Tuesday, February 25, 2014

bed time story

jadi, ada cerita apa hari ini?
nda, titan ceritanya sambil merem ya. titan ngantuuuk banget.
oh, it's okay. bobo aja yuk kalau gitu ...




for the past months, i have been enjoying my bed time routines with the kids. at eight pm, the three of us already got into our bedroom and had some fun. mostly, quiet time session. the session without jumping around like monkeys or rolling-on-the-floor-laugh. we spent an hour for sharing, read some books or like the past days, did a pillow talk with kakak titan while i nursed la luna.

i always sleep in the middle with the kids beside me. kakak titan on the left and la luna on the right, or vice versa. yes, i had to be in the middle because kakak titan wanted to hug me as well, an option if he was not allowed to nurse (and of course he would not). in the middle of the night, the arrangement could change. of course, it always changes.

the hugs, the pillow talk, the laughter, have became my favourite moment of the day. every single day. it was so beautiful i did not want to miss the moment even to capture the moment. sometimes it made me thinking, am i doing the right thing, doing the co sleeping. until when? but then the alter ego strikes, why bother? we both feel fine with it.

when they fell into their dreams, i often watch their face. thisclose. that close i could even count their eyelashes. reminiscing the first time i held them in my arms. the first time i heard them cry. the first time malicca got into his school. the so many times i got angry because of small things. the so many words i have spoken that might have hurt them. the so many big dreams for them. the so many question what i should do to protect them. the values i have or have not taught them.

and by then, i usually cried. if only i had better. if only time did not fly so fast. if only i could always be with them, till the end of time and forever more. if only things in the world is always like what it seems. but i know they will not. my children are gonna get hurt someday, and i will be feeling hurt too because of it.

after that, i slept and woke up for the morning errands.
and yes, the world rolling out once again.

bunda, titan mau sama bunda terus. nanti masuk surga sama-sama bunda juga. malicca said to me one night.

i bet every mother would cry listening their children said those kind of wish. but mommies cannot cry for illogical reasons in front of their kids, right? because mommies know, that kind of wish cannot happen.

amin, sayang. amin. 






Wednesday, February 19, 2014

A morning talk

pagi ini janjian ketemuan sama miss amel, ibu kepala sekolahnya titan. beruntung banget enggak usah nungguin lama-lama, karena soon as i tugged my son to his class there she stepped-in to the school alley and bumped into me.

terus cerita deh, soal criminal fraught kemarin waktu ada telfon dari yang enggak dikenal; bilang titan kecelakaan di sekolah dan minta segera datang ke rumah sakit membawa perlengkapan yang tidak tersedia. dan ternyata, sudah banyak kejadian seperti ini melanda beberapa orang tua siswa. ini kali ke tujuh setelah terakhir kejadian tahun 2012. cut story short, ya marilah kita selalu berhati-hati untuk selalu cek-ricek ya, walau kalo udah panik kaya gitu bisa aja lupa segalanya.

tapi maaf ya, saya males nulis detail tentang kejadian penipuan kemarin. males nginget-ingetnya. lagian pasti udah pada pernah denger juga soal cerita-cerita kaya gitu. nah, selain laporan soal penipuan itu; saya juga ngobrol yang lain sama miss amel. kali kemarin saya berdiskusi gimana cara menghadapi titan yang akhir-akhir ini agak anxious menghadapi sekolah dan hidupnya. takut dapet warning, enggak mau sekolah sampai sixth grade karena takut pelajarannya makin sulit, takut enggak pintar, takut enggak dapat kerjaan dan enggak bisa beli rumah besar. duh!

akhirnya pagi itu dipanggil juga miss ami, psikolog sekolah. kita semua menelaah kembali berkas-berkas  hasil observasi psikolog saat titan ikut test masuk sekolah 2 tahun yang lalu. semua ini untuk mengingatkan apakah titan anak kinestetik, visual, atau apa. mungkin ada cara mengajar yang enggak masuk ke diri titan.

dari semua berkas itu, terlihat titan termasuk anak visual dengan attention to details yang sangat besar. ini, mengacukan dia pada anak yang perfeksionis. terlihat dari cara ia menggambar sesuatu yang begitu detail dan garis haruslah lurus. perfeksionis, bisa beda tipis dengan melodrama dan rasa percaya diri yang rendah; kalau saja semua yang dia bayangkan tidak sepenuhnya kejadian.

