Skip to main content

Malicca's bussiness day


Jadi, final project di term 4 ini adalah integrated subject yang semuanya berujung pada Bussiness Day project. Dengerin ceritanya dari hari ke hari, terus terang saya iri sekali. Seandainya waktu saya sekolah ada proyek macam begini. 

Jadi, di Bussiness Day ini, secara berkelompok setiap kelas mendirikan sebuah perusahaan. Dibantu gurunya, mereka bener-bener mendirikan perusahaan mulai dari nol. Mulai dari mencari pemegang saham (which happens to be their teacher), nama perusahaan, bidang industri, marketing dan promotion sampai benar-benar turun jadi penjual dan kasir. 

Untuk mata pelajaran bahasa inggris, Titan harus menginterview orang tua apa kira-kira donasi yang bisa diberikan dalam rangka bussiness day nanti.


Kemudian, ada juga surat permohonan bantuan usaha untuk subjek Bahasa Indonesia. 


Karena nama perusahaannya adalah Summer Fun, akhirnya aku memutuskan untuk bikin cocktail pudding aja. And what would help sell much? of course, ... cute packaging! 
Dibantu sama Lita, Selvy dan Yana teman-teman saya di kantor, akhirnya jadilah 25 cup kemasan pudding.



Malamnya, saya tinggal bikin almond pudding trus dikasih cocktail Del Monte di atasnya.
Voila! Jadi juga semua dalam waktu enggak lebih dari satu setengah jam :)

 

Besoknya, setelah acara opening dan yell-yell promosi dari semua kelas, Bussiness Day pun resmi dibuka. Titan jadi penjaga stand yang bertugas untuk jualan pudding, ice lemon tea dan pancake durian. Kata Willy, temenku yang sempet mampir ke sana dan ngeliat Titan jualan, ... katanya sih jualannya OK banget hahahaha! Untung dia nggak kedapetan jadi kasir hahaha, ... bisa rugi bandar perusahaannya :)



Aku menyempatkan diri untuk mampir juga ke Bussiness Day. Enggak lama, dan terakhir kali aku melihat gerainya Titan, pudding jualanannya tinggal sisa 3 (Tapi kok dijualnya cuma dua ribu rupiah ya?  Ini mah kejual semua juga nggak akan balik modal hahahaha...)

Yang menarik dari Bussiness Day ini, selain konsepnya ya, ... aku juga amazed dengan sistem yang dibuat oleh sekolah. Jadi, setiap anak dari playgroup sampai kelas 6, semuanya pakai seragam yang dibuat jadi beberapa kategori warna. Ada group hitam, merah, hijau, biru dan putih. Lalu ada guru piket yang bertugas untuk keliling sambil memberi tanda kapan masing-masing group bisa bebas tugas lalu keliling-keliling dan jajan ke kelas lain. Jadi bisa ketauan tuh siapa yang nggak mau tugas jaga stand trus kerjanya muter-muter buat jajan doang hahahahaha ....

Seru ya ... dan ini foto waktu Titan lagi bingung beli Aqua. Harganya dua ribu, dan dia bingung berapa kembaliannya saat dia membayar dua puluh ribu rupiah.


Beberapa hari setelah Bussiness Day selesai, aku pun menerima surat edaran terima kasih dari guru-guru di kelasnya sekaligus laporan keuntungan. Waaaah banyak juga ternyata untungnya. Mereka sekelas bisa pergi ke Lollypop, pesan delivery pizza, ... dan masih ada lagi sejumlah tunai yang akan dibagikan saat bagi raport beberapa hari lagi.

Wow! Way to go, kiddos! 





Comments

Popular posts from this blog

Life. Just like what I wanted.

Sounds so snobbish ya, saying life is just like what I wanted. But then I realized, semua itu karena emang aku enggak pengen apa-apa. Sekarang juga (ternyata) masih begitu. Dulu emang I treat my life like a blue print. Things to do piling up my list and my aims were to accomplish them. Alhamdulillah, semua tercapai. Tapi kemudian seperti ada titik tolak dalam hidup yang bikin  berhenti ingin terlalu banyak dari hidup. Entah karena merasa udah cukup banyak pencapaian pribadi baik yang bagus atau yang buruk, entah karena pernah kecewa berat sama yang namanya manusia atau karena alasan klise yang digadang-gadang semua manusia: anak.

Sekarang ini, lebih banyak menyambut apa yang datang ke dalam hidup. Termasuk, kembali ke agency lagi. Having thought that I am not some kind of 'Man in a mission' kind of person. I am just an 'I will do my best' of what comes in front of me kind of person.

Gini ceritanya.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setel…

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through both and also had a chance of being a working-from-home mom, it is even more ridiculous for me. Only stupid have a time discussing it and to elaborate on their social media status. Whoever we are, what kind of mom we are, what matters most is how we can make our life productive and progressing. Every single day.

Different mom has different ways of being productive. Some goes to work. Some clean up and cook for the family. Some works at home by selling stuffs online or being a freelancer. Productive means to produce something. Be it money, the foods, you name them all. But the question is, is productive enough? How about having a progressing life? Not as the wife of Mr. Blabla or as the mom of kid Zubidudamdam. But us, as a person. Me, as Wury; a 38 years old woman and how far I have made progress in  my life.

BUT. Let alone of being progressive, ... ar…