Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2013

One of those days

Hari Minggu kemarin: one of the happiest days in my life.
Seringkali, di kepala ini ada banyak banget rencana. Tapi entah kenapa suka tetiba gagal atau belum juga terwujud nyata cuma karena 'belum kepengen' ngerjain.
Timing emang beda sama momentum. Dan ternyata emang momentum itu nggak bisa ditebak kapan datengnya.

Seperti hari ini.

Udah lama banget aku dan suami 'ngerasani' rumput-rumput liar di halaman depan (yang udah mulai nular ke belakang). Apalagi, sejak si bocah nemu pohon cabe-cabean, makin pasrahlah kita. Tau nggak pohon cabe-cabean? Ituuu yang buahnya panjang-panjang kira-kira 2 sentimeter, kalo udah mengering dan warnanya coklat bisa direndem di air dan dia akan meledak. Naaaaaah! Exactly! Bijinya itu jadi nyebar kemana-mana termasuk ke habitat halaman belakang yang memang udah setengah dipasrahin karena ada dua penghuni cantik lucu berbulu tapi nakalnya minta ampun! Alias, ... dua ekor kelinci. Pohon liar cabe-cabean itu jadi tumbuh dimana-mana. Skala per…

Are we worth the way we live?

Someone introduced me the question long ago, in order to shock me to start my financial plan. I think she did hit me on my face. She looked at my wish list(s) and sighed.

Are you worth these luxuries? You can have everything, but not now.  Instead, you could rethink of it, you could sleep on it, or you could just made it.
Then I shared the question to a friend of mine when he was about to buy an iPhone.
He waited months for his bonus compliment.
He sold his Sony Playstation.
He waited another months to save and shrimp for the iPhone.
He joined the long queue for the iPhone launch held by a provider, and back home for nothing; for he did not have any credit cards.
He finally bought the iPhone a few months later.
But then sold it anyway for emergency, and brought another one. The S series. 

"Are you worth the iPhone? Are you worth the life you live in?" I asked him when I knew how mad he had gone upside-down because of the quarter-bitten apple.

"Of course! I have worked…

Lemon

I am sure you have gone a situation when your physical was in an automatic mode doing something; your mind was weaving beautiful words translating what your brain was thinking.
Exactly what I am doing at the moment.
I am making a steam Dory. My hands are in their automatic mode chopping the garlic, onion, spread them together with the salt and coriander to its body.
So this is my life now, I said. What would be next? Then something stops me and replies me in polite. She tells me to do what life is offering me. Just do. 
I lay the dory in a layer of aluminum foil then put some lemon on top of it. I fold exactly like my husband taught me and so the aluminum will not leak and let the water soak the fish while it is baked.
Then I really stop thinking about what would happen next.
Period. Is it what my life now? Really? I did not even trust my self I have become numb. What? Numb? It is the only word I never wanted to be. But looking at me now, I probably am. Without me realizing it, I might …

:)

One of the things that make me a happiest mom, is your drawing.
Really!
- Though today is not my birthday -





Today.

Hari ini, Malicca graduation.
Pakai toga, nyanyi Gaudeamus Igitur.

Beberapa hari sebelumnya, lagu itu sudah mengudara di rumah.
Bukan hanya itu, juga lagu mandarin, Que sera - sera dan I have a dream.
Bukan cuma Malicca, tapi ibunya ini juga harus menyiapkan kostum performancenya yang menggambarkan cita-citanya kelak: jadi koki.

Awalnya sih pengennya sewa aja.
Tapi tiba-tiba si anak berceloteh "Kenapa nggak bikin? Bunda kan bisa jahit. Tuh, baju yang ada bunganya bunda jahit, kan?"

Setelah browsing-browsing Pinterest, akhirnya dapat juga model baju koki yang 'sreg'.
Besoknya, aku titip nini yang selalu pergi ke pasar: baju koko putih dan dua meter kain kotak-kotak warna biru. Siangnya, aku menyempatkan diri untuk menelfon toko bahan kue langgananku untuk mencari tahu apakah mereka jual topi koki atau nggak. Alhamdulillah, semuanya dimudahkan.

Malicca terkaget-kaget saat melihat topi kokinya aku vermak.
"Ya ampun, ini Bunda jahit sendiri? Tangannya nggak papa? Nggak ketusu…

Malicca's bussiness day

Jadi, final project di term 4 ini adalah integrated subject yang semuanya berujung pada Bussiness Day project. Dengerin ceritanya dari hari ke hari, terus terang saya iri sekali. Seandainya waktu saya sekolah ada proyek macam begini. 
Jadi, di Bussiness Day ini, secara berkelompok setiap kelas mendirikan sebuah perusahaan. Dibantu gurunya, mereka bener-bener mendirikan perusahaan mulai dari nol. Mulai dari mencari pemegang saham (which happens to be their teacher), nama perusahaan, bidang industri, marketing dan promotion sampai benar-benar turun jadi penjual dan kasir. 
Untuk mata pelajaran bahasa inggris, Titan harus menginterview orang tua apa kira-kira donasi yang bisa diberikan dalam rangka bussiness day nanti.

Kemudian, ada juga surat permohonan bantuan usaha untuk subjek Bahasa Indonesia. 


Karena nama perusahaannya adalah Summer Fun, akhirnya aku memutuskan untuk bikin cocktail pudding aja. And what would help sell much? of course, ... cute packaging!  Dibantu sama Lita, Selvy dan…

sang penghujung

sudah beberapa hari ini aku selalu terbangun di penghujung malam
di batas hembus terdingin dan diantaranya
salahkan pada perubahan hormonal trimester ketiga
salahkan pada mimpi-mimpi yang kerap berujung nyata
salahkan pada kantung seni yang semakin terhimpit, kemudian menyungai
mengalir sepanjang malam
salahkan pada mereka-mereka yang suka mampir memberi pengingat

kalau sudah begini, aku hanya berserah diri
apa gunanya kantuk jika mata tak kunjung ingin menutup

biasanya aku keluar mencari hangat
si kecil di dalam perut pun biasanya ikut menggeliat
ke kiri, ke kanan, berkecipak bahagia melihat susu coklat hangat

tidak banyak yang kulihat, ... dan aku memang tidak berharap melihat sesuatu yang lain dari biasanya
mata bisa diatur, tapi telinga bersikeras untuk meliar
kudengar dengkur tidur kedua lelakiku, halus dan berirama
lalu dengung dispenser, kelotek musang di loteng, beberapa suara mendebam yang tak kutahu darimana asalnya

malam tiba-tiba menjadi ramai dengan perhelatan suara
dan t…