Thursday, December 11, 2008

Ruang Hampa

Aku melangkah masuk.
Tak pasti, tapi ingin.

Dingin, semula.
Namun rasa itu merambat perlahan. Dan berhenti di ujung telingaku.
Bertelanjang kaki.
Bertelanjang dada.

Suara-suara organik di sekelilingku mereda perlahan.
Decit sepatu anak kampung.
Gosekan penggorengan tetangga.
Perawan-perawan ingusan berlompat tali.
Dan sapu lidi yang menyayat-sayat rerumputan. Tanpa ampun.

Sopannya mereka permisi.
Dengan senyum seribu arti.
Sirna tertelan bahasa tubuh.
Meninggalkan siluet dengus nafsu.
Tak lagi aku sadar.
Tenggelam dalam tarian hujan.

Ini ruang hampa.

Hampa celah.

Tuesday, October 21, 2008

Thursday, September 25, 2008

Terima Kasih

Terima kasih Allah.
Atas semua cobaan dariMu pada hari ini.
Yang membuatku tersadar, sekali lagi.
KekuatanMu yang besar itu, masih ada.

Atas hidupku.

Sunday, September 14, 2008

How can I thank you, my son?

You are trully my lucky charm.
I proved it again, ... simply because of you.

And how could I thank you?

Do you know what you've done?
Do you know what you've gained?

No, you're not.

Do you know how much I want to thank you, but I don't know what to do?
Reading you more books?
Give you a bath more often?
Play with you all day?
Or, simply being there when you need a hug.

My dear child,
you don't know what fortunates you have brought.

And I simply cannot afford, ... to thank you.

:(

Tuesday, July 29, 2008

Sudah lama sekali

Terakhir aku menulis di sini, 2 tahun lalu. Lebih, malah. Sekarang perasaan yang sama itu telah membuahkan seorang anak yang kini berusia 14 bulan. Sehat dan gagah seperti ayahnya. Persistent dan tidak sabaran, ... seperti ibunya. Suka mengulik sesuatu, seperti akinya hihihi

Perasaan yang sama.

Mungkinkah aku sedang mengalaminya lagi?

Let's cut the crap from the question of Which Mom Are You?

A few years back, social media was being fussy about working mom versus stay at home home. What a nonsense brag! Since I went through ...