiskan waktu 17,5 jam di jalan dengan menyenangkan.
just do.
pelajaran lain yang saya dapat di akhir tahun 2013 ini dan masih akan saya adopsi di 2014, adalah untuk terus berbuat sesuatu. berbuat dulu, mikirnya nanti. dan ini juga yang kejadian dengan Bebikinan hahaha. gara-gara iseng bikin samples eh malah jadi banyak yang pesan dan jadi diseriusin. yang di plan lama malah enggak jalan-jalan ... sigh.
feeling happier when i can do for others too.
2012 adalah kali pertama aku donor darah. 2013 absen donor lagi karena hamil. awal 2014 ini kali pertama mendonor asi.
awalnya sih karena merasa freezer udah kepenuhan dengan timbunan asi yang hampir tidak dipakai lagi karena sekarang sudah menyusui langsung. akhirnya didonorkan aja satu rak yang isinya kurang lebih ada 29 botol yang totalnya kira-kira 2,9 liter asi. si penerima (yang pertama nelfon enggak lama setelah ngeblast message di path) namanya dina. anaknya umur 2 bulan dan ibunya stress berat karena harus anter-jemput kakaknya yang sekolah di tk kepompong kemang, sementara rumahnya di ciputat (oh well, ya iya jauh sih). akhirnya si ibu pun stress berat dan enggak bisa mompa banyak.
sambil nunggu asi diambil, enggak terasa gue menjalani kegiatan bersih-bersih rumah sambil nyanyi-nyanyi. rasanya kok seneng ya. dan hari itu juga, sore hari, suaminya datang menjemput asi dengan membawa thermal bag yang cukup besar. ndelalah, ternyata si suami mantan anak industri iklan juga hahaha! abis itu, dina whatsapp2an sama aku tanya2 rahasia asi banyak. ternyata setelah dia menerima kedua puluh sembilan botol itu, dia jadi termotivasi lagi untuk mompa karena senang bolak balik freezer isinya setengah penuh.
well, ... i somehow have another daughter on the other spot of the region. kan konon yang minum asi dari ibu yang sama menjadi saudara sepersusuan.
so yeah, ... dua ribu empat belas sudah dua belas hari berlalu. inshaa allah, tetap optimis. oh, cuma pengen satu hal yang belum kejadian sih. pengen waktu bergulir lebih lama. supaya kalo mandi, bisa sempet nyikat-nyikat gitu sambil nyanyi. bisa makan santai sambil nonton tv. bisa bikin camilan di sore hari. can i can i can i? can laaaa... and one more thing, i wish healthy life for the whole universe.
amien!
percakapan malam ini sebelum bobok.
T: nda, nanti kalau titan sudah besar gimana bajunya sudah enggak muat lagi
B: ya beli yang baru, yang muat sama badannya titan
T: tapi titan enggak punya uang
B: inshaa allah, bunda beliin. i will take care of you
T: tapi kalau titan mau kerja gimana? masa pake baju kecil?
B: oh, tenang. nanti bunda modalin deh buat hari pertama titan kerja. kemeja yang bagus, sepatu mengkilap, celana panjang, itu kalau titan kerja formal. atau nanti kita bisa juga pilih baju yang lain.
T: nanti kalau enggak muat gimana?
B: ya diukur dong
T: titannya berarti harus ikut ya waktu bunda beli
B: percaya deh, titan enggak ikut pun, bunda tahu ukuran badan titan.
another absurd convo and I did not know where the conversation was going. either he got worry about the future or simply delaying bed time routines.
one thing for sure, Malicca.
i will take care of you as long as i live.
T: nda, nanti kalau titan sudah besar gimana bajunya sudah enggak muat lagi
B: ya beli yang baru, yang muat sama badannya titan
T: tapi titan enggak punya uang
B: inshaa allah, bunda beliin. i will take care of you
T: tapi kalau titan mau kerja gimana? masa pake baju kecil?
B: oh, tenang. nanti bunda modalin deh buat hari pertama titan kerja. kemeja yang bagus, sepatu mengkilap, celana panjang, itu kalau titan kerja formal. atau nanti kita bisa juga pilih baju yang lain.
T: nanti kalau enggak muat gimana?
B: ya diukur dong
T: titannya berarti harus ikut ya waktu bunda beli
B: percaya deh, titan enggak ikut pun, bunda tahu ukuran badan titan.
another absurd convo and I did not know where the conversation was going. either he got worry about the future or simply delaying bed time routines.
one thing for sure, Malicca.
i will take care of you as long as i live.
perasaan itu, masih tetap sama.
Baru enam tahun menjadi ibu. Baru lima bulan lebih jadi ibu beranak dua. Belum pernah ada perasaan yang lain kalau anak-anak sakit. Rasanya cuma satu. Sedih. Tabiatnya pun cuma satu. Panik. Maunya cepet-cepet ke dokter. Kalau kenapa-kenapa maunya langsung SMS dokter, jam empat pagi sekalipun. Syukurlah punya kakak ipar dokter dan dokternya anak-anak juga selalu ngebales walaupun di-SMS di jam-jam 'aneh' sekalipun.
Untuk kasus Luna kemarin, saya paniknya bukan kepalang saat dia demam tinggi berulang. Berbagai hipotesa lalu-lalang di kepala, padahal punya ilmu kedokteran juga enggak. Enggak tidur (itu sih biasa ya, namanya juga punya bayi dan pekerja iklan) dan stress membuat saya merasa masuk angin keesokan harinya. Pusing bukan kepalang. Muntah-muntah. Kerokan tanpa hasil gemilang kepala ces pleng. Dan ternyata setelah di cek, ... ya ampun saya mendadak darah tinggi! 139 / 97 itu hitungannya sangat tinggi bagi saya yang biasanya 100 / 67.
