Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2010

Tiga: aku. dia. bicara kamu

Aku. 
Jeda. 
Kamu
Bicara
Makna  
tanpa 
kata
Berkelebatan di binar matamu
Dia. di sana. cinta 
Dia. di sini. hampa 
Jatuh cinta dengan imajinasi? 
Ketika jauh berharga  
Ketika dekat ia sia-sia 
Ada apa-apa dengan jarak dan cinta
Jauh ingin 
Dekat dingin 
Lalu pergi bersama angin 
Di tengah ramai ia sepi 
Di dalam hening ia sorai 
Bila mengada ia terabai 
Diantara mimpi dan embun pagi  
Di antara baris dan jeda kata 
Dan aku memilih nyata 
Berjubah mimpi hingga ngembun pagi 
Berbalur baris berbau kata 
Aku khayal yang kasat mata
Kamu mimpi  
Aku harap 
Butuh durga untuk jadi nyata. Jadi kita. 
Aku kosong dalam pasu 
Kau peri pucat pasi 
Perlu mau untuk berisi, untuk berseri.
Kolaborasi aku dan dia, bicara kamu.

Malam sepi lain

Malam itu cair
Lelehkan beku benak
Liurkan kata di pangkal lidah yang batu

Malam itu hitam. Saat semua warna rasa berbaur tanpa ampun menjadi satu Malam hitam yang baurnya semua warna, sesak sekaligus ia kayaSepi. Bintang abadi yang redup menemani kian mengabut Bintang sepi hingga di tepi kabut terakhir, lesap menyisakan tiadaMalam itu kamu. Saat semua suara mereda dan cahaya pun meredup Satu alasan untuk tetap berdegup … dan degup ini sedang mengeja kamusepi. saat kamu tidak menemukan aku, tatap satu bintang dan peganglah nadimu Nafasku kan berdenyut bersamamu … sedang denyut berayun naik turun di ombak mimpiDengan aksara yang tidak kamu mengerti, itulah kenapa kamu tidak tidak mengerti bahwa aku menanti Engkau menanti. Aku hati-hati.
Baiklah kita memerhati
dari esok yang mulainya di detik ini
Tapi sekalipun ini mimpi, aku tahu di mana denyutku ingin berlabuh Di nyatamu Semoga kau temukan teluk yang teduh
sebuah kolaborasi mengisi sepi dengan Lily4R

gasing

sebuah gasing sedang berputar
tak kenal waktu, tak tentu arah, terus tetap berputar
untuk sesaat tak ingin mengenal kata berhenti jika hanya untuk jatuh dan menggelepar

perputaran yang terlalu cepat membuatnya pusing
membuatnya buta sekeliling
sekelebatan warna dan bentuk yang makin lama semakin saru
semua berkumpul tak tentu menjadi satu

satu titik
dimana semua hal haruslah tentang aku
satu titik tumpu
dimana semua kenyataan berkumpul menjadi satu tanya, kenapa harus aku

sang gasing yang berputar
menggesek dengan gusar
dan membuat benda sekelilingnya terlempar
terkapar

menunggu
satu putaran terakhir

December

I thought, to know what we really want is the hardest part.
In fact, the journey of making it come true, is even harder.
But at least you knew, you’ve made a start.

Welcome, December.