nah, kayanya akhir-akhir ini dia lagi terserang sama rasa percaya diri yang rendah karena kekecewaan pada dirinya sendiri. misalnya unfinished worksheets; dimana dia keteteran karena salah dia sendiri enggak bisa fokus ngerjain gara-gara satu kelompok sama anak bawel yang ngajak ngobrol melulu. kemudian soal ketakutan dapat warning (lagi) dari guru; karena pernah dapat warning beberapa hari sebelumnya. padahal, batas warning setiap hari (sesuai ketentuan kelas yang telah disepakati bersama seisi warga kelas termasuk guru dan siswa) dalam sehari maksimal 3x. dan yang paling besar, adalah pikirannya sendiri tentang semakin sulitnya pelajaran di tahun-tahun mendatang. semua itu bikin dia beban.

duh, kasihannya anakku. berat banget kayanya hidupnya :') 

sepulang dari sekolah, saya mendapat tugas untuk terus observasi dan memupuk acknowledgement terhadap titan. bukan pujian. and please, to be more detail on the process. karena anak itu tauk kalo kita cuma asal muji. saya juga mendapat tugas untuk memupuk rasa 'it is okay to be imperfect' seperti masakan bunda yang tidak sesuai harapan, seperti keinginan yang tidak semuanya terpenuhkan, it is okay to make mistakes, and it is always good to forgive ourselves.

oh waw ... tiba-tiba jadi ingat campaign-nya Diesel 'let's be stupid' :')

sampai di rumah, saya bikin conference dengan orang-orang di sekitar. well, you know ... hal-hal di atas mungkin lebih sering kita dengar sebatas konsep. dan mungkin lebih lumrah di telinga dan kepala angkatan-angkatan kita. karena saya tinggal berdekatan dan bersinggungan dengan orang tua saya, yaitu aki-nini titan, yang suka lumayan kolot. kadang tidak membiarkan anak melakukan kesalahan dan 'gatel' banget pengen mengkoreksi.

so yeah, toughness comes from that part.

so, mulai hari ini saya akan belajar lagi untuk terus dan terus memberi acknowledgement dan memberi masukan. i'll help you and be there for you as you grow, son. have faith things will be fine.

Do you love me?

Tonight's pillow talk.

Bunda, do you still love me? 

Of course, I do. I love you 'till I die and forever more. 

I love you too. 

Do you love La Luna too? 

Yes I love her. She is so cute. Her cheek is so bouncy, and her tummy is too. 

Will you protect her? 

I will. I am his ... eh, her brother. It's my job. 




Then I hear your smooth little snore.
You have no idea how much I love you two.




Monday, February 17, 2014

Dreams

Malam ini kita berkhayal. Menulis dan menggambar banyak hal yang kita mau. Apppppa aja!
Dan, ini hasilnya.


He made one big clouds with a smiling sun on the right corner of the A0 sized paper. My space was on the left and his was on the right. Me with purple colour and he with the black one.

This was what he wrote the very first time.
"I dream I have a big house and I dream I have a big boat."
then he drew them both.

I asked him why he was dreaming of having a big house, hence he got a house already. The one we are living in. And this was what he said:
"Titan pengen punya rumah yang besar kaya nini, Nda. Rumah kita tuh aneh. Ruang tamu ... trus jadi satu sama dapur. Dapur, trus jadi satu sama teras. Teras, ... eh ada meja buat makan di situ. Aneh, kan? Kalo rumah nini kan satu-satu setiap ruangnya. Makanya titan dream punya rumah besar."

Much of I love his idea, I answered this:
"Tapi rumah besar repot ngebersihinnya. Sekarang aja bunda kerepotan."

"Iya juga sih, ... eh tapi nggak papa Titan pengen punya rumah besar."


In case you cannot see the picture clearly, here are more of his dreams:
I want to go to the moon
I want to have a caramel store, yum yumm!
I dream I can play all the time!


And here are mine:
I dream of healthy family
I dream of smart children, happy, good education, get a job and financially independent
I want my kids to be smart, humble, brave, honest and to be happy!
I want to watch U2 concert and sing along
I want to travel the world
I want to have cheese store and a vineyard
I want to watch aurora borealis
I want to see a planet floating big in the sky so I can see it with my naked eyes
last but not least, I want my caramel business to be big!

Oh, ... whose session was it? why am I dreaming much more than he was? 

Well, to my son, ... dream big. I will support you with all I might.

