Wednesday, February 25, 2015

The Best



"are you happy to have me as your mom?"

"yes, I am."


"have you ever think of a better mom? 

and you wish her to be your mom? 

"no, you are the best mom."


"you are the best kid also. 

you and la luna are my precious."



we kissed and went to bed. 







Monday, February 23, 2015

What I should be drinking more often



"Bunda, 
I think you should drink 
more low fat milk" 



Malicca Titan, 7 tahun 9 bulan
sambil elus-elus perut bundanya. 

Sunday, February 08, 2015

A Little Note

Let me take you to one of my emotional post.

Never at once; someone who got married with the reason of building life together, wanted a divorce. But who knows things that would came up along the marriage? A divorce is the last thing someone would do. Not because they are not strong enough. It is because they are tired to wake up on the same day everyday. Maybe, it is because they urge the need of moving on their life.

And so I did.

The best thing of the worst things happened was, we decided it together. We got to the court together. We wrote the testimony together, consulted every lines to each other and made sure they are accepted by both parties.

What we started well must end well.

And here comes the saddest part, our son. God knows the regrets we had, and still having, for what he has been through.  We did mistakes for our marriage, we cannot do mistake to our son.  If anyone would ever asked how me and my ex could still meet each other nicely and peacefully, the answer will only be one: it is because the love for our son is so great. Even greater than the love we have for ourselves that we need to lower down our ego, to be stronger to keep catering the past to the present.

And as everyone wanted, our life moves on. But the past can never be forgotten, can never be erased. For now our past have merged together with the present. I am blessed for having a husband who is open minded to accept my ex to come over to our house for a Fridate with our son. To find someone who loves you and wanted to marry you might be hard. But I can tell you, finding someone who wanted to marry you and love not only you but also the ones you love, is way harder. And I am blessed once again for finding one.

I remember the letter my son wrote for his step father on father's day last year.
"Terima kasih Bubu, sudah kasih tahu Titan kalau Titan salah. Terima Kasih. Happy Bubu's day"

:')

Today, I found he wrote another letter. Not for me or his bubu, it was for his cousin. But he showed me and he made me smile.  He wrote about what he likes, what makes him feel bored, what the weird things happening, and most important is how he live a happy life and live a happy family.

Our life might not perfect, Malicca. But your happiness is what I can always promise you that I will try my best. Let's be happy with our limitations. Let's make peace with ourselves and all the things or people we ever hate.

7 y.o big brother lulled her 1,5 y.o little sister while mom was driving.

The little note.

What I always witness before bed time. 



...

I am blessed.
Thank you God, for giving such kind and wonderful people in my life.
Having them makes me think that no such little hatred deserves a space in my brain.


Friday, February 06, 2015

Oh, hello Kenny Rogers

Setelah dua kali gagal, akhirnya berhasil juga bikin ayam panggang simpel tapi enak ala Kenny Rogers. Yang pertama, salah bumbu. Terlalu heboh bumbunya. Yang ke dua, rumah penuh asap karena bakar ayam dan masih berdarah-darah juga dalamnya. Yang ke tiga, Alhamdulillah lebih sukses.

Saya pakai 4 potong paha double (paha atas - bawah), kalau dihitung-hitung sama aja dengan satu ekor ayam ya.
Tiga siung bawah putih digerus, campur dengan satu sachet Masako ayam (oh I love Masako by the way, it is just magical! hahaha), balurin di setiap permukaan ayam.
Taruh di dalam kontainer tertutup, masukkan ke dalam lemari es selama beberapa jam supaya menyerap. Di kasus saya kemarin, saya bumbuin pagi lalu proses sorenya menjelang makan malam.

Setelah kira-kira menyerap, kukus selama tiga puluh menit dengan api kecil.

Siapkan 2 siung bawah merah, gerus halus lalu campurkan pada 1 sendok makan mentega yang sudah dilelehkan. Oles lelehan mentega dan bawang di seluruh permukaan dengan kuas, lalu panggang di atas pan atau bisa juga panggang di oven atau bakaran. Terserah aja sih itu mah, seadanya yang di rumah :)

Voila, it tastes good I tell ya!





Thursday, February 05, 2015

Musim hujan

Titan:
"Ah, ujan lagi ujan lagi. Rugi deh nih"

Bunda:
"Lho, kenapa?"

Titan:
"I will lose my job. You don't need someone to water the plants in rainy season."

Bunda:
"Oh, about that. Well, you can weed. They grow furiously in rainy season."

Titan:
"But it is hard, you need to pay me more."


Laaaaah, dia nawar hahahaha

Sunday, February 01, 2015

Responsibly Happy


Menjelang tahun baru 2015, kami sekeluarga mengalami perubahan-perubahan besar. Perubahan yang membiasakan kami untuk hidup lebih 'seadanya' dengan mengurangi fasilitas-fasilitas yang berlebihan. Kenapa? Karena ternyata tanpa kita sadari, selama ini kita hidup terlalu manja. Baik anak-anak maupun saya. 

Mulai Masak Sendiri

Sebenernya agak malu cerita tentang hal yang satu ini: sekian tahun berumah tangga dan punya rumah sendiri, baru sekarang pontang-panting nyiapin asupan makanan buat sendiri, suami dan tentunya anak-anak.

Lah, ... emang selama ini begimanaaaaaaa?

Nah, ini nih bagian malunya. Karena saya selama ini bekerja, jadinya urusan makan malam dan makan anak-anak saya catering sama ibu. Bukan saja karena lebih simpel, tapi karena masakan ibu saya luar biasa enaknya (ya, menurut saya sih ... anaknya! Hahaha). Paling weekend saya masak lucu-lucuan, atau masak buat anak-anak. Sisanya mah ... cincay! 

