Skip to main content

Beyond Limits

kata orang, anak umur 4 - 5 tahun itu lagi ampun-ampunan nyebelinnya. waktu titan seumuran itu, saya petantang - petenteng bilang semua itu bohong, karena titan lagi manis-manisnya.

sekarang, saat dia berumur 6 tahun 9 bulan, baru deh berasa apa yang dulu orang-orang bilang. ampun deh. tiap hari ada aja yang jadi diskusi panjang dan kalau lagi enggak beruntung, berujung dengan berantem ibu - anak. well, tepatnya ibu yang jadi super bawel sih.

sampai detik ini saya masih muter otak apa kiranya sebabnya. apa karena saya justru jadi ibu rumah tangga ya, jadi saya melihat semua hal yang dia lakukan. dan ternyata banyak hal yang saya enggak suka.

atau, apa dia balas dendam ya karena selama ini ditinggalin kerja?
atau taken for granted karena sekarang ada ibunya yang akan selalu mengingatkan?

weekend ini, saya memutuskan untuk mencari tahu sampai mana batas saya dan titan.

hari sabtu, titan bangun jam sepuluh pagi lalu sarapan fruity loops. habis itu langsung main minecraft selama 6 jam, makan siang (yang jadi makan sore) jam 4 trus ketiduran bablas sampai malam. enggak mandi dari pagi. hal yang paling saya sebel. tapi saya sengaja mendiamkan aja. malamnya, saya bingung harus membangunkan dia untuk makan malam atau tidak. akhirnya saya memutuskan untuk konsisten, membiarkan dia melakukan seenaknya, semaunya. saya cuma menyiapkan spaghetti buat titan makan kalau dia bangun nanti. ternyata, selesai masak titan malah bangun. sekejap hilang kekhawatiran saya kalau-kalau dia melewatkan makan malam. saya lirik jam, pukul 9 malam.

habis makan spaghetti, saya pun menidurkan luna. dan tentunya jadi ikut ketiduran. pas saya kebangun, saya lihat titan lagi buka komputer. kali ini browsing youtube. again, tentang tips and tricks dan cara membuat minecraft titanic. saya tinggal tidur lagi lalu terbangun dan kaget dia masih manteng di depan komputer. pas lihat jam, ternyata sudah jam 03.30 dini hari.

"sudah subuh, tan. enggak bobo?"

"hah? bentar lagi matahari nongol dong?"

"gitu deh. kata saya santai."

akhirnya dia tutup laptop trus bobo.

besoknya dia bangun jam 9 pagi, sarapan fruity loops lagi. rendeman air anget sambil nyanyi-nyanyi. habis mandi dia minta sarapan lagi pake roti isi telur. ludes juga. makan siang tepat waktu, mandi sore jam setengah enam dan makan malam jam setengah delapan. setengah sembilan sudah masuk kamar dan siap-siap tidur. semuanya tanpa disuruh.

mungkin emang perlu sekali-sekali anak itu dikasih space untuk melakukan seenaknya, semaunya. biar mereka tahu batas mereka dan batas kita, orang tua. walaupun, deg-dengan juga karena titan punya penyakit maag, itulah kenapa saya bawel banget soal jam makan dia.

but all in all, ... die die must try ya gak mandi 2 hari dan begadang sampe subuh.
di umur 6 tahun.

fiuhhh....

Comments

Popular posts from this blog

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Three hours late.

2 AM and I stepped in to the house. Hubby was waiting for me. This was not the first time, and not the latest hour I had ever experienced with over time.

"See you soon Bunda. Or at 8, or at 9, or at 10, or at 11 like you said you would be late." Said my son.

I smiled as I entered the house. I smelled home. I saw my beautiful mess. As I picked up some toys on the floor, I imagined what games the kids had played today. There was a drawing, mini ceramics pots, not too chaotic for kids who were left with nini and aki without nannies.

I also saw their time tables, with some check marks on the list. Those that they weren't checked was the responsibility to wash their own dishes. I saw some dirty cups piling up. I saw the microwave's door left half-opened, a baking sheet and a knife. I wonder what they have cooked.
I also saw minecraft was in active window and some search on youtube and google.

Getting home in this hour and not seeing their faces but seeing all the mess the…

Life. Just like what I wanted.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.

Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.

Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, da…