Sunday, May 25, 2014

Luna's first few steps

O'o ...
welcoming another sleep walker in the family!

Tadi malam, saya lagi menidurkan Luna sambil disusui. Tiba-tiba dia terbangun dan langsung berdiri tegak lalu melangkah tegap sebanyak empat langkah ke kepala tempat tidur.

Karena takut, saya tangkap dia dan segera susukan kembali. Luna pun tidur. Dan saya masih terbengong-bengong.

Pertama, Luna belum bisa berjalan dengan lancar. Apakah kejadian tadi berarti dia sudah bisa berjalan tapi alam sadarnya membuatnya takut terjatuh?

Ke dua, kira-kira dia sedang mengejar apa ya, dalam mimpinya? Itukah yang harus saya temukan supaya dia lebih cepat berjalan? *mulai ambisius*

Ke tiga, apakah ini berarti Luna juga akan memiliki kebiasaan sleep walking seperti saya dan kakak sepupunya?

Ah tauk ah

*bobo*



Friday, May 23, 2014

It's time for some manners

dulu, awal-awal saya jadi freelancer dan sebelum luna lahir, saya dan titan emang suka jalan bareng berduaan aja. entah itu ngemall, minum kopi sehabis pulang sekolah atau sekedar belanja bulanan atau mingguan ke supermarket. setelah sekian lama absen dari nge-date berduaan, tadi malam akhirnya kita kesampean lagi untuk jalan bareng. sayangnya, tujuannya ke tempat yang rada enggak enak: rumah sakit, karena saya terkena radang telinga hanya gegara keisengan mainan kilikan kuping yang terbuat dari bulu burung dara hasil mungut di halaman.

tapi bukan sakit telinganya yang pengen saya ceritain, melainkan cerita tentang titannya. entah kenapa, kalau pergi berduaan dia tiba-tiba dia jadi gentleman banget ngejagain bundanya ini. kaya semalam yang tiba-tiba turun hujan saat kita mau pergi. saya memang masih rapi-rapi, saat titan bilang gini:

nda, titan ke rumah nini dulu ya. nanti kalau bunda sudah siap, panggil titan aja nanti titan payungin.

it is okay, nanti bunda lari aja ke rumah nini trus kita berangkat. okay?

no no, kalau gitu titan di sini aja nunggu bunda, trus kita payungan bareng ke rumah nini.

lho, kenapa?

it is raining. i won't let you to get wet by running around to nini's house

how very nice of you, nak. oke bunda cepet-cepet deh rapi-rapinya ya.



*bunda is blushing*


di perjalanan, kita ketawa-ketawa dan ngobrol panjang x tinggi x lebar sampai lupa ngebahas apa. entah kenapa kalau berduaan aja; saya lebih bisa menempatkan diri jadi temannya ketimbang jadi emak bawel hehehe.

di kesempatan kaya gini, biasanya saya juga 'mengisi' titan. karena dia kalau jalan masih pecicilan, kemarin saya minta dia untuk jalan seperti laki-laki.

"walk like a man. spine up, chin up and walk beside your woman. not in the front, not at her back." 

dia mencoba mentaati kata-kata saya, tapi segera pecicilan lagi setelah melihat gerai donat.

*phewww... boys will be boys*

puncaknya, adalah ketika kita nunggu obat. di samping saya duduk seorang laki-laki yang sudah berumur. tiba-tiba titan menghampiri saya sambil berkata "bunda, is he chinese?"

*dueng! kalo di film kartun, kaya pengen ngeluarin martil balon besar dari dalam tas buat noyor kepalanya titan. atau melesep ke dalam tanah juga boleh.*

karena dia terus bertanya (dengan suara agak keras), akhirnya saya berkata
"nanti ya, bunda jawab kalau kita sudah di mobil."
"Oke!" Katanya senang.

Sampai mobil, dia langsung mengingatkan saya. tapi pertanyaannya berubah.

