Skip to main content

telat dan telat banget

masih berkutat dengan anak yang terlalu santai berangkat sekolah dan akhirnya ... telat!
ternyata saya masih belum legowo untuk menjadi fasilitas belajar. masih nervous kalau liat si anak nyantai dan enggak merasa ada yang salah kalau telat datang ke sekolah.

saya orang  yang percaya, kalau saya ninggalin rumah sambil misuh-misuh, pasti sepanjang jalan sampai ke tempat tujuan itu enggak lancar. banyak yang bikin kesel dan semuanya jadi enggak bener. begitu juga pagi ini.

saya bangunin titan sekali, and thats it. anaknya manis banget, lima belas menit kemudian kucuk kucuk turun tangga dan mandi. tapi along the way, karena dia merasa sudah bangun cepat, maka bersantai-santailah dia melakukan ritual-ritualnya. dia enggak ngerti, bahwa dia bangun cepat pun harinya sudah siang. alhasil, ya jadi telat juga berangkatnya. ndelalah di jalan kena metromini mogok pas banget di depan mata, trus kejebat gridlock di perempatan.

di perjalanan, sontak dong saya nyerocos.
paling juga nggak didengerin sih sama anaknya -__-
sampai akhirnya saya mengajukan sebuah ide.

"malicca, karena kamu enggak merasa rugi juga kalau telat (he did say that before), dan anyways sudah telat juga nih kita, yuk kita ngopi-ngopi dulu aja di McD atau sruput-sruput Slurpee di Sevel. toh udah telat juga, kan? bedanya, kita santai-santai dulu... oh, bunda ding yang santai-santai. kan kamu udah santai-santai tadi pagi. luna juga udah nangis-nangis tuh bosen, abis macet banget siiiih."

"nggak mau, nda. nanti jadi telat banget."

"whats the difference between telat dan telat banget? gak ada itu yang namanya telat banget. telat ya telat aja, thats it. kalau udah telat, ya udah. telat. gak usah pake banget. thats what we do with timing. tepat atau telat."

anaknya diem aja.
saya pasang sen mau melipir ke sevel yang udah ngiming-ngiming slurpee cotton candy.

aselik deh, saya udah niat banget mau nyevel karena kesel terkena macet ngga jelas ini. gara-gara tol jorr sudah dibuka tapi akses luarnya masih berantakan, gini deh akibatnya. tapi tiba-tiba titan protes berat.

"oke, oke! aku enggak akan telat lagi. beneran! 
kamu jalan terus aja, jangan mampir beli slurpee."

saya pasang muka datar, walau dalam hati senyum-senyum dan terus jalan enggak jadi melipir.
ya, gak ngaruh juga sih.
tetep telat.

banget.


Comments

Popular posts from this blog

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Three hours late.

2 AM and I stepped in to the house. Hubby was waiting for me. This was not the first time, and not the latest hour I had ever experienced with over time.

"See you soon Bunda. Or at 8, or at 9, or at 10, or at 11 like you said you would be late." Said my son.

I smiled as I entered the house. I smelled home. I saw my beautiful mess. As I picked up some toys on the floor, I imagined what games the kids had played today. There was a drawing, mini ceramics pots, not too chaotic for kids who were left with nini and aki without nannies.

I also saw their time tables, with some check marks on the list. Those that they weren't checked was the responsibility to wash their own dishes. I saw some dirty cups piling up. I saw the microwave's door left half-opened, a baking sheet and a knife. I wonder what they have cooked.
I also saw minecraft was in active window and some search on youtube and google.

Getting home in this hour and not seeing their faces but seeing all the mess the…

Life. Just like what I wanted.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.

Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.

Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, da…