Wednesday, September 06, 2006

Thank You, I'm feeling the same thing once again.

Yap, exactly 8 months ago.
January 6th, 2006.
Now I'm feeling the same thing again.
That I cannot describe.

It's like I own the world.

Hope everything will be allright.

Dedicated to Farika, makasih untuk doa Nabi Zakaria-nya.

Wednesday, August 23, 2006

Jatuh cinta lagi dan lagi

jatuh cinta
bukan akhir segalanya.
tapi awal, ... entah itu berkah atau bencana.
sampai timbullah masalah-masalah
"Maaf" tak cukup saat salah satu diantara kita berbuat salah.

hanya aku, atau kamu
sendiri
mencoba menelaah
apa yang membuat kita saling jatuh cinta
saling percaya,
sampai akhirnya mengucap kata

hanya aku, atau kamu
sendiri
mencoba mencerna
apakah semua itu masih ada
seperti sedia kala

cinta itu

jatuh,
makanya kita tidak menyangka

jatuh,
karena tak ada yang sanggup melawan gravitasnya

cinta itu

saat semua tak lagi bernalar
saat semua tak lagi mampu terujar
yang sulit hanyalah belajar
jatuh cinta
lagi,
lagi,
lagi dan
lagi.

sampai aku mengerti
mengapa aku ingin kamu di sini
sampai kapan pun.


dedicated to Pumpy

Thursday, August 03, 2006

Auriga

Auriga.

Kau datang lagi dengan biduk rembulan yang kau dayung menyeberangi langit kelam malam ini, menapaki setiap jengkal dimensi. Bercahayakan lentera dan lidah-lidah api yang menjilati kaki langit, merangkak berusaha menyibak rahasia malam.

Auriga.

Kau tak datang sendiri. Kabut tak ingin menutupi seolah tak kuasa menahan diri menyingkap mantra cantik raksasa yang maha mencipta dan maha rahasia.

Auriga.

Kau bawakan aku Rigel yang terang dan Scorpius yang menatap nanar di kejauhan. Lalu kau hampiri wajahku dengan ujung-ujung sayap langit utara yang pekat. Berhiaskan ribuan kunang-kunang yang saling berkedip seperti jutaan confetti yang kau semburkan, merajai kegelapan.

Auriga.

Senantiasa kau tunduk dan berdoa atas segala hiruk pikuk di tempatku berdiri. Seperti punduk. Dan senantiasa kau selalu ada di sana, menantiku untuk tak hentinya menatapmu. Seperti malam ini.

Auriga.

Cukuplah semua jadi rahasia kita berdua.

Friday, July 28, 2006

Bumi dan Wanita

Jutaan tahun kau menjejak

Jutaan tahun kau tumbuh

Beristri dan beranak pinak

Pindah dari tubuh ke tubuh


Tak juakah kau belajar?


Meninggalkanku seorang diri

Tak mampu lagi kuberdiri

Saat cantikku mulai pudar

Jantungku tak terperikan bergetar


Tak juakah kau mendengar?


Hingga tangisku pun mengering

Barulah kau berteriak nyaring

Memanggilku

Mengelukanku


Tak juakah kau berkaca?


Pada mata beningku yang tersisa

Pada kata hati yang mulai sirna

Nirwanaku yang hampir runtuh

Lalu langit pun bergemuruh


Tak juakah kau mengerti?

Monday, July 17, 2006

Change

A:
"I thought you'd change!"

B:
"Even If I did, you didn't. Nobody changed."

Friday, July 14, 2006

Menunggu

Memang paling menyebalkan.
Hidup adalah penantian, kata orang bijak.
Gak percaya?
Lha ini? Kamu lagi nunggu baca postingan ini selesai, kan?

Damai :)

THISCLOSE

I watch your funny face.
thisclose.

I see your eyes.
thisclose.

I hear you gasped.
thisclose.


(For Pumpy, Monday July 10th 2006)

Monday, April 17, 2006

old friend

It’s been years.
Probably, … eight years.
We never met, and I’d never wanted to come again after my last visit.
But after weeks of consideration, I finally decided to come here, to Passer baroe, to visit my old friend. Somehow it took me a painful feeling to move my feet toward her house.

I still remember the time I last time I visited her. And I swear to God, I will take care of myself so I don’t have to come here anymore. Cause I am sure, my friend can take care of herself very well.
She didn’t say anything when I said good bye. I mean it. Goodbye means I don’t want to see you again. That’s what mom taught me.