Sunday, February 16, 2014

Beyond Limits

kata orang, anak umur 4 - 5 tahun itu lagi ampun-ampunan nyebelinnya. waktu titan seumuran itu, saya petantang - petenteng bilang semua itu bohong, karena titan lagi manis-manisnya.

sekarang, saat dia berumur 6 tahun 9 bulan, baru deh berasa apa yang dulu orang-orang bilang. ampun deh. tiap hari ada aja yang jadi diskusi panjang dan kalau lagi enggak beruntung, berujung dengan berantem ibu - anak. well, tepatnya ibu yang jadi super bawel sih.

sampai detik ini saya masih muter otak apa kiranya sebabnya. apa karena saya justru jadi ibu rumah tangga ya, jadi saya melihat semua hal yang dia lakukan. dan ternyata banyak hal yang saya enggak suka.

atau, apa dia balas dendam ya karena selama ini ditinggalin kerja?
atau taken for granted karena sekarang ada ibunya yang akan selalu mengingatkan?

weekend ini, saya memutuskan untuk mencari tahu sampai mana batas saya dan titan.

hari sabtu, titan bangun jam sepuluh pagi lalu sarapan fruity loops. habis itu langsung main minecraft selama 6 jam, makan siang (yang jadi makan sore) jam 4 trus ketiduran bablas sampai malam. enggak mandi dari pagi. hal yang paling saya sebel. tapi saya sengaja mendiamkan aja. malamnya, saya bingung harus membangunkan dia untuk makan malam atau tidak. akhirnya saya memutuskan untuk konsisten, membiarkan dia melakukan seenaknya, semaunya. saya cuma menyiapkan spaghetti buat titan makan kalau dia bangun nanti. ternyata, selesai masak titan malah bangun. sekejap hilang kekhawatiran saya kalau-kalau dia melewatkan makan malam. saya lirik jam, pukul 9 malam.

habis makan spaghetti, saya pun menidurkan luna. dan tentunya jadi ikut ketiduran. pas saya kebangun, saya lihat titan lagi buka komputer. kali ini browsing youtube. again, tentang tips and tricks dan cara membuat minecraft titanic. saya tinggal tidur lagi lalu terbangun dan kaget dia masih manteng di depan komputer. pas lihat jam, ternyata sudah jam 03.30 dini hari.

"sudah subuh, tan. enggak bobo?"

"hah? bentar lagi matahari nongol dong?"

"gitu deh. kata saya santai."

akhirnya dia tutup laptop trus bobo.

besoknya dia bangun jam 9 pagi, sarapan fruity loops lagi. rendeman air anget sambil nyanyi-nyanyi. habis mandi dia minta sarapan lagi pake roti isi telur. ludes juga. makan siang tepat waktu, mandi sore jam setengah enam dan makan malam jam setengah delapan. setengah sembilan sudah masuk kamar dan siap-siap tidur. semuanya tanpa disuruh.

mungkin emang perlu sekali-sekali anak itu dikasih space untuk melakukan seenaknya, semaunya. biar mereka tahu batas mereka dan batas kita, orang tua. walaupun, deg-dengan juga karena titan punya penyakit maag, itulah kenapa saya bawel banget soal jam makan dia.

but all in all, ... die die must try ya gak mandi 2 hari dan begadang sampe subuh.
di umur 6 tahun.

fiuhhh....

Thursday, February 13, 2014

forever and ever amen

seperti yang saya ceritain di beberapa posting terakhir, berantem sama titan pagi-pagi sebelum sekolah sudah jadi rutinitas yang tidak menyenangkan. buat saya, dan terlebih lagi pasti buat dia.

dan hari ini, terulang lagi. karena titan telat abis-abisan sampai sekolah. untuk yang ke sekian kalinya, dan itu pun sudah diantar akinya naik motor. kebayang kan kalau saya yang antar naik mobil, bisa jauh lebih telat lagi.

hari ini saya jemput titan. sambil nunggu, saya baca banner-banner di sekolahnya.
"learning should not be frustrating. it should be fun!"

damn jargon. kata saya dalam hati.

enggak lama, bel pun bunyi dan anak-anak K-1 mulai berbaris keluar kelas menunggu namanya dipanggil untuk segera menemui penjemput. there, ... there was my love came toward me. mukanya kusut dan langkahnya lemas. saya rangkul dia sambil ngobrol-ngobrol yang lain. titan duduk di belakang menghabiskan snacknya pelan-pelan sambil liat-liat kiri-kanan.

sampai rumah, dia buka tasnya. taruh kotak bekal dan botol air minum ke tempat cuci piring. buka kaos kaki dan seragam lalu dimasukkan ke dalam mesin cuci. sambil memperhatikan dia ganti baju, saya bertanya.