Nah, sejak pertengahan Desember 2014 lalu, saya memutuskan untuk berbelanja dan memasak sendiri saja. Sudah saatnya saya menjadi istri dan ibu yang lebih bertanggung jawab terhadap makanan orang-orang rumah. Setiap weekend, saya dan suami belanja kebutuhan untuk seminggu ke depan di pasar basah. Memilih binatang- binatang yang akan kami konsumsi lima hari ke depan plus beli bumbu-bumbu. Saya ingat betul belanja perdana saya untuk kebutuhan dapur yang masih nol hanyalah sekitar tiga ratus lima puluh ribu saja. Tentunya belum termasuk sayur, yang saya pikir lebih baik beli harian aja di tukang sayur supaya masih segar saat dimasak. Kami pulang setelah berhasil memenuhi 2 tas envirosax kami (duh, mesti banget ya disebut merknya? Hahaha ... karena belanja di pasar juga harus tetap gaya!) dengan ikan, udang, cumi, ayam dan bumbu-bumbu. Hari itu, saya memasak perdana dengan menu tenggiri bakar bumbu kuning. Ih, hebat ya? Hahahaha ... sama sekali enggak. Terima kasih sama uda penjual bumbu, saya tinggal bilang "Uda, minta bumbu ikan bakar 3000 ya!" 

Untuk belanja bulanan di Superindo, saya pecah menjadi belanja 2 mingguan. Belanja sayur harian di tukang sayur yang tidak menghabiskan lebih dari sepuluh ribu,  beli telur 1 kg untuk satu minggu di warung depan dan beli roti di Indomaret atau Alfa Mart sebutuhnya saja. Biasanya sih mampir ke sana setelah jemput Titan dari sekolah. Oh iya, belanja kecil-kecil di Indomaret ini ternyata kalau dikumpul-kumpul jadi jajanan mahal, lho! Untuk menyiasatinya, saya beli kartu Indomaret yang bisa di top - up di ATM. Jadi setiap bulan jajanan Indomaret sudah ada platformnya. Lumayan juga kartunya bisa dipakai buat e-toll :) 

Dengan masak sendiri ini, Alhamdulillah kita semua belajar banyak. Karena suami enggak suka makan makanan ala carte yang kebule-bulean (padahal itu yang gampang dimasak hahaha), saya harus belajar masak makanan Indonesia. Walau akhirannya lebih banyak tumis sih, hehehe. Yang jelas, Ariawan membawa bekal makan siangnya sendiri. Biasanya, bekal ke kantor ini adalah left-over foods dari dinner semalam. Kalau kebetulan habis, baru deh masak lagi, jadilah musti bangun lebih pagi. 

Selain itu, mulai juga mikir tentang menu sehat yang minimal minyak. Rebus dan bakar, kalau bisa. Buat nasi, saya campur beras putih dengan sedikit beras merah menjadikannya beras pink yang lucu hahaha. Titan yang picky eater, Alhamdulillah kebiasaan makannya mulai membaik. Makan apapun yang bundanya masak, suka atau enggak suka. Karena ibunya ini sudah terlalu lelah kalau harus masak menu yang berbeda lagi buat dia. Tentunya pilihan menu juga enggak aneh-aneh sih. Dikira-kira aja yang anak-anak bisa suka. 

Buat menghemat waktu dan siap-siap kalau kepepet, saya selalu menyimpan tempe / tahu bacem dan ayam segar berbumbu di lemari es. Kapanpun dibutuhkan, tinggal buka container trus goreng. Kalau lagi males masak, kadang pesen juga sih ke delivery Sederhana atau makan di luar hahaha.

Cutting off the bills

Kemanjaan kita berikutnya adalah ketergantungan terhadap water heater. Ow yeah. Akibat tagihan listrik yang melonjak akhir-akhir ini karena memang TDLnya naik, akhirnya kabel water heater pun saya cabut. Tadinya sih cuma pengen tahu aja, apakah setelah dadah-dadah sama air hangat tagihan listrik bisa berkurang. Eh, ternyata benar, tagihan listrik berkurang tiga puluh persen. 

Awalnya sedih juga, kasihan luna yang masih umur satu tahun. Kasihan Titan yang harus mandi pagi dengan air dingin. Tapi ternyata, Alhamdulillah Luna baik-baik aja. Dia malah seneng banget bisa main di bawah keran. Dan Titan, sejak mandi pakai air dingin, mandi paginya jadi super cepat dan akhirnya ke sekolah pun tidak lagi telat. Super yeay!

Tinggal first media aja nih, langganan TV kabel tapi enggak pernah ditonton. Mau diputusin, kita masih butuh internetnya. Karena kalau hanya berlangganan internet aja, justru lebih mahal jatuhnya. Bisa enam ratus ribuan per bulan. So, ya sudahlah ya kita merem aja. 

So yeah, these are just the beginning of our thrifty lifting journey. Semoga besok-besok bisa lebih menghargai seadanya hidup, menghargai apa yang ada. 

Amin. 




uda - uda si jago bumbu

sayur lodeh, ikan asin, sambel, tempe dan empal goreng

bekal kakak titan

temen weekly shopping

Tentang kamu di suatu pagi

Saat itu. Aku, aki dan dirimu; La Luna.  Naik motor di pagi hari, mengantarmu bersekolah untuk belajar dan berlari-lari.  Kamu di paling ...