Tuesday, February 22, 2011

Cinta

*tok tok
            Siapa?
            Aku
            Oh. Kamu. Lagi
            Kenapa? Kamu kecewa?
            Tidak. Aku tidak akan pernah lelah untuk kecewa. Apalagi dengan kamu
            Itulah kamu. Dan itulah sebabnya kenapa …
Kenapa?... itulah sebabnya kamu datang lagi dan lagi?
Kamu keberatan?
Tidak. Sama sekali tidak. Karena aku tahu
Tahu apa?
Kamu butuh aku
Dan karena itu, aku masih ada. Hingga saat ini

*gemericik
Ayo, silakan
Kenapa kamu melakukan ini?
Kan sudah aku bilang, … karena kamu butuh aku
Walau aku menggerogoti setiap jengkal tubuh kamu?
Untuk itu aku ada, sayang. Sudahlah. Dinikmati saja
Kali ini aku tidak mau
Lalu untuk apa kamu ke sini?
Untuk mencari tahu apakah aku bisa jadi kamu
Lalu?
Agar kita bisa bersatu
Lalu?
Tidak tahu
Sayang, kamu adalah kamu. Dan aku adalah aku
Aku ingin jadi kamu
Itu karena kamu melihat aku dalam versi kamu
Maksud kamu?
Bukan aku dalam versi aku

*tetes
            Kamu tahu, setiap aku mendengar tetesmu. Rasanya selalu berbeda
            Oh ya?
            Kadang kamu seperti menetes di tenggorokan yang teriris pisau
            Oh, menyakitkan?
            Kadang. Tapi untuk membersihkan
            Hmmm
            Kadang kamu seperti menetes di kaki perempuan yang retak menjejak panas
            Mendinginkan?
            Ya, dan menenangkan
            Kadang kamu tak ampunnya menetes di awan gelap, membuatku terlelap
            Hahaha
            Kadang kamu menetes di ruang sunyi
            Hmmm
            Dan saat itu kamu hanya ingin menemani

*debur
            Kenapa kamu hanya ingin sendiri?
            Kata siapa?
            Kataku. Bahkan saat bersama kaummu, pun kamu pun memilih untuk menyendiri
            Tapi aku tahu, bahkan saat itu pun kamu ada di sana
            Dimana?
            Di tepian, menungguku untuk menghampirimu
            Hmmmm
            Sekarang kamu tahu kan, … kita adalah satu
            Tapi bukan ini yang aku mau
            Aku tahu. Kamu api
            Dan kamu … air
            Dan kita saling mencinta dengan cara sederhana
            Seperti saat kamu menetes di panasku yang menjelaga
            Seperti kamu menghangatkanku di titik bekuku
            Seperti kamu menemaniku dengan tetesmu di keheningan
            Seperti kamu menungguku di tepian
            Kamulah pengingat
            Dan kamulah harapan
           
           

             
  

1 comment:

Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through ...