Wednesday, January 29, 2014

The things I miss

When i was a working mom, i missed a lot of things at home.
I missed my kid's milestones. Their every firsts.
I missed cooking foods their recipe I collected in my spare time in the office.
I missed tugging kids to their nap.
I missed decorating the house with references I-can-only-drool-on from websites, also in my spare time in the office.

I missed them. 

Now I am a home-stay mom. I missed a lot of things I used to have.
I miss  my son welcome me with open arm when I got back from the office.
I miss  my let's-get-this-done spirit.
I miss my what-to-wear-today questions
and what I miss most, is my long long long me-time, spare time, blogging and blog walking.

I miss me. 

Now I have to get used by not locking the door when I poop, just in case little boy wants to ask where his color pencils are. Or whether he may eat some candies.
Now I have to get used by letting the house messy because many times, growth spurt stroke the baby girl and so I have to nurse him almost every hour.
Now I have to get used by not having a daily schedule because the little queen is now the ruler.
And yes, sleeping both with my kids hugging me and I cannot move my arms, stiffed neck comes later.

Oh, can a mother gets a cup of coffee first? 


Saturday, January 25, 2014

... and if I die someday

Percakapan malam ini, sambil masuk-masukin caramel ke botol, Titan nemenin sambil duduk dan nutup-nutupin botol.

M : Titan, kalau bunda meninggal nanti kamu tinggal sama siapa?
T  : ya sama nini sama aki
M : tetap tinggal di rumah ini?
T  : iya. kecuali kalau nini, aki, wa ary sudah enggak ada; baru deh titan tinggal di rumah eyang.
      Bunda kalau meninggal, dikuburnya jangan jauh-jauh ya.
M : kenapa?
T  : nanti susah kalau mau doain. dikuburnya di belakang rumah aja, biar gampang
M : ya masa di belakang rumah. lagian kalau mau ngedoain mah ngedoa aja, enggak perlu harus         selalu datang ke kuburan
T  : ya kalau kangen, gitu


And I think I am not ready for the day to come. I still want to be with my kids. 
How I love them. 
Help us all to say healthy, mind and body, dear God. 





Thursday, January 23, 2014

We ran away from each other, wishing we would be able to remove ourselves from everything. To see if we could work out some things in our head.

But it actually created more problems. I learned it does not work that way. 

Just that if we cannot figure out our problems when we are together, we are probably not going to figure them out by running away from each other. 




- for a dear friend of mine - 



Monday, January 20, 2014

Susahnya bangun tidur di kala hujan



When it's rain, rain rain rain 
Baby when it's rain, rain rain rain 

Dulu sering banget nyanyi bareng lagunya Mika yang satu ini, karena Titan juga suka. Sekarang, sejak Titan sudah punya selera pilihan musik sendiri; kita udah jarang nyanyi bareng lagi. Bahkan kalau aku nyanyi lagu-lagu favoritnya waktu dia toddler dulu, he completely forgot and asked me "lagu apa itu? sounds nice. Teach me!"  Oh, how time flies.

Anyways,
hari-hari terakhir ini Jakarta memang sedang diguyur hujan. Mungkin bukan diguyur, tapi di 'seblokin' ember-ember gede isi air hujan sehingga banjir dimana-mana. Hujan rintik-rintik semaleman bikin kita semua nyenyak tidur selimutan sampai pagi. Alhasil, berantem-berantem di pagi hari sama Titan jadi terasa lebih sering. Berhasil ngebangunin tidur bukan berarti kemenangan. Karena habis bangun dari kamar atas, pindah bobo ke sofa lima menit. Dibangunin, mampir lagi ke tempat tidur bawah for another five minutes. Matanya diolesin air dingin, baru deh beranjak ke kamar mandi. Itupun duduk-duduk bengong dulu di toilet.