"Bunda, I already know that the old man is chinese. tapi kenapa bunda ngebahasnya harus di mobil?"

Akhirnya, sambil nyupir saya bilang gini.

"Titan, ada beberapa hal yang tidak boleh dibahas di depan umum. tepatnya, tiga hal. bunda kasih tau ya; apa aja tiga hal itu. pertama, ras manusia. manusia itu banyak jenisnya; ada orang cina yang matanya sipit. ada orang bule yang kulitnya putih, matanya biru dan rambutnya pirang. ada orang negro yang warna kulitnya hitam sehitam-hitamnya. itu namanya ras. nah, kita enggak boleh ngomongin soal ras di tempat umum. kenapa? karena ras itu sifatnya fisik. coba titan inget-inget. mata, warna kulit, warna rambut, semua itu fisik kan? nah, kita enggak boleh membahas tentang fisik orang lain; karena itu bisa menyinggung perasaan mereka."

Titan ngangguk-angguk.

"ke dua, agama. sangat enggak sopan bertanya ke orang lain "agama kamu apa?" atau kalau kita udah tau dia agama islam, kita tanya-tanya ke dia "kamu sholat enggak? kamu zakatnya berapa?" nah, agama itu urusannya sama allah, kita enggak boleh urusan sama agama orang.

Emangnya kenapa, Nda? Titan suka ngebahas di sekolah siapa yang christian, siapa yang budhist, temen-temen titan enggak papa tuh.

iya, tapi kalau masih kecil kan biasanya nanyanya tanpa maksud apa-apa. kalau sudah besar, seringkali nanya soal agama itu jadi sensitif. orang jadi merasa enggak enak ditanyain tentang agamanya.

iya, tapi kenapa?

karena, enggak semua orang menjalankan perintah agamanya. dan biasanya, kalau ketahuan enggak menjalankan perintah agamanya, jadi merasa malu. kalau kita tanya-tanya trus ternyata pertanyaan kita bikin orang lain merasa malu atau tersinggung, kan enggak enak. iya kan?

o, gitu. jadi enggak boleh karena takut malu ya.

saat itu saya mau meralat lagi, tapi untuk di tahap ini biarlah itu yang dia mengerti.

nah, yang ke tiga, tentang disabilities atau ketidakmampuan orang. misalnya, ngebahas orang yang enggak bisa lihat, enggak bisa ngomong, enggak bisa jalan, di depan orangnya. nah, itu juga enggak boleh ya. kenapa? karena bisa membuat orang tersinggung dan jadi enggak enak juga. Okay?

ooo ya ya ya, titan ngerti sekarang.

good boy! sekarang kita sudah sampe, boleh tolong buka pintu gerbangnya?

Oke, Bunda!

sembari nunggu titan buka pintu gerbang, saya jadi mikir. para ahli di luar sana itu pintar sekali ya, dan mereka bener banget kalau di usia tujuh tahun itu anak melompati sebuah milestone yang sungguh pesat. dan itulah sebabnya, di saat umur tujuhlah kita harus mulai bisa menanamkan bibit empati, logika dan sopan santun kepada anak-anak. karena pada saat yang sama, mereka mulai mengerti hal-hal yang abstrak, yang tidak mereka dapat di masa-masa penjelajahan di tahun-tahun sebelumnya.

Oh no, welcome school years!
*pukpuk diri sendiri*


It's time for some manners


Thursday, May 08, 2014

on your birthday, malicca

you know what?
one of the best things in the world is to know that YOU ARE LOVED by many.
remember that, always.

happy birthday anyway, son :)












Tuesday, May 06, 2014

Emak Galau

besok lusa, titan ulang tahun. yang ke tujuh. kue dengan kapal titanic seperti yang titan pengen pun udah dipesan. seperti tahun lalu, titan pengen tiup lilin dan potong kue di sekolah. sekolah si bocah emang agak strict soal perayaan ulang tahun. bolehnya cuma bawa satu cake (itupun harus bebas coklat yang bikin alergi) dan tiup lilinnya 'mencuri' waktu saat anak-anak makan siang. no goodie bags. no pressie. kalaupun mau, harus dilakukan personal aja di luar sekolah.

