Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2010

aku

aku ingin menjadi debu
yang melayang di udara dan menyatu dengan bintang di langit biru
sehingga saat kamu merindu, kamu hanya perlu memegang nadimu dan melihat kerlipku bersama dengan kerlip ribuan bintang di langit yang membentang.
dan aku akan datang.

untuk titan, aku mencintaimu dengan segenap hidupku. juga matiku.
23:30

when my alter ego speaks upon me.

She says:

"It is okay.

When you do not know what is happening, when you do not know what to do. And when you do know what to do, you know it is something hard to do. A never easy thing has bigger chance to fail, so it is okay for you to be afraid.
And it is okay to feel confuse, because you do not know whether the universe is doing something for you or not. You are very not sure, and that is why you keep questioning.

Do walk, do not run.

Stop running. Do walk. When you are running, your mind, physic and mental are working at the same time. Your body is breathing fast and heavy. Your mind is screaming and screaming only about the destination. You don’t care about beautiful trees and chirping birds surround you. You hardly see small stone that might stumbles you off. You might lose a chance to greet a stranger. You just do not care about what is happening inside your physical body. You ignore your heart beat and the bitter sweats that dehydrate you. You don’t care you got tired…

Kabut kalut

Perempuan itu bersidekap, memeluk erat lututnya di depan perapian. Pandangan di keping jendela di belakangnya mengabur terhalang tirai kabut yang menggelayut. Tubuhnya begitu dekat dengan perapian. Mencari hangat. Begitu dekat hingga lidah-lidah api itu hampir menjilat. Ia menunduk dalam-dalam dan mengayunkankan tubuhnya. Ke depan lalu ke belakang. Terus dan terus, seperti ayunan pikiran-pikiran yang tak rela berhenti bermain di kepalanya.

Seprai belacu putih yang menutupi tubuhnya pun luruh mempeloroti punggungnya. Punggung yang kekar, dengan buku-buku tulang tengkuk yang bersembulan. Benjol seperti bayang rembulan di perempat bulan. Dan tersingkaplah pundaknya yang lebar, tempat bersandarnya lelaki-lelaki pelancong yang tak mengerti arah pulang. Lelaki-lelaki renta semangat dan rentan angin malam yang acapkali menerpa di waktu malam.

Dingin. Tubuhnya mengisut seiring angin malam yang tak ampun menghantam tubuhnya. Darah beku sebeku hati terperangkap di dalam pembuluh-pembuluh yang …