Thursday, December 23, 2010

Takut

Kangen rasanya jadi anak-anak lagi. Mahluk kecil yang tidak kenal rasa takut. Karena tidak tahu dan tidak berharap yang muluk-muluk. Sampai suatu hari anak kecil itu dihadapkan dengan sesuatu yang dia rasakan jauh lebih besar dari dirinya. Maka dia akan berlari mencari seseorang, mencari terang, mencari apapun yang bisa dia temukan sehingga dia tidak lagi hanya seorang. 

Hingga saatnya anak itu menjadi besar, dia harus mengerti bahwa saat takut itu datang kembali; yang harus dia cari dan peluk adalah dirinya sendiri. 

Wednesday, December 08, 2010

Tiga: aku. dia. bicara kamu

Aku. 
Jeda. 
Kamu

Bicara

Makna  
tanpa 
kata

Berkelebatan di binar matamu

Dia. di sana. cinta 
Dia. di sini. hampa 
Jatuh cinta dengan imajinasi? 

Ketika jauh berharga  
Ketika dekat ia sia-sia 
Ada apa-apa dengan jarak dan cinta

Jauh ingin 
Dekat dingin 
Lalu pergi bersama angin 

Di tengah ramai ia sepi 
Di dalam hening ia sorai 
Bila mengada ia terabai 

Diantara mimpi dan embun pagi  
Di antara baris dan jeda kata 
Dan aku memilih nyata 

Berjubah mimpi hingga ngembun pagi 
Berbalur baris berbau kata 
Aku khayal yang kasat mata

Kamu mimpi  
Aku harap 
Butuh durga untuk jadi nyata. Jadi kita. 

Aku kosong dalam pasu 
Kau peri pucat pasi 
Perlu mau untuk berisi, untuk berseri.

Kolaborasi aku dan dia, bicara kamu.


bukan kamu

sudah ya
sudah.
ini memang bukan tentang kamu atau inginmu,
ini tentang aku yang ingin kamu.

Friday, December 03, 2010

Malam sepi lain

Malam itu cair
Lelehkan beku benak
Liurkan kata di pangkal lidah yang batu

 Malam itu hitam. Saat semua warna rasa berbaur tanpa ampun menjadi satu
Malam hitam yang baurnya semua warna, sesak sekaligus ia kaya
Sepi. Bintang abadi yang redup menemani kian mengabut
Bintang sepi hingga di tepi kabut terakhir, lesap menyisakan tiada
Malam itu kamu.
Saat semua suara mereda dan cahaya pun meredup
Satu alasan untuk tetap berdegup
… dan degup ini sedang mengeja kamu
sepi.
saat kamu tidak menemukan aku,
tatap satu bintang dan peganglah nadimu
Nafasku kan berdenyut bersamamu
… sedang denyut berayun naik turun di ombak mimpi
Dengan aksara yang tidak kamu mengerti,
itulah kenapa kamu tidak tidak mengerti
bahwa aku menanti
Engkau menanti. Aku hati-hati.
Baiklah kita memerhati
dari esok yang mulainya di detik ini
Tapi sekalipun ini mimpi,
aku tahu di mana denyutku ingin berlabuh
Di nyatamu
Semoga kau temukan teluk yang teduh

sebuah kolaborasi mengisi sepi dengan Lily4R

Thursday, December 02, 2010

gasing

sebuah gasing sedang berputar
tak kenal waktu, tak tentu arah, terus tetap berputar
untuk sesaat tak ingin mengenal kata berhenti jika hanya untuk jatuh dan menggelepar

perputaran yang terlalu cepat membuatnya pusing
membuatnya buta sekeliling
sekelebatan warna dan bentuk yang makin lama semakin saru
semua berkumpul tak tentu menjadi satu

satu titik
dimana semua hal haruslah tentang aku
satu titik tumpu
dimana semua kenyataan berkumpul menjadi satu tanya, kenapa harus aku

sang gasing yang berputar
menggesek dengan gusar
dan membuat benda sekelilingnya terlempar
terkapar

menunggu
satu putaran terakhir

Wednesday, December 01, 2010

December

Lochinvar, by BlackSouls
I thought, to know what we really want is the hardest part.
In fact, the journey of making it come true, is even harder.
But at least you knew, you’ve made a start.

Welcome, December.

Tentang kamu di suatu pagi

Saat itu. Aku, aki dan dirimu; La Luna.  Naik motor di pagi hari, mengantarmu bersekolah untuk belajar dan berlari-lari.  Kamu di paling ...