Skip to main content

.

berharap aku bisa berhenti.
tanpa memikirkan satu hal pun.
tanpa memikirkan aku.
tanpa memikirkan dia.
tanpa memikirkan mereka.
aku ingin jadi ruang yang hampa.
aku ingin jadi benda yang tak berupa.
untuk sejenak saja.
aku ingin titikku.
aku ingin dia memaksaku berhenti:
berpikir.
bertanya.
berharap.
berkeinginan.
aku ingin titikku. .
aku ingin menjadi beku.
aku ingin menjadi kaku.
sejenak saja.

tapi tidak bisa.

karena aku ingin yang telah hilang diantara.

Comments

  1. melayang tak menapak,
    tanpa tujuan bukannya terbang,
    terbang kah yang kau cari?

    hujan menabur sepi, dingin dan misteri serta tenang dan damai,
    jalan tak lagi kering, berpeluh tanah yg ia bawa
    tanahkah yang kau cari?

    yang ada akan selalu ada, meninggalkan jejak puluhan buih
    yang ada akan menjadi tiada, hilang tanpa jejak meniggalkan ribuan buih

    dikala senja menyambut, yang ditinggal pasti akan berganti malam, tanpa pesan, dan semua berganti malam

    dan ketika malam itu tiba, mungkin sebaiknya kita berjalan, berjinjit sedikit melayang dalam dekapan hujan menikmati peluh tanah yang bercecer, dan menikmati lelap tanpa hadirnya bunga,
    gelap...
    gelap...
    dan kita akan kembali tiba bila saatnya

    ReplyDelete
  2. suatu saat, kamu akan tiba disana.
    dan hingga saatnya itu tiba, mungkin kamu harus menyapa nestapa.
    berdiam di dalamnya, walau mungkin bukan itu yang kamu cari.

    suatu saat, pada harinya, kamu akan cerah kembali.
    seperti bunga matahari, melenggok menatap langit biru yang tinggi.
    meliuk bersama nyanyian angin.
    dan kamu akan jadi satu, dengan impianmu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

love is love. marriage is another thing.

of all the things I ever wondered, ... I think I never wonder whom my kids will be married to. or to picture myself holding grand babies. not just a not yet, I think it is simply too hard to bear and too absurd to think of. but then I promise myself. I promise I will not ever push titan and luna to get married or even if they are married; I will not ask them when to have kids.

many times I wondered that marriage is overrated. and the only reason to get married is not love, but to realise life is too hard to bear when you are all alone. because, however, marriage is a conditional love. hubby once said, marriage is not all fancy and glitter. the lowest it can get is, to keep functioning and it will survive. how both parties can be functional one to another, is another story.

to ariawan, a guy of mine,
the one who always wake me up from my princessy dreams. love you.



Three hours late.

2 AM and I stepped in to the house. Hubby was waiting for me. This was not the first time, and not the latest hour I had ever experienced with over time.

"See you soon Bunda. Or at 8, or at 9, or at 10, or at 11 like you said you would be late." Said my son.

I smiled as I entered the house. I smelled home. I saw my beautiful mess. As I picked up some toys on the floor, I imagined what games the kids had played today. There was a drawing, mini ceramics pots, not too chaotic for kids who were left with nini and aki without nannies.

I also saw their time tables, with some check marks on the list. Those that they weren't checked was the responsibility to wash their own dishes. I saw some dirty cups piling up. I saw the microwave's door left half-opened, a baking sheet and a knife. I wonder what they have cooked.
I also saw minecraft was in active window and some search on youtube and google.

Getting home in this hour and not seeing their faces but seeing all the mess the…

Life. Just like what I wanted.

Tiga belas bulan yang lalu, saya memutuskan untuk kembali bekerja setelah 2,5 tahun jadi freelance (tapi lebih banyak free-nya sih hahaha). Satu-satunya yang bikin saya merasa harus bekerja ya cuma Apple. Sisanya, banyak project yang saya tolak-tolakin karena males aja sih intinya. Belaguk bangetlah pokoknya.

Setelah merasa udah nggak produktif lagi di rumah, otak berasa tumpul dan rasa percaya diri udah nyungsep, saat itulah saya terima tawaran untuk kembali ke advertising. Banyak yang nyinyir sih, menganggap industri itu gelap banget dan ngapain udah enak-enak di rumah kok ya balik ngantor. Alasannya cuma satu: bosen di rumah.

Enggak tahu hal baik apa yang telah saya lakukan dalam hidup, ternyata saya dianugerahi tim yang baiiiiik banget. Anaknya manis-manis, good attitude dan yang paling penting; penuh tanggung jawab. Saya ngerasa banyak belajar dari mereka. Mulai hal baru di luaran sana sampai cara pakai krim mata. Enggak sedikit juga kesedihan yang kita tanggung bareng-bareng, da…