Skip to main content

when to shut out, when to shut up

setting: 
nini lagi sibuk mencuci, titan sibuk nggerecokin. trolly cucian dipakai main kereta-keretaan, padahal trollynya trolly dari plastik macam trolly di ace hardware. 

nini: 
titan, keranjangnya jangan dinaikin nanti rodanya masuk. 

titan: 
rodanya masuk gimana, ni? *sambil terus mainan trolly*

nini: 
mblesek!

titan: 
luna kok boleh? 

nini: 
beratan kamu apa luna? 

titan: 
luna juga berat ni, titan aja nggak kuat gendongnya

nini: 
ah, kamu nih ngejawab aja deh

titan: 
lho, kan tadi nini nanya kan? 


diem-diem saya ketawa aja di pojokan, sambil asyik nerusin cuci piring. anakku yang satu ini emang ampun deh kalau menjawab kata-kata nini dan akinya. pretty logical. apalagi terlatih sama bubunya yang obrolannya suka mengacaukan logika.

kejadian kaya gini sering banget kejadian di rumah, terutama antara titan dengan aki dan nininya. maklum, generation gap dan beda pola pengasuhan. nini dididik dengan cara feodal, yang mana orang tua itu udah kaya dewa. sedangkan aki, dididik dalam nuansa militer yang harus tunduk dengan perintah. ya jauh banget sama keadaan titan sekarang yang orang tuanya demokratis. paling enggak, mencoba untuk demokratis.

dengan situasi seperti ini, biasanya saya diam dan jadi pengamat aja. kalau sudah selesai dan peperangan berakhir damai, ya sudah. tapi kalau tidak berakhir damai; saya akan suruh titan minta maaf sama aki atau nininya. buat saya, yang penting adalah membiarkan anak mempertahankan argumen dengan logikanya.

kadang suka keceplosan juga sih kalo ini lagi kejadian sama saya. "because i told you so" atau "because i am your mom" keluar juga kalau mood lagi jelek plus tangan dan isi kepala yang lagi ribet. yang lebih parah kata-kata "udah jangan banyak omong!" yang biasanya dicounter dengan "dulu aja, titan disuruh belajar ngomong. sekarang ngomong banyak-banyak enggak boleh."

hadeuh.

umur-umur segini emang lagi ampun-ampunan membantahnya. kadang pegel juga. satu-satunya yang bisa memenangkan perdebatan dengan dia hanyalah bubunya. itu karena bubunya lebih suka mengacaukan logikanya, supaya logikanya terus berkembang. kalau dengan saya, sepertinya dia lebih menahan perdebatan karena saya adalah ibunya. daripada ribet nanti idup gue jadi susah, mending nurut aja - that a kind of attitude hahaha.

jadi, sekarang saya sangat menghindari tiga kalimat di atas dan lebih fokus pada ngajarin titan gimana untuk tau kapan timing yang tepat untuk berdebat dan kapan harus memilih diam.

timing yang tepat untuk memilih diam adalah saat keadaan lagi panik atau genting dan membutuhkan keputusan cepat seperti saat dua ban mobil yang lagi kita kendarai tetiba kempes dan kita harus sibuk berdebat keras tentang apa bedanya roda dan ban; daripada diskusi mencari tukang tambal ban di tengah malam.

ke dua, juga waktu-waktu yang singkat seperti saat jeda waktu antara bangun tidur dan pergi ke sekolah.

yang ke tiga, nah ini butuh skill khusus. yaitu saat mood lawan bicara sedang tidak bagus. well, untuk yang satu ini titan masih agak kurang peka nih. masih harus diasah skillnya, hehehe.

let's see how long this will end.
not that soon, i guess.


Comments

Popular posts from this blog

Life. Just like what I wanted.

Sounds so snobbish ya, saying life is just like what I wanted. But then I realized, semua itu karena emang aku enggak pengen apa-apa. Sekarang juga (ternyata) masih begitu. Dulu emang I treat my life like a blue print. Things to do piling up my list and my aims were to accomplish them. Alhamdulillah, semua tercapai. Tapi kemudian seperti ada titik tolak dalam hidup yang bikin  berhenti ingin terlalu banyak dari hidup. Entah karena merasa udah cukup banyak pencapaian pribadi baik yang bagus atau yang buruk, entah karena pernah kecewa berat sama yang namanya manusia atau karena alasan klise yang digadang-gadang semua manusia: anak.

Sekarang ini, lebih banyak menyambut apa yang datang ke dalam hidup. Termasuk, kembali ke agency lagi. Having thought that I am not some kind of 'Man in a mission' kind of person. I am just an 'I will do my best' of what comes in front of me kind of person.

Gini ceritanya.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setel…

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through both and also had a chance of being a working-from-home mom, it is even more ridiculous for me. Only stupid have a time discussing it and to elaborate on their social media status. Whoever we are, what kind of mom we are, what matters most is how we can make our life productive and progressing. Every single day.

Different mom has different ways of being productive. Some goes to work. Some clean up and cook for the family. Some works at home by selling stuffs online or being a freelancer. Productive means to produce something. Be it money, the foods, you name them all. But the question is, is productive enough? How about having a progressing life? Not as the wife of Mr. Blabla or as the mom of kid Zubidudamdam. But us, as a person. Me, as Wury; a 38 years old woman and how far I have made progress in  my life.

BUT. Let alone of being progressive, ... ar…