Friday, December 03, 2010

Malam sepi lain

Malam itu cair
Lelehkan beku benak
Liurkan kata di pangkal lidah yang batu

 Malam itu hitam. Saat semua warna rasa berbaur tanpa ampun menjadi satu
Malam hitam yang baurnya semua warna, sesak sekaligus ia kaya
Sepi. Bintang abadi yang redup menemani kian mengabut
Bintang sepi hingga di tepi kabut terakhir, lesap menyisakan tiada
Malam itu kamu.
Saat semua suara mereda dan cahaya pun meredup
Satu alasan untuk tetap berdegup
… dan degup ini sedang mengeja kamu
sepi.
saat kamu tidak menemukan aku,
tatap satu bintang dan peganglah nadimu
Nafasku kan berdenyut bersamamu
… sedang denyut berayun naik turun di ombak mimpi
Dengan aksara yang tidak kamu mengerti,
itulah kenapa kamu tidak tidak mengerti
bahwa aku menanti
Engkau menanti. Aku hati-hati.
Baiklah kita memerhati
dari esok yang mulainya di detik ini
Tapi sekalipun ini mimpi,
aku tahu di mana denyutku ingin berlabuh
Di nyatamu
Semoga kau temukan teluk yang teduh

sebuah kolaborasi mengisi sepi dengan Lily4R

No comments:

Post a Comment

Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through ...