Skip to main content
untuk ibu rumah tangga yang sendirian ngurus dua anak dan rumah (dan saya yakin bukan cuma saya aja yang mengalami ini), menunaikan perjanjian ke dokter bukanlah perkara mudah. pertama, meluangkan waktu untuk riset mencari dokter yang sesuai kata hati dan bisa diterima logika. ke dua, mengatur jadwal yang sesuai dengan aktivitas ibu, aktivitas rutin balita dan tentunya aktivitas si kakak; yang mana dialah yang harus bertemu dengan dokter matanya untuk cek up.

saya enggak sebegitu rajinnya setiap tahun cek mata anak-anak, tapi buat titan; sejak lahir ini sudah yang ke tiga kalinya ke dokter mata. sebelumnya karena mata bintitan dan belekan terus, nah kali ini memang sengaja diniatin cek up karena kekhawatiran saya atas durasi main minecraftnya akhir-akhir ini. saya memang paling parno kalau sudah berurusan dengan mata. pernah saya ke dokter mata hanya karena kelilipan yang sudah seminggu lebih enggak kelar-kelar. ternyata benar, kelilipan serbuk entah apa yang amit-amit kecilnya dan karena saya kucek dan rendam pakai boorwater berhari-hari, malah kornea yang tergores dan luka. setelah itu, ... that's it. gak ada lagi main-main soal mata apalagi mata anak-anak. saat saya ragu, mending saya angkut ke dokter.

akhirnya jadwal pun disetujui. hari senin, jam 4 sore. habis sekolah langsung cus ke rumah sakit. sengaja saya kosongkan aktivitas di jam 3 - 7 buat saya dan anak-anak. saya siapkan semua yang dibutuhkan di jam-jam tersebut sejak pagi dan memundurkan jam tidur dan makan siang la luna supaya jam 3 - 4 dia udah fully loaded perut dan matanya. buat antisipasi, saya juga berbekal makan malam buat titan dan luna. well, bukannya pelit. tapi, knowing nih anak dua termasuk golongan picky eater dan enggak punya luxurious time untuk mampir-mampir ke restoran karena yakin banget harus segera pulang mengingat besok masih hari sekolah dan bocah kecil musti bobo.

sebelumnya, saya mau bilang terima kasih pada mereka yang menemukan carseat. duduk anteng di belakang sambil nonton, saya dan laluna jemput kakak titan ke sekolah dan cus langsung ke jakarta eye center di bilangan kedoya; gedung baru yang belum pernah saya kunjungi sejak mereka pindah dari jalan panjang.

sejak awal saya mendaftar  sampai saya dapat sms reminder sehari sebelum hari H sampai pak satpam yang sangat membantu mendorongkan stroller dan mengambilkan kartu antrian, saya langsung sreg dengan pelayanan di rumah sakit ini.

setelah proses administrasi dan mengganti kartu-kartu yang hilang karena sudah lama enggak cek up, akhirnya kita melaju ke lantai 4, lantai khusus anak-anak. sampai sana sudah ada mbak yang menjemput di lift dan membantu saya membawa semua kerepotan. tiga jam penantian, enggak terasa karena anak-anak dimanja dengan edutoys yang ada di sana. la luna senang sekali, dan saat itulah baru saya tersadar ternyata dia sudah bisa main duplo dan sudah mulai butuh kegiatan motorik kasar yang lebih menantang dibanding sekedar main bola dan lari-lari di rumput.

titan pun dipanggil untuk melakukan serangkaian tes. ternyata kali ini dia udah enggak norak lagi melihat gambar balon udara di monitor komputer dan bisa duduk lebih tenang dibanding saat tes mata di optik beberapa waktu lalu. cuma norak waktu tes otot mata aja, yang tiba-tiba matanya ditiup angin dan dia segera protes "Itu mataku ditempel kancing kaya coraline ya, Bunda?" habis itu tes jarak baca.

setelah ketiga tes tersebut, kirain udah bakalan cepet-cepet dipanggil. ternyata, kita baru dipanggil 2 jam kemudian. melihat anak-anak asyik main dan ruang menyusui udah kaya kamar sendiri, saya anteng-anteng aja. saya paling seneng kalau tahu ada dokter anak yang telaten memeriksa pasiennya dan mau berlama-lama melayani pertanyaan-pertanyaan bodoh dari ibu bapaknya. lagian, udah terbiasa juga sama dokter alerginya titan yang sekali melayani pasien bisa 20 - 40 menit sendiri.

akhirnya titan dipanggil. ada beberapa pemeriksaan lagi di dalam. dokternya juga asyik, bisa menggali titan kenapa harus berlama-lama di depan komputer saat main minecraft dan menjelaskan apa akibatnya bagi mata. menyimpulkan bahwa jatah jadi jauh berkurang: nonton tv 1 jam sehari (which, nggak pernah nonton tv juga sih dia), main minecraft 1 jam seminggu dan makan sayur brokoli, bayam, wortel, tomat is a must. nah, kalau dokternya yang ngomong, baru deh ni anak umur 7 tahun mau nurut.

