Wednesday, January 14, 2015

di suatu pagi

entah kenapa, lagi suka dengan teras belakang ini. sejak hari minggu yang lalu, tepatnya. awalnya karena mau kedatangan eyang kembar, jadi sedikit rapi-rapi dan beres-beres. naro pohon kecil di depan jendela. enggak disangka, dengan seringnya hujan di pagi hari beberapa hari ini, ternyata nongkrong di teras pagi-pagi sebelum semuanya bangun itu enak banget. sambil ngopi, sambil mikir-mikir kesana kemari.

set meja dan kursi di teras belakang, masih juga set lipat yang seharusnya ada di halaman. tapi karena lagi sering hujan, lama-lama capek banget musti angkat-angkat. sebenernya sih disainnya memang untuk dihujanin dan dipanasin. tapi karena warnanya putih, capek juga musti sikat-sikat terus. lagian kalau ditaro di teras rasanya juga lebih berguna, karena udah 7 tahun punya rumah tapi masiiih juga belom punya meja makan yang proper ha ha ha....

taplak meja itu, tak lain dan tak bukan adalah flanel bedong jaman titan bayi. sekarang-sekarang ini lagi suka pakai kain apa aja yang ada. asal dicuci setiap hari. mendingan gitu daripada punya taplak kheseus tapi cuma punya satu trus kzl sendiri kalo ketumpahan kuah kuning.

kursi mungil warna hijau itu, enggak lain yaitu kursi tempat luna duduk manis kalau lagi nungguin bundanya masak. kadang sambil ngobrol sama pohon dan sobek-sobek daunnya. enggak jarang juga dia mainan siram-siraman pohon pakai teko yang di atas meja. lama-lama minta diisi air deh, kemudian becek seteras. la la la ... la .. laaa

tembok taman di ujung sana yang berlumut, dulu ada gambar titan di sana. lumayan bertahan lama sampai akhirnya luntur terkena hujan. ya iyalah, gambarnya pakai oil pastel hahahaha .... saya takut sama sesuatu yang permanen di rumah. bukannya apa, saya bosenan banget ampun - ampunan. segala sesuatu harus bisa dibongkar tanpa bekas dan dipasang lagi di tempat lain. itulah kenapa, beberapa hiasan di rumah cuma ngandelin glutack atau lem tembak. musuhan banget sama yang namanya paku, contohnya tierod tanaman yang menggantung di teras ini. itu batang buat gorden di kamar mandi yang bisa ditarik ulur. enggak pernah sekalipun berniat mengebor tiang kayu besi kecintaan, karena suatu hari pasti pot-pot itu enggak lagi ada di sana. pindah ke tempat lain, entah kemana. tergantung mood.



yang paling enggak saya suka dari teras ini adalah ubinnya. dulu, rumah ini emang gaya-gayanya unfinished gitu. cuma ya, ternyata, unfnished style itu emang murah tapiiiii high maintenance. kalau memang bukan tipe yang enggak papa ngeliat lumut tumbuh, atau sedikit toleng-moleng, gak papa deh punya rumah gaya itu. rumah saya ini pelan-pelan udah move-on dari gaya unfinished. walaupun, di sana - sini masih terlihat aksen concrete exposed atau yang menyerupai. ternyata ubin lekang juga dimakan waktu. dari warna hitam, sekarang mengabur jadi warna kelabu. belum lagi noda-noda putih di atasnya bekas air. awwww ... menyebalkan. entah kapan bisa diganti palka kayu dengan kolam kecil yang mengalir di sekelilingnya. amiiiiiiiin :)

*seruput teh*



No comments:

Post a Comment

Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through ...