Skip to main content

P36

Sudah dua minggu terakhir ini pattern-nya Luna berubah. Dari yang biasanya bangun malam setiap jam 11 dan jam 3 pagi; sekarang sudah mulai tidur blas sepanjang malam dan bangun jam 7 pagi. Pas banget sama jadwal bangunnya Bubu dan Kakak Titan.

A good thing? Yes.

Tapi memang selalu ada dua sisi di setiap mata uang. Bagusnya, karena jadi bisa tidur pulas sepanjang malam. Paling memang otomatis terbangun untuk ganti diaper. Jeleknya, bangunnya bayi berbarengan dengan berawalnya aktivitas semua orang di rumah cukup bikin pusing kepala juga. Jadi harus gendong-gendong Luna (yang suka cranky kalau pagi jadi nggak bisa ditaro aja di crib / stroller) sambil siapin lunch box untuk Bubu dan Kakak Titan. Belom lagi bolak-balik ngecek apakah Kakak Titan sudah bangun, sudah mandi, sudah gosok gigi, nggak salah pakai seragam, ngejar-ngejar untuk sarapan dan minum susu, ... pokoknya semuanya harus take off jam 8 supaya nggak ada yang telat.

Habis itu, pengennya sih mandiin Luna. Tapi rupanya digendong pakai gendongan di dada, gerak sana-sini bikin dia dia serasa di ayunan dan akhirnya tertidur lagi. Nah, anehnya adalah, akhir-akhir ini juga dia nggak mau deh ditinggalin tidur sendirian. Udah berbagai trik mulai dari gerak pelan-pelan sampai naro baju bekas pakaiku yang bau susu di dekatnya - tetep aja dia tau ditinggalin dan mulai menangis.
Akhirnya, ikut tidur juga deh gue sampe jam 11 (alasan, dasar aja emang tukang tidur :p ) baru akhirnya mandi (hih, bayi apa jam 11 siang baru mandi?! )

Karena itu jugalah aku baru bisa mulai ngerjain kerjaan Rumah Tangga siang-siang. O yes, kita nggak punya ART (agak trauma dengan dramanya soalnya) jadi semua-mua dikerjain sendiri. Jam setengah empat si kakak sudah pulang dari sekolah. Biasanya sih dia langsung main sendiri dan saat itu Luna pasti lagi bobo ronde ke sekian. Sore-sore, semuanya mandi dan makan malam trus aku ngelonin Luna lagi. Kalau aku sempet ngeblog kaya gini, biasanya karena kedua bocah lagi bobok nyenyak *ibu senyum lebar*

Cuti tiga bulan ini sama sekali nggak terasa. Yang tadinya punya niatan pengen cuti melahirkan sembari ngerjain project-project personal dan meningkatkan quality time sama si kakak kok malah nggak ada yang kejadian (*mewekkk*). Tadinya tuh pengen banget anter-jemput full selama tiga bulan ini. Trus juga pengen kembali ke dapur untuk percobaan masak-masak. Pengen les menjahit. Ah mana, semua hanya tinggal rencana-rencana aja :( Plan untuk rapihin kamar anak pun mundur-mundur terus; karena memang waktu kita (aku dan bubu) terbatas banget. Kita cuma punya waktu weekend. Itupun kalau nggak diganggu dengan hutang-hutang lainnya seperti cek rutin Luna ke dokter, belanja-belenji kebutuhan mingguan atau kebutuhan bayi, anter ortu atau sekedar kondangan yang cuma sebentar tapi waktu tempuh perjalanannya butuh waktu 2 jam. Life has been so very functional lately (not in a good sense).

Kalo gini, suka mikir ... apa iya yang di buku-buku parenting itu benar? Buku-buku yang menceritakan kisah sukses mendisiplinkan bayi untuk disiplin tidur di jam yang sama, mengerti siang dan malam, tidur di cribnya sendiri dan bisa mandiri ditinggal tanpa menangis. I mean ... for real?
Karena walau sudah punya anak dua, aku nggak bisa deh membuat bayi-bayiku seperti bayi-bayi di buku. Walaupun sekarang setiap Luna menangis; aku nggak langsung panik dan main gendong kaya waktu Titan bayi. Sekarang mindsetku adalah, Luna is not crying for help. She is talking. She is communicating and crying is not bad. Jadi setiap kali dia menangis, aku menanggapi dengan santai dan berbicara kembali ke Luna tanpa harus selalu menggendongnya.

Ibuku bilang, there is no such a thing. Baby is baby and they're just being a baby. They love to have someone around, they want to be hugged, they want to be loved and the best way to show your love is by touching them. By making sure you are around at anytime they need. There is no solid handbook in handling babies because every baby is little human with their own character.

Hmmm, cukup menenangkan hati sih nasihat mamahku ini. Tapi tetep deh nggak rela punya waktu tiga bulan tanpa ada personal project yang berhasil dilakukan. Atau semua ini nggak terasa karena cutiku yang bertepatan dengan lebaran? Jadi, kemarin-kemarin sibuk mempersiapkan lebaran dan harus akselerasi adaptasi punya bayi. Belum lagi bolak-balik perawatan pasca operasi dan neo natal care buat Luna.

Or I am just being ungrateful ya? Karena setiap weekend tiba, Bubu pasti bertanya "Bunda mau ngerjain apa weekend ini?" Jadi seharusnya aku punya kesempatan itu.

Hmmm... yeah, maybe I am just being ungrateful. Karena melihat deretan asi hasil pompa dalam freezer yang kini sudah mencapai hampir 30 botol, melihat pipinya Luna yang makin menggembung setiap harinya, itu kan tujuan aku di awal-awal: bisa punya asi banyak dan berat badan Luna bisa naik (karena 2 minggu pertama mengkhawatirkan bu dokter; soalnya berat Luna turun dan belum balik ke berat lahir).

Yeah, ... sering lupa kalau aku ini sudah jadi ibu. Sudah seyogyanya aku mengenyampingkan project-project pribadi dan mendahulukan project untuk anak-anak. Paling tidak, sampai 2 tahun ke depan.
Aw!

*pukpuk pundak sendiri*

Popular posts from this blog

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Three hours late.

2 AM and I stepped in to the house. Hubby was waiting for me. This was not the first time, and not the latest hour I had ever experienced with over time.

"See you soon Bunda. Or at 8, or at 9, or at 10, or at 11 like you said you would be late." Said my son.

I smiled as I entered the house. I smelled home. I saw my beautiful mess. As I picked up some toys on the floor, I imagined what games the kids had played today. There was a drawing, mini ceramics pots, not too chaotic for kids who were left with nini and aki without nannies.

I also saw their time tables, with some check marks on the list. Those that they weren't checked was the responsibility to wash their own dishes. I saw some dirty cups piling up. I saw the microwave's door left half-opened, a baking sheet and a knife. I wonder what they have cooked.
I also saw minecraft was in active window and some search on youtube and google.

Getting home in this hour and not seeing their faces but seeing all the mess the…

Life. Just like what I wanted.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.

Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.

Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, da…