Habis itu, terbayang rentetan langkah lelet dan emak nyap-nyap selama pakai baju, sisiran, pakai kaos kaki, sarapan, sampai akhirnya berangkat sekolah.

Setiap hari, selalu begitu. Dan di saat musim hujan begini, kebayang banget rutininas nyap-nyap di pagi hari menjadi semakin sering karena ibu-anak sama malasnya ketika harus bangun pagi dan berutinitas.

Capek banget rasanya musti marah-marah terus. Akhirnya, saya 'curhat' ke Titan kalau saya capek harus marah-marah terus di pagi hari. Dan saya bilang, kalau enggak mau sekolah ya terserah.

"Besok bunda akan menghadap Miss Amel (sang principal), bilang kalau Titan mau mengundurkan diri dari sekolah. Tapi, kalau sudah besar dan Titan enggak bisa jadi orang berguna, jangan nantinya menyalahkan atau bahkan merepotkan orang lain."

Dulu, supaya Titan semangat sekolah, saya suka mencontohkan dengan anak-anak yang suka ditampilkan di TV. Mereka semangat ke sekolah walau harus menempuh perjalanan yang panjang. Menyusur sungai, melewati pematang, hanya untuk sampai ke sekolah. Walaupun susah, mereka tetap semangat ke sekolah. Tapi kayanya saya memberi contoh yang salah, deh. Karena Titan jadi pengen sekolah yang seperti itu. Mungkin karena kurang menantang dan semua 'serba ada', jadi bikin dia malas berjuang.

Saya pikir-pikir juga, letak salahnya ya ada di saya juga. Seandainya saya bangun lebih pagi, membangunkan Titan lebih awal, mau tiap setopan dia bobok lagi 15 menit kan enggak masalah. Ya, kan?

Orang tua ya, ... kadang emang kita jadi seperti orang tua kita yang dulunya senengnya marahiiin melulu. Yang kemudian menuntut anak, sebagai imbas karena tuntutan menjadi orang tua; tidak mampu kita penuhi.

Leading by example is always hard!



Monday, January 13, 2014



"Bundaaaa... for you." He said while coming into the bed room.
"Lookin good, where did you get the vase?" 
"I found it in the kitchen"

I am grateful for having a little gentleman in the house, an addition after the senior: my husband.
Not only this time, not only because he sees what hubby did to me with flowers, he did give me flowers since he was a little boy.

Yes, he has always been my guy.

Not only because we have the mother and son's bound, but there were times when all we got were just the two of us. me and malicca's father got separated when he was three, and he managed to protect me ever since.

Being born as a real Taurian makes him a sensitive guy. So sensitive sometimes I get worried he will be a mushy boy.

He knows when I am sad, when I get angry, and he always asks.
"Are you sad? Am I being a bad boy?"
"Are you crying? What happened?"
"Are you angry?" 

and when I really do angry (to him), I only say "Yes I am. Do you know what you have to do?"
and yes, he always knows what he has to do. (many times, i need to be angry first to make him do what he has to do, though hahaha).

He is six now and still racing with time to reach his minimal weight: 21 kgs in five months. I sometimes wonder what's his thinking. To have a step sister, a step father. Though he always says he is happy there is a slight worry in me.

Malicca, I want to talk to you.
Yes bunda ibu yang cantik dan punya bayi cantik, what do you want to talk about?

and we started to talk about many serious things.

Do you have any questions? Bilang gitu dong Bunda. He said.

Do you have any questions? I said.
No. He said.
Thank you for reminding me. He continued.


How can I not love you, malaika? 

I wish you to grow healthy and strong.
To be able to responsible for your own, and for others.
Full of respect to others, and love and softness to women.
I know you have that empathy for others and it is a good start.

Amien. 

You are good, you are kind, you are important.
Remember  that.


Saturday, January 11, 2014

...

titik titik titik
sampe bingung mau kasih judul apa saking banyaaak banget yang pengen ditulis. yang mana udah risain harusnya lebih banyak waktu untuk blogging. tapi ternyata rajin blogging itu karena memang gak banyak kerjaan di kantor sehingga punya 'me time' lebih banyak. ya kan ya kan ya kan?