It’s raining outside. Very hard.
I left the office. I ignored jobs. I left my lunch. I am alone but the taxi driver in the middle of the rain, to visit my old friend. And it took us a while to find this house again. The house that I’d visited almost every week for years. Now I forgot where it is. We went to the wrong direction, and I admitted the taxi driver is a brave man. He passes through the ferbodden sign in the middle of the storm. I have to come to see my friend.

Now here I am. In front of the door.
“Welcome and sorry for the mess. Some days it’s even worst” Says the same old tapestry.
I slowly comes in.

This house has so much changed. No more fresh flowers in the living room. No more magz. No more Cable TV. The chair changed, now is a chipo sofa. The posters on the wall, it’s still the same. Now they look so dull. The Jesus is still the same. And it’s the only glossy thing I can see.

Eight years ago. And now I am but an almost 27 years old woman. Married and gain more weight. My old friend is now eight years older, and I am waiting for her to come out.

I have traveled my journey through graduation in academy. Experience my first salary. Get married and lost my baby. And she, … she’s still doing the same thing as she did when I first met her.

I wonder why I didn’t want to visit her again. My friend is a dentist. And I am scared of her.

But today, … I have to.

Oooooooh, … I hate toothache.

And I will have a surgery next week.

“Whoaaaaaaa”

Monday, March 27, 2006

Tersesat

Aku tidak mengerti kenapa aku ada di sini.
Tiba-tiba aku hanya bisa terkaku. Semua di sekelilingku bergerak begitu cepat. Semua suara-suara di sekitarku berteriak hebat. Dimana aku? Kenapa aku di sini? Siapa kamu? Siapa dia? Apakah kamu sama denganku? Aku sibuk mencari jawaban-jawaban, sementara pertanyaan-pertanyaan tak habis-habis menderu. Sekencang angin yang bertiup ke arahku. Seerat jemariku berusaha berpegang.

Berpegang, … ya berpegang.
Tapi apa yang sedang aku pegang? Jemariku memekar. Tulang-tulang lunak yang mengubungkan ruas demi ruas jariku terasa begitu kaku. Seluruh permukaan tubuhku berkeringat. Aku tidak pernah berdiri di permukaan seperti ini. Kaku, keras, ... warnanya bening. Aku bisa melihat apa di balik permukaan ini. Tanah? Dedaunan? Tembok? ... setahuku, tidak seperti ini bentuknya. Air? Ya, beningnya seperti air. Tapi kenapa bentuknya keras? Bukankah air mengalir dan kita tidak akan pernah bisa berdiri di permukaannya? Aku tidak tahu banyak tentang diriku. Tapi aku tahu, pastinya aku bukan Yesus. Maka aku tak mungkin sedang berada di atas air.

Tiba-tiba , … tak ada lagi angin yang menderuku. Tak ada lagi getaran hebat di permukaan tempatku berjejak. Tiba-tiba semuanya berhenti. Aku menunggu sejenak. Dua jenak. Tiga jenak. Empat jenak. Sampai jantungku berhenti berdetak. Sesaat, tidak ada yang bergerak.

Kuberanikan diri untuk membuka mata.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

Tiba-tiba kulihat sebuah mata yang begitu besaaaar dan berwarna merah. Ia menatap tajam ke arahku. Cahayanya berpendar, menusuk bola mataku. Aku segera memejamkan mata. Aku takut. Aku menunduk dalam-dalam. Siapakah kamu? Kenapa matamu besar dan berwarna merah seperti itu? Kamukah malaikat pencabut nyawa? Beginikah caramu memberitahu ajalku sudah tiba?

Sejenak kaki dan tanganku melemas. Aku menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dan tak berapa lama, tiba-tiba aku merasa semuanya bergetar kembali. Angin keras menerpa tubuh dan wajahku kembali. Ah, … kakiku hampir tak menjejak!!! Setengah tubuhku terbang ke udara. Keringat mulai mengucur di sekujur tubuhku. Kini posisiku terbalik, kedua kakiku di udara, tangan dan kepalau bertahan di permukaan yang entah apa namanya. Kurentangkan jari-jariku selebar mungkin, dan kutekan ujung-ujung jari supaya angin tak meniupku. Aku belum ingin mati.

Dan di situlah aku melihat sesuatu di balik permukaan bening ini. Aku melihat mata itu lagi. Tapi kali ini ukurannya lebih kecil dan berwarna hitam. Sepasang jumlahnya. Hey, ... mata itu milik seorang perempuan dan ia sedang menunjuk-tunjukkan jarinya ke arahku. Di sampingnya ada seorang laki-laki. Perempuan itu terus menunjuk-tunjuk diriku, sambil mulutnya berkata-kata. Tapi aku tidak mengerti. Aku tidak mengerti bahasa manusia.
Dan sejak itu, perlahan angin-angin yang menderuku sirna. Mata-mata merah yang memandangku tak ada lagi saat kuberanikan diri untuk membuka mata. Aku hanya mendengar suara berdebam dan setelah itu ... hening.