"why do you look so spineless? not having a good day? are you mad at someone?"

tanya saya sambil mendampingi dia ganti baju. ketauan banget emaknya ini kepo abis, nanya hal yang sama sampe tiga kali.

"i am not mad. i am just upset. aki angry to me this morning."

"oh i know why. because you were late for the thousand times."

"iya, tapi kan bisa ngomongnya pelan-pelan. enggak usah marah-marah." katanya.

selain saya jadi ikutan sebal karena titan dimarahin di belakang saya, saya mau ketawa bahagia melihat anak ini sudah bisa membedakan mana rasa marah, mana rasa sebal. saya juga senang dia bisa mengutarakan perasaan dan pendapatnya.

"titan mau ngobrolin soal tadi pagi? enggak papa, dikeluarin aja sebelnya biar lepas. bunda dengerin kok."

"no bunda, enggak mau dibahas sekarang. eh, ... enggak mau dibahas sampe nanti-nanti deh."

"oh ya sudah. sekarang enakan mandi aja, sudah sore juga kan. kalau bunda, kalau lagi sebel rendeman air hangat tuh bisa jadi happy lagi lho. titan coba, deh!"

enggak lama, saya sudah dengar titan nyanyi-nyanyi sambil rendeman di bak mandinya luna sama mainan-mainannya. mungkin habis mandi lebih baik saya ajak ngobrol. kayanya memang sudah waktunya juga nih ngomongin serius soal telat bangun yang merembet kemana-mana ini. saya juga bertanya-tanya kenapa sih dia berat banget harus bersekolah. padahal kan sekolahnya tergolong enak dibanding sekolah saya dulu. saya juga nggak pengen punya anak yang frustasi harus bersekolah. percaya deh, saya tahu banget rasanya. soalnya saya pernah ngalamin waktu sma.

tapi kemudian saya mikir lagi, mungkin emang namanya anak-anak ya gitu. mau seenak apapun sekolahnya, sebagus apapun fasilitasnya, tetep aja kalau yang namanya kewajiban dan rutinitas itu jatuhnya nyebelin. sama kaya kita yang sudah kerja. mau kantor kaya apapun, tetep aja bete kalo harus berangkat ke kantor dan mikirin kerjaan-kerjaan kita. so yes, i should not add another drama. let's just have a talk with the kid.

setelah titan selesai mandi dan ganti baju, saya ajak dia ngobrol. seperti biasa, saya selalu membuka percakapan serius seperti ini.

"titan, bunda pengen ngomong ya sama titan. serius nih. mungkin bunda cuma akan ngomong sekali soal ini, setelahnya terserah titan. karena ini hidupnya titan, jadi titan sendiri yang tentuin ya."

melihat mimik wajahnya yang tetap santai dan siap mendengarkan, saya berpikir dia lagi dalam kondisi oke nih untuk diajak ngobrol. lalu saya pun mulai angkat bicara.

"titan, bunda mau kasih tau deh. karena titan harus tahu akan hal ini. titan tahu enggak, kalau bunda dan bubu akan selalu berbuat yang terbaik untuk pendidikan titan. apapun yang titan pengen; pengen sekolah apa nantinya, inshaa allah akan bunda dan bubu usahain yang terbaik. karena itu, titan juga harus memberikan yang terbaik."

lalu saya pun mulai bla bla bla soal sekolah lain dan betapa saya pengen banget bisa sekolah di sekolah dia kalau aja dulu sudah ada sekolah modelan kaya gitu. surprisingly, dia cukup kaget. mungkin selama ini dia enggak tau keadaan sekolah lain, yang masuk lebih pagi dan pe er segabruk-gabruk setiap harinya.

"gimana ya nda, bisa pinter tapi enggak usah sekolah? hahaha ... hoooo i don't like my unfinished worksheets. it is piling up!"

saya cuma tersenyum. inget sama dulu waktu jaman kerjaan numpuk di kantor dan males banget ngerajinnya.

"bisa kok enggak usah sekolah tapi pinter. yang penting, belajar. belajar bisa dimana aja dan banyak caranya. terus, kalau enggak mau ada unfinished worksheets ya titan harus fokus waktu ngerjain. bunda yakin kok, kamu itu bisa. cuma sering distract aja waktu ngerjain."

lalu dia menghela nafas.

"iya deh. i'll do my best!"

saya senyum-senyum. dia juga ikutan senyum-senyum trus malah peluk saya.

