Monday, November 24, 2014

Hari ini, saya merasakan kekuatan cinta

Setelah kegagalan saya dengan bahtera (ciyeee) perkawinan saya yang pertama, agaknya saya jadi berhenti berharap akan sesuatu. Hmmmm, maksudnya, I do believe in hope, yes. But not to expect. Setelah turn-over besar dalam hidup saya itu, saya berusaha untuk ngejalanin aja kehidupan apa adanya. Apa yang bisa dilakukan, ya dilakukan. Kalau kepengen sesuatu dan mampu, ya dapetin. Yang jelas-jelas terlihat dan terasa ajalah, udah enggak mau lagi set up target yang gimana-gimana.

Itu juga yang membuat saya memutuskan untuk berhenti kerja kantoran: karena pada saat itu memang saya lebih dibutuhin di rumah. Iseng-iseng punya bisnis kecil ya anggap aja bonus, karena memang enggak pernah terpikirkan sebelumnya. Mungkin itu sebabnya bisnis yang bentuknya kecil di mindset saya; tetaplah kecil. Belum terpikir untuk menjadikannya besar dan meraksasa. Niat saya, bisnis kecil itu tetap berjalan sampai Luna besar. Kali-kali aja seiring waktu, caramel bebikinan bisa jadi seperti nutella saat Luna punya cucu nanti.

Selama saya berpasrah pada alur hidup, justru sepertinya malah banyak kejutan yang menyenangkan yang bikin hidup jadi lebih hidup. Seperti beberapa bulan yang lalu, dimana seseorang menelfon saya dan meminta untuk bergabung menjadi bagian dari sebuah tim kerja. Terus terang, saya enggak percaya dengan kemampuan saya. Tapi, kemudian saya pikir mungkin inilah jalan yang harus saya jalani. Toh saya tidak pernah mencari, tapi kesempatan ini datang sendiri. Lagipula, saya selalu memikirkan tentang bagaimana bekerja memakai baju kebesaran saya: daster!

Jadi, ... mungkin memang inilah jalan yang sudah ditentukan Tuhan untuk saya. 

Ternyata, langkahnya memang tidak mudah. Untung deh, saya udah kadung terbiasa untuk enggak berharap. Setelah dihitung-hitung, ternyata proses rekrutmen dan segala perintilannya memakan waktu lebih dari tiga bulan. Pakai tes pula, hadeuuuuh. Sempet juga nih merasa terhina karena pakai acara tes-tesan segala. "Plis, deh!" bathin saya. Tapi setelah menjalankan tes itu, saya jadi sadar bahwa ternyata memang kemampuan saya tidak secanggih yang saya bayangkan hahaha. Jadi, ... ya sudahlah ya. Bekerja dari rumah kayanya cuma akan jadi impian saya aja yang entah kapan bisa kejadian.

Lalu, saya pun kembali mengaduk gula. 

Hingga akhirnya kemudian saya ditelfon kembali. Mengatakan bahwa saya berhasil masuk ke dalam tim kerja dan harus mengikuti onboard training yang diadakan di Jakarta tiga minggu mendatang. Saat itu, saya sempat patah arang. Selain sudah terlalu lama, bisnis kecil saya pun lagi seru-serunya. Ditambah lagi, enggak ada yang bisa dititipi La Luna. Akhirnya, saya bilang bahwa saya belum bisa mengkonfirmasi kehadiran saya dalam training tersebut. Tapi mereka sabar, dan bilang bahwa mereka tetap menunggu dan tetap berharap saya bisa ikutan.

Akhirnya, setelah melihat kemungkinan yang ada, saya memutuskan untuk ikut training tersebut. Hanya satu setengah hari dan ini langkah terakhir saya dari langkah panjang yang sudah saya mulai beberapa bulan sebelumnya. Langkah demi langkah. Email demi email. Interview demi interview. Lagipula saya teringat pesan ayah saya "Jangan memulai sesuatu yang tidak bisa kamu akhiri."

Akhirnya saya memutuskan untuk membiarkan alur kali ini mengambil arah destinasi saya.
"This e-mail is just to confirm my attendance on the training. See you." tulis saya kepada salah satu project manager.

Jauh hari, saya persiapkan La Luna untuk dititipkan pada mbak partimer yang suka bersih-bersih di rumah. Jauh hari, saya siapkan siapa yang akan antar - jemput Titan, memberi tahu pihak sekolah, dan saya siapkan juga rencana bagaimana membagi dua mas ojek langganan dengan suami (iya, karena saya dan suami sama-sama memiliki traffic endurance yang semakin parah untuk menyupir mobil sendiri).

