Skip to main content

Malicca mau lima

Dulu, suka gemes sendiri kalo denger cerita tentang seorang anak yang masih aja nyusahin orang tuanya. Beranggapan bahwa hubungan darah orang tua - anak bisa menjadi sangat netral dan objektif, nggak jarang aku suka berkomentar anak-anak yang menyusahkan orang tua tidak perlu dibela oleh orang tuanya itu sendiri.

Tapi sekarang, aku kena tulahnya. Bukan karena Titan nyusahin, tapi lebih ke essens bahwa yang namanya orang tua memang tidak akan pernah bisa melewati edisi tergila-gila anaknya sendiri. Bagaimanapun, yang namanya orang tua ke anak teteeeeeeeeeup aja deh pastinya ngebelain dan mengagumi (walaupun terkadang dengan cara mereka sendiri yang kita tidak tahu).

Dalam waktu kurang dari 8 jam, Titan akan genap berusia 5 tahun. Oh waw... another milestone nih. Masuk TK besar, masuk tahapan yang katanya anak mulai jarang sakit dan tahapan yang katanya tingkah polahnya bakal nyebelin dan memberontak. Untuk yang pertama dan kedua, mari kita amini ajah. Yang ke tiga? Ah, itu mah tergantung anaknya juga. Ada yang manis ya tetep aja manis, ada yang nakal ya emang mungkin dulunya nakal. Etapi ... ya nggak tau ya, semoga Titan tetap jadi anak manis dan tetap bisa diajak ngobrol.

Enggak terasa, udah lima tahun aja. Dan nampaknya edisi tergila-gila anak sendiri ini masih akan terus berlangsung. Masih akan terus foto-fotoin dia, masih akan terus menulis tentang dia dan celotehnya yang... ampuuuuun deh, perasaan dulu gue umur segitu enggak gitu-gitu amat kalo ngejawab :)

Lima tahun, dan anak itu sudah mengalami banyak hal. Semoga diantara semua itu, dia sungguhlah tahu bahwa bundanya yang nyeleneh ini tidak pernah berhenti berpikir dan berbuat apapun caranya supaya dia bahagia. Supaya dia sehat wal afiat dan bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik nantinya.

Amin.


Comments

Popular posts from this blog

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Three hours late.

2 AM and I stepped in to the house. Hubby was waiting for me. This was not the first time, and not the latest hour I had ever experienced with over time.

"See you soon Bunda. Or at 8, or at 9, or at 10, or at 11 like you said you would be late." Said my son.

I smiled as I entered the house. I smelled home. I saw my beautiful mess. As I picked up some toys on the floor, I imagined what games the kids had played today. There was a drawing, mini ceramics pots, not too chaotic for kids who were left with nini and aki without nannies.

I also saw their time tables, with some check marks on the list. Those that they weren't checked was the responsibility to wash their own dishes. I saw some dirty cups piling up. I saw the microwave's door left half-opened, a baking sheet and a knife. I wonder what they have cooked.
I also saw minecraft was in active window and some search on youtube and google.

Getting home in this hour and not seeing their faces but seeing all the mess the…

Life. Just like what I wanted.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.

Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.

Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, da…