Saturday, May 13, 2017

Life. Just like what I wanted.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.

Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.

Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, dan pernah juga air mata ini berderai karena enggak bisa menyelamatkan salah satu dari mereka untuk tetap bisa kerja bareng di Havas. Saat hari lagi down banget, semangkuk ramen dan tawa biasanya bisa melepas ke bete-an. Saya emang nggak pernah menempatkan diri sebagai bos yang harus bitchy dan memaksakan kehendak. Some said, saya terlalu baik sama anak-anak. Tapi dulu saya belajar, bahwa bos itu tugasnya bukan ngide tapi menajamkan ide yang ada. Karena dulu saya belajar, bahwa bos itu harus mau tangannya kotor; bukan cuma nyuruh-nyuruh doang. Karena dulu saya belajar, memimpin itu harus dengan empati.




Kemudian, saya risain. Tepat sehari sebelum ulang tahun saya yang ke tiga puluh delapan.
And for the past thirty days, nothing much I did but something new or redo the things I loved to do.

I celebrated my most romantic birthday, thanks to my son!



I started exercising pilates. Been attending 5 sessions so far. I also walk more.



I got the chance to join an empowering conference for women to boost my confidence as woman leader. I met so many empowering women out there from gen x, gen y and millennials. From the conference, I learnt that to be a successful woman leader, we need great support system as well: parents and spouse; those who shaped us and those who is standing at our back. And when we got stronger, we don't really need to show our strength at home *wink*


I met those whom I could not meet because those time consuming work hours: besties! 




Of course, spent some quality time with the kids. Picked them from school, went mall-ing, watch movies, tried the famous Pablo cheese tart and fulfill the long-awaited-craving of mille crepes.


I managed to finish all the overdue tasks from renewing my driving licence, get the social health card for my family and ... finish the business model for my start-up project. So o'yeay! 


Last but not the least, enjoying good coffee my husband made like ... every morning :) I know I would never get this privilege without his support and he has been showering me with sincerity and abundant love over me. Thank you, Bubu! Now within two days, I will have to start a new chapter in the new office. I was so nervous last week, but I have been a bit cooled down lately hahaha. Wish me luck!







No comments:

Post a Comment

Tentang kamu di suatu pagi

Saat itu. Aku, aki dan dirimu; La Luna.  Naik motor di pagi hari, mengantarmu bersekolah untuk belajar dan berlari-lari.  Kamu di paling ...