Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2005
Kapan terakhir merasa kaya anak kecil? For me, it's been a long time. Sampai akhirnya, aku mengalami kembali.

Dunia yang sederhana, dunia yang cuma pengen semua ada.
Dunia materi, yang hanya berarti 'ada' jika semua bisa 'diraba'.

Pagi-pagi, Mba Gita udah manggil dari ujung.
"Wuryyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy!!!"
"It's yours" Katanya sambil mengulurkan dvd collector's item THE WIZARD OF OZ ke hadapanku. Plus, ... CD collector's itemnya juga.

Hah!

Kalau ada kaca di sana, mungkin aku bisa ngeliat mataku yang membulat hebat!!!
Wow, udah lama rasanya nggak ngalamin something that you've been dreaming of is now here, for real! Aku masih terdiam beberapa saat. 3 disc DVD, plus CD yang saat dibuka, didalamnya ada gambar pop up Dorothy, Toto, Tin Man, Cowardly Lion dan Scarecrow.

I've got the cards and postcards with the box, several versions of the books,the pirated DVD (ha..ha), now I have the collector's item DVD consist of 1910&…

Kapan kita akan berhenti?

Hari ini, 22 Desember 2005.

Jam delapan pagi, suamiku mengecup keningku.
"Aku pergi ya" Katanya.
"Dadahhhh..." Kataku membalasnya dan kembali menutup mataku, serasa tak kuat menahan pelupuk mataku lebih lama lagi.

Dan aku pun terpulas kembali. Lagi. Setelah membuka mata selama 23 jam di hari sebelumnya.

Tak lama, terdengar nada sms membangunkanku kembali.
Tapi kubiarkan.
"Kantor! Kapan kamu akan membiarkanku menikmati kesendirianku?" Itu responku pertama kali.

Beberapa jam kemudian, aku pun terbangun.
Segera kusabet handphone di atas meja. Sms tadi dari ibu mertuaku.
"Selamat hari ibu. Semoga kita bisa menjadi contoh untuk anak-anak kita dan masyarakat." Lalu aku pun tertegun.Dengan masih tak percaya dan nggak tau haurs menjawab apa, aku pun pergi mandi.

Ya, ini hari ibu.
Kapan terakhir kalinya aku mengucapkan selamat hari ibu untuk ibuku? Mungkin waktu aku SD. Waktu aku menyelipkan puisiku di tumpukan bajunya.
Kapan terakhir kali aku memijitkan punggu…

Good Will Hunting

I just love this muvee. Here's one of the conversation.


"You're just a kid, you don't have the faintest idea what you're talking about. You've never been out of Boston.

So if I ask you about art, you'd probably give me the skinny on every art book ever writtened. Michelangelo? You know alot about him. Life's work, political aspirations, him and the pope. Sexual orientation. The whole works, right?

I bet you can't tell me what it smells like in the SIstine Chapel. You never actually stood there and looked up at that beautiful ceiling. Seeing that.

If I ask you about woman, you'll probably give me a syllabus of your personal favorites. You may ever been laid a few times. But you can't tell me what it feels like to wake up next to a woman and feel trully happy. You're a tough kid.

If I ask you about war, you'd probably throw Shakespeare at me, right? "Once more into the breach, dear friends."
But you've never been near one. Y…

Semenjana

lelah.
ingin rasanya aku mengistirahatkan mata ini
biar hanya hitam, hanya gelap
temaniku sejenak saja
dan biar,
kubiarkan telingaku meliar
biar dia juga belajar
telinga yang lama tak mendengar
telinga yang selalu kalah dengan ujar
telinga yang tak lagi punya hati
apalagi mendengarkan hati

damai.
hanya kudengar desah sukma
dalam gelap ini

terima kasih untuk kamu, yang udah bikinin judul kali ini. saat dimana aku nggak bisa menyebutkan satu kata yang menggambarkan jarak antara aku dan benda, dan waktu yang mengantarainya.

7 Desember 2005