Thursday, December 11, 2008

Ruang Hampa

Aku melangkah masuk.
Tak pasti, tapi ingin.

Dingin, semula.
Namun rasa itu merambat perlahan. Dan berhenti di ujung telingaku.
Bertelanjang kaki.
Bertelanjang dada.

Suara-suara organik di sekelilingku mereda perlahan.
Decit sepatu anak kampung.
Gosekan penggorengan tetangga.
Perawan-perawan ingusan berlompat tali.
Dan sapu lidi yang menyayat-sayat rerumputan. Tanpa ampun.

Sopannya mereka permisi.
Dengan senyum seribu arti.
Sirna tertelan bahasa tubuh.
Meninggalkan siluet dengus nafsu.
Tak lagi aku sadar.
Tenggelam dalam tarian hujan.

Ini ruang hampa.

Hampa celah.

No comments:

Post a Comment

Tentang kamu di suatu pagi

Saat itu. Aku, aki dan dirimu; La Luna.  Naik motor di pagi hari, mengantarmu bersekolah untuk belajar dan berlari-lari.  Kamu di paling ...