Thursday, August 21, 2014

Karma


have you ever wonder what kind of life you and your kids will have when you get old?
i mean ... those rhetorical questions like would the kids be a good boy and girl in the future? would they be useful for the community? would they be useful for themselves? would they have a good job or career? would they survive the world? what would they think of you, their parents? would they take care of you as you will have a gradual hearing loss, memory loss and live as a retiree with limited amount of money? would they be happy? would you be happy seeing them?

well, i do. and i am sure you do too.

and having said that, since i would never be able to answer that, i reflect myself to what is happening to me now and my relation with my parents and other family members. have i been a good child? have they fed me with halal? what mistakes and goods they have made, all the deeds that make me what i am today: a karma for my parents.

and my children, will be my karma too.

then suddenly i am in a deep mourn, because the big question arise: have i been a good mother? have i done the right thing for them? because i think, i have not. i could have been better and want to be better. but how? what is a better mom in criteria? i don't have the checklists. would it be no more bribes? would it be no more toys? would it be giving all they want? would it be letting them do what makes them happy?

then what if they asks the mistakes i have done? the obvious ones? the path i have taken? and if i answer them, what if they cannot accept my reasons? would i be the one to blame? would they know that i only got one chance to be a parent? and in this case, their parent. would they understand, that many times, i also do not know what to do.

to my kids, malicca and la luna.
you are the chance that i have, and the only chance god gives me to be a mother. there is no way you can get back to my tummy and god definitely did not do a mistake sending you two to me. because we are made for each other.
and if i do something wrong, ever, and i am sure i will (or did), would you please forgive me? because as you grow each day, i also learn new things about you and about myself. because we all change every single day, it is just sometimes we forget to tell what the changes are.

i love you satellites.
how many times i have told you that it is not you who runs around me, it is you two that has been the centre of my gravity.


I want to be a good boy

Me, talking to La Luna:
Hey, pretty girl. Come here and get your dress change.
And you, handsome boy, go finish your homework.

Titan:
Ow, me ... handsome!

Me:
Yes, hmm... I think I have new nicks for you two.

Titan:
Yes, I like handsome. And Naira will be the pretty girl.

Me:
Which one do you choose, a handsome boy or a good boy?

Titan:
Good one.

Me:
Why?

Titan:
Because I want to be very good.

Me:
Nice one. Always remember that.

Friday, August 15, 2014

guru yang baik. gimana, sih?

titan udah tiga minggu ini efektif belajar di kelas dua. selain duitnya, yang lain enggak berasa udah berjalan sejauh ini. yes, memasuki tahun ke tiga sekolah high scope. memasuki tahun ini, jujur saya agak deg-degan. guru di grade 1 bisa bilang bahwa pengajaran tidak memberatkan pada akademis, tapi di kelas 2 ini mereka wanti-wanti bahwa beban akademis pasti akan meningkat.

lalu, hal pertama yang saya cari tahu saat initial meeting dengan principal adalah, mencari tahu siapa guru-guru titan nanti. dan menurut teman-teman sesama orang tua murid, kelas titan mendapat guru terbaik yang pernah mereka temui: Miss P.

pertama saya bingung, seperti apa sih guru yang OK banget itu?

hari demi hari, saya mengumpulkan fakta seperti apa si miss P ini. berusaha untuk memahami apa maksud teman-teman dengan definisi guru terbaik di sekolah. well, saya enggak punya checklist dan kriteria sendiri tentang guru terbaik, tapi so far ini yang saya dapat.

pertama.
di hari pertama titan masuk sekolah, saat saya menjemput; miss P menghampiri saya dan berpesan:
"Ibu, tolong dibantu supervisi di rumah. Tadi, saat review, Malicca kurang detail dengan penulisan huruf besar dan huruf kecil. Kemudian saya suruh hapus dan perbaiki. Tapi, masih salah. Akhirnya saya contohkan, dan dia tinggal copy paste aja. Tapi, masih salah juga. Nanti di rumah, dilatih aja ya Ibu."

ke dua.
kemarin, titan mengingatkan saya bahwa miss P mengingatkan supaya orang tua selalu menandatangani setiap pengumuman yang ditulis di buku agenda.

ke tiga.
setiap minggu, saya selalu mendapatkan email mengenai progress report kegiatan anak di sekolah. tapi sudah beberapa hari ini, di agenda titan selalu ditulis bahan-bahan pelajaran mereka dalam bentuk link-link website yang bisa saya akses, bukan per minggu tapi hampir setiap harinya. jadi, saya enggak deg-degan lagi sudah belajar apa saja anak-anak di sekolah hari ini. karena, maklum, sekolahnya titan ini enggak pakai buku sama sekali. jadi emang sering banget orang tua bertanya-tanya sudah sepinter apa anaknya dibanding anak-anak lain yang di sekolahnya pakai text book. catatan-catatan kecil dari miss P ini menolong sekali. bangeeeet. enggak seperti tahun lalu dimana saya agak lost track dengan bahan pelajaran titan sehingga saya harus provide buku-buku text book sendiri.

well, udah ada tiga poin yang saya rasain untuk kategori guru terbaik ini. semoga bakal nambah lagi di minggu-minggu berikut. amin!