"oh, i don't like to go to schoooool hahaha" kata titan lagi.

*kissous*


Tuesday, February 11, 2014

on that usual our pillow talk right before malicca go to bed.

i said to him,

"i want to be a better mom. 
how do you think i can be a better mom? 
what kind of mom do you want to have?"

you patted my arm.

"kaya gini aja. udah kaya gini aja titan sukanya."

i replied

"but i don't think i am a good mother nowadays. 
i want to be better. 
i want to be more patient." 

then you said

"ya titannya harus lebih nurut sama bunda. 
biar bunda enggak marah-marah jadinya a better mom deh." 

"do you think so?"

i said.
inside i was feeling so happy, i nailed you dear boy.

"iya bunda. udah ah, titan mau bobo. 
jangan ajak ngobrol terus ya. 
good nite, tomorrow will be a better day! 
bismillahirrohmanirrohim, 
bismika allahumma ahya wa bismika amut." 

i zipped my mouth, then i heard you snored.
the most wonderful sound on earth i love to hear over and over.

yes, tomorrow always a better day dear boy.
inshaa allah.

Sunday, February 02, 2014

Rumah

beberapa bulan terakhir ini, banyak teman-teman dekat yang lagi asyik membangun dan mempercantik rumah. mulai dari berburu arsitek idaman sampai ke info-info diskonan parket, karpet sampai curhatan genteng bocor atau rumput liar yang selalu melanda halaman-halaman cantik rumah kami.

saya selalu senang bercerita atau mendengar cerita tentang rumah. entah kenapa, rasanya seperti 'pulang' dan jadi pengen mempercantik rumah, lagi dan lagi. the possibilities are endless! dan saya pun jadi teringat saat dulu saya membangun rumah yang saya tempati ini. memang, rumah saya enggak cantik-cantik banget sih. jauh dari rapi kalau dibandingkan dengan rumah teman-teman saya @dialita , @yanagenic atau @mariananugroho (yang saya enggak kenal personal, cuma kenal suaminya hehehe). coba deh intip instagram mereka kapan-kapan ada waktu.

dulu, kakak saya sendiri yang menjadi arsitek rumah ini. berantem-berantem dikit sih pasti. ribut-ribut sama ayah yang jadi 'mandor' harian mengawasi tukang-tukang juga tidak dapat dihindari. dan enggak lupa, terima kasih sama award-award saya yang bisa ditukar dengan uang di kantor saya yang lama sehingga saya bisa menyicil membeli kunci-kunci jendela, handle pintu yang lucu juga aksesoris-aksesoris interior lainnya.

rumah ini, dulunya berkonsep unfinished dengan banyaknya bagian-bagian concrete expose di rumah seperti lantai atas, tembok dapur dan kamar mandi. bahkan dulu kamar mandi pun lantainya bertabur batu kali, bukan lantai buatan seperti sekarang. enggak ada konsep-konsep yang njelimet saat membangunnya. kita cuma pingin rumah ini jadi rumah istirahat, karena kami berdua sibuk bekerja pada hari kerja dan pingin 'ngerumah' saat weekend. itulah kenapa halaman belakang dibuat lebih besar dengan pintu geser ke belakang yang bisa terbuka seluruhnya. supaya bagian dalam rumah bisa menyatu dengan halaman di luar. udara bisa masuk dan kami bisa dengan leluasa mengamati anak-anak bermain di pohon mangga yang memang tidak kami sentuh-sentuh saat membangun. rumah ini juga rumah tumbuh, yang memang disiapkan untuk terus tumbuh jika kami punya uang lebih nanti-nanti. tulang-tulang yang sudah disiapkan untuk tumbuh meninggi dan melebar jika anak-anak sudah waktunya memiliki kamar sendiri-sendiri. dan percayalah, lantai atas sendiri baru tahun ini (setelah hampir 8 tahun berdiri) dirapikan dan dihuni.

saya senang memiliki rumah sendiri. membangunnya dari awal di atas tanah hibahan, dimana saya bisa menentukan sendiri mau menghadap ke mana wc saya nanti. dulu (eh, sekarang juga masih sih) rumah harus selalu rapi dan bersih. enggak boleh ada tembok kotor atau noda di kaca jendela. walaupun saat itu titan masih tergolong toddler, rumah saya tampak seperti tidak ada anak kecil di dalamnya karena semua mainan berwarna-warni yang off dengan tema interior rumah tersimpan rapi di kotak dan letaknya tersembunyi di laci pijakan tangga.