Sekarang, setelah sebulan virus flu-demam itu muter-muter di rumah, ndelalah balik lagi ke Titan. Sampe bingung gimana harus memutus rantainya.
Kalau ditilik ke belakang, saya bingung apa yang salah. Kayanya udah melakukan segala yang terbaik yang saya bisa, terutama untuk Titan yang (menurut saya) sering sakit. Titan sampe punya tiga dokter. Dokter Noenoeng Rahajoe sp.A untuk alerginya, Dr. Widodo Judarwanto untuk picky eating habitnya dan Dr. Rossie di RS. Gandaria untuk regular check-ups. Tapi ya tetap aja, ... tetap panik dan tetap sedih banget kalau dia sakit seperti sekarang ini.
Kadang saya berpikir, apa karena dulu waktu hamil Titan ada virus Rubella dan CIMV di tubuh saya sehingga dokter harus memberi booster daya tahan tubuh selama hamil. Titan memang lahir sehat, kuat dan tidak pernah sakit pada awalnya. Pertama kali sakit saat Titan berumur 8 bulan, jauh banget sama Luna yang demam pertama kali di usia hampir 5 bulan. Tapi setelah Titan lahir dan saya tidak lagi mengkonsumsi obat itu, baru terasa bahwa sepertinya daya tahan tubuh Titan kurang baik.
Titan, Titan kenapa Bunda udah enggak kerja eh malah jadi lebih sering sakit?
Enggak tahu Nda, Titan juga enggak pengen sakit. Titan tau sakit itu ngerepotin Bunda.
Bukan itu. Jadi orang tua memang harus mau repot dan Bunda enggak keberatan untuk jadi repot. Tapi kan yang kasian badannya Titan sendiri, setiap kali mau besar eh enggak jadi karena sakit. Makanya harus makan yang bener, jangan pilih-pilih.
Ah, ... jadi sedih. Lagi sakit aja, anakku itu masih bisa berempati sama Bundanya ini.
Cepet sembuh ah, Nak. Ini kan liburan, masa sakit?
Kasian tu papan tulisnya sendirian aja enggak ada yang gambarin.
Oke? Sehat ya, Nak!
Untuk kasus Luna kemarin, saya paniknya bukan kepalang saat dia demam tinggi berulang. Berbagai hipotesa lalu-lalang di kepala, padahal punya ilmu kedokteran juga enggak. Enggak tidur (itu sih biasa ya, namanya juga punya bayi dan pekerja iklan) dan stress membuat saya merasa masuk angin keesokan harinya. Pusing bukan kepalang. Muntah-muntah. Kerokan tanpa hasil gemilang kepala ces pleng. Dan ternyata setelah di cek, ... ya ampun saya mendadak darah tinggi! 139 / 97 itu hitungannya sangat tinggi bagi saya yang biasanya 100 / 67.
Sekarang, setelah sebulan virus flu-demam itu muter-muter di rumah, ndelalah balik lagi ke Titan. Sampe bingung gimana harus memutus rantainya.
Kalau ditilik ke belakang, saya bingung apa yang salah. Kayanya udah melakukan segala yang terbaik yang saya bisa, terutama untuk Titan yang (menurut saya) sering sakit. Titan sampe punya tiga dokter. Dokter Noenoeng Rahajoe sp.A untuk alerginya, Dr. Widodo Judarwanto untuk picky eating habitnya dan Dr. Rossie di RS. Gandaria untuk regular check-ups. Tapi ya tetap aja, ... tetap panik dan tetap sedih banget kalau dia sakit seperti sekarang ini.
Kadang saya berpikir, apa karena dulu waktu hamil Titan ada virus Rubella dan CIMV di tubuh saya sehingga dokter harus memberi booster daya tahan tubuh selama hamil. Titan memang lahir sehat, kuat dan tidak pernah sakit pada awalnya. Pertama kali sakit saat Titan berumur 8 bulan, jauh banget sama Luna yang demam pertama kali di usia hampir 5 bulan. Tapi setelah Titan lahir dan saya tidak lagi mengkonsumsi obat itu, baru terasa bahwa sepertinya daya tahan tubuh Titan kurang baik.
Titan, Titan kenapa Bunda udah enggak kerja eh malah jadi lebih sering sakit?
Enggak tahu Nda, Titan juga enggak pengen sakit. Titan tau sakit itu ngerepotin Bunda.
Bukan itu. Jadi orang tua memang harus mau repot dan Bunda enggak keberatan untuk jadi repot. Tapi kan yang kasian badannya Titan sendiri, setiap kali mau besar eh enggak jadi karena sakit. Makanya harus makan yang bener, jangan pilih-pilih.
Ah, ... jadi sedih. Lagi sakit aja, anakku itu masih bisa berempati sama Bundanya ini.
Cepet sembuh ah, Nak. Ini kan liburan, masa sakit?
Kasian tu papan tulisnya sendirian aja enggak ada yang gambarin.
Oke? Sehat ya, Nak!
Hari Ibu
Reason or Excuse?
T: bunda, titan boleh bikin teh manis?
M: boleh, sayang.
T: *ambil gelas besar*
M: lho, gelas titan mana?
T: ada, di atas
M: dipakai lagi aja, jangan ganti-ganti gelas terus biar enggak banyak cucian piring
T: tapi gelasnya ada airnya
M: ya diambil, dipake lagi.
T: tapi ada airnya.
M: air putih?
T: iya, titan enggak suka ada air putihnya.
M: kamu mau buat apa?
T: teh manis
M: emang teh manisnya Titan nanti enggak dicampur air putih?
T: hmmm *mikir* ... dicampurlah Nda, kalau enggak nanti pahit.
M: kalau begitu air putihnya yang di dalam gelas di atas aja.
T: hmmm... iya juga yah. Tapi Titan enggak mau, Nda.
M: kenapa?
T: nggak mau, gelasnya basah.