*senyum dikulum*

di rumah justru adaaa aja yang dikerjain. waktu rasanya cepet banget berlalu. bangun tidur langsung siapin sarapan dan snacking buat kakak titan. anter titan sekolah, habis itu mandiin adek luna. boboin luna. selama luna bobo, pelan-pelan beresin rumah. luna bangun, biasanya sih taro di crib dan saya lanjutin beres-beres sambil naro cucian dan membiarkan mesin cuci meraung. kalau si adek nangis dikit, saya datengin trus tuker mainannya (skenario ini berulang selama beberapa kali) sampai akhirnya dia nangis beneran, baru deh diangkat tapi lalu ditaro lagi. nah, kalau sudah nangis frustasi baru deh saya ajak jalan-jalan :)

sekarang ini jam 00:45 ... waktunya blogging ya memang jam segini. ini juga bersyukur belum ngantuk, karena biasanya jam 8 malam sudah masuk kamar. sambil nyusuin sampai luna bobo saya juga nemenin titan belajar. nah, seringnya emak-kakak ketiduran dengan laptop masih 'nganga' :D

so ... sekarang udah tahun 2014 ya? tetep lho, saya masih nagih entah kepada siapa untuk mobil terbang, robot rumah tangga, teleport dan chip yang ditanam di kulit untuk segala akses kebutuhan. ya kaaaan? semua juga pada nungguin kaaaan?

the unplanned plan, continues.

di 2013 kemarin saya mencoba untuk hidup lebih santai dengan tidak terlalu berencana dan tidak terlalu berharap. dijalanin aja. dan ternyata, alhamdulillah semuanya justru lebih menyenangkan dan lebih mengejutkan. karena itu di 2014 ini resolusi saya adalah to have the unplanned plan continues.

animo tahun baru dan segala sesuatunya yang baru, buat saya datang lebih awal. tepatnya di awal desember. karena kebetulan saya dan suami sama-sama berhenti dari pekerjaan dan benar-benar menghabiskan waktu berdua juggling urusan rumah tangga bersama. mulai dari anter-jemput kakak titan, mandiin adek luna, beberes rumah, cita-cita kita sih pengen liburan panjang. berhenti dari kemacetan jakarta dan sumpah serapah kapitalis. tapi apa daya, hampir seluruh desember dihabiskan dengan penyakit yang bergiliran melanda orang-orang di rumah. mulai dari kakak titan yang panas, bubu-bunda yang flu berat tak berkesudahan, luna demam tinggi berulang dan masuk UGD lalu kembali ke demam si kakak. rasanya kesel banget. pengen marah sama diri sendiri, kenapa saat sudah risain kok ya malah pada sakit. akhirnya, setelah kakak titan menghabiskan seminggu waktu liburannya di ranjang karena demam yang enggak jelas dan mulai membaik, kita pun memutuskan untuk pergi berlibur ke yogya - solo naik mobil.

absurd? memang.
naek mobil bawa anak baru sembuh dan bayi umur 5 bulan yang lagi teething was totally challenging and beyond my sanity yang biasanya segala sesuatu itu harus dengan perencanaan matang. this time, it was totally unplanned and it happened. rencana ke solo pun sebenernya kejadian karena kita enggak dapat penginapan di yogya saat tahun baru. dan, konfirmasi dapat kamar penginapan di kedua kota baru dapat hari minggu jam 3 siang padahal kita rencana berangkat hari senin pagi. jadi hari minggu itu semuanya berjalan paralel antara ngecek kelayakan mobil, cari penginapan dan crazy packing. sekali lagi, tanpa harapan (lebih tepatnya takut 'ngarep' sih). dan alhamdulillah, semuanya bersinergi dan hari senin kita cus ke Solo dan menghabiskan waktu 17,5 jam di jalan dengan menyenangkan.

just do.

pelajaran lain yang saya dapat di akhir tahun 2013 ini dan masih akan saya adopsi di 2014, adalah untuk terus berbuat sesuatu. berbuat dulu, mikirnya nanti. dan ini juga yang kejadian dengan Bebikinan hahaha. gara-gara iseng bikin samples eh malah jadi banyak yang pesan dan jadi diseriusin. yang di plan lama malah enggak jalan-jalan ... sigh.

feeling happier when i can do for others too.

