Sunday, May 15, 2016

Month 2 Day 5

Ternyata, 
cuma butuh waktu 2 bulan 5 hari 
untuk bisa bikin mengumpat lagi ha ha ha! 

Dulu, saya sering banget mengumpat. Mulainya sih pas udah kerja aja, saat udah merasa cukup 'gede' untuk nunjukin kuasa. Sebenernya sih karena jadi terbiasa aja, karena teman-teman suka mengumpat jadilah suka ikut mengumpat. Apa aja yah kata-kata umpatan saya ...
Tae, ah!
Kampret!
Dammit!
Shit!
Bencong!

Ya, ... mayan banyak ya ternyata.

Kalau saya bisa ingat kapan mulai suka mengumpat, saya juga ingat kapan mulai menghentikan kebiasaan jelek itu. Gara-garanya, pas ketemu ariawan setelah dia pulang dari pergi jauh. Sampai akhirnya kita menikah, cuma dia yang selalu ingetin saya kalo swearing itu nggak baik dan dia nggak suka sama orang yang suka mengumpat. Kadang suka defense sih, bahwa umpatan-umpatan saya itu cuma ekspresi, bukan maksutan untuk menyumpahi. Bahkan bos-bos expat di kantor pun sering banget shat shit shat shit dan fak fuk fak fuk sama orang. Tapi terus dia cerita, seumur-umur dia kerja dan sekolah di sana-sini, belum pernah dia temui orang bule yang ngasal shat shit shat shit atau fak fuk fak fuk sama orang. Karena kata kata effin' itu udah tingkatan yang sangat tidak sopan, dan yang ngomong kata itu pun dipertimbangkan sebagai orang yang tidak berpendidikan.

Lah, terus? Apa cuma orang iklan aja ya, yang menganggap fak fuk shat shit itu biasa? Is it a trend, maybe? Biar dibilang kekinian? Atau biar dibilang orang bebas?

Yang jelas sih saya sempat berhenti mengumpat. Ndelalah kok ya cuma butuh waktu 2 bulan 5 hari untuk mengumpat lagi di depan suami gegara arloji saya pecah karena si mas yang mengganti baterai enggak bener kerjanya.

Bangke! Kata saya.
Pak suami langsung ngeliatin.

Oops!




No comments:

Post a Comment

Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through ...