M: lho, emang nanti titan ambil gelas baru, isi air teh, isi gula, isi air putih hangat, gelasnya enggak basah?
T: hmmm... iya juga sih
T: tapi titan enggak mau, Nda. Yang di atas itu gelasnya kecil, Titan pengennya gelas yang ini, besar, jadi teh manisnya banyak.
M: nah, kalau itu alasannya, baru tepat. Ya udah, sekarang tolong bantu Bunda ambil gelasnya, taruh di tempat cucian piring dan baru Titan bikin teh pakai gelas yang baru; yang lebih besar.
and off he went.
Panjaaaaaaaaaang!
But I learnt:
bahwa anak-anak itu enggak bisa menyampaikan alasan. Mereka belum bisa menjawab 'kenapa'. Cuma tahu konsep enak dan enggak enak, cuma tahu mana yang dimauin dan mana yang enggak dimauin.
Salah satu tugas kita orang tua untuk ngajarin bagaimana mencari alasan yang tepat, enggak dibuat-buat, dan yang paling penting: alasan jujur.
M: boleh, sayang.
T: *ambil gelas besar*
M: lho, gelas titan mana?
T: ada, di atas
M: dipakai lagi aja, jangan ganti-ganti gelas terus biar enggak banyak cucian piring
T: tapi gelasnya ada airnya
M: ya diambil, dipake lagi.
T: tapi ada airnya.
M: air putih?
T: iya, titan enggak suka ada air putihnya.
M: kamu mau buat apa?
T: teh manis
M: emang teh manisnya Titan nanti enggak dicampur air putih?
T: hmmm *mikir* ... dicampurlah Nda, kalau enggak nanti pahit.
M: kalau begitu air putihnya yang di dalam gelas di atas aja.
T: hmmm... iya juga yah. Tapi Titan enggak mau, Nda.
M: kenapa?
T: nggak mau, gelasnya basah.
M: lho, emang nanti titan ambil gelas baru, isi air teh, isi gula, isi air putih hangat, gelasnya enggak basah?
T: hmmm... iya juga sih
T: tapi titan enggak mau, Nda. Yang di atas itu gelasnya kecil, Titan pengennya gelas yang ini, besar, jadi teh manisnya banyak.
M: nah, kalau itu alasannya, baru tepat. Ya udah, sekarang tolong bantu Bunda ambil gelasnya, taruh di tempat cucian piring dan baru Titan bikin teh pakai gelas yang baru; yang lebih besar.
and off he went.
Panjaaaaaaaaaang!
But I learnt:
bahwa anak-anak itu enggak bisa menyampaikan alasan. Mereka belum bisa menjawab 'kenapa'. Cuma tahu konsep enak dan enggak enak, cuma tahu mana yang dimauin dan mana yang enggak dimauin.
Salah satu tugas kita orang tua untuk ngajarin bagaimana mencari alasan yang tepat, enggak dibuat-buat, dan yang paling penting: alasan jujur.
Here, now
1:21 am and wide-awake.
Sleepy, but there is this feeling that I am feeling and I still want to enjoy every second of it.
The "now-what?" or "what's next" question that is no longer haunting me, unlike yesterday.
The "I do not know" answer that I used to hate and now has become my favourite one.
I am feeling fuzzy and content at the same time and I am so much enjoying it I cannot believe and keep asking "how did I get to this point?'
I feel overwhelmed of my resignation. Yes, after 13 years working in the industry.
Today is my last day working in the office and I sealed the day with a quick-but-cute mom & son date over ice tea and Malayan toasts.
Yeah, ... how did I get this point? I think these might be the answers.
I am not alone.
I am blessed with a loving husband who can make me feel secure about life and my day-to-day mayhem. He taught me life is not about who-do-what, but a let's-do-something-about-it-spirit instead. So when I told him my intention to resign, he said "Then do it."
When life is not a solid rock but a rhythm we dance and we can do adjustment at anytime.
I asked him "What if's?" he said "Just try it first. If it fails, then we can discuss it again."
We live based on priority.
We avoid malls and unnecessary tangibles. We invested on education and renovated the house to have activity room so we can have better quality time for the family. We lessen watch the TV and do a family project instead. Hence, we can save more money and I feel secure about my resignation.
Carefully do the math.
To do the math of living, it is important for me to know myself. To know what I am doing and why.
Not so long ago, there was a point when I asked myself "What the hell am I doing here where I can be way more useful in some other place?" The point when I realise I have been too much working-on life and not living it instead.
Well,
I think those are the points that has led me to this point, and I am so grateful.
For my life now.
For what happened in the past.
For the people I love, ... and they simply love me back.
Sleepy, but there is this feeling that I am feeling and I still want to enjoy every second of it.
The "now-what?" or "what's next" question that is no longer haunting me, unlike yesterday.
The "I do not know" answer that I used to hate and now has become my favourite one.
I am feeling fuzzy and content at the same time and I am so much enjoying it I cannot believe and keep asking "how did I get to this point?'
I feel overwhelmed of my resignation. Yes, after 13 years working in the industry.
Today is my last day working in the office and I sealed the day with a quick-but-cute mom & son date over ice tea and Malayan toasts.
Yeah, ... how did I get this point? I think these might be the answers.
I am not alone.
I am blessed with a loving husband who can make me feel secure about life and my day-to-day mayhem. He taught me life is not about who-do-what, but a let's-do-something-about-it-spirit instead. So when I told him my intention to resign, he said "Then do it."
When life is not a solid rock but a rhythm we dance and we can do adjustment at anytime.
I asked him "What if's?" he said "Just try it first. If it fails, then we can discuss it again."
We live based on priority.
We avoid malls and unnecessary tangibles. We invested on education and renovated the house to have activity room so we can have better quality time for the family. We lessen watch the TV and do a family project instead. Hence, we can save more money and I feel secure about my resignation.
Carefully do the math.
