Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Undangan

Ada saatnya dimana undangan yang kita hadiri hanyalah undangan-undangan ulang tahun teman yang penuh balon dan permainan mencari tempat duduk. Dimana kita berebut duduk melingkar menyisakan satu orang yang tidak akan mendapatkan kursi, dan dialah yang terhukum untuk menyanyi. Acara rebutan kursi itu, kayanya acara yang paling sederhana dan umum dilakukan. Nah, terus, ada lagi nih acara yang paling top deh di masa itu. Yaitu adalah, kalau si yang ulang tahun pake acara manggil badut di pesta ulang tahunnya. Mulai berbagai macam trik sulap atau bisa ngelawak sambil bagi-bagi hadiah. Seumur-umur saya sekolah di SD tahun lapan-puluhan, baru sekali deh dateng ke ulang tahun yang ada badutnya. Karena menginjak kelas empat atau lima, trend-nya adalah traktir di Es Teler 77 yang waktu itu lagi booming banget.

Kemudian dateng deh masanya kita sibuk menghadiri undangan kawinan. Ya kawinan sodara, kawinan temen-temen dan di masa-masa itu enggak jarang juga diselingi dengan tugas dadakan untuk ja…

Life. Just like what I wanted.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.

Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.

Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, da…

The link is back

I used to blog for Malicca. His unstoppable questions, wonders, opinions and everything. But then I stopped after Luna was born, because I felt unfair to have a blog under a name of emaklicca (only). 
But then, after those two been growing up together in different phase of life, I feel the urge to blog once again. This time is about them two. Because having two satellites, it is not them both who revolves around me. Instead, I revolve around them and they are my teachers of life. My mirrors of what I have done in life. My karma. 
They haven't know about this blog yet. Someday, I will reveal this all.
Feel free to clickmy satellitesfrom time to time 









titanica system

dulu, jaman-jaman baru kerja di advertising barang tiga tahunan, selalu muak sama insight yang satu ini: bahwa, orang tua akan memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.
yang ada di kepala pada saat itu tuh, ya: planner gak kreatif. klien yang cliche. basiiii, semua juga tauuuuuuu! nah, sekarang, setelah sekian belas tahun di advertising dan hampir satu dekade jadi ibu, mulai sadar sama arti preposisi itu dengan sejleb-jlebnya. dan hal itu udah bukan insight lagi. tapi fakta.

soal mengusahakan yang terbaik tuh lagi kejadian banget nih sama aku dan titan. cuma masalahnya, kalau anaknya yang ngadepin sebuah masalah; apa iya kita orang tuanya yang harus mengusahakan yang terbaik? kan enggak gitu ya.
setiap anak pasti punya masalah deh. jangan percaya sama postingan ibu-ibu yang isinya cuma ngepost hal-hal baik aja dari anaknya. jadi, kangan sedih kalau menjelang pre-teens gini masalah-masalah 'pelik' mulai bermunculan. kenapa pelik? karena, seringkali, target operasi kita enggak …