Skip to main content

...

titik titik titik
sampe bingung mau kasih judul apa saking banyaaak banget yang pengen ditulis. yang mana udah risain harusnya lebih banyak waktu untuk blogging. tapi ternyata rajin blogging itu karena memang gak banyak kerjaan di kantor sehingga punya 'me time' lebih banyak. ya kan ya kan ya kan?

*senyum dikulum*

di rumah justru adaaa aja yang dikerjain. waktu rasanya cepet banget berlalu. bangun tidur langsung siapin sarapan dan snacking buat kakak titan. anter titan sekolah, habis itu mandiin adek luna. boboin luna. selama luna bobo, pelan-pelan beresin rumah. luna bangun, biasanya sih taro di crib dan saya lanjutin beres-beres sambil naro cucian dan membiarkan mesin cuci meraung. kalau si adek nangis dikit, saya datengin trus tuker mainannya (skenario ini berulang selama beberapa kali) sampai akhirnya dia nangis beneran, baru deh diangkat tapi lalu ditaro lagi. nah, kalau sudah nangis frustasi baru deh saya ajak jalan-jalan :)

sekarang ini jam 00:45 ... waktunya blogging ya memang jam segini. ini juga bersyukur belum ngantuk, karena biasanya jam 8 malam sudah masuk kamar. sambil nyusuin sampai luna bobo saya juga nemenin titan belajar. nah, seringnya emak-kakak ketiduran dengan laptop masih 'nganga' :D

so ... sekarang udah tahun 2014 ya? tetep lho, saya masih nagih entah kepada siapa untuk mobil terbang, robot rumah tangga, teleport dan chip yang ditanam di kulit untuk segala akses kebutuhan. ya kaaaan? semua juga pada nungguin kaaaan?

the unplanned plan, continues.

di 2013 kemarin saya mencoba untuk hidup lebih santai dengan tidak terlalu berencana dan tidak terlalu berharap. dijalanin aja. dan ternyata, alhamdulillah semuanya justru lebih menyenangkan dan lebih mengejutkan. karena itu di 2014 ini resolusi saya adalah to have the unplanned plan continues.

animo tahun baru dan segala sesuatunya yang baru, buat saya datang lebih awal. tepatnya di awal desember. karena kebetulan saya dan suami sama-sama berhenti dari pekerjaan dan benar-benar menghabiskan waktu berdua juggling urusan rumah tangga bersama. mulai dari anter-jemput kakak titan, mandiin adek luna, beberes rumah, cita-cita kita sih pengen liburan panjang. berhenti dari kemacetan jakarta dan sumpah serapah kapitalis. tapi apa daya, hampir seluruh desember dihabiskan dengan penyakit yang bergiliran melanda orang-orang di rumah. mulai dari kakak titan yang panas, bubu-bunda yang flu berat tak berkesudahan, luna demam tinggi berulang dan masuk UGD lalu kembali ke demam si kakak. rasanya kesel banget. pengen marah sama diri sendiri, kenapa saat sudah risain kok ya malah pada sakit. akhirnya, setelah kakak titan menghabiskan seminggu waktu liburannya di ranjang karena demam yang enggak jelas dan mulai membaik, kita pun memutuskan untuk pergi berlibur ke yogya - solo naik mobil.

absurd? memang.
naek mobil bawa anak baru sembuh dan bayi umur 5 bulan yang lagi teething was totally challenging and beyond my sanity yang biasanya segala sesuatu itu harus dengan perencanaan matang. this time, it was totally unplanned and it happened. rencana ke solo pun sebenernya kejadian karena kita enggak dapat penginapan di yogya saat tahun baru. dan, konfirmasi dapat kamar penginapan di kedua kota baru dapat hari minggu jam 3 siang padahal kita rencana berangkat hari senin pagi. jadi hari minggu itu semuanya berjalan paralel antara ngecek kelayakan mobil, cari penginapan dan crazy packing. sekali lagi, tanpa harapan (lebih tepatnya takut 'ngarep' sih). dan alhamdulillah, semuanya bersinergi dan hari senin kita cus ke Solo dan menghabiskan waktu 17,5 jam di jalan dengan menyenangkan.

just do.

pelajaran lain yang saya dapat di akhir tahun 2013 ini dan masih akan saya adopsi di 2014, adalah untuk terus berbuat sesuatu. berbuat dulu, mikirnya nanti. dan ini juga yang kejadian dengan Bebikinan hahaha. gara-gara iseng bikin samples eh malah jadi banyak yang pesan dan jadi diseriusin. yang di plan lama malah enggak jalan-jalan ... sigh.

feeling happier when i can do for others too.