Inikah kiamat?

Perlahan aku mulai merayap. Lalu kutemukan lembaran daun yang lebar di hadapanku. Kujajaki perlahan dan … hop! Aku berada di puncak dedaunan rimbun yang permukaanya tertutup air embun. Kujulurkan lidahku. Kurasakan gelembung-gelembung itu memecah dan membasahi tenggorokanku. Aku memang tak tahu banyak tentang diriku. Tapi aku tahu, aku sedang menemukan surgaku.


March 22nd, 2006

Wednesday, February 22, 2006

Beautiful

When do you feel beautiful the most? Or when do you feel your girl partner is beautiful the most?

iQbaL: when she tells a truth

Indul: when he says so....??

Ayu'99: bangun tidur, rambutnya alami... jadi banget (brantakannya)

radicalous: when she's with us. the husband and the daughter.

PapaBear: my girls partner is beautiful when I'm "beautiful" to her, if it's something about relationship, it's will valid, why? coz relationship is equal.....

ici_cuit: i feel beautiful the most especially when i'm helping someone and that person smile at me

Djokolelono: when she is sleeping peacefully beside me, with a shadow of a smile from her dream, and her hands still holding me, trusting me.

Jaja: the morning she woke up for our wedding day (even before the makeup)

gitabaik: when i make good deed.

sarah_siahaan: setelah keluar dari salon gue selalu merasa lebih cantik .. efek rambut memang luar biasa, krn kl lg bad hair day, mood gue bisa jelek bgt seharian

lucycakepdeh: I feel beautiful the most : waktu bangun di pagi hari dengan rambut kusut, blom sikat gigi n cuci muka... aku dengar suara suamiku bilang " Met pagi cantik!"

Iman: nemuin gw (msh ngantuk2 gt, bangun tdr cmn cuci muka doang) pas gw samperin ke rumahnya...

alfarani: when I dress up matched , especially if I wear my jilbab nicely... hehee...

jagoan_tembem: kalo abis berbuat sesuatu yg baik (ke org lain/binatang/tumbuhan)

anti: when i wake up

v_heni75: when i'm falling in love, I feel the beauty around me cause my heart is showered by love

apipfs: when she smile at me and say nothin' at all

man_from_crypton: when my wife slept

bellamia2229: Every time after taking a shower...

si_atm95: when someone says : "aku sayang sama kamu"

paulus_gumilang: my girl looks beautiful when she's sleeping without any clothes on

k4mil: abis dari salon.. terlihat seperti bukan aku..

tatnja: when someone came up to me and say "you look beautiful (today)"

ninoad99:every time she smiles at me.


f_rezina: when my luv sms me with no reason & said "met siang istriku yang cantiiik.."

Kresno Putro Deddy Mahyarto: when she smiles

Kalo kataku: waktu aku hamil

Friday, February 10, 2006

Ada yang hilang

Ada yang hilang.
Ada yang hilaaang!!!

Sesuatu itu hilang.
Sesuatu itu tak lagi nampak.

Aku harus bilang apa?!
Aku nggak bohong, ... dia ada di sini.

T a d i d i a a d a d i s i n i.

Tolong!!
Ada yang hilang!!!

Dia besar, tak terlihat olehmu.
Tapi bisa dilihat dari mataku.

Dia membuatku terbang.
Dia membuatku bahagia.

Ya, dia tak terlihat olehmu.
Tapi bisa dilihat dari mataku.

...

Rasa itu.
...
Baru saja, ... d i a a d a d i s i n i.


-7 February 2006

Slighest Dream

Inilah 3 minggu mimpi terindahku.

Sampai akhirnya hari ini, Senin 31 Januari 2006 atau 2 Muharam H, aku terbangun oleh asingnya cericit seekor burung di pepohonan di halaman rumah orang tuaku. Biasanya cuma terdengar cericit burung gereja yang menemani pagiku selama 10 tahun terakhir, tapi kini rupanya ada burung asing.

Seasing perasaanku saat aku melangkah keluar dari kamar mandi dan bertelanjang di depan kaca. Bulat. Kuamati setiap lekuk tubuhku. Namun, … ia tidak ada lagi di sana. Perutku yang kembali mengempis tanpa sempat pusarnya menyembul keluar. Perut yang selalu kuelus, kuoles dengan minyak, yang senantiasa kubisikkan doa-doa.
Bayiku, … tak lagi bersamaku.