All is set. Itu yang saya pikir sampai pada delapan belas jam terakhir sebelum training: tiba-tiba La Luna demam! Si bocah masih pecicilan sampai akhirnya dia saya peluk karena mau disusui. Hap, ... 38,8 derajat saja. Saya bingung bukan kepalang. Mau dibatalin ikutan training kok rasanya enggak mungkin, tapi kalau La Luna ditinggalin rasanya makin tidak mungkin lagi.

Semalaman saya berharap demamnya akan mereda. Tapi ternyata, saya enggak belajar juga dari berharap. Demamnya malah makin menjadi. Akhirnya dini hari saya langsung menghubungi project manager untuk pasang badan. Bilang anak sakit dan entah harus bagaimana. Kali-kali aja ya, dia punya jawaban. Bagus kalau training diundur hahaha.

Tapi ternyata, kita memang enggak bisa membiarkan orang lain yang menentukan pilihan. Apalagi orang asing yang enggak tahu apa-apa tentang keadaan kita, ya kan? Akhirnya, saya tanya suami. Tapi, seperti biasa, dia hanya berkata "Terserah Bunda."

Ah, gak bantu juga deh :'(

Tapi ternyata, sikap suami saya untuk membiarkan putusan ada di tangan saya, justru saya lihat sebagai betapa besar cintanya sama saya. Dia percaya bahwa saya bisa mengambil keputusan sendiri dan meminimalisasi resiko menyakiti / merepotkan orang lain, dan dia akan mendukung keputusan apapun yang saya buat. Ditambah lagi Titan yang tiba-tiba bilang gini "Bunda tenang aja, titan nanti berangkat dan dijemput di sekolah sama aki. Terus, pulang sekolah Titan ajak main La Luna terus supaya dia enggak inget-inget Bunda." Sebagai penutup, ibu saya pun ikut berkata "Minum obatnya jam berapa aja? Udah, yang lain gimana nanti."

Saya tercenung. Meninggalkan seorang anak berusia 16 bulan yang sedang demam dan tidak pernah lepas dari ibunya sejak dia lahir ke dunia selama satu setengah hari. Mungkin kedengerannya biasa aja. Yang bikin enggak bakal biasa ngadepinnya adalah, bahwa La Luna masih menyusu pada saya, dan yang dicari bukan susunya melainkan kenyamanannya mengemut puting. Jadi, ngebayangin dia bakal uring-uringan nyari 'nenen' aja udah males banget. Ditambah lagi pake demam!

Tapi melihat dukungan dan kekuatan cinta yang diberikan ariawan, Titan dan kedua orang tua saya yang akan menjaga La Luna hari itu (karena si mbak partimer tiba-tiba flu berat), saya memberanikan diri untuk membuat keputusan tiga jam sebelum training dimulai: saya akan tetap ikut. Toh, saya bisa meninggalkan training tersebut dan mengundurkan diri kapan saja di hari itu.

Saat training, Saya berusaha untuk tidak mengingat-ingat La Luna. Katanya, supaya si anak juga enggak rewel saat ditinggalin. Dan, tidak ada sedikit pun kabar dari orang rumah. Kalaupun ada kepanikan, kalau enggak kepepet amat, pasti ibu saya dilarang oleh ayah saya untuk menelfon. Training satu setengah hari berjalan lancar seperti enggak ada kejadian apa-apa. La Luna masih tetap demam.

Di hari ke dua, setelah mengikuti training yang hanya setengah hari, hari saya berakhir di UGD karena tiba-tiba panas luna melonjak hingga 39,6. Anehnya tuh anak masih bisa pecicilan, jadi dokter anaknya juga tenang-tenang aja. Disimpulkan bahwa La Luna terinfeksi virus yang jenisnya masih harus ditunggu sampai besok sore untuk cek darah.

Keesokan harinya adalah hari paling deg-degan selama tahun ini. Menunggu-nunggu apakah La Luna akan demam kembali sehingga dia harus cek darah, atau tubuhnya sendiri yang akan memberi tahu jenis virus apa yang lagi melanda. Alhamdulillah, tidak ada demam lagi selepas 72 jam. Dan kemudian timbullah merah-merah di kulitnya. Oh, La Luna lagi kenalan sama roseola.