2012 adalah kali pertama aku donor darah. 2013 absen donor lagi karena hamil. awal 2014 ini kali pertama mendonor asi.

awalnya sih karena merasa freezer udah kepenuhan dengan timbunan asi yang hampir tidak dipakai lagi karena sekarang sudah menyusui langsung. akhirnya didonorkan aja satu rak yang isinya kurang lebih ada 29 botol yang totalnya kira-kira 2,9 liter asi. si penerima (yang pertama nelfon enggak lama setelah ngeblast message di path) namanya dina. anaknya umur 2 bulan dan ibunya stress berat karena harus anter-jemput kakaknya yang sekolah di tk kepompong kemang, sementara rumahnya di ciputat (oh well, ya iya jauh sih). akhirnya si ibu pun stress berat dan enggak bisa mompa banyak.

sambil nunggu asi diambil, enggak terasa gue menjalani kegiatan bersih-bersih rumah sambil nyanyi-nyanyi. rasanya kok seneng ya. dan hari itu juga, sore hari, suaminya datang menjemput asi dengan membawa thermal bag yang cukup besar. ndelalah, ternyata si suami mantan anak industri iklan juga hahaha! abis itu, dina whatsapp2an sama aku tanya2 rahasia asi banyak. ternyata setelah dia menerima kedua puluh sembilan botol itu, dia jadi termotivasi lagi untuk mompa karena senang bolak balik freezer isinya setengah penuh.

well, ... i somehow have another daughter on the other spot of the region. kan konon yang minum asi dari ibu yang sama menjadi saudara sepersusuan.

so yeah, ... dua ribu empat belas sudah dua belas hari berlalu. inshaa allah, tetap optimis. oh, cuma pengen satu hal yang belum kejadian sih. pengen waktu bergulir lebih lama. supaya kalo mandi, bisa sempet nyikat-nyikat gitu sambil nyanyi. bisa makan santai sambil nonton tv. bisa bikin camilan di sore hari. can i can i can i? can laaaa... and one more thing, i wish healthy life for the whole universe.

amien!


Comments

Popular posts from this blog

Life. Just like what I wanted.

Sounds so snobbish ya, saying life is just like what I wanted. But then I realized, semua itu karena emang aku enggak pengen apa-apa. Sekarang juga (ternyata) masih begitu. Dulu emang I treat my life like a blue print. Things to do piling up my list and my aims were to accomplish them. Alhamdulillah, semua tercapai. Tapi kemudian seperti ada titik tolak dalam hidup yang bikin  berhenti ingin terlalu banyak dari hidup. Entah karena merasa udah cukup banyak pencapaian pribadi baik yang bagus atau yang buruk, entah karena pernah kecewa berat sama yang namanya manusia atau karena alasan klise yang digadang-gadang semua manusia: anak.

Sekarang ini, lebih banyak menyambut apa yang datang ke dalam hidup. Termasuk, kembali ke agency lagi. Having thought that I am not some kind of 'Man in a mission' kind of person. I am just an 'I will do my best' of what comes in front of me kind of person.

Gini ceritanya.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setel…

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through both and also had a chance of being a working-from-home mom, it is even more ridiculous for me. Only stupid have a time discussing it and to elaborate on their social media status. Whoever we are, what kind of mom we are, what matters most is how we can make our life productive and progressing. Every single day.

Different mom has different ways of being productive. Some goes to work. Some clean up and cook for the family. Some works at home by selling stuffs online or being a freelancer. Productive means to produce something. Be it money, the foods, you name them all. But the question is, is productive enough? How about having a progressing life? Not as the wife of Mr. Blabla or as the mom of kid Zubidudamdam. But us, as a person. Me, as Wury; a 38 years old woman and how far I have made progress in  my life.

BUT. Let alone of being progressive, ... ar…