2012 adalah kali pertama aku donor darah. 2013 absen donor lagi karena hamil. awal 2014 ini kali pertama mendonor asi.

awalnya sih karena merasa freezer udah kepenuhan dengan timbunan asi yang hampir tidak dipakai lagi karena sekarang sudah menyusui langsung. akhirnya didonorkan aja satu rak yang isinya kurang lebih ada 29 botol yang totalnya kira-kira 2,9 liter asi. si penerima (yang pertama nelfon enggak lama setelah ngeblast message di path) namanya dina. anaknya umur 2 bulan dan ibunya stress berat karena harus anter-jemput kakaknya yang sekolah di tk kepompong kemang, sementara rumahnya di ciputat (oh well, ya iya jauh sih). akhirnya si ibu pun stress berat dan enggak bisa mompa banyak.

sambil nunggu asi diambil, enggak terasa gue menjalani kegiatan bersih-bersih rumah sambil nyanyi-nyanyi. rasanya kok seneng ya. dan hari itu juga, sore hari, suaminya datang menjemput asi dengan membawa thermal bag yang cukup besar. ndelalah, ternyata si suami mantan anak industri iklan juga hahaha! abis itu, dina whatsapp2an sama aku tanya2 rahasia asi banyak. ternyata setelah dia menerima kedua puluh sembilan botol itu, dia jadi termotivasi lagi untuk mompa karena senang bolak balik freezer isinya setengah penuh.

well, ... i somehow have another daughter on the other spot of the region. kan konon yang minum asi dari ibu yang sama menjadi saudara sepersusuan.

so yeah, ... dua ribu empat belas sudah dua belas hari berlalu. inshaa allah, tetap optimis. oh, cuma pengen satu hal yang belum kejadian sih. pengen waktu bergulir lebih lama. supaya kalo mandi, bisa sempet nyikat-nyikat gitu sambil nyanyi. bisa makan santai sambil nonton tv. bisa bikin camilan di sore hari. can i can i can i? can laaaa... and one more thing, i wish healthy life for the whole universe.

amien!


Tuesday, January 07, 2014

percakapan malam ini sebelum bobok.

T: nda, nanti kalau titan sudah besar gimana bajunya sudah enggak muat lagi
B: ya beli yang baru, yang muat sama badannya titan
T: tapi titan enggak punya uang
B: inshaa allah, bunda beliin. i will take care of you
T: tapi kalau titan mau kerja gimana? masa pake baju kecil? 
B: oh, tenang. nanti bunda modalin deh buat hari pertama titan kerja. kemeja yang bagus, sepatu mengkilap, celana panjang, itu kalau titan kerja formal. atau nanti kita bisa juga pilih baju yang lain. 
T: nanti kalau enggak muat gimana? 
B: ya diukur dong
T: titannya berarti harus ikut ya waktu bunda beli
B: percaya deh, titan enggak ikut pun, bunda tahu ukuran badan titan. 

another absurd convo and I did not know where the conversation was going. either he got worry about the future or simply delaying bed time routines.

one thing for sure, Malicca.
i will take care of you as long as i live.

Tentang kamu di suatu pagi

Saat itu. Aku, aki dan dirimu; La Luna.  Naik motor di pagi hari, mengantarmu bersekolah untuk belajar dan berlari-lari.  Kamu di paling ...