Saya bersyukur dengan kekuatan cinta di sekeliling saya. Dan saya makin bersyukur dengan kesempatan saya untuk bekerja di rumah dengan menggunakan daster favorit saya, sambil menyusui, sambil menemani Titan bikin PR, sambil masak sayur.

Anyways, ... hello Cupertino!

Thursday, November 13, 2014

sudah berapa kali ya saya cerita, kalau setelah umur tujuh tahun itu tiba-tiba anak jadi 'gede'. makin punya keinginan, makin susah diatur, makin semau-maunya, makin gampang sakit hati, makin sensitif, dan tentunya mulai banyak konflik.

tentunya semua itu enggak semerta-merta, sih. saat itu memang secara fisik pun mereka sedang berubah. yang paling jelas: gigi. mungkin, hampir semua anak umur 7 - 8 tahun gigi depannya ompong dua atau empat. iya, umur segitu waktunya gigi susu tanggal berganti gigi dewasa. alhasil, mereka juga dilanda krisis percaya diri yang amat sangat. walau rame-rame mengalami hal itu bersama temen-temen lain di kelas, tetap rasanya malu. apalagi kalau di kelas ada kecengan.

duh. 

umur segitu juga umuran masuk sd, jenjang sekolah yang range umurnya paling besar dibanding tk, smp dan sma. melihat teman-teman sekelas yang mulai beragam dan melihat ke atas, sang kakak kelas. bingung antara harus tetap jadi anak mama kaya waktu di TK atau harus jadi anak gede karena malu sama temen-temen yang udah gede.

sotoy.

secara logika, pertumbuhan nalar berpikir pun bukan main pesatnya. antara kemampuan berbahasa, mengolah probabilita dan matematika, semua itu membuat proses argumen jadi semakin panjang dan jawabannya sangaaat penuh alasan, ... apalagi kalau disuruh melakukan sesuatu (yang tidak menyenangkan, tentunya).

capek. 

saat-saat begini ini, harusnya kita musti pinter-pinter tarik ulur. kapan harus tegas, kapan bisa didebat. kapan harus serius dan tetiba berubah lucu. tapi namanya orang tua, kan manusia juga. terus terang, saya enggak jadi ibu yang asyik deh beberapa waktu terakhir ini.

"bunda katanya janji mau jadi lebih sabar?"
kata Titan suatu hari saat saya merepet dan mecucu ngeliat kelakuannya.

ah, iya. 
sabar
memang
kuncinya. 

(>.<)

Sunday, November 09, 2014

Who actually the rich people



Malicca few days ago. 
He woke up and told me a story about his dreams.


T: nda, titan mimpi aneh deh. Masa titan mimpi ada di kamar mandi, pipis, tapi atapnya bolong -bolong gitu. Kaya rumah orang miskin.

Me: eh, apa itu orang miskin?

T: orang yang enggak punya uang, jadi dia engga bisa betulin atap rumahnya kalo di mimpi titan.

Me: hey, enggak gitu ah sayang. Do you know, ... the poor people you mentioned just now; is the richest man however.

T: lho, kenapa?

Me: coba titan perhatiin. Kalau mereka pergi, mereka selalu bawa bekal makanan atau minuman. Dan kalau orang minta, pasti mereka kasih. Coba kalau orang kaya, mereka ngga bawa bekal minum karena mereka pikir mereka bisa beli. Saat terpaksa engga ada yang jual, akhirnya mereka minta juga.
Terus, orang miskin yang kamu bilang tadi, naiknya kendaraan umum. Semua orang boleh naik selama space-nya masih ada. Tapi orang kaya yang menurut kamu  punya uang, mereka naik mobil sendiri dan orang lain engga boleh ikut.

T: iya juga ya.

Me: nah, makanya. Enggak baik bilang orang kaya atau orang miskin. Kaya itu, artinya memiliki sesuatu dalam jumlah banyak. Nah, kita semuanya orang kaya. Ada yang kaya harta dan ada juga yang kaya hati. Ada juga yang kaya pengetahuan, senangnya bagi-bagi ilmu karena ilmunya dia ada banyaaaaaaaak.
Nah, kalau bunda dari dulu diajarinnya sama aki dan nini, kalau ada orang yang minta dan kebetulan kita punya apa yang dia minta; ya dikasih aja. Karena, orang enggak akan minta kalau enggak terpaksa. Tapi, kalau memberi, jangan lupa sisakan untuk diri sendiri.
Kalau Titan mau jadi orang yang mana?

T: kan titan udah pernah bilang, i want to be a rich man with and a good man.

Me: nice choice!