#lebaran2014

postingan #ramadhan2014 belum lengkap, tau-tau udah nongol judul baru #lebaran2014 aja hahaha

well, jadi gini ceritanya.
tiba-tiba si mbak di rumah nini, yang notabenenya tetanggaan sama kita, tiba-tiba pulang sebelum waktu yang dijanjikan. jadilah kita semua sibuk kerja bakti bantuin nini - aki yang umurnya sudah di atas 65 tahun, mulai dari dalam sampai luar. kamar mandi sampai garasi. lap-lap sampai mencuci. apalagi nini itu clean freak. kalau kata aki, nini suka memaksakan rumah untuk selalu kinclong seperti istana nabi sulaiman. padahal, tenaganya sudah jauh menyusut. aku sih ketawa ajalah. ya memang sudah sifatnya seperti itu, mau gimana dong. udah bagus hobinya bersih-bersih, daripada hobi belanja? lebih pusing lagi kan, ki?

ndelalah, si mbak part-timer di rumah kita pun ikutan ambil cuti mendadak seenaknya. 3 minggu, bayangin! pun tanpa pemberitahuan sebelumnya. ujug-ujug gak masuk dan ngirim anaknya yang masih sd untuk minta 'izin'. jadi, ya gitu deh ... sudahlah beberes dua rumah, punya satu bayi dan enggak terasa lebaran pun datang dengan sangat cepatnya. sampe enggak sempat bikin-bikin kue lucu, apalagi nulis-nulis lucu.

nah, mumpung lebaran belom genap satu bulan (mind my excuse please), izinkan saya mengucapkan selamat lebaran ya. mohon maaf lahir dan bathin, kalau-kalau ada kata-kata yang menohok di hati *pelukkk*

so, gimana lebarannya? kalau saya, setiap lebaran bawaannya sedih. semakin tua, semakin sedih. karena takut, takut banget, kebersamaan bersama orang tua akan berakhir suatu saat nanti. padahal, yang tua kan belum tentu akan meninggalkan kita duluan ya. tapi entahlah, rasanya ya ... sedih. apalagi semakin ke sini, lebaranan semakin sepi. karena sesuatu dan lain hal.

dulu, rumah orang tua saya selalu dijadikan 'pool' lebaran, baik dari pihak keluarga bapak maupun mamah. tapi, sejak bapak pensiun, perlahan-lahan mereka yang tetap ke rumah tinggal hitungan jari. sudah beberapa tahun belakangan ini lebaran itu 'seadanya'. ditambah di keluarga saya bercucu sedikit, cuma empat orang dan itu pun yang satu jauh di benua lain, satu masih tergolong kelas perbayian dan satu lagi selalu berlebaran di kota lain. otomatis tinggal satu aja yang tersisa di rumah, yaitu titan. jadi ya memang tidak ada alasan untuk bermeriah-meriahan. jauh dari petasan, permen dan angpao.

itulah juga kenapa, titan tidak terbiasa dengan keistimewaan lebaran seperti saya dulu. saat ditanya sama nininya apakah sudah punya baju lebaran, dia malah nanya balik seperti apa baju lebaran itu. apakah beda dengan baju-baju yang dia punya sekarang?

sesaat, itu jawaban cerdas. tapi kalau dipikir-pikir lagi, kok saya agak sedih ya. dulu waktu kecil, lebaran itu sesuatu yang wow banget. ketemu sama saudara-saudara dan ... pesta! tapi sekarang enggak lagi, dan karena itu titan juga menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa-biasa aja.

sebagai upaya untuk mengembalikan magic moment lebaran, dua tahun terakhir ini saya membolehkan titan untuk membelanjakan uangnya untuk beli mainan. well, for the sake of enliven the joy of lebaran. just like christmas. tapi ternyata cuma bertahan dua tahun, saat titan berumur 5 dan 6 tahun. karena tahun ini, saat titan berusia 7 tahun; dia lebih suka menabung uang angpaonya untuk dibeliin yang dia belum tau apa.

well, ini jadi pe er saya untuk lebaran tahun depan sih. semoga bisa lebih bersemangat dan menularkan semangat suci itu buat anak-anak :)

dan satu lagi catatan untuk ramadhan kali ini, saya berhasil berbuka puasa di rumah bersama orang tua selama satu bulan penuh! hal yang belum pernah saya lakukan selama belasan tahun terakhir :)

barakallah.




Tentang kamu di suatu pagi

Saat itu. Aku, aki dan dirimu; La Luna.  Naik motor di pagi hari, mengantarmu bersekolah untuk belajar dan berlari-lari.  Kamu di paling ...