To do the math of living, it is important for me to know myself. To know what I am doing and why.
Not so long ago, there was a point when I asked myself "What the hell am I doing here where I can be way more useful in some other place?" The point when I realise I have been too much working-on life and not living it instead.
Well,
I think those are the points that has led me to this point, and I am so grateful.
For my life now.
For what happened in the past.
For the people I love, ... and they simply love me back.
#bebikinan weekend
Akhir minggu ini kita sekeluarga full bebikinan. projectnya titan untuk merakit mobil pengasih uwaknya udah dimulai dari malam-malam sebelumnya. Hari sabtu pagi digeber supaya selesai dan ... voila ... jadilah mobil kuno yang bundanya ini enggak tahu apa namanya.
Project bubu dimulai dari Sabtu siang setelah mobil-mobilan titan selesai. Terus terang, projectnya bubu ini emang paling lucu diantara project lainnya. Dia pengen banget bikin reversible baby booties buat adek Luna.
Dan emejing, ... akhirnya jadi juga! Bundanya ini sampe minder. Sayangnya, kita enggak punya bahan motif lain untuk pendampingnya, jadi enggak terlalu keliatan bicolor deh.
Sementara itu, bundanya bikin lasagna aja.
Seperti biasa, dengan resep kira-kira. Not bad lah ....
Project bubu dimulai dari Sabtu siang setelah mobil-mobilan titan selesai. Terus terang, projectnya bubu ini emang paling lucu diantara project lainnya. Dia pengen banget bikin reversible baby booties buat adek Luna.
Dan emejing, ... akhirnya jadi juga! Bundanya ini sampe minder. Sayangnya, kita enggak punya bahan motif lain untuk pendampingnya, jadi enggak terlalu keliatan bicolor deh.
Sementara itu, bundanya bikin lasagna aja.
Seperti biasa, dengan resep kira-kira. Not bad lah ....
![]() |
| Briefing awal |
![]() |
| Voila! |
![]() |
| Menjahit ala bubu, tetep gadgety |
![]() |
| Ta Daaaaa! |
![]() |
| She's loving it |
![]() |
| Nom nom nom |
The grand grateful
Malicca,
If I can be jealous of you, having grannies is one of thing I am jealous of.
Because I did not have the chance of knowing them like you know your grannies: my parents.
They are great parents. And as you know, they are also great grannies.
Your grandfather taught me how to ride a bike, how to climb the tree, to go fishing, to swim, to drive a car, just like the way he taught you the same things the other days.
Your grandfather stood by me all my life, taught me to be a strong girl and a strong woman when no one near. He taught me to be a strong man at the same time. He taught me to be tough, even when I was left behind. He taught me that I never alone. Just like what he did to you. The one you looked for when you got wounded, the one who fixed your toys, the one who always around for urgent calls or just to get you to school or pick you up from school. The one who taught us there are greater things above us.
"You are my daughter. You have to be strong! When someone cannot make the call, you do the call." He said one day, to me.
How about my mother? Yes, the one you called Nini. The one who dedicated all her life for her family and her children's family. The one you can always count on when I am not around. The one who cooks you delicious food just like how she cooked for me when I was your age. The one who told you to get a bath, screaming just like what she did to me back then.
"Jadi perempuan itu, harus punya mental daging. Bukan mental tempe yang gampang dikuyo-kuyo dan diremek-remek. Kalau punya pacar, bayar sendiri. Kalau bisa, kamu yang bayarin. Tunjukkin kalau kamu punya harga diri, bukan perempuan kacangan yang gampang dikasih-kasih" She said to me when I was a child.
Can you close your eyes and imagine your life without them?
Trust me,
I know the feeling and it is not nice.
Having grannies are all about having your super heroes come to life.
The place you can run to when you hate your parents. Yes, it happens sometimes right?
The all-you-can-have buffet when your parents do not give what you want. Right?
The one who sneakily bought you Fox candies, donuts or Slurpee when I am not around. Right?
*smile*
Someday, they will only be memories you can only remember.
And by that time, you will realise how grateful you are for having the chance to have grannies.
If I can be jealous of you, having grannies is one of thing I am jealous of.
Because I did not have the chance of knowing them like you know your grannies: my parents.
They are great parents. And as you know, they are also great grannies.
Your grandfather taught me how to ride a bike, how to climb the tree, to go fishing, to swim, to drive a car, just like the way he taught you the same things the other days.
Your grandfather stood by me all my life, taught me to be a strong girl and a strong woman when no one near. He taught me to be a strong man at the same time. He taught me to be tough, even when I was left behind. He taught me that I never alone. Just like what he did to you. The one you looked for when you got wounded, the one who fixed your toys, the one who always around for urgent calls or just to get you to school or pick you up from school. The one who taught us there are greater things above us.
"You are my daughter. You have to be strong! When someone cannot make the call, you do the call." He said one day, to me.
How about my mother? Yes, the one you called Nini. The one who dedicated all her life for her family and her children's family. The one you can always count on when I am not around. The one who cooks you delicious food just like how she cooked for me when I was your age. The one who told you to get a bath, screaming just like what she did to me back then.
"Jadi perempuan itu, harus punya mental daging. Bukan mental tempe yang gampang dikuyo-kuyo dan diremek-remek. Kalau punya pacar, bayar sendiri. Kalau bisa, kamu yang bayarin. Tunjukkin kalau kamu punya harga diri, bukan perempuan kacangan yang gampang dikasih-kasih" She said to me when I was a child.
Can you close your eyes and imagine your life without them?
Trust me,
I know the feeling and it is not nice.
Having grannies are all about having your super heroes come to life.
The place you can run to when you hate your parents. Yes, it happens sometimes right?
The all-you-can-have buffet when your parents do not give what you want. Right?
The one who sneakily bought you Fox candies, donuts or Slurpee when I am not around. Right?