sekarang saya tidak lagi melulu berkeinginan menempel ini-itu di dinding atau mengganti kulit-kulit luar seperti kulit sofa ataupun tirai. rumah ini, dan saya yakin semua rumah, mampu mengajak pemiliknya menjalani sebuah perjalanan spiritual dalam membangun dan merawatnya.

membangun rumah mengajak saya untuk menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. konsep boleh tanpa cela di kepala, tapi pada prakteknya ada saja salahnya. tembok yang tidak lurus, cat yang mengelupas di beberapa bagian, siku atap yang tidak bertemu, jatuh pencahayaan yang salah dan masih banyak lagi hingga pada akhirnya saya mampu berkata "ya sudahlah."

rumah juga mengajarkan saya bahwa ada hal-hal yang tidak dapat di rubah dan kita harus bisa menerimanya. terkadang pengen banget bisa ngestretch teras belakang sedikit aja supaya bisa sedikit lebih luas. atau geser seluruh rumah agak ke depan dan masih banyak 'atau' lainnya.

rumah juga salah satu bentuk yang penuh tuntutan dan sangat sensitif, persis seperti memiliki anak yang harus dirawat tubuhnya dan dipupuk hatinya. berasa banget aura rumah yang kosong atau penuh amarah. dan percaya atau enggak, suhu rumah terasa lebih 'dingin' kalau bersih. aneh ya?

tapi yang saya ingat betul adalah, rumah itu sangat mencerminkan orang-orang di dalamnya. saya ingat betul saat perkawinan pertama saya mulai tenggelam. rasanya rumah ini terasa suram. tetumbuhan di sekeliling juga ikut lemes dan akhirnya mati. anehnya, rumah juga terasa panas secara harafiah.

sejak itu, saya mulai memperhatikan rumah lebih dari sekedar bentuk fisik yang saya lihat. sekarang saya 'sedikit' lebih legowo kalau melihat rumah lantainya agak ngeres-ngeres dikit, atau meja di teras yang kotor-kotor dikit karena kejatuhan kotoran cicak atau mainan anak-anak yang tidak lagi sembunyi di kotaknya atau semut-semut kecil yang menyelinap di balik jalinan benang sofa karena remahan anak-anak saat ngemil. karena rumah ini pernah lebih buruk dari itu, ia hampir kehilangan nyawanya. jadi, sekarang saya lebih 'menerima' dan mencoba memaklumi dengan apa yang saya lihat dan lebih mendahulukan apa yang saya rasakan tentang si penghuni rumah.

*senyum*




introducing you a new tag

after six months, this is the day I am starting to get that 'special' and 'different' feelings of having a baby girl. simply because she is showing new 'girly' gestures like pulling off someone's hair; scratching someone's face, screaming out loud, having great attention to flowers and feminine patterns and that particular nagging part when a girl dislikes someone : turning her eyes off you.

thus, I inevitably compare with her big brother. this is also the time for me to realise that having a baby girl is so much different. it feels like she grows faster than boys, reaching milestones earlier than boys and a baby girl is able to make me do lots of experiments for their outfits. and today, is the first time I went to the mall to hunt some new dresses for upcoming events.

*fainted*

so having said that, please welcome me to announce a new tag for my new experience:  #ndaluna  to share my journey as a babygirl-mommy-newbie

for a start, let me share you the perk of having a baby girl
*panic attack as I hit the mall*


Ready to join Tante Lia's wedding shower 
A gift from Oom @adiputra & @Rintul

Ready for weightlifting :D 
Let's go to granny's book launching

Ready to go to Tante Lia's wedding

Ready for Alif's birthday



Saturday, February 01, 2014

family recipe

my mom has a very tasty recipe for making corn cream soup.
like always, no exact measurement.
let me share you the family secret recipe.

grate some fresh sweet corn and squeeze them with a napkin to get the thick liquid.
cook the corn liquid and add some chicken broth until you get the consistency you want.
add the chicken and carrots (both already cut in cubes size, smaller size for the carrot)
add some salt and pepper as you like, and topped with grated cheddar cheese when you serve (hot is better). you can add the cooking cream too if you like bold taste of milk.

little Luna loves it a lot. of course, without the chicken and cheese (yet!)







Tentang kamu di suatu pagi

Saat itu. Aku, aki dan dirimu; La Luna.  Naik motor di pagi hari, mengantarmu bersekolah untuk belajar dan berlari-lari.  Kamu di paling ...