Inilah hari pertama kerapuhanku, terbangun dari mimpi betapa mulianya menjadi seorang ibu.

***

Dan Inilah hari terindahku, di awal 2006. Tepatnya hari Jumat pagi, 6 Januari 2006.

Dengan malas, aku pun terbangun dari mimpiku.
Aku bermimpi perutku membuncit dan ibuku marah-marah karena aku tidak juga tes kehamilan.
Segera aku bangkit ke kamar mandi, menampung air seniku di tabung kecil, berusaha tak berharap kali ini akan memberikan hasil yang berbeda.

Garis pertama pun muncul. “Ah, … negatif lagi kan?!” bathinku sambil bersih-bersih dan bersiap mandi. Namun tak lama, kuperhatikan muncullah garis ke dua. Warnanya jauh lebih muda dari garis pertama, sehingga aku bingung apakah muncul dua garis atau hanya satu garis saja. Lalu aku pun berlari ke kamar, bertanya pada suamiku.
“Coba, ini dua garis atau satu garis, sih?”
“Dua. Emangnya kenapa?” Tanyanya tanpa tahu apa arti keduanya.
“Kalau dua garis, artinya positif.” Kataku, … masih tak percaya. Lalu suamiku pun, segera memelukku.

Langkahku ringan sekali pagi itu. Aku segera log in ke Yahoo Messenger, bertanya ke teman-teman yang sudah pernah hamil sebelumnya dan memberitakan kebahagiaan ini. Dan aku pun langsung daftar ke Rumah Sakit terdekat, untuk memastikan kehamilanku.

Makan siang, Uya dan Step mengantarku ke Apotik Mahakam, beli +HCG test pack. Kata temen-temen sih, test pack yang satu itu cukup akurat dan hasilnya langsung terbaca + atau -. Lalu toilet kantor pun menjadi saksi, … aku hamil! Hihihihihi….
Dan sorenya, test lab pun membuktikan aku positif hamil, Cuma saat di usg memang belum terlihat apapun di dalam rahimku. Mungkin karena kehamilan yang sangat muda.


Sejak hari itu, hidupku berubah. Cara pandangku terhadap hidup pun, … ikut berubah. Serta merta aku lebih banyak tertawa, lebih banyak berdoa, lebih banyak berpositif thinking, beberapa bilang jadi genit. Bajuku selalu warna-warni, dan aku selalu berhiaskan kalung-kalung panjang yang tidak pernah aku kenakan sebelumnya. Skrip-skrip televisiku pun, ikut berubah. “So many psychedelic things, are you writing under chemical substance?” Tanya ECDku. Well, … mungkin ya. Bukannya saat hamil ada hormon-hormon tertentu yang meningkat dan memacu otak?

Ngidam pertamaku adalah Bubur Barita. Bubur enak yang terletak di jalan Barito. Sudah lama aku pengen makan bubur ini, tapi suamiku belom sempet-sempet juga. Akhirnya, … aku memenuhi ngidam pertamaku sama Uya dan Tep, 2 art director yang jadi partner SIAGAku (SIap Antar jaGa), … girl power!!! Selebihnya, … aku sempet makan Bubur Barita 2 kali lagi, sama Pumpy suamiku lalu … Uya & Tep lagi!!!!! Yang ke dua kali sebenernya Tep yang ngidam, … tapi dia mengatasnamakan kehamilanku :D

Senangnya, karena aku nggak sendirian menjaga kehamilanku. Teman-temanku selalu mengingatkanku untuk makan yang sehat, nggak pake sepatu hak tinggi, nggak naik turun tangga, nggak marah-marah, nggak stress, automatically nggak ngerokok deket aku, atau dengan sukarela ngajak ngemil atau ngebeliin aku sesuatu. Chaya, meminjamkanku VCD lengkap untuk trimester pertama, ke dua sampai persiapan menuju kelahiran. And guess what, … she's not even married!

Percayalah, inilah 3 minggu yang paling membahagiakan dalam hidupku.


Kamis malam, 26 Januari 2006
Malam ini aku merasa gamang. Besok waktuku mendatangi dokterku, untuk yang pertama kali setelah 3 minggu aku mengetahui bahwa aku hamil. Susah memang menyelip diantara ratusan pasiennya.
Di tengah kegamangan aku pun mengaji, memanjatkan doa. Semoga ia terlahir sehat fisik dan bathinnya, semoga ia terlahir dengan sifat-sifat indahNYA, semoga ia menjadi anak yang memiliki nurani, semoga ia menjadi anak yang punya empati dan toleransi, semoga ia menjadi anak yang kuat pendiriannya, semoga ia jadi anak yang bermanfaat untuk semesta.