*smile*
Someday, they will only be memories you can only remember.
And by that time, you will realise how grateful you are for having the chance to have grannies.
![]() |
| You and Aki |
![]() |
| Nini and her sister |
Malicca's snack box
Walaupun sebenernya Titan udah dapet snack pagi dan lunch di sekolah, sebagai program penyesuaian berat badan (baca: usaha biar berat badan naik) aku selalu bawain dia snack khusus untuk dimakan selama perjalanan pulang naik school bus. Dulu, snacknya suka dimintain sama anak-anak lain. Karena itu aku suka bawain agak banyak atau potongan yang lebih kecil untuk teman-temannya itu. Tapi sekarang, kalau denger ceritanya sih katanya udah jarang dimintain. Kalaupun iya, pasti jadi tukeran makanan.
Good boy! :)
Dulu-dulu, snack box Titan isinya cuma roti tawar isi berbagai selai atau telur atau siomay frozen yang tentunya sudah dihangatkan paginya. Beberapa waktu terakhir ini, agak lebih pengen usaha bisa bawain yang lucu-lucu. Walau kadang, enggak semuanya dimakan sih. Pernah aku bawain petite biskuit yang dibuat dari biskuit Ritz, cheese cubesnya The Laughing Cow plus raspberry on the top. Semuanya disusun seperti menara trus ditusuk pakai tusuk gigi yang ditempel bendera kecil. Eh, ... gak dimakan aja loh! Kan kan, akhirnya emaknya ini deh yang menggendut dan jadi memamah biak.
Setelah beberapa hari 'ngambek' gak mau bikin macem-macem, beberapa hari ini 'kumat' lagi pengen bikin yang lucu-lucu. Lumayan, bisa konsisten selama seminggu.
Menu pertama, french toast dan strawberry with salted caramel sauce dip.
Menu ke dua, roti gulung goreng isi sosis + mozarella, buah pepaya & Fruity Loops
Menu ke tiga, roti pizza panggang tabur keju, bonus sosis goreng dan buah pear.
Menu ke empat, panekoek isi nutella, selai strawberry + buah pear dan Fruity Loops.
Semuanya plus susu coklat kecil
Bismillah, semoga semuanya masuk ke perut, ke pembuluh darah, ke organ-organ penting, ke otak, bisa jadi anak sehat dan pintar ya, Nak. Insya Allah halal :)
Kalau bebikinan bekal gini, sebenarnya aku jadi ingat dulu waktu kecil si mamah selalu 'niat' bawain aku bekal ke sekolah. Karena mamah selalu bangun pagi, minimal isi snack box aku tuh panekoek gulung isi vla coklat. Yummmmm! Kalau lagi rajin, suka dibikinin dari malam sebelumnya apakah itu lontong, pastel, panada, kroket, macaroni schotel goreng atau donat. So, yeah ... preparing Titan's snack box is a kind of reminiscing the wonderful moments of my childhood that I try to reflect on Titan's.
*Pastel heart*
Looking through
Who are the significant people in your kid's life?
Who runs the house according to their eyes?
How do they see you?
Well, despite of what they say, we can actually look through their perception through their drawings.
I did not pay attention in the first place. But then I kind of see the same pattern every time Titan draw our family portrait. Then I browse and browse and browse about how to interpret children's drawings.
Do you see what I see?
I think, I dominate his life. And I do not know whether it is good or bad. As you can see, I always be the biggest figure amongst the rest of the family. Even though I was drawn alone, he always put me the crown and sat me on a throne. But I love the fact that he always draw himself beside me *pastel heart*
Who runs the house according to their eyes?
How do they see you?
Well, despite of what they say, we can actually look through their perception through their drawings.
I did not pay attention in the first place. But then I kind of see the same pattern every time Titan draw our family portrait. Then I browse and browse and browse about how to interpret children's drawings.
Do you see what I see?
I think, I dominate his life. And I do not know whether it is good or bad. As you can see, I always be the biggest figure amongst the rest of the family. Even though I was drawn alone, he always put me the crown and sat me on a throne. But I love the fact that he always draw himself beside me *pastel heart*
To my satellites
To your sister, I am her Earth.
To you, I am your Saturn.
The mother nature says you both are circling around me.
But in fact, you two are my gravities.
That keep me on my orbital lapse,
and live.
Together we cruise the universe.
To my children
Most people don't want to admit it, but face it: we all grow up to be like our parents, in one way or another. This is very true.
To my children, don't get too hard on your Bunda yah.
And you two should read this :)
To my children, don't get too hard on your Bunda yah.
And you two should read this :)
Bunda Ikutan Sekolah
Belajar dari pengalaman tahun lalu, paling enggak ada dua event di sekolah Titan yang memerlukan bantuan orang tua untuk ikutan kontribusi. Pertama yaitu multicultural week event dan yang ke dua yaitu bussiness day event. Dua-duanya di kuartal genap, jadi bisa dibilang paling enggak enam bulan sekali lah ibu-ibu atau bapak-bapaknya harus ikutan rempong dengan kegiatan anak-anak ini.
Multicultural week adalah event besar yang paling banyak membutuhkan bantuan kordinasi orang tua atau bahkan hands-on langsung untuk kelangsungan acara. Karena event ini memang bener-bener berlangsung selama seminggu. Dimulai dengan hari pertama yang dimulai dengan touring ke kelas lain (ceritanya jalan-jalan keliling Indonesia atau keliling dunia) dimana masing-masing kelas sudah siap dengan tema masing-masing. Iya, salut sama guru-gurunya yang sudah menyiapkan segala sesuatunya. Hari ke dua, acara biasanya difokuskan di kelas masing-masing dengan memanggil guest speaker yang berbicara tentang tema daerah kelas tersebut. Selain itu, juga ada potluck makanan khas daerah, jadi setiap anak bisa mencicipi makanan khas daerah masing-masing. Rangkaian acara multicultural week ini biasanya ditutup dengan performance anak-anak dan exhibition.
