Saturday, May 08, 2010

... jikalau suatu saat nanti engkau bertanya

Di suatu malam yang sunyi dan dingin, langit begitu gelap.
Namun, ada seorang wanita yang tidak dapat terlelap.
Dari semua mimpi yang telah dititinya, ada satu mimpi yang belum tercapai.
Dan ia tak putus asanya, terus dan terus menggapai.

Doanya sampai ke langit ke tujuh, dimana semua mahluk begitu patuh.
Sampai akhirnya suatu hari, hadirlah sebuah bintang jatuh.
Yang kemudian hinggap di peluknya,
dan menjelmlah menjadi seorang anak manusia.

Saat itulah pertama kali air mata mereka bersatu.

Anak itu kini tidak lagi menyusu
Anak itu kini tidak lagi membisu
Ia sudah tumbuh menjadi anak yang besar
Berlari, bernyanyi, berjingkat, menari dan melompat pagar

Perempuan itu ingin anak itu tahu,
Jika suatu malam petir menyambar,
Ia akan berada di sana

Jika suatu saat bayang hitam mendekat ke jendela,
Ia akan berada di sana

Jika suatu saat seekor laba-laba berjingkat mendekati,
Ia akan di sana melindungi

Jika suatu saat sepi hinggap di dirimu,
dan aku tidak ada di sana,
Tataplah satu bintang paling terang dan peganglah nadimu
maka nafasku akan berdenyut bersamamu.

Aku tidak akan memberimu petuah tentang cinta,
Aku tidak akan memberikan mimpi manisnya sungai susu di surga
Karena bagiku, kamulah cinta
Dan kamulah surga

Itulah jawabanku,
… jikalau nanti suatu saat nanti engkau bertanya.


Selamat ulang tahun ke-3, satelitku.

4 comments:

  1. Selamat ulang tahun ya mbak untuk anaknya :) semoga jadi anak sholeh..

    ReplyDelete
  2. amin amiiiin :) maaciy :D

    ReplyDelete
  3. *sekali lagi*... semoga tetap mengorbit di sekitar Ayah Bunda :)

    ReplyDelete
  4. Amin amin amiiiin, makasiy Lilyaaa *mmmuach

    ReplyDelete

Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through ...