Skip to main content

di suatu pagi

entah kenapa, lagi suka dengan teras belakang ini. sejak hari minggu yang lalu, tepatnya. awalnya karena mau kedatangan eyang kembar, jadi sedikit rapi-rapi dan beres-beres. naro pohon kecil di depan jendela. enggak disangka, dengan seringnya hujan di pagi hari beberapa hari ini, ternyata nongkrong di teras pagi-pagi sebelum semuanya bangun itu enak banget. sambil ngopi, sambil mikir-mikir kesana kemari.

set meja dan kursi di teras belakang, masih juga set lipat yang seharusnya ada di halaman. tapi karena lagi sering hujan, lama-lama capek banget musti angkat-angkat. sebenernya sih disainnya memang untuk dihujanin dan dipanasin. tapi karena warnanya putih, capek juga musti sikat-sikat terus. lagian kalau ditaro di teras rasanya juga lebih berguna, karena udah 7 tahun punya rumah tapi masiiih juga belom punya meja makan yang proper ha ha ha....

taplak meja itu, tak lain dan tak bukan adalah flanel bedong jaman titan bayi. sekarang-sekarang ini lagi suka pakai kain apa aja yang ada. asal dicuci setiap hari. mendingan gitu daripada punya taplak kheseus tapi cuma punya satu trus kzl sendiri kalo ketumpahan kuah kuning.

kursi mungil warna hijau itu, enggak lain yaitu kursi tempat luna duduk manis kalau lagi nungguin bundanya masak. kadang sambil ngobrol sama pohon dan sobek-sobek daunnya. enggak jarang juga dia mainan siram-siraman pohon pakai teko yang di atas meja. lama-lama minta diisi air deh, kemudian becek seteras. la la la ... la .. laaa

tembok taman di ujung sana yang berlumut, dulu ada gambar titan di sana. lumayan bertahan lama sampai akhirnya luntur terkena hujan. ya iyalah, gambarnya pakai oil pastel hahahaha .... saya takut sama sesuatu yang permanen di rumah. bukannya apa, saya bosenan banget ampun - ampunan. segala sesuatu harus bisa dibongkar tanpa bekas dan dipasang lagi di tempat lain. itulah kenapa, beberapa hiasan di rumah cuma ngandelin glutack atau lem tembak. musuhan banget sama yang namanya paku, contohnya tierod tanaman yang menggantung di teras ini. itu batang buat gorden di kamar mandi yang bisa ditarik ulur. enggak pernah sekalipun berniat mengebor tiang kayu besi kecintaan, karena suatu hari pasti pot-pot itu enggak lagi ada di sana. pindah ke tempat lain, entah kemana. tergantung mood.



yang paling enggak saya suka dari teras ini adalah ubinnya. dulu, rumah ini emang gaya-gayanya unfinished gitu. cuma ya, ternyata, unfnished style itu emang murah tapiiiii high maintenance. kalau memang bukan tipe yang enggak papa ngeliat lumut tumbuh, atau sedikit toleng-moleng, gak papa deh punya rumah gaya itu. rumah saya ini pelan-pelan udah move-on dari gaya unfinished. walaupun, di sana - sini masih terlihat aksen concrete exposed atau yang menyerupai. ternyata ubin lekang juga dimakan waktu. dari warna hitam, sekarang mengabur jadi warna kelabu. belum lagi noda-noda putih di atasnya bekas air. awwww ... menyebalkan. entah kapan bisa diganti palka kayu dengan kolam kecil yang mengalir di sekelilingnya. amiiiiiiiin :)

*seruput teh*



Comments

Popular posts from this blog

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Three hours late.

2 AM and I stepped in to the house. Hubby was waiting for me. This was not the first time, and not the latest hour I had ever experienced with over time.

"See you soon Bunda. Or at 8, or at 9, or at 10, or at 11 like you said you would be late." Said my son.

I smiled as I entered the house. I smelled home. I saw my beautiful mess. As I picked up some toys on the floor, I imagined what games the kids had played today. There was a drawing, mini ceramics pots, not too chaotic for kids who were left with nini and aki without nannies.

I also saw their time tables, with some check marks on the list. Those that they weren't checked was the responsibility to wash their own dishes. I saw some dirty cups piling up. I saw the microwave's door left half-opened, a baking sheet and a knife. I wonder what they have cooked.
I also saw minecraft was in active window and some search on youtube and google.

Getting home in this hour and not seeing their faces but seeing all the mess the…

Life. Just like what I wanted.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.

Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.

Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, da…