Tahun lalu, aku masih Shipa (sekolah high scope indonesia parents association) newbie, jadi tugasnya enggak terlalu berat. Cuma disuruh ambil kue yang sudah dipesan di pasar. Yeay! Segeralah kukirim abang ojek untuk jemput kue talam dan pudding mangga, karena saat itu kebetulan kelasnya Titan kebagian negara Thailand. Soal kostum performance, Alhamdulillah sudah dibantu sama ibu kordinator kelas *senyum lebar*
Kira-kira enam bulan kemudian, hadirlah event yang ke dua; business day dimana event ini merupakan role play kelas menjadi sebuah perusahaan. Tahun lalu, temanya adalah Summer. Titan kebagian untuk menjual makanan yang segar-segar. Biar enggak terlalu repot, akhirnya aku memutuskan untuk membuat puding saja. Itupun bikin packagingnya dibantuin sama temen-temen di kantor, hehehe. Lumayan laku, cuma sisa 3 dari 20 gelas pudding yang disiapkan. Perusahaan anak-anak ini ternyata mengalami keuntungan besar. Seneng deh, mereka sampai bisa main ke Lollipop di Gandaria City, pesan Pizza delivery ke sekolah (ih, gaya banget deh) dan masing-masing masih bisa membawa pulang uang tunai sebesar dua puluh ribu rupiah sebagai sisa keuntungan. Seru yaaa! Walaupun yang beli ya... para orang tua di kelas juga sih hahaha. Tapi lucu aja melihat antusias mereka. Titan juga cerita, karena puddingnya sisa tiga gelas dan pengunjung enggak juga membeli sampai sore, akhirnya dia berinisiatif untuk menjajakan dagangannya keliling-keliling sampai akhirnya dagangannya habis hahaha....
Nnnah, tahun ini, dalam rangka event multicultural week aku kedapetan tugas untuk menghias meja display makanan daerah Aceh. Yang ternyat, ... agak susah juga ya. Enggak terlalu familiar dengan makanan dan pernak-pernik Aceh. Orang tua yang lain juga sibuk ngurusin sewa kostum, fitting kostum dan bolak-balik permak yang kebesaran atau kekecilan. Dan bukan cuma para orang tua aja, anak-anak juga sibuk nyiapin performance mereka. Sudah beberapa bulan ini lagu Bungong Jeumpa berkumandang di rumah. Juga tepukan-tepukan tari Saman. Preferensi gambar Titan juga bergeser, dari yang tadinya suka gambar rumah Kakek UP jadi suka gambar rumah panggung khas Aceh hihihi.
Di hari Minggu yang indah ini, saat anak-anak masih asyik terlelap akhirnya aku bisa mencicil pernak-pernik yang dibutuhin di meja display nanti. Semoga aja event yang bakal digelar lima hari lagi bisa sukses. Doain ya!
The 'D' day
Performancenya sendiri malah kelupaan difoto saking terkesimanya :)
Kita tunggu foto dan DVD dari sekolah aja yaaa :)
Multicultural week adalah event besar yang paling banyak membutuhkan bantuan kordinasi orang tua atau bahkan hands-on langsung untuk kelangsungan acara. Karena event ini memang bener-bener berlangsung selama seminggu. Dimulai dengan hari pertama yang dimulai dengan touring ke kelas lain (ceritanya jalan-jalan keliling Indonesia atau keliling dunia) dimana masing-masing kelas sudah siap dengan tema masing-masing. Iya, salut sama guru-gurunya yang sudah menyiapkan segala sesuatunya. Hari ke dua, acara biasanya difokuskan di kelas masing-masing dengan memanggil guest speaker yang berbicara tentang tema daerah kelas tersebut. Selain itu, juga ada potluck makanan khas daerah, jadi setiap anak bisa mencicipi makanan khas daerah masing-masing. Rangkaian acara multicultural week ini biasanya ditutup dengan performance anak-anak dan exhibition.
Tahun lalu, aku masih Shipa (sekolah high scope indonesia parents association) newbie, jadi tugasnya enggak terlalu berat. Cuma disuruh ambil kue yang sudah dipesan di pasar. Yeay! Segeralah kukirim abang ojek untuk jemput kue talam dan pudding mangga, karena saat itu kebetulan kelasnya Titan kebagian negara Thailand. Soal kostum performance, Alhamdulillah sudah dibantu sama ibu kordinator kelas *senyum lebar*
![]() |
| Sawadikaa! |
Kira-kira enam bulan kemudian, hadirlah event yang ke dua; business day dimana event ini merupakan role play kelas menjadi sebuah perusahaan. Tahun lalu, temanya adalah Summer. Titan kebagian untuk menjual makanan yang segar-segar. Biar enggak terlalu repot, akhirnya aku memutuskan untuk membuat puding saja. Itupun bikin packagingnya dibantuin sama temen-temen di kantor, hehehe. Lumayan laku, cuma sisa 3 dari 20 gelas pudding yang disiapkan. Perusahaan anak-anak ini ternyata mengalami keuntungan besar. Seneng deh, mereka sampai bisa main ke Lollipop di Gandaria City, pesan Pizza delivery ke sekolah (ih, gaya banget deh) dan masing-masing masih bisa membawa pulang uang tunai sebesar dua puluh ribu rupiah sebagai sisa keuntungan. Seru yaaa! Walaupun yang beli ya... para orang tua di kelas juga sih hahaha. Tapi lucu aja melihat antusias mereka. Titan juga cerita, karena puddingnya sisa tiga gelas dan pengunjung enggak juga membeli sampai sore, akhirnya dia berinisiatif untuk menjajakan dagangannya keliling-keliling sampai akhirnya dagangannya habis hahaha....
