Skip to main content

bad people out there

setting:
di teras belakang sambil nemenin titan makan siang (enggak puasa karena enggak mau sahur), dan terjadilah percakapan ini.

me:
tan, kamu tahu enggak, saat ini; detik ini dimana titan lagi makan nasi goreng kornet telor ini, di belahan dunia sana ada yang lagi perang. they are in a worst condition.

titan:
oya?

me:
iya, negara yang diserang namanya palestina. yang menyerang, namanya israel.

titan:
perang kenapa, nda?

me:
well, biasanya, semua perang itu sama sih alasannya. berebut tanah. land, the ground you stand, you live with your family and the whole nation. kaya gini contohnya. ini kan rumahnya titan, bunda, adek dan bubu. tempat kita main, bobok, mandi pakai air hangat, di kulkas isinya makanan-makanan kita, di halaman belakang tempat kita main, pohon sawo mangga dan nangka punya kita yang kita petik buahnya kapan aja dia berbuah. tempat tidur juga punya kita yang bisa bikin kita nyaman bobo. nah, suatu hari ada orang lain masuk ke rumah. tiba-tiba! udah gitu, orangnya enggak sendirian. dia bawa semua keluarganya, temen-temennya, tetangganya, guru-gurunya. mereka semua masuk ke rumah kita. udah gitu, orangnya enggak sopan. tempat tidur kita diambil jadi kita bobonya sempit. makanan kita di kulkas dimakanin juga. pohon nangka kita buahnya diambil. mereka seenaknya aja pengen tinggal di sini, tapi enggak mau sharing. maunya ngambil yang kita punya.

nah, kalau kejadiannya kaya gitu; mau enggak mau kita yang ada di rumah kan harus melawan mereka yang mau masuk rumah, kan? bunda enggak bisa diemin mereka ambil susunya titan dan luna. air panas juga selalu habis sama mereka. udah gitu jangan-jangan mereka nakal, nanti titan sama luna disuruh-suruh kaya pembantu. mau nggak mau, kita harus perang melawan mereka kan? kita pukulin pantatnya satu-satu, kita usir dari rumah supaya rumah ini jadi milik kita lagi.

nah, perang juga begitu. tapi yang direbut negaranya. rumah semua orang. mereka datang, marah-marah dan ngambilin semua yang ada di negara itu. orang-orangnya juga. jadi, mau enggak mau kita harus berperang melawan mereka.

titan:
hahaha, ... pantatnya aja tendang ... tuiiiiiiiiiiing *sambil ketawa-ketawa*

me:
exactly! that is what happening in palestine, and some other countries if i may say.
trus titan tau enggak, kalau perang itu; yang paling banyak jadi korban itu anak-anak dan perempuan. semalam bunda liat foto temen-temen titan dan luna jadi korban di sana. kasihan banget.

titan:
kenapa, nda?

me:
kenapa anak-anak dan perempuan jadi korban?

titan:
iya. karena mereka kan tenaganya enggak sebesar laki-laki dewasa. mereka enggak terlatih untuk nonjok orang sekampung, enggak terlatih untuk nembak, teriaknya enggak kenceng, dan ibu-ibu ada di dalam rumah untuk ngelindungin anak-anaknya, tapi ternyata yang diserang malah rumah-rumah penduduk.
makanya, titan bersyukur ya. bunda juga. kita masih bisa bobo tenang, masih bisa bangun dari tidur panjang di malam hari dan melihat matahari. sementara sodara-sodara kita di sana, kasihan. penuh ketakutan hidupnya. berlindung di bawah meja, karena takut. it was horrifying, nak. kamu suka kan melihat petasan yang meletus di udara? yes, just like that. tapi banyak. langit malam jadi terang, dan yang meletus itu bukan petasan tapi peluru. hujan peluru. ada titik-titik menyala yang jatuh kaya hujan, tapi itu peluru. atap rumah jadi bolong dan pelurunya menembus ke dalam rumah.

titan:
hahaha ... rumahnya bolong-bolong kaya keju.

me:
yes, bener itu. badan kita juga bisa bolong-bolong kaya keju.

titan:
hah?

me:
iya. peluru itu seperti petasan, tapi ada isinya. isinya logam dan kenceng banget kecepatannya, jadi bisa nembus badan kita. itu cara kerja peluru, makanya kita bisa meninggal kalau kita kena peluru.

titan:
kalo kena pantat nanti ada asapnya dong nda, pantatnya?

me:
uuuh, bukan asap lagi. nembus, bunda bilang juga.

titan:
oh ... kasihan.

me:
nanti kita berdoa ya, buat sodara-sodara kita. dan juga berdoa supaya kita semua selalu selamat.
the earth is small, yet the world is so big. isinya bukan cuma kita dan mainan kita aja. there are bad people out there, bad bad ones. but don't be afraid because there are also good people, including us.

titan:
nda, di belakang indonesia tuh apa sih?

me:
nggak ada lah. adanya di sisi kanan, kiri, atas atau bawah.

titan:
bumi kan bulat, maksud titan di belakang indonesia itu apa.

me:
ooo itu maksudnya, kalau enggak salah sih benua amerika, nggak tepat tapi kurang lebihlah.

titan:
kalo kita mining di bawah sini, bisa nembus dong?

me:
hahaha bunda juga dulu kepikiran yang sama. tapi enggak mungkin dong. jauh sekali kan, nggak ada yang bisa nembusin. habis lapisan tanah kan ada lapisan lain, trus magma bumi, lapisan inti bumi. nanti kalau kita nambang / gali sampe tembus, magmanya keluar trus jadi banjir lava dong kita?

titan:
oh iya juga ya.

me:
OK, go get your meal finished lalu kita sholat zuhur dan berdoa yuk.

titan:
ayuk, titan jadi imam ya.

me:
boleh. rakaatnya jangan salah, ya.

titan:
empat, kan?

me:
iya.

Comments

Popular posts from this blog

Life. Just like what I wanted.

Sounds so snobbish ya, saying life is just like what I wanted. But then I realized, semua itu karena emang aku enggak pengen apa-apa. Sekarang juga (ternyata) masih begitu. Dulu emang I treat my life like a blue print. Things to do piling up my list and my aims were to accomplish them. Alhamdulillah, semua tercapai. Tapi kemudian seperti ada titik tolak dalam hidup yang bikin  berhenti ingin terlalu banyak dari hidup. Entah karena merasa udah cukup banyak pencapaian pribadi baik yang bagus atau yang buruk, entah karena pernah kecewa berat sama yang namanya manusia atau karena alasan klise yang digadang-gadang semua manusia: anak.

Sekarang ini, lebih banyak menyambut apa yang datang ke dalam hidup. Termasuk, kembali ke agency lagi. Having thought that I am not some kind of 'Man in a mission' kind of person. I am just an 'I will do my best' of what comes in front of me kind of person.

Gini ceritanya.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setel…

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through both and also had a chance of being a working-from-home mom, it is even more ridiculous for me. Only stupid have a time discussing it and to elaborate on their social media status. Whoever we are, what kind of mom we are, what matters most is how we can make our life productive and progressing. Every single day.

Different mom has different ways of being productive. Some goes to work. Some clean up and cook for the family. Some works at home by selling stuffs online or being a freelancer. Productive means to produce something. Be it money, the foods, you name them all. But the question is, is productive enough? How about having a progressing life? Not as the wife of Mr. Blabla or as the mom of kid Zubidudamdam. But us, as a person. Me, as Wury; a 38 years old woman and how far I have made progress in  my life.

BUT. Let alone of being progressive, ... ar…