Friday, November 07, 2014

spinach chips

as an attempt for finding alternatives for healthier snacks and to set up good habit for kidos to eat more veggies, i finally found some vegetable chips recipe. i tried this one because it looked easy and it actually was. i did not use parmesan cheese, instead, i add some sesame oil and a dash of salt. 
we love the taste.

i got the recipe from here.






Thursday, November 06, 2014

books update

for the past month, i tried to awake my old reading habit.
amazingly, i managed to read some books.
hopefully, will read some more no matter how tired i am.


what everyone is reading at the moment, i guess. i like it. 


draggy book. almost did not finished it, but then I did. 


the flow is too predictable and a bit rushy, the wordings are so so, but the content is nice.
i want malicca read this book someday

currently reading, hopefully not a waste of time.



Tuesday, November 04, 2014

untuk ibu rumah tangga yang sendirian ngurus dua anak dan rumah (dan saya yakin bukan cuma saya aja yang mengalami ini), menunaikan perjanjian ke dokter bukanlah perkara mudah. pertama, meluangkan waktu untuk riset mencari dokter yang sesuai kata hati dan bisa diterima logika. ke dua, mengatur jadwal yang sesuai dengan aktivitas ibu, aktivitas rutin balita dan tentunya aktivitas si kakak; yang mana dialah yang harus bertemu dengan dokter matanya untuk cek up.

saya enggak sebegitu rajinnya setiap tahun cek mata anak-anak, tapi buat titan; sejak lahir ini sudah yang ke tiga kalinya ke dokter mata. sebelumnya karena mata bintitan dan belekan terus, nah kali ini memang sengaja diniatin cek up karena kekhawatiran saya atas durasi main minecraftnya akhir-akhir ini. saya memang paling parno kalau sudah berurusan dengan mata. pernah saya ke dokter mata hanya karena kelilipan yang sudah seminggu lebih enggak kelar-kelar. ternyata benar, kelilipan serbuk entah apa yang amit-amit kecilnya dan karena saya kucek dan rendam pakai boorwater berhari-hari, malah kornea yang tergores dan luka. setelah itu, ... that's it. gak ada lagi main-main soal mata apalagi mata anak-anak. saat saya ragu, mending saya angkut ke dokter.

akhirnya jadwal pun disetujui. hari senin, jam 4 sore. habis sekolah langsung cus ke rumah sakit. sengaja saya kosongkan aktivitas di jam 3 - 7 buat saya dan anak-anak. saya siapkan semua yang dibutuhkan di jam-jam tersebut sejak pagi dan memundurkan jam tidur dan makan siang la luna supaya jam 3 - 4 dia udah fully loaded perut dan matanya. buat antisipasi, saya juga berbekal makan malam buat titan dan luna. well, bukannya pelit. tapi, knowing nih anak dua termasuk golongan picky eater dan enggak punya luxurious time untuk mampir-mampir ke restoran karena yakin banget harus segera pulang mengingat besok masih hari sekolah dan bocah kecil musti bobo.

sebelumnya, saya mau bilang terima kasih pada mereka yang menemukan carseat. duduk anteng di belakang sambil nonton, saya dan laluna jemput kakak titan ke sekolah dan cus langsung ke jakarta eye center di bilangan kedoya; gedung baru yang belum pernah saya kunjungi sejak mereka pindah dari jalan panjang.

sejak awal saya mendaftar  sampai saya dapat sms reminder sehari sebelum hari H sampai pak satpam yang sangat membantu mendorongkan stroller dan mengambilkan kartu antrian, saya langsung sreg dengan pelayanan di rumah sakit ini.

setelah proses administrasi dan mengganti kartu-kartu yang hilang karena sudah lama enggak cek up, akhirnya kita melaju ke lantai 4, lantai khusus anak-anak. sampai sana sudah ada mbak yang menjemput di lift dan membantu saya membawa semua kerepotan. tiga jam penantian, enggak terasa karena anak-anak dimanja dengan edutoys yang ada di sana. la luna senang sekali, dan saat itulah baru saya tersadar ternyata dia sudah bisa main duplo dan sudah mulai butuh kegiatan motorik kasar yang lebih menantang dibanding sekedar main bola dan lari-lari di rumput.

titan pun dipanggil untuk melakukan serangkaian tes. ternyata kali ini dia udah enggak norak lagi melihat gambar balon udara di monitor komputer dan bisa duduk lebih tenang dibanding saat tes mata di optik beberapa waktu lalu. cuma norak waktu tes otot mata aja, yang tiba-tiba matanya ditiup angin dan dia segera protes "Itu mataku ditempel kancing kaya coraline ya, Bunda?" habis itu tes jarak baca.

