Skip to main content

Oh you failed me, Mr. Jobs.

Yes, Mr. Jobs ... you said computer should be personal. But look at what's happening now, my kids are having a cat fight over a macbook for Barney video and Minecraft; apps you did not create for apple.

Both cried, so greater interference should give a go.

Me:
Titan, yuk kita problem solving. Bunda di sini mewakili adek luna untuk solve the problem, karena adek masih terlalu kecil untuk diskusi sama kamu.

Titan:
OK

Me:
So, what is the problem?

Titan:
Itu, adek ngerebut komputernya buat nonton Barney pas titan lagi main Minecraft. Ini kan weekend, Titan cuma boleh main Minecraft on weekend, kan? Kalau diganggu adek nanti jam main Minecraft Titan jadi berkurang. Titan nggak mau.

Me:
O, gitu tho masalahnya.
OK then, kamu punya solusi apa?

Titan:
*mikir lama*
Enggak tau, Titan enggak punya ide solusinya apa.

Me:
Hmmm, kalau gitu Bunda aja yang kasih solusi. Bunda punya 3 solusi, Titan pilih yang mana. OK?

Titan:
OK *masih dengan mulut bersungut-sungut dan bersuara tipis habis nangis*

Me:
Solusi pertama, karena bunda enggak mau kita semua bertengkar hanya karena komputer, gimana kalau komputernya bunda simpan aja? jadi adil untuk semua. Titan enggak bisa blogging, browsing dan main Minecraft, adek enggak bisa nonton Barney di Youtube, Bunda juga enggak bisa jualan caramel di Facebook jadi Titan enggak bisa beli mainan lagi. Bunda enggak bisa baca email-email dari sekolah Titan, trus ketinggalan pengumuman macam-macam. Pokoknya kita sama sekali enggak pakai komputer, kita simpan baik-baik di lemari.

Titan:
Film-film Titan yang di komputer Bunda, gimana? Enggak boleh ditonton juga?

Me:
Nanti kita pindahin film-filmnya pakai thumb drive dan titan bisa nonton di TV di lantai atas.

Titan:
Enggak, Titan enggak mau option satu.

Me:
OK, then I let's go to option 2.
Seperti yang bunda janjikan, weekend is your time for Minecraft. The computer is all yours.
Tapi, kamu harus maksimalkan kesempatan itu. Go for minecraft all weekend. Enggak perlu makan, enggak perlu mandi, enggak perlu minum, enggak perlu ngobrol sama bunda, adek dan siapapun, enggak ngapa-ngapain pokoknya cuma main Minecraft. Lalu, mainnya di tempat tertutup yang adek Luna enggak mungkin nemu. Lalu Titan kunci pintunya. Misalnya main di gudang, atau main di kamar Titan di atas. Like I said, the computer is all yours. Termasuk juga, kalau minecraftnya tiba-tiba ada glitch, wifi-nya tiba-tiba enggak bisa connect, you fix them yourself. Why? Because like I said, the computer is all yours on weekend.

Titan:
*mikir kenceng*
Hmmm... option ke-3 apa?

Me:
Hmmm, ... option ke-3; bermain dengan bijak.

Titan:
Bijak itu apa?

Me:
Bijak itu, maksudnya bijaksana. Tahu waktu dan tahu diri.

Titan:
Maksudnya?

Me:
OK, Tahu waktu: Ini maksudnya.
Bunda ingetin ya, kan bunda bilang sebelumnya, kalau dibeliin Minecraft Titan harus tahu waktu. Kenapa, karena semua hal ada waktunya. waktu untuk main ya main. waktu untuk makan ya makan. waktu untuk mandi ya mandi. nah, waktu untuk sharing ya sharing. Jangan karena gara-gara main Minecraft waktunya jadi tabrakan semua. Akibatnya, Titan jadi enggak mandi. Enggak makan. Enggak bener, itu.

Tahu diri, maksudnya:
Ini kan komputernya Bunda, tapi bunda enggak keberatan sharing sama Titan. Masa Titan keberatan untuk sharing sama adek Luna? Lagian adek mainnya cuma sebentaaaaar. Paling cuma 10 menit trus bosan. Sementara Titan sudah main dari pagi, kan? Saat adek Luna nonton, toh kamu bisa main yang lain. Go outside and see the greeneries, it is good for your eyes. Titan bisa menggambar, main lego, main ayunan, main otoped, ngobrol sama Bunda, banyak lho yang bisa dikerjain. Dan kemarin-kemarin, di weekdays yang kamu enggak boleh main Minecraft, kalau adek nonton Barney di Youtube kamu biasanya ikutan nyanyi. Kalau kemarin bisa sharing, kenapa hari ini enggak?

So, back to our problem solving. Bunda sudah kasih 3 option, Titan pilih yang mana?
1. Komputernya disimpan jadi kita semua enggak bisa pakai
2. You have the computer all weekend, but you have to maximise it.
3. Be flexible, use the computer wisely. Bijaksana. Tahu waktu dan tahu diri.

Titan:
OK. Titan pilih nomer 3.

Me:
Bener?

Titan:
Iya.

Me:
OK. Problem is solved ya. Salaman dulu dong.

*salaman*


Comments

Popular posts from this blog

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Three hours late.

2 AM and I stepped in to the house. Hubby was waiting for me. This was not the first time, and not the latest hour I had ever experienced with over time.

"See you soon Bunda. Or at 8, or at 9, or at 10, or at 11 like you said you would be late." Said my son.

I smiled as I entered the house. I smelled home. I saw my beautiful mess. As I picked up some toys on the floor, I imagined what games the kids had played today. There was a drawing, mini ceramics pots, not too chaotic for kids who were left with nini and aki without nannies.

I also saw their time tables, with some check marks on the list. Those that they weren't checked was the responsibility to wash their own dishes. I saw some dirty cups piling up. I saw the microwave's door left half-opened, a baking sheet and a knife. I wonder what they have cooked.
I also saw minecraft was in active window and some search on youtube and google.

Getting home in this hour and not seeing their faces but seeing all the mess the…

Life. Just like what I wanted.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.

Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.

Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, da…