Skip to main content

Vitamin Sea

Bubu pengen ngabisin cuti.
Luna lagi seneng nonton Ponyo.
Titan, masih juga keranjingan sama perahu.
Jadi rasanya memang tepat kalau tema liburan kita kali ini adalah P A N T A I

Awalnya, kita berencana untuk ke Belitung. Tapi ternyata setelah tanya-tanya, fasilitas water sport di sana masih kurang mumpuni dan island hoppingnya pun lumayan agak jauh, kurang cocok buat Luna yang masih umur 2 tahun dan takutnya panik saat naik perahu.

Pilihan ke dua sempet tanya-tanya ke roemah pulomanuk  yang ternyata punya si director iklan Isaac Wee. Udah sempat imel-imelan, tapi setelah dipikir-pikir, situasi pantai selatan terlalu hardcore buat anak-anak karena berbatu dan berkarang. Ombaknya yang besar pun lebih cocok untuk para surfer ketimbang bocah-bocah yang kangen laut.

Akhirnya, kita memutuskan untuk pergi ke Pulau Umang. Jauh sih naik mobilnya, tapi Luna bisa survive waktu road trip ke jawa tengah. So, perjalanan 6 jam kayanya sih bakalan aman-aman aja. Naik perahu ke pulaunya pun enggak lama, cuma sekitar 10 menit. Jadi cukup amanlah ya buat Luna dan kayanya cukup mengakomodir keinginan semua pihak. Bisa main pasir, bisa berenang, bisa mancing, bisa naik perahu, bisa water sport.

Dua hari setelah Luna sembuh, kita berangkat. Jam enam pagi dari rumah. Sengaja berangkat pagi supaya anak-anak masih bobo jadi bisa melanjutkan tidur di mobil. Selalu lebih aman begitu daripada nungguin mereka bangun, sarapan trus berangkat. Kemungkinan cranky lebih kecil kalau mereka berangkat tidur malam udah siap dengan baju pergi dan paginya kita angkut sama bantal-bantalnya ke mobil hahaha! Bagian belakang mobil pun sudah disulap jadi empuk dengan tumpukan bed cover.

Bener aja. Anak-anak mulai bangun jam sepuluhan saat kita sudah menembus Pandeglang. Bangun dengan segar lalu asyik ngemil arem-arem dan bloeder bekalan sambil lihat-lihat pemandangan.

Sampai di daerah Sumur sekitar jam 11. Sempat menunggu sebentar sebelum akhirnya kita menyeberang dengan motor boat. Untungnya lagi si pulau umang ini ada parking lot nya dan dijagain 24 jam sama security. Yah, nggak perlu khawatir lah ya.

Pulau Umang memang langitnya enggak sebiru Belitung. Tapi kalau untuk bawa anak-anak, buat saya sih cukup. Anak-anak juga happy banget. Bisa main pasir, bisa berburu kerang cantik, bisa melihat ikan-ikan lucu dari dermaga yang cuma 50 meter dari pantai. Luna juga kesampean liat 'Ponyo' dalam bentuk ubur-ubur mungil. Kita juga sempat main ke Pulau Oar juga yang letaknya bersebelahan dengan pulau Umang.

Untuk resortnya sendiri, maintenancenya memang sudah kendor. Tapi masih terlihat sisa-sisa kejayaan mereka. Agak sayang sih. Tapi buat saya selama ac masih OK dan ada water heater, itu udah cukup.

Buat biaya, kemarin kita dapat harga paket. Untuk 2 orang dewasa 1 anak dan 1 balita; kita kena sekitar 3,2 juta rupiah. Sudah termasuk makan 6 kali dan penjemputan kapal. Untuk trip ke pulau Oar, kita dikenakan harga 50.000 per orang dewasa dan 30.000 untuk anak (batita enggak dihitung). Untuk snorkling, 75.000 per orang.

Yang menyenangkan lagi adalah, stafnya ramah-ramah banget! Di hari keberangkatan kita rajin banget di SMS untuk update posisi, didoain semoga lancar dan juga diingetin untuk makan siang plus dikasih tau spot makan siang yang OK di perjalanan. Sampai di sana pun mereka memantau terus kegiatan kita dan setiap waktu makan kita pasti di SMS kalau makanannya sudah siap. Personal banget, ya. Dan kemarin itu kita beruntung banget memutuskan untuk pergi saat weekdays, karena begitu kita check out datanglah rombongan perusahaan sebanyak 150 orang ha ha ha!

Well, happy happy happy ... kapan-kapan mau kok balik lagi.

Settingannya cocok untuk honeymooners ya hahaha 

Rumahnya sebenarnya terlalu besar untuk kita ber-4 yang senengnya bobo usel-uselan 

Pulau Oar, the snorkeling spot

Sulit dikatakan Luna ngantuk atau khawatir

Kakak Titan's thingy. 

Belajar survival, bagaimana membuat api. 

Bikin kandang umang-umang. Pantes namanya pulau umang, banyak umang dimana-mana. 




Ada botol whiskey nyamperin, kita isilah dengan doa.  
Pulangnya mampir ke Mercu Suar di Carita




All in all, it was happiness for all. Setelah dipikir-pikir, kayanya ini trip liburan pertama yang isinya cuma kita berempat aja. Karena biasanya kalau jalan-jalan kita selalu ajakin aki-nini atau uwak dan ponakan-ponakan.

Ternyata, perlu juga sering-sering pergi liburan berempat aja.

Comments

Popular posts from this blog

Life. Just like what I wanted.

Sounds so snobbish ya, saying life is just like what I wanted. But then I realized, semua itu karena emang aku enggak pengen apa-apa. Sekarang juga (ternyata) masih begitu. Dulu emang I treat my life like a blue print. Things to do piling up my list and my aims were to accomplish them. Alhamdulillah, semua tercapai. Tapi kemudian seperti ada titik tolak dalam hidup yang bikin  berhenti ingin terlalu banyak dari hidup. Entah karena merasa udah cukup banyak pencapaian pribadi baik yang bagus atau yang buruk, entah karena pernah kecewa berat sama yang namanya manusia atau karena alasan klise yang digadang-gadang semua manusia: anak.

Sekarang ini, lebih banyak menyambut apa yang datang ke dalam hidup. Termasuk, kembali ke agency lagi. Having thought that I am not some kind of 'Man in a mission' kind of person. I am just an 'I will do my best' of what comes in front of me kind of person.

Gini ceritanya.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setel…

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through both and also had a chance of being a working-from-home mom, it is even more ridiculous for me. Only stupid have a time discussing it and to elaborate on their social media status. Whoever we are, what kind of mom we are, what matters most is how we can make our life productive and progressing. Every single day.

Different mom has different ways of being productive. Some goes to work. Some clean up and cook for the family. Some works at home by selling stuffs online or being a freelancer. Productive means to produce something. Be it money, the foods, you name them all. But the question is, is productive enough? How about having a progressing life? Not as the wife of Mr. Blabla or as the mom of kid Zubidudamdam. But us, as a person. Me, as Wury; a 38 years old woman and how far I have made progress in  my life.

BUT. Let alone of being progressive, ... ar…