setelah ketiga tes tersebut, kirain udah bakalan cepet-cepet dipanggil. ternyata, kita baru dipanggil 2 jam kemudian. melihat anak-anak asyik main dan ruang menyusui udah kaya kamar sendiri, saya anteng-anteng aja. saya paling seneng kalau tahu ada dokter anak yang telaten memeriksa pasiennya dan mau berlama-lama melayani pertanyaan-pertanyaan bodoh dari ibu bapaknya. lagian, udah terbiasa juga sama dokter alerginya titan yang sekali melayani pasien bisa 20 - 40 menit sendiri.

akhirnya titan dipanggil. ada beberapa pemeriksaan lagi di dalam. dokternya juga asyik, bisa menggali titan kenapa harus berlama-lama di depan komputer saat main minecraft dan menjelaskan apa akibatnya bagi mata. menyimpulkan bahwa jatah jadi jauh berkurang: nonton tv 1 jam sehari (which, nggak pernah nonton tv juga sih dia), main minecraft 1 jam seminggu dan makan sayur brokoli, bayam, wortel, tomat is a must. nah, kalau dokternya yang ngomong, baru deh ni anak umur 7 tahun mau nurut.

terus gimana dengan matanya yang kemarin di optik seis didiagnosa silinder 3/4? ternyata sehat-sehat aja. alhamdulillah. tapi, dokternya menemukan kejanggalan yang selama ini saya pertanyakan. namanya: tics.

jadi, dulu waktu titan sekolah tk kecil di bee school, dia suka banget gerak-gerakin pipi, pangkal hidung, gerenyet-gerenyet enggak jelas, tanpa ia sadari. saya tegur berkali-kali malah semakin jadi. akhirnya, setelah saya diamkan (karena putus asa) ... kebiasaan itu menghilang dengan sendirinya. entah, setelah berapa lama.

nah, kebiasaan itu pun sekarang muncul lagi. tepatnya, setelah saya perhatikan, dia datang ketika titan kehilangan dua gigi serinya bagian atas. awalnya saya kira karena gerakan enggak enak mulut yang tadinya berisi gigi penuh harus kosong di tengah-tengah. tapi lama kelamaan saya curiga, kok gerakannya sama seperti waktu dia di tk kecil dulu.

ternyata, menurut dokter, itulah yang dinamakan dengan tics. sebuah kelainan syaraf karena berlebihnya rangsang dari otak. tics belum ada obatnya, karena sebabnya lebih kepada genetik dan emosional. biasanya, anak-anak yang mengalami tics sedang dilanda stress. tics ini lebih banyak menyerang anak laki-laki, sekitar 6 dari 100 anak.

setelah googling ke sana kemari, saya menyesal sekali karena pernah memarahi titan dengan kebiasaan buruknya itu. karena menurut artikel, semakin ditekan maka semakin menjadi-jadi kebiasaannya itu. trus, titan stress apa dong? setelah saya pikir-pikir, dulu titan sangat tidak suka dengan sekolah bee school. sampai-sampai dia menangis tiap kali mau masuk sekolah. karena tahu cuma akan sekolah setahun, saya enggak segera memindahkan titan dari sekolah lamanya ke sekolah yang memang kami tuju sejak awal. setelah pindah, mungkin itulah kenapa sindrom ticsnya hilang dengan sendirinya. nah kalau sekarang? karena tics muncul setelah giginya ompong, kemungkinan besar dia lagi kena krisis PD, apalagi ada anak cewe di kelasnya yang dia taksir, sama-sama ompong; tapi udah numbuh satu. wah, merasa kalah set kali ya!

akhirnya, sekarang sebelum tidur saya selalu pijat wajah titan dengan tetesan minyak aromateapi. titan nyebutnya 'pijat ramuan' dan kayanya dia sangat menikmatinya karena saya sok-sokan pijat pakai teknik relaksasi ala-ala spa hahaha ... selain itu, saya juga berusaha untuk menjadi pendengar yang lebih baik.

titan, 
you are important and you are loved. isn't it all enough? 
worry not, my dear.

Tentang kamu di suatu pagi

Saat itu. Aku, aki dan dirimu; La Luna.  Naik motor di pagi hari, mengantarmu bersekolah untuk belajar dan berlari-lari.  Kamu di paling ...