Jumat, 27 Januari 2006
Hari ini tidak seperti hari Jumat lainnya. Tiba-tiba aku sms suamiku, memintanya untuk berderma dan berdoa saat sholat Jumat, semoga waktu control malam nanti, our beloved baby will be just fine.
Dan pagi ini, aku terbagun dari tidur dan menuliskan sebuah puisi untuk anakku.

Aku dan dia

Siapa aku?

Kamulah mahluk kecil dalam rahimku
Yang kutunggu
Sampai akhirnya “Kun fayakun!” tercucap
Oleh Tuhanku, … Tuhanmu.

Lalu siapa kamu?

Akulah ibunda, yang akan menjawab setiap tanyamu,
Yang akan membagi tawaku,
Yang akan mengajarmu menyentuh dunia
Dan memberimu segenap doa.

Dimana aku, Bunda?

Kamu mahluk kecil dalam rahimku,
Menggelitik, seperti kupu-kupu yang hinggap di perutku.
Ada dalam gelap,
Tapi kutahu di sana kamu dapat terlelap.

Bersahabat degup jantungnku,
Berninabobokan gelembung-gelembung lembut di sampingmu,
Di dalam sana, … dapatkah kau dengar bahagiaku?

Tapi tak kan lama kau di sana,
Hingga tiba waktunya.
Kau akan mengecap betapa besarnya Tuhanmu
Dan bertemu denganku, Ibundamu

Anakku,
Jika kau bertemu Tuhanmu di dalam sana,
Tersenyumlah, karena ia akan mengajarkan segala hal
yang ingin kau tahu
Dan tolong titipkan, rasa terima kasihku yang
teramat besar kepadaNYA


Tapi hari itu, aku nggak pernah menjejakkan kakiku ke MMC, dimana dokter yang biasa kudatangi praktek. Melainkan ke Rumah Sakit terdekat, Medika Permata Hijau, dan terbaring di kamar yang tepat bersebelahan dengan seorang ibu yang akan melahirkan anak pertamanya. “Ya Allah, maafkan dosa saudariku. Ringankan sakitnya, mudahkanlah jalannya, dan sehatkan ibu serta bayinya.” Doaku. Air mataku pun menetes, … “Apakah aku dapat mengantarkan anakku ke dunia?” Tanyaku. Di luar, menunggu suamiku dan ibuku. Aku harus bed rest total, karena pendarahan yang aku alami sejak jam 3 sore tadi.

Tiga hari kemudian, nggak banyak yang berubah. Malah lebih parah. Hari ini tak hentinya darah segar menetes, walau aku bergerak sedikit saja. Hari ini aku pasrah, aku ikhtiar, … apapun yang terjadi pastilah hal terbaik. Malamnya, diantar ayah dan ibuku, aku pun ke MMC. Di sana telah menunggu suamiku dan kursi dorong. Aku pun segera diantar ke maternity room MMC dan bertemu dengan dokterku. Saat USG, dokter pun bilang kalau janinku tidak berkembang, … karena virus Rubella yang aktif dalam tubuhku. Dan keesokan harinya, luruhlah janinku.

Inilah hari pertama kerapuhanku, terbangun dari mimpi betapa mulianya menjadi seorang ibu. Bayiku, tak lagi bersamaku.


Wury’s thanks for the most beautiful three weeks dreams to:


Pumpy, I always love you Pump. This one’s for the blissful marriage.

Mamah, for taking care of me, … all my life.

Ibu, untuk semua doa-doanya.

Uya & Tep, untuk jadi partner SIAGA dan nemenin makan dimanaaaaaaa aja :D

Erika, Retno & Tata, for being a very true and supportive best friend.

Adik-adikku, Wika, Mara, Lina, for your happiness and prays :)


Astrid & Farika, temen senasib yang masih berusaha untuk hamil. Let’s get it on, Babe! Ciayoooooo!!!

Mba Amel, for the tutorials and tips.

Bi Asih, Mak Tuo & Beamy’s Mom, Gita, Carol, Pras, Rio, Mas David, for all the pray and supports.

Tentang kamu di suatu pagi

Saat itu. Aku, aki dan dirimu; La Luna.  Naik motor di pagi hari, mengantarmu bersekolah untuk belajar dan berlari-lari.  Kamu di paling ...