terus gimana dengan matanya yang kemarin di optik seis didiagnosa silinder 3/4? ternyata sehat-sehat aja. alhamdulillah. tapi, dokternya menemukan kejanggalan yang selama ini saya pertanyakan. namanya: tics.

jadi, dulu waktu titan sekolah tk kecil di bee school, dia suka banget gerak-gerakin pipi, pangkal hidung, gerenyet-gerenyet enggak jelas, tanpa ia sadari. saya tegur berkali-kali malah semakin jadi. akhirnya, setelah saya diamkan (karena putus asa) ... kebiasaan itu menghilang dengan sendirinya. entah, setelah berapa lama.

nah, kebiasaan itu pun sekarang muncul lagi. tepatnya, setelah saya perhatikan, dia datang ketika titan kehilangan dua gigi serinya bagian atas. awalnya saya kira karena gerakan enggak enak mulut yang tadinya berisi gigi penuh harus kosong di tengah-tengah. tapi lama kelamaan saya curiga, kok gerakannya sama seperti waktu dia di tk kecil dulu.

ternyata, menurut dokter, itulah yang dinamakan dengan tics. sebuah kelainan syaraf karena berlebihnya rangsang dari otak. tics belum ada obatnya, karena sebabnya lebih kepada genetik dan emosional. biasanya, anak-anak yang mengalami tics sedang dilanda stress. tics ini lebih banyak menyerang anak laki-laki, sekitar 6 dari 100 anak.

setelah googling ke sana kemari, saya menyesal sekali karena pernah memarahi titan dengan kebiasaan buruknya itu. karena menurut artikel, semakin ditekan maka semakin menjadi-jadi kebiasaannya itu. trus, titan stress apa dong? setelah saya pikir-pikir, dulu titan sangat tidak suka dengan sekolah bee school. sampai-sampai dia menangis tiap kali mau masuk sekolah. karena tahu cuma akan sekolah setahun, saya enggak segera memindahkan titan dari sekolah lamanya ke sekolah yang memang kami tuju sejak awal. setelah pindah, mungkin itulah kenapa sindrom ticsnya hilang dengan sendirinya. nah kalau sekarang? karena tics muncul setelah giginya ompong, kemungkinan besar dia lagi kena krisis PD, apalagi ada anak cewe di kelasnya yang dia taksir, sama-sama ompong; tapi udah numbuh satu. wah, merasa kalah set kali ya!

akhirnya, sekarang sebelum tidur saya selalu pijat wajah titan dengan tetesan minyak aromateapi. titan nyebutnya 'pijat ramuan' dan kayanya dia sangat menikmatinya karena saya sok-sokan pijat pakai teknik relaksasi ala-ala spa hahaha ... selain itu, saya juga berusaha untuk menjadi pendengar yang lebih baik.

titan, 
you are important and you are loved. isn't it all enough? 
worry not, my dear.

Comments

  1. Hi mommie Titan...anak saya umur 5 thn juga kena TIC...apakah sekarang Titan sudah sembuh dari TIC dan gimana pengobatannya...

    ReplyDelete
  2. Hi mommie Titan...anak saya umur 5 thn juga kena TIC...apakah sekarang Titan sudah sembuh dari TIC dan gimana pengobatannya...

    ReplyDelete
  3. Hi mommie Titan...anak saya umur 5 thn juga kena TIC...apakah sekarang Titan sudah sembuh dari TIC dan gimana pengobatannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mom Belby, ya ampun maaf banget saya baru baca komennya. Sekarang Titan sudah sembuh dari TIC. Setelah ke dokter mata itu sih, saya hanya selalu mengingatkan bahwa TIC itu masalah kebiasaan dan itu kebiasaan buruk. Selain itu, setelah diperhatikan TIC muncul kalau lagi ada stress tertentu. Alhamdulillah, setelah diingatkan dan diobrolin kalau ada masalah, TIC-nya sudah hilang.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Three hours late.

2 AM and I stepped in to the house. Hubby was waiting for me. This was not the first time, and not the latest hour I had ever experienced with over time.

"See you soon Bunda. Or at 8, or at 9, or at 10, or at 11 like you said you would be late." Said my son.

I smiled as I entered the house. I smelled home. I saw my beautiful mess. As I picked up some toys on the floor, I imagined what games the kids had played today. There was a drawing, mini ceramics pots, not too chaotic for kids who were left with nini and aki without nannies.

I also saw their time tables, with some check marks on the list. Those that they weren't checked was the responsibility to wash their own dishes. I saw some dirty cups piling up. I saw the microwave's door left half-opened, a baking sheet and a knife. I wonder what they have cooked.
I also saw minecraft was in active window and some search on youtube and google.

Getting home in this hour and not seeing their faces but seeing all the mess the…

Life. Just like what I wanted.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.

Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.

Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, da…