karena kecewa berat dengan pesanan kue bikinan cake artist ngetop tahun lalu, tahun ini pindah tukang kue. lebih mahal sih, tapi udah terpercaya sama ortu2 di sekolah rasanya enak dan bagus. lapis surabaya yang cuma pake merah telur ayam kampung dan butter weisman. katanya.
kayanya saya kemakan kata-kata sendiri, gak bakal beli kue ultah bentuk aneh-aneh yang 'hanya' berbalut fondant. lima tahun bertahan, giliran anaknya udah gede malah ketagihan.
so, enak atau enggak ... let's see lah ya.

enuff soal kue. soal kado? enggak ada romantis-romantisan kalo soal kado. karena, titan udah nge-tag minta dibeliin lego creator seri rumah sejak empat bulan lalu. biasa, emaknya ini kan paling gengsi kalo dimintain beli mainan. anak-anak harus effort kalo mau mainan. kali ini, saya kasih syarat untuk naekin berat badan sampai ulang tahun. lumayan, naek 1 kilo. akhirnya, hari sabtu kemarin, setelah selesai vaksin la luna kita ke gandaria city beli lego buat kakak titan. tapi syaratnya, enggak boleh dibuka sampai dia ulang tahun. berkali-kali titan tanya kenapa enggak boleh dibuka. well, selain 'nggak aci' ultahnya belum tiba; saya juga pengen titan belajar menunggu. dia udah bisa nunggu 4 bulan, masa sih enggak bisa nunggu 4 hari? hehehe....

tapi, sesungguhnya bukan itu yang bikin saya galau. kegalauan ini rutin kejadian setiap tahun, tepatnya setiap anak ulang tahun. dan ternyata saya masih belum bisa move on.

tanpa saya sadari, kegalauan saya tentang titan yang mulai beranjak pre-teen, ternyata sudah kejadian sejak dua tahun lalu. setelah saya browsing-browsing lagi tentang lifespan development, titan emang udah ada di stage 4 perkembangan psikososial. pantes aja, saya merasa kok setelah dia sekolah semuanya terasa berjalan begitu cepat. tiba-tiba titan ngomongnya jadi lancar, logika jalan dan kemandiriannya juga makin meningkat. ternyata, memang begitulah yang seharusnya terjadi. at least, dalam kajian ilmu psikologi.

saya jadi bersyukur juga, sudah memutuskan untuk menggiring masa sekolah titan ke lembaga yang kami percaya lembaga terbaik yang bisa dilakukan. walaupun alang rintang menghadang *tsaaaaah* tapi nggak papa deh, pendidikan dasar emang harus dengan dasar yang terbaik yang kita percaya. nanti smp atau sma, baru deh dilepas ke sekolah negeri biar bisa belajar berkompetisi. sikut-sikutan. karena hey, ... kita tinggal di Indonesia anyway.

makin galau lagi saat saya dapat weekly reminder dari babycenter.com soal perkembangan dan pertumbuhan titan. saya emang langganan news feed dari portal terkemuka ini sejak titan lahir, dan kali ini saya bener-bener tertegun bacanya. disitu disebutkan bahwa memasuki usia tujuh tahun anak-anak mulai mandiri dan mulai berorientasi pada peer groupnya. mereka akan lebih anteng, bisa main sendiri dan tidak keberatan untuk berjauhan dengan orang tua terdekatnya.

