Monday, June 08, 2009

Pulang

Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Lalu tanpa ba-bi-bu, ibu jariku mulai menari di atas keypad hibrida handphone dan walkman-ku.

When is your flight? Save flight, get well soon … jangan lupa pulang ya!

Dan tak berapa lama, ciptaan hibrida itu bergetar. Sebuah amplop muncul di permukaannya. Dengan sekali klik, amplop itu mudah sekali digelitik untuk membuka rahasia pengirimnya.

“Thanks, dear friend!”

Dan tiba-tiba Pikiranku pergi meninggalkan raganya. Ia menari dengan leluasa tanpa perlu merasa berdosa. Seperti biasa. Lalu kamu melesat secepat kilat ke ujung langit. Tanpa pamit. Dan meninggalkanku dalam kehampaan. Dalam ribuan kuadrat pertanyaan. Di saat yang sama, di ujung sana, kamu tersenyum ke arahku. “Dari sini, aku selalu bisa memandangmu.” Katamu, masih duduk santai di tepian bintang. Kecil, namun kamu begitu terang di langit malam yang tak lagi perawan. Tak ada lagi selaput kabut yang membatasi. Aku dan kamu.

Pulanglah, pikiranku.

Seperti dia yang kini pulang ke pelukan ibunya. Lalu ia bergelung dalam pelukan erat. Mendekap hangat. Menyusu. Kali ini tanpa nafsu. Mulutnya mencucu sambil mendengarkan irama detak jantung perempuan yang pernah meregang nyawa melahirkannya. Lalu tiba-tiba sesuatu yang hangat mengalir di kedua sudut matanya. Sama hangatnya dengan susu yang sedang mengalir di kerongkongannya. Kehangatan itu mendesis, mengiris-iris sepi di sekujur tubuhnya yang dingin. Terlalu lama diterpa angin. Bukan ia tak ingin pulang. Hanya saja, ia telah lama hilang.

Kenapa kamu inginkan aku pulang? Tanyamu. Masih sambil duduk santai di tepi bintang. Kelap-kelip di tengah gelapnya malam. Pulang. Artinya kembali ke sarang. Tempat dimana seharusnya aku atau kamu tidak pernah merasa terbuang. Tapi kamu yang ingin aku pergi dari kepalamu! Kamu yang mengusirku, ingat? Kata kamu aku bejat. Aku pikiran laknat. Aku harus disunat. Karenanya aku minggat!

Lalu meledaklah tangisnya. Dan saat itu langit seolah menggelegar seperti serpihan kelopak mawar yang tersebar di galaksi. Berkelap-kelip di tengah gelapnya malam, serpihan air matamu menjelma serupa bintang. Yang tak terlihat di langit siang. Yang memang tak pernah muncul di saat aku berpikir terang.
Dan kamu selalu di sana. Dengan wajah malu-malu kamu menampakkan diri dalam kegelapan yang terdalam. Di batas mimpi. Antara sepi dan embun pagi. Antara ingin dan pasti.

Langit terang benderang.
Kegelapan bertabur bintang.
Dan aku berada di kedua ambang.

Kapan kamu pulang? Aku mendesah putus asa. “Kapanpun kamu inginkan, perempuan suci.” Katamu.
Dan aku hanya terpaku. Tergugu. Apalah aku tanpa kamu. Apalah suci tanpa benci. Apalah pahala tanpa dosa. Dan aku tertunduk. Menatapi kakiku yang jenjang dan telanjang. Yang telah menjejak ribuan ranjang.

Dan detik itu juga kamu hinggap di benakku. Melilitku dengan sayap lembutmu. Menggelitikku dengan lidahmu. Menelanjangiku hanya dengan satu kedipan matamu. Lalu aku pun berteriak. Bukan! Bukan minta tolong. Tapi seperti anjing yang melolong. Penuh kerinduan.

Kamu pulang. Dan aku seakan terbang melayang.

Dan aku akan mengejarmu.
Sampai kamu pergi lagi.


Di batas mimpi dan embun pagi, 8 juni 2009, 02:30:57

Thursday, June 04, 2009

kita

aku hanya ingin duduk berdampingan.
denganmu.
terbenam dalam kabut, mengurai kalut.
lalu kita ikut menghirup kabut tebal yang melubangi paru-paru.
menghisapnya dalam-dalam, lalu perlahan ia merangkak naik lewat sela hidungmu.
melewati lubang yang menyempit, ia menggelitik ujung ubun-ubun. tanpa ampun.
mendesak neuron-neuron yang membuatku sesak.
di dada, juga di kepala.


dan kita hanya akan diam.
tenggelam, dengan pikiran-pikiran yang dalam.
kamu pikirkan dia. kamu pikirkan mereka. aku pikirkan kamu. kamu tak peduli. aku juga.
lalu kita diam tanpa bicara. tanpa harus ada aksara. tapi punya makna.



Lowe, 22:02

Tuesday, April 28, 2009

nite shadow

blinded star sparkling eye
lies beneath the stormy sky
warmth wind kisses chill
isn't it true that you are here?


flies flapping lies flying
all becomes the words dying
clinking through snapping glasses
still i should believe in you without cause


for i have thought a million things
for i have flown a million wings
share the love ignored them
where you are, therefore i am.

- duet puisi gue dan burat via Yahoo! Messenger, ... sekitar 4 tahun yang lalu, dan baru kemarin kita duduk bareng untuk ngasih judulnya -

:)

Wednesday, April 22, 2009

chapter three

...
and the bubble pops off into thin air.
and so is my love.



-dedicated to darkfuchsia-

Monday, March 30, 2009

Take My Hand

Yes, we are crossing the road my dearest secret love.
Indeed the day is so busy. They’re busy looking at us, maybe. Can’t you see that?
They’re jealous. Never mind them.

Yes, take my hand my dearest secret love.
Take them and hold them tight, and never let me go.
Let them know,
… yes I want them to know.

Run, run my dearest secret love.
Run as fast as you can!
Just like I ran from reality, just like you ran away from your feelings for me.

Yes, take my hand my dearest secret love.
Take and hold them tight, and never ever let me go.


(30.03.09 / 16.42)

Tuesday, March 24, 2009

It’s been a while




It’s been a while since I last laughed out loud in this office.
going through all deadlines,
all hatreds,
all well-jealous thingy,
all disappointment s and those promises,
all stupidities,
all targets, all cuts by a million buts,
all those moronic people,
all those ego.

This morning, I had just asked myself. I like this industry, but do I love what I am doing?
Well, .. these are some of the things that make me hanging here. Still.
I love you guys!

:)

Thursday, March 19, 2009

mmmhh....

what makes it wonderful when you have crushed on someone?

yea!

when everything is so unclear.
when you have so many things to ponder.
when you cowardly look at his eyes.
when you feel there is something with him but you do not know and too afraid to ask.
when bumping into his eyes makes your cheek flushes like strawberry ... so delightful to be kissed.
when you imagine his soft, marshmellowy lips touch yours.
when you imagine you are crossing the road in Paris, hand in hand in a summer rain.
when you just don't know what to do.
when you just want the whole world to know but you can not tell.
when your heart is pounding hard, and you do not know wether it is happy or worry.
when you suddenly become creative making pick up lines.
when a 'hi' hears like a pope's sermon
when you just pretend not to hear his voice, and try not to look at where the voice comes from.

when everything is so beautifuly captured in your mind.

and when you know that he loves you to,
slowly everything will be back to normal.
and you just keep looking and asking where the love has gone.

:)

(19.03.09 / 19.30)