Wednesday, April 22, 2015

O, finally! That one particular word!



I don't believe in Kartini. 
But yes, April 21st 2015 was one of the wonderful days I had. 


la luna udah mau dua tahun.
anak itu lagi lucu-lucunya. ampun!
Meniru, disuruh joget atau apa aja mau. setelah beberapa kata seperti:

yoyo (meyong), poop, pis (pipis), papah (jerapah), moi (doraemon), kitty (hello kitty), koko (ayam jago yang berkokok), baba (laba-laba / lumba-lumba), egg, fish, sho sho (dinosaurus), so (bakso), huhu (tahu), pipi, mam, numnum (minum), maaaa (mau), mamah (nini), tu (satu / sepatu), duwa (dua), ka! (buka), ba! (baju), bubu, kaka, mah (rumah), ciap-ciap (burung kenari binatang peliharaannya), gogoh (jatuh), kit (sakit), kut (takut), iyyaaaa, bobbo, bebbe (bebek), buwwah (buah), pig, bipbip (mobil), 


... dan akhirnya kata yang aku tunggu-tunggu keluar juga.

"Daaaaaa!"

Yes! Itu kata yang luna ucap kalau manggil bunda :)
tepatnya, tanggal 21 April 2015 kata itu tercipta hahaha.

Gara-garanya, dia lagi berbuat sesuatu yang bandel banget (dan aku lupa apa itu. entah ngelelepin kucing ke mangkok tempat minum, entah panjat-panjat meja, entah menabur-tabur beras, entah menduduki si anak kucing dan masih banyak lagi.) ... lalu aku bilang gini

"Masya allah lunaaaaaa nakal amat siiih, anak siapa iniiiii?"
"Daaaaaaa!" jawabnya spontan.

Oalah, antara kaget dan mau ketawa dengernya.
Jadi lupa deh mau marah.






i miss writing.
i mean ... a really good piece of writing.

they said art comes from pain.

well,
maybe i am happy that much
that i cannot write anymore.

Monday, April 20, 2015

ngurang-ngurangin kekurangan

titan:
bunda, semua orang punya kekurangan ya?

me:
iya.

titan:
kalo bunda kekurangannya apa?

me:
banyak. bunda ngga sabaran, banyak aturan, suka marah-marah, galak, gendut, ... apalagi ya. masih banyak sih.

titan:
kalau titan apa ya ... hmmm, titan itu belajarnya masih kurang, trus masih suka nggak dengerin bunda, apalagi ya nda?

me:
wah, bagus itu. berarti kamu sadar kekurangan kamu. itu penting, lho. enggak banyak orang, bahkan orang gede, yang tahu kekurangan mereka. kalau udah tau kurangnya apa, kan enak gimana nambahinnya supaya enggak kurang lagi.

titan:
iya juga ya, nda. kaya makan bakso gitu. kalau berasa kurang garem, tinggal tambah garem. gitu kan nda, ya?

me:
ah, pinter sekali anak bunda ini!


Thursday, April 16, 2015

when to shut out, when to shut up

setting: 
nini lagi sibuk mencuci, titan sibuk nggerecokin. trolly cucian dipakai main kereta-keretaan, padahal trollynya trolly dari plastik macam trolly di ace hardware. 

nini: 
titan, keranjangnya jangan dinaikin nanti rodanya masuk. 

titan: 
rodanya masuk gimana, ni? *sambil terus mainan trolly*

nini: 
mblesek!

titan: 
luna kok boleh? 

nini: 
beratan kamu apa luna? 

titan: 
luna juga berat ni, titan aja nggak kuat gendongnya

nini: 
ah, kamu nih ngejawab aja deh

titan: 
lho, kan tadi nini nanya kan? 


diem-diem saya ketawa aja di pojokan, sambil asyik nerusin cuci piring. anakku yang satu ini emang ampun deh kalau menjawab kata-kata nini dan akinya. pretty logical. apalagi terlatih sama bubunya yang obrolannya suka mengacaukan logika.