#jleb

lalu saya juga mulai mengumpulkan clue-clue kemandirian dan rasa percaya diri titan yang sudah terbentuk, dari keseharian dia bersama saya. kalau dulu dia masih nangis karena ditinggal di sekolah, sekarang jalan di lorong sekolah aja saya sering ditinggal dan dia jalan sama temennya. lalu soal titan yang udah mulai bisa jadi imam saat sholat. atau saat dia berani menerima setiap konsekuensi dari pilihan-pilihannya. atau saat dia lebih suka membaca buku sendiri sebelum tidur, ketimbang dibacain. padahal dulu kebalikannya. saya pun mulai sadar bahwa dia mulai mengerti tentang 'rahasia' yang sampai saat ini, saya masih orang pertama yang dia share soal rahasianya.

tapi sampai kapan? kayanya, saya harus mulai siap-siap untuk hanya menjadi pengamat. sahabat. yang ada kalau dia butuhkan. mendengar, tanpa harus banyak berkomentar.

aduh, kali ini beneran galau. la luna pun tiga bulan lagi, inshaa allah, berulang tahun yang pertama. perasaan baru kemarin mules-mules mau lahiran. sekarang tau-tau udah mau jalan, gigi sudah mau enam, berat udah mau 9 kilo, panjang sudah 68 senti, sudah mengerti kalo ditanya "luna mana, ya?" dan si eneng akan menepuk-tepuk dadanya. sudah bisa menunjuk dengan telunjuk akan hal yang diinginkannya.

kenapa sih waktu cepat sekali berjalan?
freeze freeze please!

He used to hold my hand as we walked down the alley of his school. 



Monday, May 05, 2014

every family has its story

dear titan and la luna,
now let me tell you about family.

well, a family is people you see and know for the first time.
those people around who watch you grow.
they see you get bigger, get taller, but not necessarily they make you stronger.
you see them, you know them, but your understanding toward them doesn't come instantly, or easily.
sometimes it takes forever to understand the character of each member of your family.
those are the people you see most often, but sometimes, not the one you seek for the first time.
either when you are in good or bad.

there are times when you feel you hate your family.
you hate your mom, your dad, your sister or brother,
but then you will realise that a family, just like any other things in the world,  can not always be nice.
and when that day come, just remember that there is no perfect family.
there is always the nicest, the worst, the most generous, the most stingy, those who make you feel happy the most or many times, those who makes you cry and pissed off the whole day.
but your family, is your family.
no matter what.
by then I hope you will realise that you will just have to accept your family.
the way they are.

and you, my children, you are a pair of angels god gave me.
because god knows having each other will make your life easier as brother and sister.
because god wants you to be stronger by having each other.
because god wants you to be always in his path, so god gave one as a reminder to the other.

and I want nothing in this world except you grow healthy and happy and to be grateful for having each other and taking care of each other.
promise me that,
one day.



Sunday, May 04, 2014

A normal day

Often I was thinking what kind of day that I have that day. Funny, what-kind-of-day question comes as I was doing the chores. Hands busy doing things, mind wandered all way around.

So, what is normal? Normal is just a term of my kinda day, that doesn't come everyday. Let me define what a normal day means to me.

Normal is when I woke up and found La Luna woke up with smile. Means that she won't get cranky anytime soon.

Normal is when I tug Malicca to the bathroom and he sings happily. Had his breakfast without fussy and off to school before 8 AM.

Normal is sending La Luna to her Aki to have her morning jog. So I will have time to clean up the house, put everything-the-baby-would-not-mind-to-chew into the crockery pot and have a little time to pamper myself under the shower. As La Luna gets back from her jogging, then it is her turn to have a shower and the morning nap. Me? Happily nurse her as I join the lullaby and have a slight nap too. Sometimes, I also do the laundry during the baby's nap time.

When I have a normal morning; I usually have the normal day along. Just like today. Everything is on their place even though there were not really their place. But it is okay. At least, I feel it is okay.

Happy mommy happy family is very true, moms are like a stove that cook the family pan; I guess. And looking at the statement I have just made above, 5 months in charge of mommyduty has already made me get fully domesticated *LOL*

Anyways,
have a great monday and greater days ahead, peops!




My kind of normal mess

Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through ...