![]() |
| Cocktail Pudding |
![]() |
| The Summer Fun company dessert section |
Nnnah, tahun ini, dalam rangka event multicultural week aku kedapetan tugas untuk menghias meja display makanan daerah Aceh. Yang ternyat, ... agak susah juga ya. Enggak terlalu familiar dengan makanan dan pernak-pernik Aceh. Orang tua yang lain juga sibuk ngurusin sewa kostum, fitting kostum dan bolak-balik permak yang kebesaran atau kekecilan. Dan bukan cuma para orang tua aja, anak-anak juga sibuk nyiapin performance mereka. Sudah beberapa bulan ini lagu Bungong Jeumpa berkumandang di rumah. Juga tepukan-tepukan tari Saman. Preferensi gambar Titan juga bergeser, dari yang tadinya suka gambar rumah Kakek UP jadi suka gambar rumah panggung khas Aceh hihihi.
Di hari Minggu yang indah ini, saat anak-anak masih asyik terlelap akhirnya aku bisa mencicil pernak-pernik yang dibutuhin di meja display nanti. Semoga aja event yang bakal digelar lima hari lagi bisa sukses. Doain ya!
![]() |
| Bendera Es Timun |
![]() |
| Aceh by K1/B |
![]() |
| The display amenities |
![]() |
| Rumah acak-acakan, tapi hati senang |
The 'D' day
Performancenya sendiri malah kelupaan difoto saking terkesimanya :)
Kita tunggu foto dan DVD dari sekolah aja yaaa :)
before bed time
One night, when baby luna was already sleeping, you and I had this conversation.
How's your day, malicca?
Just fine. Oh, ... what are your three happiness today, Bunda?
Hmmm... I am happy because you hugged me soon as I opened up the car's door as I got back from the office. I am happy because I am full, I ate a lot on lunch and dinner. And finally, I tried the famous Cronuts! What are your three happiness?
Oh, I am happy because you hugged me too! I am happy because I have no unfinished worksheets today. Yeay! I am happy because on PDR I made masjid Baitul Rahman with math materials in math center.
O, really? that was what you did on PDR?
Yes, Bunda. I made it with the blocks with Aria and Revatta.
Do you like your school?
Yes, I love my school.
Do you like going to school everyday?
Ah la la la la laaaa ... Nnnnoooooo hahahahaha
Why you don't like it?
Oooowh because the worksheets are soooo many, I have 3 unfinished worksheets.
Then if you can build your own school, how would you like it to be?
I want to build a school that has only PDR and PDR and PDR and PDR only. No veggies on lunch. Hahahaha ... that sounds fun, right?
Yes, that sounds fun.
But then muridnya would all be stupid. Cannot count, cannot read hahahaha
Do you think so?
Yes I think so. Look Bunda, the sky is so dark outside.
Yea... can you imagine the world without the sun? Can you imagine you have to go to school in dark like this? Can you imagine if there was no sunlight. No flower means no fruits. No grass means the cow cannot eat. Then the cows will die. No cheese, your favourite food. No chicken means no eggs. No rice means no nasi goreng, your favourite food too.
Oh nooo ... then we will die too!
*just a random chat before bed, a thing I love love love doing it*
PDR:
Plan - Do - Review, High Scope's teaching credo as you can read here
How's your day, malicca?
Just fine. Oh, ... what are your three happiness today, Bunda?
Hmmm... I am happy because you hugged me soon as I opened up the car's door as I got back from the office. I am happy because I am full, I ate a lot on lunch and dinner. And finally, I tried the famous Cronuts! What are your three happiness?
Oh, I am happy because you hugged me too! I am happy because I have no unfinished worksheets today. Yeay! I am happy because on PDR I made masjid Baitul Rahman with math materials in math center.
O, really? that was what you did on PDR?
Yes, Bunda. I made it with the blocks with Aria and Revatta.
Do you like your school?
Yes, I love my school.
Do you like going to school everyday?
Ah la la la la laaaa ... Nnnnoooooo hahahahaha
Why you don't like it?
Oooowh because the worksheets are soooo many, I have 3 unfinished worksheets.
Then if you can build your own school, how would you like it to be?
I want to build a school that has only PDR and PDR and PDR and PDR only. No veggies on lunch. Hahahaha ... that sounds fun, right?
Yes, that sounds fun.
But then muridnya would all be stupid. Cannot count, cannot read hahahaha
Do you think so?
Yes I think so. Look Bunda, the sky is so dark outside.
Yea... can you imagine the world without the sun? Can you imagine you have to go to school in dark like this? Can you imagine if there was no sunlight. No flower means no fruits. No grass means the cow cannot eat. Then the cows will die. No cheese, your favourite food. No chicken means no eggs. No rice means no nasi goreng, your favourite food too.
Oh nooo ... then we will die too!
*just a random chat before bed, a thing I love love love doing it*
PDR:
Plan - Do - Review, High Scope's teaching credo as you can read here
To my little artist
Titan suka sekali menggambar.
Dari dulu. Beberapa koleksi gambarnya bisa dilihat di sini.
Tapi kalau ditanya mau les apa enggak, jawabnya selalu "Enggak mau Nda, Titan kan udah bisa gambar."
Oke, deh!
Gambar pertama dia adalah obat nyamuk yang muter-muter dikasih roda dan dinamain 'Mobil Obat Nyamuk'.Untungnya, anaknya enggak suka coret-coret dinding. Walaupun dulu aku punya cita-cita ingin mempersembahkan satu dinding khusus yang bisa dia coret-coret trus nanti aku cat pakai cat bening supaya enggak kotor.