kejadian kaya gini sering banget kejadian di rumah, terutama antara titan dengan aki dan nininya. maklum, generation gap dan beda pola pengasuhan. nini dididik dengan cara feodal, yang mana orang tua itu udah kaya dewa. sedangkan aki, dididik dalam nuansa militer yang harus tunduk dengan perintah. ya jauh banget sama keadaan titan sekarang yang orang tuanya demokratis. paling enggak, mencoba untuk demokratis.

dengan situasi seperti ini, biasanya saya diam dan jadi pengamat aja. kalau sudah selesai dan peperangan berakhir damai, ya sudah. tapi kalau tidak berakhir damai; saya akan suruh titan minta maaf sama aki atau nininya. buat saya, yang penting adalah membiarkan anak mempertahankan argumen dengan logikanya.

kadang suka keceplosan juga sih kalo ini lagi kejadian sama saya. "because i told you so" atau "because i am your mom" keluar juga kalau mood lagi jelek plus tangan dan isi kepala yang lagi ribet. yang lebih parah kata-kata "udah jangan banyak omong!" yang biasanya dicounter dengan "dulu aja, titan disuruh belajar ngomong. sekarang ngomong banyak-banyak enggak boleh."

hadeuh.

umur-umur segini emang lagi ampun-ampunan membantahnya. kadang pegel juga. satu-satunya yang bisa memenangkan perdebatan dengan dia hanyalah bubunya. itu karena bubunya lebih suka mengacaukan logikanya, supaya logikanya terus berkembang. kalau dengan saya, sepertinya dia lebih menahan perdebatan karena saya adalah ibunya. daripada ribet nanti idup gue jadi susah, mending nurut aja - that a kind of attitude hahaha.

jadi, sekarang saya sangat menghindari tiga kalimat di atas dan lebih fokus pada ngajarin titan gimana untuk tau kapan timing yang tepat untuk berdebat dan kapan harus memilih diam.

timing yang tepat untuk memilih diam adalah saat keadaan lagi panik atau genting dan membutuhkan keputusan cepat seperti saat dua ban mobil yang lagi kita kendarai tetiba kempes dan kita harus sibuk berdebat keras tentang apa bedanya roda dan ban; daripada diskusi mencari tukang tambal ban di tengah malam.

ke dua, juga waktu-waktu yang singkat seperti saat jeda waktu antara bangun tidur dan pergi ke sekolah.

yang ke tiga, nah ini butuh skill khusus. yaitu saat mood lawan bicara sedang tidak bagus. well, untuk yang satu ini titan masih agak kurang peka nih. masih harus diasah skillnya, hehehe.

let's see how long this will end.
not that soon, i guess.


Tuesday, April 14, 2015

36

many things happened before april and they got me thinking and rethinking about love, motherhood, about being a better child and how to raise better children. about how i would survive my retire years. about how to survive marriage. about understanding a man deeply. about friendship. about illness that can attack us at anytime.

now i am a step closer to forty than to thirty, ... how does it feel?

well, ... i feel old obviously. i might have spent half of my life living.
i feel worry too, because i might have done less good deeds compare to the bad ones.
i feel lucky to have my parents congratulated and hugged me at early morning.
i feel blessed to have a loving hubby, lovable children and managed myself to finally enjoy (after one and a half year) my role as a stay at home mother.

i was raised like a champion breed and treated like a princess for being the only daughter to my parents. i had my worst time being depressed at school, i had my years as champion in college and working life. i had my broken marriage. i rebuild a family with a guy deserted me once. a best friend left me without saying goodbye. i failed a 26 hours contraction. i am a mother of two. i quit my job. i don't think i need anything more.

whatever happens, my plate will cater the same portion and will always do. it is just my skill that needs to be sharpen to make them balance ... and eatable.

chew life. be grateful. happy birthday, me.

- thank you la luna, for being a constant reminder that i am raising a better me - 

- thank you titan, for being my possible hero - 








Tentang kamu di suatu pagi

Saat itu. Aku, aki dan dirimu; La Luna.  Naik motor di pagi hari, mengantarmu bersekolah untuk belajar dan berlari-lari.  Kamu di paling ...