Thursday, November 26, 2009

#whatrubiktaughtyou

one of them is:
a courage to destroy a success you made for another victory - me -


thanks to soapgirlninja for her twitopic today. it did make me think :)

Wednesday, November 18, 2009

beri tahu

yang mana mimpi?
saat kemarin kamu datang,
atau besok saat kamu pergi?

lalu, ... apa yang kumiliki hari ini?

Monday, November 09, 2009

rumah

ini rumahku dan aku lahir serta dibesarkan di sini.

kamu.

bahkan jika kamu memiliki kunci rumahku, akankah kamu memasukinya saat aku tidak di sana? kamu memang tidak akan merampok, tapi di situ masalahnya. kamu hanya ingin melihat-lihat. kamu hanya ingin tahu.
oh, … dan akhirnya kamu tahu aku memiliki mesin waktu. sekarang kamu tahu aku hidup di waktu pilihanku: kemarin, sekarang, dulu, sayang aku tidak bisa hidup di hari esok. lalu kamu menemukan seekor naga di kamarku. ia sedang tertidur pulas. dan … hey, perapianku masih menyala. itulah jawaban kenapa rumahku selalu hangat. dan kamu pun tahu aku memajang awetan mereka yang aku sayang di dinding. buat kamu, itu mengerikan. tapi buat aku, mereka menyenangkan. dan akhirnya kamu pun tahu, aku memiliki pemintal benang yang tak hentinya merajut mimpi-mimpiku.
kamu. memutuskan memasuki rumahku saat aku tak ada di sana untuk menyambutmu. dan kini kamu lari terbirit-birit ketakutan, tak siap melihat sebuah kebenaran.

mereka.

berbondong-bondong mereka melewati rumahku. tapi bahkan jika mereka mengenal diriku, dan tahu pasti aku sedang berada di rumah, kenapa mereka bertanya kepada tetanggaku bagaimana kabarku? dan kamu tidak percaya dengan apa yang dikatakannya. maka kamu bertanya ke tetangga yang lain lagi.
kamu bilang, kamu kenal aku. tapi apa yang telah kamu lakukan, membuatku tak lagi mengenalmu.

dia.

dan dia berdiri di depan pintu rumahku. karena aku mengundangnya. kubuka pintuku lebar-lebar hingga hangatnya perapian menyembur ke pipimu yang merah. “ini rumahku.” kataku. airnya tawar. piringnya retak. sendok dan garpunya berkarat. tapi kemudian kamu berpaling, dan berbisik kepada mereka, … "ternyata pemilik rumah ini seekor babi!"

aku.

aku, tidak lagi dihormati di rumahku sendiri. itulah kenapa kini aku menjelma Durga.

ironic

i am working in communication industry. but, it is not making me a better communicant.

i spend hours everyday, juggling for straightforward messaging. but i wonder why i cannot simplify things when i am talking to you. or talking about you.

i am fully-effort digging consumer insights, but i cannot understand what's inside your heart.

isn't it ... ironic? NO. it's just ... pathetic.

a little hi to my dream

someday, on April 30th 2009, at 02:38


once i was told about dream.
once i was told about aim.
once i was told about life.
once i was told about reality.

now i am facing them all.
turning my dream in to real aims in life.

when did i have the excited feeling of pulling my whole energy to reach my dream?
when did i last feel my heart beating fast, ... knowing of my dream is coming?
when did i feel my cheeks blush like a strawberry when i see ... hope?
when did i cried so hard, realising my dream has passed me by without a word.
when did i see it joyfuly alive?
when did it sing me a lullabye beneath the starry night?
when did it last wake me up with a gentle kiss?

it is dying. choked by realities.
and i'm kneeling down in devotion.

and with its last breath, it smiles at me.

Thursday, November 05, 2009

bayang dalam gelap

di batas mimpi
dan embun pagi
rembulan masih menyisakan senyumnya
sisa semalam

dan pagi datang dalam hitungan jengkal
siap mencabik gelap
membangunkan yang masih terlelap

aku?

masih di sini.

terpaku

... berpikir mengapa harus berhenti.kalau memang itu yang harus terjadi.



04:56 am, dalam perjalanan pulang mengejar bayang.

Tuesday, November 03, 2009

senja

senja,
apa kabar kamu hari ini?
telahkah kamu menjamah malam dan
membiarkannya merengkuh telan ringkih tubuhmu

sampaikan rinduku akan hangat

Sunday, November 01, 2009

karnaval

entah kenapa, hidupku seperti sebuah karnaval yang tak berkesudahan beberapa waktu terakhir ini. walau malam telah larut dan berganti pagi, suaranya masih memekakkan telinga. genderangnya masih berdentam meregang hati. bayangan confettinya yang berwarna warni masih mengejar menjadi bayang kelabu yang tak hentinya berlari.
badut-badut itu masih memakai kostum yang sama, setiap hari. seutas benang yang membentang menguji nyali, masih di sana untuk dilewati.

semuanya berteriak. semuanya hingar bingar. semuanya terdengar. semuanya harus dilakukan. semuanya tidak bisa ditinggalkan.

aku. beberapa waktu yang lalu aku bisa menghadapi semuanya.


tapi entah kenapa, aku ingin diriku.
lebih banyak lagi.

Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through ...