Thursday, June 04, 2009

kita

aku hanya ingin duduk berdampingan.
denganmu.
terbenam dalam kabut, mengurai kalut.
lalu kita ikut menghirup kabut tebal yang melubangi paru-paru.
menghisapnya dalam-dalam, lalu perlahan ia merangkak naik lewat sela hidungmu.
melewati lubang yang menyempit, ia menggelitik ujung ubun-ubun. tanpa ampun.
mendesak neuron-neuron yang membuatku sesak.
di dada, juga di kepala.


dan kita hanya akan diam.
tenggelam, dengan pikiran-pikiran yang dalam.
kamu pikirkan dia. kamu pikirkan mereka. aku pikirkan kamu. kamu tak peduli. aku juga.
lalu kita diam tanpa bicara. tanpa harus ada aksara. tapi punya makna.



Lowe, 22:02

3 comments:

  1. kita tak hanya diam,
    harus terus bergerak,
    jaman terus berubah,
    jangan mau ditelan jaman.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih udah mampir :)

    ReplyDelete

Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through ...