Tapi, kejadiannya lain. Karena baru tahun ini, setelah 6 tahun rumah ini berdiri dan dihuni, akhirnya lantai atas yang memang direncanakan jadi ruang bermain baru benar-benar officially kejadian. Tadinya, boro-boro ditidurin, diinjek lantainya aja enggak seminggu sekali. So, let alone of having his personal paraphernalia wall, kamar aja masih barengan di bawah :)
Karena itu, baru tahun inilah akhirnya kejadian Titan punya personal display wall sendiri. Dia seneng sekali. Dan bingung karena banyak yang mau dia tempel tapi spacenya cuma cukup untuk 8 display.
Melihat ini, aku jadi kepikiran untuk bikinin dia mini exhibition. Aku bisa bikinin undangan lucu-lucu untuk mengundang keluarga dan kerabat dekat sementara Titan mempersiapkan karyanya yang lebih bertema. Trus nanti kita kumpul di halaman belakang pakai tikar, dan karyanya digantung di tali jemuran. Trus nanti Titan bikin opening speech, terus menjelaskan masing-masing karyanya. Tentang cara buatnya, apa materinya, latar belakang ceritanya.
Ah, lucu!
Mau enggak ya, anaknya? Emaknya ini asyik-asyiiiik aja ngayal Hahaha!
Dari dulu. Beberapa koleksi gambarnya bisa dilihat di sini.
Tapi kalau ditanya mau les apa enggak, jawabnya selalu "Enggak mau Nda, Titan kan udah bisa gambar."
Oke, deh!
Gambar pertama dia adalah obat nyamuk yang muter-muter dikasih roda dan dinamain 'Mobil Obat Nyamuk'.Untungnya, anaknya enggak suka coret-coret dinding. Walaupun dulu aku punya cita-cita ingin mempersembahkan satu dinding khusus yang bisa dia coret-coret trus nanti aku cat pakai cat bening supaya enggak kotor.
Tapi, kejadiannya lain. Karena baru tahun ini, setelah 6 tahun rumah ini berdiri dan dihuni, akhirnya lantai atas yang memang direncanakan jadi ruang bermain baru benar-benar officially kejadian. Tadinya, boro-boro ditidurin, diinjek lantainya aja enggak seminggu sekali. So, let alone of having his personal paraphernalia wall, kamar aja masih barengan di bawah :)
Karena itu, baru tahun inilah akhirnya kejadian Titan punya personal display wall sendiri. Dia seneng sekali. Dan bingung karena banyak yang mau dia tempel tapi spacenya cuma cukup untuk 8 display.
Melihat ini, aku jadi kepikiran untuk bikinin dia mini exhibition. Aku bisa bikinin undangan lucu-lucu untuk mengundang keluarga dan kerabat dekat sementara Titan mempersiapkan karyanya yang lebih bertema. Trus nanti kita kumpul di halaman belakang pakai tikar, dan karyanya digantung di tali jemuran. Trus nanti Titan bikin opening speech, terus menjelaskan masing-masing karyanya. Tentang cara buatnya, apa materinya, latar belakang ceritanya.
Ah, lucu!
Mau enggak ya, anaknya? Emaknya ini asyik-asyiiiik aja ngayal Hahaha!
I loved my colour tone that day. But what I loved more was; for what I did.
Yes, I resigned for the second time for the same reason: to set up a new career at home while freelancing. Why the same reason? Well, sometimes you just have to try and reviewed your decision again and again to know which decision suits you best.
The first time I resigned from the giant multinational company Leo Burnett, it gave a little residue whether it was the right decision or not. Yet I tried to be a freelancer for four months and then decided to get hired for a permanent position a few months later. Of course, under the circumstances I thought I could deal with: 15 minutes distance from the house and school so I can easily get here and there, ... and well paid.
But apparently, a few things are only beautiful as a concept. Not in practice.
I have learnt that working is not only about getting money or fulfilling your passion. Yes it has to be on the checklists, but there is a thing beyond that. The feeling of how you can be useful to your beloved ones. And the reason of my resignation is more of how I can be more useful at this moment for my family. And at this very moment, I feel that I can be more useful at home.
But apparently, a few things are only beautiful as a concept. Not in practice.
I have learnt that working is not only about getting money or fulfilling your passion. Yes it has to be on the checklists, but there is a thing beyond that. The feeling of how you can be useful to your beloved ones. And the reason of my resignation is more of how I can be more useful at this moment for my family. And at this very moment, I feel that I can be more useful at home.
Today, as I gave the resignation letter, I felt ... relieved. Like it was the right thing. And after that, I did a creative review with the account service department and thought it was my best (and maybe my last) internal presentation during my working days in the company. I felt so alive, no burden, I cut whatever they say with buts. Then it makes me wonder how I love this field, being a creative in an advertising agency. The soul-free feeling, way from office politics. The perpetual dreamer who loves to be 'puk-puk' and easily got amused and bribed with snacks or comfort foods (well, all kinds of foods can actually comfort us). The loud voices and music bangs. A drink that eventually seal the day or a winning.
Yes, I kind of miss that. And I have been missing all that.
This little child in me doesn't want to get to work without playing anymore. Doesn't want to hold-up anymore.And I believe I have become too silencio. I have become a mature adult - a thing that creative advertising agencies forbid to have in their list.
This little child in me doesn't want to get to work without playing anymore. Doesn't want to hold-up anymore.And I believe I have become too silencio. I have become a mature adult - a thing that creative advertising agencies forbid to have in their list.
I might be aging. But today, I choose to play. To just stop and narrow down options in order to have another one wide opened.
Bismillah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Berserah atau Menyerah?
Qur'an Surat Maryam: 6 يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا ٦ yaritsunî wa yaritsu min âli ya‘qûba w...
-
It’s been years. Probably, … eight years. We never met, and I’d never wanted to come again after my last visit. But after weeks of considera...
-
Di suatu malam yang sunyi dan dingin, langit begitu gelap. Namun, ada seorang wanita yang tidak dapat terlelap. Dari semua mimpi yang tela...






.jpg)
.jpg)



























