Skip to main content

It's time for some manners

dulu, awal-awal saya jadi freelancer dan sebelum luna lahir, saya dan titan emang suka jalan bareng berduaan aja. entah itu ngemall, minum kopi sehabis pulang sekolah atau sekedar belanja bulanan atau mingguan ke supermarket. setelah sekian lama absen dari nge-date berduaan, tadi malam akhirnya kita kesampean lagi untuk jalan bareng. sayangnya, tujuannya ke tempat yang rada enggak enak: rumah sakit, karena saya terkena radang telinga hanya gegara keisengan mainan kilikan kuping yang terbuat dari bulu burung dara hasil mungut di halaman.

tapi bukan sakit telinganya yang pengen saya ceritain, melainkan cerita tentang titannya. entah kenapa, kalau pergi berduaan dia tiba-tiba dia jadi gentleman banget ngejagain bundanya ini. kaya semalam yang tiba-tiba turun hujan saat kita mau pergi. saya memang masih rapi-rapi, saat titan bilang gini:

nda, titan ke rumah nini dulu ya. nanti kalau bunda sudah siap, panggil titan aja nanti titan payungin.

it is okay, nanti bunda lari aja ke rumah nini trus kita berangkat. okay?

no no, kalau gitu titan di sini aja nunggu bunda, trus kita payungan bareng ke rumah nini.

lho, kenapa?

it is raining. i won't let you to get wet by running around to nini's house

how very nice of you, nak. oke bunda cepet-cepet deh rapi-rapinya ya.



*bunda is blushing*


di perjalanan, kita ketawa-ketawa dan ngobrol panjang x tinggi x lebar sampai lupa ngebahas apa. entah kenapa kalau berduaan aja; saya lebih bisa menempatkan diri jadi temannya ketimbang jadi emak bawel hehehe.

di kesempatan kaya gini, biasanya saya juga 'mengisi' titan. karena dia kalau jalan masih pecicilan, kemarin saya minta dia untuk jalan seperti laki-laki.

"walk like a man. spine up, chin up and walk beside your woman. not in the front, not at her back." 

dia mencoba mentaati kata-kata saya, tapi segera pecicilan lagi setelah melihat gerai donat.

*phewww... boys will be boys*

puncaknya, adalah ketika kita nunggu obat. di samping saya duduk seorang laki-laki yang sudah berumur. tiba-tiba titan menghampiri saya sambil berkata "bunda, is he chinese?"

*dueng! kalo di film kartun, kaya pengen ngeluarin martil balon besar dari dalam tas buat noyor kepalanya titan. atau melesep ke dalam tanah juga boleh.*

karena dia terus bertanya (dengan suara agak keras), akhirnya saya berkata
"nanti ya, bunda jawab kalau kita sudah di mobil."
"Oke!" Katanya senang.

Sampai mobil, dia langsung mengingatkan saya. tapi pertanyaannya berubah.

"Bunda, I already know that the old man is chinese. tapi kenapa bunda ngebahasnya harus di mobil?"

Akhirnya, sambil nyupir saya bilang gini.

"Titan, ada beberapa hal yang tidak boleh dibahas di depan umum. tepatnya, tiga hal. bunda kasih tau ya; apa aja tiga hal itu. pertama, ras manusia. manusia itu banyak jenisnya; ada orang cina yang matanya sipit. ada orang bule yang kulitnya putih, matanya biru dan rambutnya pirang. ada orang negro yang warna kulitnya hitam sehitam-hitamnya. itu namanya ras. nah, kita enggak boleh ngomongin soal ras di tempat umum. kenapa? karena ras itu sifatnya fisik. coba titan inget-inget. mata, warna kulit, warna rambut, semua itu fisik kan? nah, kita enggak boleh membahas tentang fisik orang lain; karena itu bisa menyinggung perasaan mereka."

Titan ngangguk-angguk.

"ke dua, agama. sangat enggak sopan bertanya ke orang lain "agama kamu apa?" atau kalau kita udah tau dia agama islam, kita tanya-tanya ke dia "kamu sholat enggak? kamu zakatnya berapa?" nah, agama itu urusannya sama allah, kita enggak boleh urusan sama agama orang.

Emangnya kenapa, Nda? Titan suka ngebahas di sekolah siapa yang christian, siapa yang budhist, temen-temen titan enggak papa tuh.

iya, tapi kalau masih kecil kan biasanya nanyanya tanpa maksud apa-apa. kalau sudah besar, seringkali nanya soal agama itu jadi sensitif. orang jadi merasa enggak enak ditanyain tentang agamanya.

iya, tapi kenapa?

karena, enggak semua orang menjalankan perintah agamanya. dan biasanya, kalau ketahuan enggak menjalankan perintah agamanya, jadi merasa malu. kalau kita tanya-tanya trus ternyata pertanyaan kita bikin orang lain merasa malu atau tersinggung, kan enggak enak. iya kan?

o, gitu. jadi enggak boleh karena takut malu ya.

saat itu saya mau meralat lagi, tapi untuk di tahap ini biarlah itu yang dia mengerti.

nah, yang ke tiga, tentang disabilities atau ketidakmampuan orang. misalnya, ngebahas orang yang enggak bisa lihat, enggak bisa ngomong, enggak bisa jalan, di depan orangnya. nah, itu juga enggak boleh ya. kenapa? karena bisa membuat orang tersinggung dan jadi enggak enak juga. Okay?

ooo ya ya ya, titan ngerti sekarang.

good boy! sekarang kita sudah sampe, boleh tolong buka pintu gerbangnya?

Oke, Bunda!

sembari nunggu titan buka pintu gerbang, saya jadi mikir. para ahli di luar sana itu pintar sekali ya, dan mereka bener banget kalau di usia tujuh tahun itu anak melompati sebuah milestone yang sungguh pesat. dan itulah sebabnya, di saat umur tujuhlah kita harus mulai bisa menanamkan bibit empati, logika dan sopan santun kepada anak-anak. karena pada saat yang sama, mereka mulai mengerti hal-hal yang abstrak, yang tidak mereka dapat di masa-masa penjelajahan di tahun-tahun sebelumnya.

Oh no, welcome school years!
*pukpuk diri sendiri*


It's time for some manners


Comments

Popular posts from this blog

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Three hours late.

2 AM and I stepped in to the house. Hubby was waiting for me. This was not the first time, and not the latest hour I had ever experienced with over time.

"See you soon Bunda. Or at 8, or at 9, or at 10, or at 11 like you said you would be late." Said my son.

I smiled as I entered the house. I smelled home. I saw my beautiful mess. As I picked up some toys on the floor, I imagined what games the kids had played today. There was a drawing, mini ceramics pots, not too chaotic for kids who were left with nini and aki without nannies.

I also saw their time tables, with some check marks on the list. Those that they weren't checked was the responsibility to wash their own dishes. I saw some dirty cups piling up. I saw the microwave's door left half-opened, a baking sheet and a knife. I wonder what they have cooked.
I also saw minecraft was in active window and some search on youtube and google.

Getting home in this hour and not seeing their faces but seeing all the mess the…

Life. Just like what I wanted.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.

Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.

Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, da…